Tragedi Kejar Jambret di Deli Serdang: Satu Korban Tewas Usai Becak Barang Tabrak Warung

Siska Amelia | KabarHarian
14 May 2026, 00:08 WIB
Tragedi Kejar Jambret di Deli Serdang: Satu Korban Tewas Usai Becak Barang Tabrak Warung

KabarHarian — Kabut duka yang mendalam tengah menyelimuti warga Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Sebuah insiden memilukan yang bermula dari aksi kriminalitas jalanan berakhir dengan hilangnya nyawa seorang pria bernama Ucok. Niat hati ingin mempertahankan hak milik dan mengejar pelaku penjambretan, Ucok bersama rekannya, M Yunus Shadamy alias Adam, justru mengalami kecelakaan maut yang merenggut segalanya dalam sekejap mata.

Tragedi di Tengah Rutinitas Mencari Nafkah

Peristiwa yang menggetarkan hati ini terjadi pada sore hari yang tenang, tepatnya pada 1 Mei 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, Ucok dan Adam sedang menjalankan rutinitas harian mereka sebagai pejuang ekonomi. Keduanya dikenal sebagai pengusaha barang elektronik bekas yang kerap melayani pesanan secara Cash on Delivery (COD). Menggunakan becak barang yang menjadi sandaran hidup mereka, keduanya melintasi Jalan Garuda Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Willy Andi, abang kandung dari Adam, menceritakan bahwa sore itu adiknya bertindak sebagai pengemudi becak, sementara Ucok duduk menemani di samping. Tidak ada firasat buruk yang membayangi mereka saat menyusuri aspal Deli Serdang untuk mengantarkan pesanan pelanggan. Namun, nasib berkata lain ketika sebuah panggilan telepon masuk ke ponsel Adam.

Baca Juga Menguak Tabir Sejarah di Balik Julukan Medan Sebagai ‘Kota Preman’: Perspektif Sosiologis dan Dinamika Kekuasaan Lokal
Menguak Tabir Sejarah di Balik Julukan Medan Sebagai ‘Kota Preman’: Perspektif Sosiologis dan Dinamika Kekuasaan Lokal

Kronologi Penjambretan yang Memicu Adrenalin

Demi keamanan berkendara, Adam memutuskan untuk meminggirkan becak barangnya sejenak saat menerima telepon dari rekannya. Setelah pembicaraan singkat berakhir, Adam berniat memasukkan kembali ponsel miliknya ke dalam tas. Namun, dalam hitungan detik, dua orang pria misterius yang berboncengan sepeda motor muncul dari arah belakang dengan kecepatan tinggi.

Tanpa sempat diantisipasi, tangan jahat pelaku langsung merampas ponsel dari genggaman Adam. Terkejut dan tak rela hartanya dirampas begitu saja, naluri untuk melawan pun muncul. Adam spontan memacu becak motornya sekuat tenaga, mengejar para pelaku yang melesat di depan mereka. Teriakkan ‘maling’ menggema di sepanjang jalan, membelah kebisingan sore itu, mengundang perhatian warga sekitar yang terpaku melihat aksi kejar-kejaran tersebut.

Detik-Detik Kecelakaan Maut di Tikungan Cendrawasih

Aksi pengejaran yang penuh risiko tersebut terus berlanjut hingga memasuki kawasan Jalan Cendrawasih, Perumnas Mandala. Di lokasi ini, terdapat sebuah tikungan yang cukup tajam. Dalam kondisi kecepatan tinggi dan beban becak barang yang tidak stabil, Adam kehilangan kendali atas kendaraannya. Becak motor yang mereka tumpangi oleng hebat, hingga akhirnya terjungkir balik dan menghantam sebuah warung milik warga dengan benturan yang sangat keras.

Baca Juga Sentuhan Magis Michael Carrick di Manchester United: Harry Maguire Ungkap Transformasi Mental dan Taktik Tim
Sentuhan Magis Michael Carrick di Manchester United: Harry Maguire Ungkap Transformasi Mental dan Taktik Tim

“Sampai di tikungan Jalan Cendrawasih, becak mereka hilang kendali. Becaknya jungkir balik dan langsung menabrak warung warga di sana,” tutur Willy dengan nada getir saat memberikan keterangan kepada tim redaksi pada Rabu (13/5/2026). Benturan tersebut membuat kedua korban terhempas dari becak dan tak sadarkan diri di lokasi kejadian, sementara para pelaku jambret berhasil meloloskan diri di tengah kepanikan warga yang mulai berdatangan.

Perjuangan Terakhir di Rumah Sakit

Warga yang menyaksikan kejadian nahas tersebut segera memberikan pertolongan pertama. Adam dan Ucok yang dalam kondisi kritis dan pingsan dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah di Jalan Mandala By Pass. Mengingat luka yang diderita cukup serius, terutama benturan di bagian kepala dan punggung, keduanya kemudian dirujuk ke RS Pirngadi Medan untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.

Tim medis di RS Pirngadi telah berupaya maksimal untuk menyelamatkan nyawa kedua korban. Namun, takdir berkata lain bagi Ucok. Setelah berjuang melewati masa kritis selama semalam, pria tersebut menghembuskan napas terakhirnya pada keesokan pagi. Kepergian Ucok meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan juga Adam, yang saat itu baru saja mulai siuman dari masa pingsannya.

Baca Juga Aksi Nekat Remaja di Toba: Motor Kurir Beserta Puluhan Paket Raib Digasak saat Sedang Mengantar Barang
Aksi Nekat Remaja di Toba: Motor Kurir Beserta Puluhan Paket Raib Digasak saat Sedang Mengantar Barang

Keluarga Menuntut Keadilan dan Respons Kepolisian

Pasca pulih dan sadarkan diri, Adam didampingi keluarganya segera menempuh jalur hukum. Ia resmi melaporkan insiden penjambretan yang berujung maut tersebut ke Polsek Medan Tembung pada 4 Mei 2026. Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLP/B/565/V/2026/SPKT/Polsek Medan Tembung/Polrestabes Medan/Polda Sumut.

Meski laporan telah dibuat, pihak keluarga merasa penanganan kasus ini berjalan sangat lambat. Willy Andi mengungkapkan kekecewaannya karena hingga kini belum ada perkembangan signifikan terkait penangkapan kedua pelaku yang menjadi pemicu kecelakaan tersebut. “Kami merasa penanganannya sangat lambat, sejauh ini hanya sebatas laporan di SPKT saja. Harapan kami, polisi segera bertindak tegas dan menangkap pelakunya agar ada keadilan bagi almarhum Ucok,” tegas Willy.

Komitmen Pihak Kepolisian dalam Penyelidikan

Menanggapi keluhan keluarga korban, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, memberikan pernyataan singkat. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak tinggal diam dan saat ini tengah bekerja keras untuk mengungkap identitas pelaku penjambretan tersebut. “Laporannya sedang kami selidiki secara mendalam,” jelasnya singkat saat dikonfirmasi.

Baca Juga Tragedi Maut di Jalur Kereta Api Tebing Tinggi: Pajero Sport Ringsek Terhantam Kereta, Pengemudi Tutup Usia
Tragedi Maut di Jalur Kereta Api Tebing Tinggi: Pajero Sport Ringsek Terhantam Kereta, Pengemudi Tutup Usia

Kasus ini menjadi pengingat pahit bagi masyarakat mengenai bahaya kejahatan jalanan yang kian meresahkan. Kehilangan nyawa dalam upaya mempertahankan harta benda adalah sebuah tragedi yang seharusnya tidak perlu terjadi jika keamanan di ruang publik dapat terjamin dengan baik. Publik kini menanti langkah nyata dari aparat penegak hukum untuk segera menyeret para pelaku ke meja hijau, demi memberikan rasa aman bagi warga Deli Serdang dan sekitarnya.

Pentingnya Kewaspadaan dan Keamanan di Jalan Raya

Tragedi yang menimpa Ucok dan Adam menggarisbawahi betapa tingginya risiko yang dihadapi masyarakat saat berhadapan dengan pelaku kriminalitas. Para ahli keamanan menyarankan agar masyarakat tidak melakukan pengejaran secara mandiri jika kondisinya sangat berisiko, melainkan segera melapor atau mencari bantuan massa dengan cara yang lebih aman.

Kejadian ini juga diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan kepolisian untuk meningkatkan patroli di titik-titik rawan, terutama di kawasan padat penduduk seperti Perumnas Mandala. Penerangan jalan yang memadai dan pemasangan CCTV di area-area strategis dianggap krusial untuk mencegah serta mempermudah pengungkapan kasus serupa di masa mendatang. Mari kita doakan agar almarhum Ucok mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan luar biasa.

Baca Juga Panduan Lengkap Menghilangkan Noda Jamur Membandel di Rumah: Teknik Profesional untuk Berbagai Permukaan
Panduan Lengkap Menghilangkan Noda Jamur Membandel di Rumah: Teknik Profesional untuk Berbagai Permukaan
Siska Amelia

Siska Amelia

Penulis konten kreatif yang mengkhususkan diri pada topik gaya hidup, tren media sosial, dan pariwisata lokal. Siska fokus menghadirkan sisi humanis dan inspiratif dari setiap peristiwa harian.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *