Drama 50 Menit Mencekam: Mahasiswi UMP Terjebak di Lift Saat Pemadaman Listrik Masif Melanda Palembang
KabarHarian — Sebuah insiden yang menggetarkan hati terjadi di lingkungan akademisi Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) di tengah kegelapan total yang menyelimuti wilayah Sumatera. Seorang mahasiswi terpaksa melewati momen paling traumatis dalam hidupnya setelah terjebak di dalam lift gedung kampus selama hampir satu jam. Peristiwa ini menjadi potret nyata betapa rentannya keamanan fasilitas publik ketika gangguan infrastruktur energi skala besar terjadi secara tiba-tiba.
Kronologi Kejadian di Tengah Kegelapan
Jumat malam, 22 Mei 2026, seharusnya menjadi waktu yang tenang bagi aktivitas akademik di Universitas Muhammadiyah Palembang. Namun, suasana berubah menjadi kepanikan ketika aliran listrik di sebagian besar wilayah Sumatera padam secara serentak. Insiden ini dipicu oleh gangguan transmisi pada jalur vital Dumai-Muaro Bungo, Jambi, yang berimbas luas hingga ke wilayah Sumatera Selatan.
Sekitar pukul 19.40 WIB, seorang mahasiswi yang identitasnya dirahasiakan tengah berada di dalam lift gedung Fakultas Ekonomi UMP, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II. Saat lift sedang bergerak, dentuman sunyi akibat terputusnya arus listrik membuat mesin penarik berhenti mendadak. Mahasiswi tersebut terjebak seorang diri dalam kotak logam yang sempit, tepat di antara lantai dua dan lantai tiga.
Detik-Detik Penyelamatan yang Menegangkan
Kesunyian malam di kampus UMP seketika pecah saat laporan darurat masuk ke markas Pemadam Kebakaran Kota Palembang. Seorang saksi mata bernama Mifta melaporkan adanya korban yang terjebak di ketinggian. Tanpa membuang waktu, Tim Rescue Pemadam Kebakaran segera dikerahkan menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 3,4 kilometer dari pos terdekat.
Kondisi di lapangan saat itu sangat menantang. Seluruh area kampus berada dalam kondisi gelap gulita, menyulitkan koordinasi dan pergerakan tim penyelamat. Cahaya senter menjadi satu-satunya pemandu bagi para petugas yang bergegas menuju ruang mesin lift. Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Pemadam Kebakaran Kota Palembang, Deny, memimpin langsung operasi penyelamatan yang berpacu dengan waktu tersebut.
Sinergi Tim Rescue dan Teknisi Lapangan
Proses evakuasi tidaklah mudah. Posisi lift yang menggantung di antara lantai memerlukan keahlian teknis khusus agar pintu dapat dibuka tanpa membahayakan korban di dalamnya. Berdasarkan pantauan tim KabarHarian, petugas pemadam kebakaran harus bersinergi erat dengan teknisi lift kampus untuk melakukan pembukaan akses secara manual.
“Kami menggunakan berbagai peralatan rescue khusus dan bekerja sama dengan teknisi lift untuk memastikan akses terbuka dengan aman. Tantangan utamanya adalah kondisi ruangan yang panas dan sirkulasi udara yang mulai menipis di dalam lift karena mesin ventilasi mati total,” ujar Deny saat memberikan keterangan kepada media.
Kondisi Korban Setelah 50 Menit Terisolasi
Setelah perjuangan melelahkan selama hampir satu jam, atau tepatnya 50 menit, tim akhirnya berhasil mencongkel pintu lift dan menjangkau korban. Sekitar pukul 20.40 WIB, mahasiswi tersebut berhasil dikeluarkan. Meskipun tidak mengalami luka fisik secara langsung, kondisi psikologisnya dilaporkan sangat terguncang.
Korban tampak lemas dan mengalami serangan panik (panic attack) akibat rasa cemas yang hebat karena terjebak di ruang gelap dan sempit dalam durasi yang cukup lama. Petugas medis segera memberikan pertolongan pertama berupa pemberian oksigen tambahan untuk menstabilkan pernapasannya. Kehadiran oksigen ini sangat krusial mengingat klaustrofobia dan rasa sesak sering kali menyerang korban yang terjebak di ruang tertutup tanpa ventilasi aktif.
Penyebab Utama: Gangguan Transmisi Listrik Sumatera
Insiden di UMP ini hanyalah satu dari sekian banyak dampak buruk yang ditimbulkan oleh pemadaman listrik masif di Sumatera. Pihak PLN sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa terdapat gangguan signifikan pada jalur transmisi Dumai-Muaro Bungo. Dampaknya tidak main-main, ratusan penyulang listrik di wilayah Sumatera Utara, Jambi, hingga Sumatera Selatan terdampak secara langsung.
Gangguan transmisi ini menyebabkan ketidakseimbangan beban pada sistem kelistrikan Sumatera, yang memicu proteksi otomatis hingga menyebabkan blackout di banyak titik. Kondisi ini menjadi pengingat bagi pengelola gedung-gedung tinggi untuk selalu memastikan sistem cadangan listrik atau genset otomatis berfungsi dengan sempurna, terutama untuk fasilitas vital seperti lift.
Pentingnya SOP Keamanan Lift di Area Kampus
Tragedi yang menimpa mahasiswi UMP ini memicu diskusi hangat mengenai standar operasional prosedur (SOP) keamanan di lingkungan kampus. Idealnya, setiap lift harus dilengkapi dengan Automatic Rescue Device (ARD), sebuah alat yang memungkinkan lift bergerak ke lantai terdekat secara otomatis saat listrik padam sehingga pintu dapat terbuka.
Selain itu, kesiapan teknisi jaga di malam hari juga menjadi poin penting yang harus dievaluasi oleh otoritas kampus. Kecepatan respon dalam menangani keadaan darurat dapat meminimalisir dampak trauma psikologis bagi korban. Tim KabarHarian mencatat bahwa edukasi mengenai apa yang harus dilakukan saat terjebak di lift juga perlu disosialisasikan kepada seluruh mahasiswa dan staf.
Tips Menghadapi Situasi Darurat di Dalam Lift
Belajar dari kejadian ini, para ahli keselamatan menyarankan beberapa langkah bagi siapa saja yang terjebak di dalam lift saat listrik padam:
- Tetap Tenang: Panik hanya akan menghabiskan oksigen lebih cepat dan mengaburkan pikiran jernih.
- Gunakan Tombol Alarm: Tekan tombol bel atau gunakan telepon darurat yang tersedia di dalam kabin lift.
- Hubungi Bantuan Luar: Jika sinyal ponsel tersedia, segera hubungi nomor darurat atau kerabat terdekat.
- Jangan Mencoba Memaksa Pintu: Mencoba membuka pintu lift secara paksa dari dalam sangat berbahaya karena posisi lift mungkin tidak sejajar dengan lantai.
- Duduk dan Mengatur Napas: Jika merasa pusing, duduklah di lantai lift dan atur napas secara teratur hingga bantuan tiba.
Kini, mahasiswi yang menjadi korban tersebut tengah menjalani masa pemulihan trauma. Pihak universitas diharapkan dapat memberikan dukungan konseling jika diperlukan, sementara pemeliharaan terhadap infrastruktur kelistrikan dan lift terus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.