Misteri Kematian Ibu dan Anak di Deli Serdang: Ditemukan Membusuk di Lokasi Berbeda dalam Satu Rumah
KabarHarian — Suasana tenang di Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, mendadak berubah mencekam setelah penemuan dua jasad yang telah membusuk di dalam sebuah rumah tinggal. Korban yang diketahui merupakan pasangan ibu dan anak, ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan pada Sabtu pagi. Penemuan ini sontak memicu kegemparan di kalangan warga sekitar yang tidak menyangka bahwa aroma tidak sedap yang mereka hirup selama beberapa hari terakhir bersumber dari tragedi di dalam rumah tetangga mereka sendiri.
Kedua korban diidentifikasi sebagai Ai Kiat, seorang wanita lansia berusia 70 tahun, dan putrinya, Linawati, yang berusia 38 tahun. Keberadaan mereka yang sudah tidak bernyawa terungkap setelah warga mencium bau menyengat yang menusuk hidung dari arah kediaman korban. Keheningan rumah tersebut selama beberapa hari sebelumnya ternyata menyimpan rahasia kelam yang kini tengah menjadi pusat perhatian pihak kepolisian setempat.
Kronologi Penemuan: Bermula dari Aroma yang Mencurigakan
Laporan mengenai penemuan mayat ini pertama kali diterima oleh pihak kepolisian pada Sabtu, 23 Mei, sekitar pukul 11.00 WIB. KabarHarian mencatat bahwa kecurigaan warga sebenarnya sudah muncul sejak beberapa hari sebelumnya. Tetangga di sekitar rumah korban mulai merasakan ada yang tidak beres ketika aktivitas rutin yang biasanya terlihat di rumah tersebut tiba-tiba terhenti sepenuhnya. Ditambah lagi dengan munculnya aroma busuk yang semakin hari semakin kuat, warga merasa perlu mengambil tindakan lebih lanjut.
Merasa ada sesuatu yang tidak beres, warga kemudian berinisiatif menghubungi Kepala Dusun (Kadus) setempat. Kehadiran perangkat desa ini menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi di dalam rumah yang terkunci rapat tersebut. Namun, karena pintu depan tidak bisa dibuka dan tidak ada respon dari dalam, Kadus memutuskan untuk melakukan pemeriksaan secara visual melalui jalur lain.
Kadus kemudian mengambil sebuah tangga dan memanjat untuk mengintip melalui jendela rumah korban. Betapa terkejutnya dia saat melihat sesosok tubuh tergeletak tak bergerak di ruang tamu. Temuan awal ini segera dilaporkan kepada Polsek Sunggal yang langsung merespons dengan menerjunkan personel ke lokasi kejadian guna melakukan evakuasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Evakuasi Paksa dan Penemuan di Dua Lantai Berbeda
Setelah pihak kepolisian tiba di lokasi, prosedur pembukaan paksa rumah pun dilakukan dengan disaksikan oleh perangkat desa dan warga setempat. Pintu depan yang terkunci dari dalam terpaksa didobrak untuk memberikan akses bagi petugas. Saat petugas berhasil masuk, mereka disambut oleh kondisi rumah yang sunyi namun dipenuhi aroma kematian yang pekat.
Berdasarkan keterangan dari Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Herman Sentosa, kedua korban ditemukan di posisi yang berbeda di dalam rumah tersebut. Korban pertama, Linawati (38), ditemukan tergeletak di lantai ruang tamu dalam kondisi yang sudah mulai mengalami pembusukan lanjut. Sementara itu, ibunya, Ai Kiat (70), ditemukan tak bernyawa di lantai dua rumah mereka.
“Kami menemukan dua orang mayat perempuan yang merupakan ibu dan anak. Sang anak ditemukan di ruang tamu, sedangkan ibunya ditemukan di lantai dua. Kondisi keduanya memang sudah membusuk saat kami sampai di lokasi,” ujar Iptu Herman Sentosa saat memberikan keterangan kepada media pada Minggu, 24 Mei 2026. Penemuan di dua lokasi yang berbeda ini sempat menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah tersebut sebelum keduanya mengembuskan napas terakhir.
Hasil Olah TKP dan Pemeriksaan Tim Inafis
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian ibu dan anak ini, Tim Inafis (Induk Urusan Identifikasi) dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kondisi fisik kedua jenazah. Fokus utama petugas adalah mencari apakah ada indikasi kekerasan atau tanda-tanda keterlibatan pihak ketiga dalam peristiwa memilukan ini.
Namun, dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh tim ahli di lokasi, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh kedua korban. Tidak ditemukan luka akibat senjata tajam, benda tumpul, maupun bekas penganiayaan lainnya. Selain itu, kondisi di dalam rumah juga dilaporkan cukup rapi, tanpa ada tanda-tanda perusakan pintu atau jendela oleh pihak luar selain yang dilakukan petugas saat proses evakuasi.
“Dari hasil pemeriksaan awal oleh tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh kedua korban. Saat ini kami masih terus mendalami informasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian mereka,” tambah Iptu Herman. Ketidakhadiran tanda-tanda kekerasan ini membuat kepolisian harus bekerja ekstra keras untuk menyusun rangkaian kronologi sebelum kematian keduanya terjadi.
Penyelidikan Lanjutan dan Pihak Keluarga
Polisi juga telah bergerak cepat untuk menghubungi anggota keluarga korban lainnya guna memberikan informasi mengenai kejadian ini serta mengumpulkan keterangan terkait riwayat kesehatan maupun permasalahan yang mungkin sedang dihadapi oleh kedua korban. Keterangan dari pihak keluarga dianggap sangat krusial untuk mengetahui apakah ada faktor penyakit menahun atau kondisi medis tertentu yang bisa menjelaskan kematian mereka secara bersamaan di dalam rumah.
Hingga saat ini, jenazah kedua korban telah dibawa untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur kepolisian. Garis polisi juga telah dipasang di sekitar kediaman korban di Desa Muliorejo untuk mengamankan lokasi kejadian selama proses penyelidikan masih berlangsung. Warga sekitar pun masih tampak berkumpul di sekitar lokasi, membicarakan sosok Ai Kiat dan Linawati yang selama ini dikenal cukup tertutup namun tetap bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
Pentingnya Kepekaan Sosial di Lingkungan Masyarakat
Tragedi yang menimpa Ai Kiat dan Linawati ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua mengenai pentingnya kepekaan dan kepedulian terhadap tetangga, terutama bagi mereka yang tinggal hanya berdua atau merupakan lansia. Dalam banyak kasus, kematian yang baru terdeteksi setelah berhari-hari sering kali terjadi karena minimnya interaksi sosial yang intens antar warga.
Keberanian tetangga untuk melaporkan aroma tidak sedap dan tindakan cepat Kepala Dusun di Deli Serdang ini patut diapresiasi, meskipun berakhir dengan kabar duka. Tanpa kepedulian warga, mungkin penemuan kedua jenazah ini akan memakan waktu yang jauh lebih lama. Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat selalu saling menjaga dan segera melapor jika melihat kejanggalan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
KabarHarian akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk hasil autopsi jika nantinya dilakukan, guna memberikan informasi yang akurat dan berimbang kepada publik mengenai penyebab pasti kematian ibu dan anak di Deli Serdang tersebut. Kasus ini kini ditangani sepenuhnya oleh jajaran Polsek Sunggal berkoordinasi dengan Polrestabes Medan.