Aspirasi di Balik Bilik Huntara: Warga Aceh Tamiang Tagih Fasilitas Dasar kepada Menteri PU

Siska Amelia | KabarHarian
24 May 2026, 22:11 WIB
Aspirasi di Balik Bilik Huntara: Warga Aceh Tamiang Tagih Fasilitas Dasar kepada Menteri PU

KabarHarian — Keheningan di kawasan Hunian Sementara (Huntara) 3, Desa Bukit Rata, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, seketika berubah menjadi riuh penuh harapan. Kehadiran Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, di tengah-tengah permukiman sementara tersebut bukan sekadar kunjungan kerja seremonial, melainkan menjadi momentum bagi warga untuk menumpahkan segala keluh kesah yang selama ini terpendam di balik dinding-dinding huntara yang sederhana.

Bagi warga yang telah kehilangan kenyamanan rumah permanen akibat berbagai faktor, Huntara 3 merupakan tempat mereka menyambung hidup. Namun, di balik rasa syukur atas atap yang masih menaungi mereka, terselip kerinduan akan fasilitas dasar yang memadai. Permintaan warga tidaklah muluk-muluk; mereka hanya mendambakan penerangan jalan yang memadai dan pengelolaan sampah yang teratur agar lingkungan tempat mereka bernaung tetap sehat dan aman.

Potret Kehidupan di Huntara Bukit Rata

Siti Sahari, seorang nenek berusia 62 tahun, menjadi salah satu sosok yang paling lantang menyuarakan isi hati para penghuni huntara. Dengan gurat wajah yang menyimpan sejuta cerita, Siti mengaku bahwa pada dasarnya ia merasa cukup tenang tinggal di Huntara 3. Udara di perbukitan Bukit Rata yang masih asri dan bersih menjadi oase tersendiri bagi para pengungsi.

Baca Juga Ahmad Dhani Sambut Kelahiran Cucu Pertama: Transformasi Istana Pondok Indah dan Persiapan Sang Maestro Menjadi Kakek
Ahmad Dhani Sambut Kelahiran Cucu Pertama: Transformasi Istana Pondok Indah dan Persiapan Sang Maestro Menjadi Kakek

“Alhamdulillah, kalau bicara soal kenyamanan, di sini udaranya sangat bagus. Bersih dan tenang untuk kami yang sudah tua ini. Tapi, jujur saja, ada hal-hal mendasar yang membuat kami merasa was-was, terutama saat matahari mulai tenggelam,” ungkap Siti Sahari saat berbincang hangat dengan tim KabarHarian di lokasi, Minggu (24/5/2026).

Menurut Siti, ketiadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) membuat kawasan huntara menjadi gelap gulita saat malam hari. Hal ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan rasa tidak aman, mengingat lokasi huntara yang cukup terbuka. Gelap yang menyelimuti pemukiman seringkali membuat anak-anak maupun lansia enggan keluar dari unit mereka meskipun hanya untuk keperluan mendesak.

Persoalan Sampah dan Ancaman Penyakit

Selain masalah penerangan, persoalan sanitasi lingkungan juga menjadi sorotan tajam warga. Hingga saat ini, fasilitas tempat pembuangan sampah (TPS) yang layak belum tersedia di area Huntara 3. Akibatnya, warga seringkali bingung harus membuang limbah rumah tangga mereka ke mana, yang jika dibiarkan tentu akan mengancam kesehatan lingkungan.

Baca Juga Strategi Transformasi Sosial Riau Petroleum: Mengulas Komitmen CSR dan Pengelolaan Energi di Panggung IPA Convex 2026
Strategi Transformasi Sosial Riau Petroleum: Mengulas Komitmen CSR dan Pengelolaan Energi di Panggung IPA Convex 2026

“Kami ingin lingkungan ini tetap bersih seperti saat kami pertama kali datang. Tapi tanpa adanya tempat sampah yang memadai, sulit bagi kami untuk mengelola limbah dengan baik. Kami sangat berharap Bapak Menteri bisa membantu menyediakan fasilitas pembuangan sampah yang rutin diangkut,” tambah Siti dengan nada penuh harap.

Kebutuhan akan tempat sampah ini krusial untuk mencegah penumpukan sampah liar yang dapat mengundang hama penyakit seperti lalat dan tikus. Di permukiman padat penduduk seperti huntara, kebersihan adalah kunci utama untuk menjaga agar warga, terutama anak-anak, tidak terserang penyakit menular yang sering muncul di lingkungan yang kumuh.

Urusan Perut yang Belum Tuntas: Menanti Bantuan Beras

Dialog antara warga dan Menteri PU ternyata meluas hingga ke urusan logistik dasar. Di tengah perbincangan mengenai infrastruktur, Siti Sahari juga menyelipkan permohonan terkait bantuan pangan. Ia menyebutkan bahwa pasokan beras bagi warga di huntara tersebut kini mulai menipis dan bantuan yang diharapkan belum juga kunjung tiba.

“Kami juga kekurangan beras, Pak. Sudah kami ajukan permintaan, tapi sampai sekarang bantuan sembako itu belum kami terima. Kami sangat berharap ada bantuan pangan yang datang dalam waktu dekat agar dapur kami tetap mengepul,” tuturnya jujur.

Baca Juga Kabar Terkini Kesehatan Jemaah Haji Aceh: Perjuangan di Tanah Suci dan Penanganan Medis Intensif
Kabar Terkini Kesehatan Jemaah Haji Aceh: Perjuangan di Tanah Suci dan Penanganan Medis Intensif

Keluhan ini mencerminkan realitas pahit bahwa warga di hunian sementara seringkali menghadapi ketidakpastian ekonomi. Kehilangan aset dan pekerjaan lama membuat mereka sangat bergantung pada skema bantuan sosial dari pemerintah maupun donatur. Aspirasi Siti Sahari ini menjadi pengingat bahwa pembangunan fisik harus sejalan dengan ketahanan pangan warganya.

Respons Cepat Menteri PU Dody Hanggodo

Mendengar rentetan permintaan tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo tidak tinggal diam. Ia menyimak setiap detail keluhan warga dengan seksama. Dalam tanggapannya, Dody menegaskan bahwa pihaknya akan segera menginstruksikan tim prasarana strategis untuk turun tangan menyelesaikan masalah teknis di Huntara 3.

“Mengenai permintaan penerangan jalan dan tempat sampah, saya sudah perintahkan tim prasarana strategis untuk segera menyiapkannya. Kami akan bekerja sama dengan penyedia jasa untuk menambahkan lampu di beberapa titik strategis, baik di bagian depan maupun belakang pemukiman, agar tidak ada lagi area yang gelap,” tegas Dody.

Lebih lanjut, Menteri PU berjanji bahwa penyediaan tempat sampah akan dilakukan secara terdistribusi di beberapa titik yang mudah dijangkau oleh warga. Langkah ini diambil agar tata kelola sampah di Huntara 3 bisa lebih terorganisir. Terkait masalah bantuan pangan, Dody menyatakan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan distribusi bantuan logistik berjalan lebih lancar dan tepat sasaran.

Baca Juga Tragedi Maut di Jalur Kereta Api Tebing Tinggi: Pajero Sport Ringsek Terhantam Kereta, Pengemudi Tutup Usia
Tragedi Maut di Jalur Kereta Api Tebing Tinggi: Pajero Sport Ringsek Terhantam Kereta, Pengemudi Tutup Usia

Harapan untuk Masa Depan Huntara

Kunjungan Menteri PU ke Aceh Tamiang ini membawa angin segar bagi warga Huntara 3. Bagi mereka, kehadiran pejabat negara di lokasi terpencil adalah bukti bahwa mereka tidak dilupakan. Namun, warga juga menyadari bahwa janji harus diikuti dengan realisasi yang nyata di lapangan.

Pembangunan infrastruktur dasar seperti lampu jalan dan sistem pengelolaan sampah mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang, namun bagi penghuni huntara, hal itu adalah peningkatan kualitas hidup yang signifikan. Penerangan yang baik akan memberikan rasa aman, sementara lingkungan yang bersih akan menjamin kesehatan mereka selama menunggu proses relokasi atau pembangunan hunian tetap (Huntap) di masa depan.

Pemerintah diharapkan terus memantau perkembangan di lapangan pasca kunjungan ini. Kecepatan tim prasarana strategis dalam mengeksekusi instruksi Menteri akan menjadi tolok ukur efektivitas pelayanan publik di sektor infrastruktur pemukiman. Bagi warga Bukit Rata, setiap tiang lampu yang berdiri dan setiap bak sampah yang tersedia adalah bentuk nyata dari kehadiran negara di tengah kesulitan mereka.

Baca Juga Mengupas Mitos Tempe dan Asam Urat: Benarkah Si Protein Nabati Ini Menjadi Biang Kerok Nyeri Sendi?
Mengupas Mitos Tempe dan Asam Urat: Benarkah Si Protein Nabati Ini Menjadi Biang Kerok Nyeri Sendi?

Kini, warga Huntara 3 kembali menanti. Mereka menunggu saat malam tiba dan lampu-lampu jalan mulai menyala, serta saat truk pengangkut sampah datang secara rutin. Harapan sederhana dari masyarakat kecil ini adalah pengingat bahwa pembangunan sejati adalah pembangunan yang menyentuh kebutuhan paling mendasar dari manusianya.

Siska Amelia

Siska Amelia

Penulis konten kreatif yang mengkhususkan diri pada topik gaya hidup, tren media sosial, dan pariwisata lokal. Siska fokus menghadirkan sisi humanis dan inspiratif dari setiap peristiwa harian.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *