Menteri PU Dody Hanggodo Tekan Gas Pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya: Target Rampung Sebelum Ajaran Baru 2026

Siska Amelia | KabarHarian
07 May 2026, 00:08 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo Tekan Gas Pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya: Target Rampung Sebelum Ajaran Baru 2026

KabarHarian — Di tengah semangat pemerintah untuk memeratakan kualitas infrastruktur pendidikan hingga ke pelosok negeri, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melakukan kunjungan kerja intensif ke Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Fokus utama kunjungan ini adalah meninjau secara langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di Jorong Muaro Mau. Dalam peninjauannya, Menteri Dody memberikan instruksi tegas agar seluruh proses konstruksi dipercepat demi mengejar tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikan tersebut siap digunakan saat tahun ajaran baru dimulai pada pertengahan tahun depan. Pembangunan infrastruktur pendidikan ini bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan bagian dari visi besar pemerintah dalam menciptakan ruang belajar yang layak bagi anak-anak di daerah penyangga. Dody menekankan bahwa tidak ada ruang untuk keterlambatan, mengingat pentingnya fasilitas ini bagi masyarakat setempat.

Meninjau Langsung Titik Vital Pendidikan di Sumatera Barat

Dalam kunjungannya yang berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026, Menteri PU Dody Hanggodo melihat dari dekat bagaimana alat-alat berat dan para pekerja berupaya keras mentransformasi lahan di Jorong Muaro Mau menjadi sebuah institusi pendidikan yang modern. Ia menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya ini harus tuntas sebelum akhir Juni 2026. Target tersebut bersifat nasional, yang berarti seluruh proyek serupa di berbagai wilayah Indonesia memiliki batas waktu yang sama.

Baca Juga Ipswich Town Kembali ke Kasta Tertinggi: Akankah Elkan Baggott Mengukir Sejarah di Premier League?
Ipswich Town Kembali ke Kasta Tertinggi: Akankah Elkan Baggott Mengukir Sejarah di Premier League?

“Kita memiliki komitmen yang sama untuk seluruh Indonesia. Semua targetnya seragam, yakni rampung pada Juni 2026. Mengapa Juni? Karena itu bertepatan dengan masa transisi tahun ajaran baru. Kita ingin saat lonceng sekolah berbunyi di tahun ajaran tersebut, anak-anak kita sudah bisa menempati gedung yang baru, kokoh, dan nyaman ini,” ujar Dody di sela-sela peninjauannya.

Tantangan Geografis: Mengatasi Lahan Lempung yang Menghambat

Meskipun secara nasional progres pembangunan Sekolah Rakyat telah mencapai angka yang cukup menggembirakan, yakni di kisaran 50 hingga 60 persen, kondisi di Dharmasraya memberikan tantangan tersendiri. Hingga saat ini, pengerjaan fisik gedung sekolah di wilayah tersebut baru menyentuh angka sembilan persen. Perbedaan angka yang cukup mencolok ini bukan tanpa alasan.

Tim di lapangan melaporkan bahwa kendala utama terletak pada kondisi geologis lahan. Beberapa titik lahan di lokasi pembangunan diketahui memiliki karakteristik tanah lempung yang cukup dalam. Kondisi tanah seperti ini memerlukan penanganan khusus berupa proses pengerasan dan stabilisasi tanah yang memakan waktu lebih lama sebelum fondasi utama dapat berdiri tegak. Tanpa pengerasan yang sempurna, struktur gedung berisiko mengalami penurunan atau kerusakan di masa depan.

Baca Juga Tragedi Berdarah di Lampung: Di Bawah Pengaruh Sabu, Ayah Tega Hujani Putri Kandung dengan Delapan Tusukan
Tragedi Berdarah di Lampung: Di Bawah Pengaruh Sabu, Ayah Tega Hujani Putri Kandung dengan Delapan Tusukan

“Memang ada kendala teknis terkait tanah lempung, sehingga kita harus melakukan pengerasan ekstra. Namun, fase kritis tersebut kini sudah mulai teratasi, dan sekarang saatnya kita berlari mengejar ketertinggalan tersebut,” tambah Dody menjelaskan situasi teknis di lapangan.

Strategi Percepatan: Target Kemajuan Dua Persen Per Hari

Menyadari adanya ketertinggalan progres dibandingkan daerah lain, Menteri PU telah merumuskan strategi percepatan yang cukup ambisius. Ia meminta kontraktor dan tim pelaksana untuk meningkatkan ritme kerja secara signifikan. Target minimal kemajuan fisik yang dipatok adalah dua persen setiap harinya. Angka ini dianggap realistis namun menantang untuk mengejar penyelesaian pada 20 Juni 2026.

Strategi “kejar setoran” ini juga mencakup manajemen risiko terhadap faktor eksternal seperti cuaca. Mengingat wilayah Sumatera Barat memiliki curah hujan yang cukup tinggi, Dody meminta adanya kompensasi jam kerja jika terjadi kendala cuaca. Jika dalam satu hari pengerjaan melambat karena hujan dan hanya mencapai setengah persen, maka kekurangan tersebut harus ditutupi pada hari berikutnya dengan target yang lebih tinggi, misalnya dua setengah hingga tiga persen.

Baca Juga Aksi Heroik dan Menegangkan: Petugas Damkar Pekanbaru Evakuasi Cincin yang Terjepit di Alat Vital Pria
Aksi Heroik dan Menegangkan: Petugas Damkar Pekanbaru Evakuasi Cincin yang Terjepit di Alat Vital Pria

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah: Mobilisasi Ribuan Pekerja

Kesuksesan proyek strategis ini tidak lepas dari kolaborasi harmonis antara Kementerian PU dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, yang akrab disapa Caca, menyatakan dukungan penuhnya terhadap instruksi Menteri PU. Pemkab Dharmasraya berperan aktif dalam menyediakan fasilitas logistik dan akomodasi bagi para pekerja konstruksi yang didatangkan secara masif.

Untuk mendukung percepatan ini, sekitar dua ribu pekerja dikerahkan ke lokasi proyek. Jumlah tenaga kerja yang sangat besar ini tentu membutuhkan manajemen penginapan yang matang. Bupati Caca menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas, mulai dari tenda-tenda darurat hingga pemanfaatan gedung-gedung milik pemerintah daerah yang saat ini sedang tidak digunakan.

“Kami berkomitmen penuh membantu kelancaran proyek ini. Dinas Sosial bersama pihak kepolisian telah meminjamkan tenda-tenda untuk penginapan pekerja. Selain itu, aset-aset Pemda yang kosong juga kami pinjam pakaikan. Dengan dua ribu pekerja yang hadir, ini adalah operasi skala besar yang memerlukan sinergi semua lini,” ungkap Bupati Annisa.

Baca Juga Menelusuri Jalur Maut di Percut Sei Tuan: Nestapa Warga Deli Serdang Terjebak Lubang dan Ancaman Begal
Menelusuri Jalur Maut di Percut Sei Tuan: Nestapa Warga Deli Serdang Terjebak Lubang dan Ancaman Begal

Dampak Ekonomi Lokal: Lebih dari Sekadar Pembangunan Gedung

Kehadiran proyek pembangunan Sekolah Rakyat ini ternyata membawa angin segar bagi roda perekonomian di Kabupaten Dharmasraya. Mobilisasi ribuan pekerja konstruksi menciptakan permintaan pasar yang signifikan bagi pelaku usaha lokal. Mulai dari sektor konsumsi, transportasi, hingga penyediaan bahan bangunan lokal turut merasakan dampak positifnya.

Bupati Caca mencatat bahwa kehadiran para pekerja ini meningkatkan daya beli di sekitar lokasi proyek. Warung nasi, toko kelontong, dan jasa lainnya mengalami peningkatan omzet yang cukup drastis. Hal ini menunjukkan bahwa proyek infrastruktur pemerintah tidak hanya bertujuan untuk hasil akhir bangunan, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi bagi masyarakat selama proses pembangunannya berlangsung.

Visi Besar 93 Unit Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia

Proyek di Dharmasraya ini merupakan bagian dari program strategis nasional yang mencakup pembangunan 93 unit Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan kekurangan fasilitas pendidikan berkualitas di wilayah-wilayah yang selama ini kurang terjangkau. Secara nasional, rata-rata pengerjaan telah berada pada jalur yang benar (on track).

Baca Juga Aksi Nekat Juru Parkir di Medan: Bobol Kantor Ormas Bapera demi Topi Baru dan Foya-Foya
Aksi Nekat Juru Parkir di Medan: Bobol Kantor Ormas Bapera demi Topi Baru dan Foya-Foya

Menteri Dody Hanggodo menyebutkan bahwa keberhasilan di daerah seperti Lhokseumawe yang sudah mencapai 54 persen harus menjadi motivasi bagi tim di Dharmasraya. Dengan pengawasan ketat dari Kementerian PU, diharapkan seluruh unit sekolah tersebut dapat diresmikan secara serentak sebagai kado bagi dunia pendidikan Indonesia pada tahun 2026 mendatang.

Dengan semangat kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya kini memasuki babak baru yang lebih cepat dan terukur. Harapannya, gedung ini tidak hanya berdiri sebagai simbol fisik, tetapi menjadi tempat lahirnya generasi emas Indonesia dari tanah Sumatera Barat.

Siska Amelia

Siska Amelia

Penulis konten kreatif yang mengkhususkan diri pada topik gaya hidup, tren media sosial, dan pariwisata lokal. Siska fokus menghadirkan sisi humanis dan inspiratif dari setiap peristiwa harian.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *