Duka Mendalam di Bumi Arung Palakka: Mengenang Syamsuddin, Tokoh Ikonik Pramuka Bone yang Tutup Usia
KabarHarian — Kabar duka menyelimuti Bumi Arung Palakka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Salah satu putra terbaik yang mendedikasikan hidupnya untuk pembinaan generasi muda melalui gerakan kepanduan, Syamsuddin, telah berpulang ke Rahmatullah. Kepergian sosok yang dikenal sebagai nakhoda di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) Pramuka Kabupaten Bone ini meninggalkan ruang kosong yang sulit tergantikan di hati masyarakat dan para pegiat organisasi kepemudaan.
Syamsuddin menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, pada Jumat sore, 22 Mei, sekitar pukul 17.00 Wita. Beliau wafat setelah kurang lebih satu bulan berjuang melawan komplikasi penyakit jantung yang dideritanya. Kepergian almarhum bukan hanya kehilangan besar bagi keluarga, namun juga bagi Pemerintah Kabupaten Bone, mengingat peran strategisnya dalam mencetak karakter pemuda di wilayah tersebut.
Perjuangan Terakhir Sang Maestro Kepanduan
Selama satu bulan terakhir, Syamsuddin diketahui menjalani perawatan intensif. Penyakit jantung yang dideritanya menuntut perawatan medis yang serius, hingga akhirnya beliau harus dirujuk ke Makassar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Meskipun tim medis telah berupaya maksimal, takdir berkata lain. Sang tokoh senior Pramuka ini harus menghadap Sang Pencipta, meninggalkan warisan semangat yang tak ternilai bagi para anggotanya.
Kabar kepulangannya segera tersebar luas di berbagai platform media sosial dan grup-grup percakapan di Bone. Almarhum merupakan orang tua dari Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bone, Edy Saputra Syam. Relasi kekeluargaan ini menjadikan duka yang dirasakan merembet hingga ke jajaran birokrasi Pemerintah Daerah Kabupaten Bone.
Penghormatan dan Kenangan dari Bupati Bone
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, secara terbuka menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Bagi Andi Asman, Syamsuddin bukan sekadar bawahan atau tokoh masyarakat biasa, melainkan figur teladan yang memiliki integritas tinggi dalam dunia pendidikan non-formal.
“Kami semua merasa sangat kehilangan. Pak Syam adalah sosok yang memiliki dedikasi luar biasa terhadap gerakan Pramuka di Bone. Beliau bukan hanya seorang pemimpin di Pusdiklatcab, tetapi juga seorang guru dan orang tua bagi banyak generasi muda kita,” tutur Andi Asman dengan nada bicara yang penuh haru pada Sabtu pagi.
Lebih lanjut, Bupati juga memberikan kesaksian bahwa semasa hidupnya, Syamsuddin adalah pribadi yang sangat aktif dan energik dalam berbagai kegiatan sosial. Kehadirannya selalu memberikan warna tersendiri dalam setiap rapat koordinasi maupun kegiatan lapangan. “Beliau adalah orang baik. Kita bisa melihat hari ini, betapa banyak tokoh dan masyarakat yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Ini adalah bukti nyata bahwa amal jariyah dan kebaikan beliau dirasakan oleh banyak orang,” tambah Bupati.
Jejak Pengabdian di Pusdiklatcab Pramuka Bone
Sebagai Kepala Pusdiklatcab Pramuka Bone, Syamsuddin memegang peranan krusial dalam merumuskan kurikulum pelatihan bagi para pembina Pramuka. Di bawah kepemimpinannya, Pusdiklatcab menjadi kawah candradimuka bagi para pelatih yang tersebar di berbagai ranting di Kabupaten Bone. Beliau selalu menekankan pentingnya nilai-nilai Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar hafalan semata.
Banyak rekan sejawatnya mengenang Syamsuddin sebagai sosok yang disiplin namun tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Beliau dikenal tidak segan untuk turun langsung ke lapangan, memastikan setiap perkemahan atau kursus mahir dasar berjalan sesuai dengan standar kepanduan nasional. Pengabdiannya yang berpuluh-puluh tahun menjadikannya salah satu referensi utama dalam setiap pengambilan keputusan organisasi kepramukaan di tingkat kabupaten.
Wasiat Tak Tertulis untuk Generasi Muda
Dunia pendidikan di Bone pun turut merasa kehilangan. Syamsuddin diyakini telah mencetak ribuan kader Pramuka yang kini banyak menduduki posisi strategis, baik di pemerintahan maupun di sektor swasta. Semangat pantang menyerah yang beliau tunjukkan selama melawan penyakitnya seolah menjadi pelajaran terakhir bagi para muridnya tentang arti ketabahan.
Gerakan Pramuka sendiri merupakan pilar penting dalam pembangunan karakter bangsa di Bone. Dengan kepergian Syamsuddin, terdapat tantangan besar bagi para penerusnya untuk mempertahankan standar kualitas pelatihan yang telah beliau bangun. Beliau selalu berpesan bahwa seorang Pramuka harus menjadi ‘cikal’ yang mampu tumbuh di mana saja dan bermanfaat bagi lingkungannya.
Prosesi Pemakaman yang Penuh Emosi
Jenazah almarhum Syamsuddin dikebumikan di pekuburan Islam Lingkungan Maccili, Kelurahan Maccili, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone. Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh ratusan pelayat yang terdiri dari keluarga, pejabat pemerintah, serta anggota Pramuka yang mengenakan seragam kebanggaan mereka sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Ada momen emosional saat jenazah akan dimasukkan ke liang lahat. Almarhum dimakamkan tepat bersandingan dengan makam istri tercintanya, Hamriani, yang telah lebih dulu berpulang. Kebersamaan mereka hingga di peristirahatan terakhir ini menjadi simbol cinta sejati yang banyak dibicarakan oleh para pelayat yang hadir.
Mendoakan Ketabahan bagi Keluarga
Di tengah suasana duka, Bupati Andi Asman Sulaiman juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Beliau juga memberikan penguatan moral kepada Edy Saputra Syam dan seluruh keluarga besar yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian ini.
“Musibah ini berat, namun kita harus meyakini bahwa ini adalah kehendak terbaik dari Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan terus melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan oleh almarhum,” pungkas Andi Asman menutup pembicaraannya.
Kepergian Syamsuddin memang meninggalkan duka, namun nama dan dedikasinya akan tetap abadi dalam catatan sejarah gerakan kepanduan di Kabupaten Bone. Selamat jalan Sang Pembina, bakti mu akan terus menginspirasi generasi yang akan datang.