Drama Tengah Malam di Makassar: Detik-detik Menegangkan Bhabinkamtibmas Ditabrak Pemotor Saat Razia Kamtibmas
KabarHarian — Suasana malam minggu yang seharusnya tenang di jantung Kota Makassar mendadak berubah menjadi mencekam. Sebuah insiden dramatis yang melibatkan seorang personel kepolisian dan pengendara sepeda motor terjadi tepat di depan Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Ujung Pandang. Kejadian yang berlangsung di tengah pelaksanaan razia rutin tersebut menyita perhatian publik setelah rekaman videonya tersebar luas dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Peristiwa ini menimpa Aiptu Hariadi P. Nonci, seorang anggota Bhabinkamtibmas yang dikenal berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugasnya di wilayah hukum Polsek Ujung Pandang. Ia menjadi korban kecerobohan pengendara motor yang mencoba menghindari pemeriksaan aparat. Insiden ini menjadi pengingat keras akan risiko besar yang dihadapi oleh para petugas di lapangan demi menjaga ketertiban umum dan keamanan masyarakat (Kamtibmas).
Kronologi Kejadian di Jalan Sultan Hasanuddin
Kejadian naas tersebut bermula pada Sabtu malam, tepatnya saat jarum jam menunjukkan pukul 00.00 Wita di Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar. Seperti biasa, personel Polsek Ujung Pandang menggelar razia cipta kondisi guna mengantisipasi tindak kriminalitas jalanan dan gangguan kamtibmas lainnya yang kerap meningkat pada akhir pekan. Lampu-lampu rotator kendaraan patroli tampak berpendar, memberikan sinyal bagi setiap pengendara untuk memperlambat laju kendaraannya.
Namun, suasana yang awalnya terkendali berubah menjadi kekacauan saat sebuah sepeda motor meluncur dari kejauhan. Motor tersebut ditunggangi oleh pasangan pria dan wanita yang tampak mencolok karena keduanya tidak mengenakan pelindung kepala atau helm. Petugas yang berada di garis depan telah memberikan aba-aba resmi agar pengendara tersebut menepi untuk menjalani pemeriksaan rutin.
Bukannya mematuhi instruksi, pengendara motor tersebut justru menunjukkan reaksi yang tak terduga. Alih-alih menarik tuas rem, ia justru menarik gas lebih dalam, mencoba menerobos celah di antara kerumunan petugas. Aiptu Hariadi P. Nonci yang saat itu berdiri agak ke tengah jalan berusaha menghalangi laju kendaraan tersebut dengan harapan pengendara mau berhenti secara kooperatif. Namun, benturan keras tak terelakkan. Aiptu Nonci tertabrak hingga terpental dan terseret beberapa meter di atas kerasnya aspal jalanan.
Kondisi Korban dan Penjelasan Resmi Kepolisian
Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, dalam keterangannya mengonfirmasi identitas petugas yang menjadi korban dalam insiden tersebut. “Personel yang ditabrak adalah Aiptu Nonci, salah satu anggota Bhabinkamtibmas terbaik kami di Polsek Ujung Pandang,” ungkap Wahiduddin saat memberikan klarifikasi resmi kepada tim media.
Ia menjelaskan bahwa kondisi Aiptu Nonci pasca-kecelakaan tersebut beruntung tidak mengalami luka yang mengancam nyawa, meski benturan yang terjadi cukup keras. Aiptu Nonci mengalami luka lecet yang cukup lebar di bagian lengan akibat gesekan langsung dengan aspal saat ia terseret. Video amatir yang beredar memperlihatkan betapa ia sempat terduduk diam sejenak, menahan rasa sakit dan mencoba mengumpulkan kesadarannya kembali, sebelum akhirnya bangkit dengan dibantu oleh rekan-rekannya.
“Meskipun sempat terseret di aspal, alhamdulillah cedera yang dialami tidak terlalu serius. Setelah diperiksa, hanya luka lecet di lengan dan memar ringan. Ini merupakan risiko tugas yang dihadapi personel kami saat berhadapan dengan pengendara yang kurang disiplin,” tambah Kompol Wahiduddin.
Motif Pengendara: Antara Kepanikan dan Ketidaksengajaan
Pihak kepolisian telah mengamankan pengendara motor tersebut beserta rekannya untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa tindakan nekat tersebut dipicu oleh rasa panik yang berlebihan. Pengendara merasa takut terjaring razia karena menyadari dirinya telah melanggar aturan lalu lintas dengan tidak menggunakan helm.
Pihak kepolisian menduga kuat bahwa penabrakan tersebut tidak didasari oleh unsur kesengajaan untuk melukai petugas, melainkan murni manuver yang gagal saat mencoba melarikan diri. “Pengendara itu sebenarnya ingin menghindar, namun karena ruang gerak yang terbatas dan kecepatan yang tidak terkendali, ia justru menabrak anggota kami yang sedang berjaga. Ia panik melihat adanya razia besar-besaran di depan Mapolsek,” jelas Wahiduddin.
Menariknya, meskipun insiden ini melibatkan kontak fisik yang membahayakan nyawa petugas, Aiptu Nonci dan pihak Polsek Ujung Pandang menunjukkan sikap yang bijaksana. Setelah dilakukan mediasi dan melihat kondisi pengendara yang juga tampak syok, diputuskan bahwa insiden penabrakan tersebut tidak dilanjutkan ke ranah pidana. Namun, sanksi tegas tetap diberikan terkait pelanggaran lalu lintas yang dilakukan.
Sanksi Administratif dan Penegakan Disiplin Lalu Lintas
Meski terlepas dari jeratan hukum pidana terkait penganiayaan atau penabrakan petugas, pengendara motor tersebut tidak serta merta bebas dari tanggung jawab. Sepeda motor milik pelaku kini diamankan di Mapolsek Ujung Pandang sebagai barang bukti pelanggaran lalu lintas. Polisi memberlakukan tindakan tilang karena pelanggaran kasat mata, yaitu tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI).
“Motornya tetap kami tahan. Ini adalah bentuk penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas. Kami ingin memberikan efek jera agar masyarakat memahami bahwa keselamatan berkendara adalah hal yang mutlak. Tabrakannya mungkin dimaafkan, tetapi pelanggaran aturannya tetap harus diproses,” tegas Kompol Wahiduddin.
Keputusan untuk tidak memproses hukum insiden tabrakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek kemanusiaan serta pengakuan dari pihak pengendara yang telah meminta maaf secara langsung kepada Aiptu Nonci. Hal ini juga menunjukkan sisi humanis dari Polri dalam menangani kasus yang melibatkan masyarakat sipil, selama tidak ada unsur kesengajaan yang bersifat jahat atau terencana.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat dalam Berlalu Lintas
Insiden di Makassar ini menjadi cerminan dari masih rendahnya tingkat kesadaran sebagian masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas dan instruksi petugas di lapangan. Upaya melarikan diri dari razia kepolisian seringkali justru memicu bahaya yang jauh lebih besar, baik bagi pengendara itu sendiri, petugas, maupun pengguna jalan lainnya.
Razia rutin yang dilakukan oleh pihak kepolisian, khususnya di malam hari, memiliki tujuan utama untuk menekan angka kriminalitas seperti begal, balap liar, dan peredaran narkoba. Kerja sama dari masyarakat sangat diperlukan agar tugas mulia ini dapat berjalan lancar tanpa ada korban luka.
Masyarakat diimbau untuk tidak perlu merasa panik jika bertemu dengan razia kepolisian. Selama kelengkapan kendaraan dan surat-surat tersedia, serta mematuhi aturan keselamatan seperti menggunakan helm, petugas akan memperlakukan pengendara dengan sangat sopan. Melarikan diri dari razia hanya akan memperburuk situasi dan berpotensi berakhir dengan kecelakaan fatal yang merugikan semua pihak.
Kini, Aiptu Hariadi P. Nonci tengah menjalani masa pemulihan ringan dan diharapkan dapat segera kembali bertugas melayani masyarakat Makassar. Sementara itu, video kejadian tersebut terus menjadi pengingat bagi warga net tentang pentingnya menghargai petugas yang sedang bertugas di lapangan demi menjaga ketenangan kota.