Petaka Dini Hari di Pasar Agro Enrekang: 9 Kios Ludes Terbakar, Kerugian Mencapai Rp 450 Juta
KabarHarian — Keheningan malam di Dusun Bossok, Desa Sumillan, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, seketika berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Rabu dini hari (13/5). Si jago merah mengamuk hebat, melahap deretan kios di Pasar Agro Sumillan yang selama ini menjadi salah satu pusat denyut nadi ekonomi warga setempat. Dalam insiden memilukan tersebut, sebanyak sembilan kios semi permanen dilaporkan rata dengan tanah, menyisakan puing-puing arang dan duka mendalam bagi para pedagang.
Kronologi Petaka di Sepertiga Malam
Peristiwa kebakaran ini terjadi saat sebagian besar warga tengah terlelap dalam tidur mereka, yakni sekitar pukul 01.40 Wita. Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh tim redaksi di lapangan, kobaran api pertama kali disadari oleh seorang warga bernama Samliana (30). Kesaksian Samliana menjadi kunci awal diketahuinya musibah ini, di mana ia melihat lidah api sudah mulai menjilat bagian atap salah satu kios.
Kios yang menjadi titik awal api diketahui milik seorang warga bernama Sagena. Pada saat kejadian, kios tersebut dalam keadaan kosong tanpa penghuni. Sayangnya, karena posisi bangunan yang saling berdempetan dan mayoritas material bangunan terdiri dari kayu yang mudah terbakar, api dengan sangat cepat merambat ke bangunan di sisi kanan dan kirinya.
Laju Api yang Tak Terbendung Akibat Faktor Cuaca
Camat Alla, Abdul Salam, dalam keterangannya mengonfirmasi bahwa kecepatan penyebaran api dipicu oleh beberapa faktor teknis dan alam. Selain karena material kios yang didominasi kayu kering (semi permanen), kondisi angin di kawasan Desa Sumillan pada dini hari itu berembus cukup kencang. Hal ini membuat api seolah mendapatkan suplai oksigen tambahan untuk terus membesar dan melompat dari satu atap ke atap lainnya.
“Api awalnya terlihat dari atap kios yang kosong, kemudian dengan cepat membesar dan merembet. Karena bangunan sebagian besar terbuat dari kayu dan jarak antar kios cukup berdekatan, ditambah angin kencang, situasi menjadi sulit dikendalikan dalam waktu singkat,” ujar Abdul Salam saat memberikan keterangan resmi.
Upaya Mandiri Warga dan Kedatangan Tim Pemadam
Melihat api yang terus meninggi, warga sekitar tidak tinggal diam. Dengan peralatan seadanya seperti ember dan pompa air kecil, mereka bergotong royong mencoba menghalau laju api agar tidak merembet ke area pemukiman yang lebih luas. Namun, panasnya suhu dan besarnya kobaran api membuat upaya manual tersebut tidak membuahkan hasil signifikan.
Laporan baru diteruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran setempat beberapa saat setelah kejadian. Sekitar pukul 02.30 Wita, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Petugas segera melakukan lokalisir area agar api tidak menyebar ke blok pasar lainnya. Setelah berjibaku dengan panas dan asap pekat selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dijinakkan sepenuhnya pada pukul 03.30 Wita, dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
Dampak Kerugian: Pukulan Telak bagi Ekonomi Pedagang
Pasca api padam, pemandangan pilu terlihat jelas di lokasi kejadian. Sembilan kios yang biasanya dipenuhi barang dagangan kini hanya menyisakan kerangka kayu yang menghitam. Berdasarkan hasil pendataan sementara, total kerugian materiil akibat musibah ini ditaksir mencapai angka yang cukup fantastis, yakni sekitar Rp 450 juta.
Kerugian tersebut tidak hanya mencakup nilai bangunan kios, tetapi juga seluruh isi di dalamnya. Banyak pedagang yang tidak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka karena api yang bergerak terlalu cepat. Bagi para pemilik kios, ini adalah pukulan telak mengingat Pasar Agro merupakan sumber penghasilan utama mereka untuk menghidupi keluarga.
Dugaan Penyebab: Korsleting Listrik di Kios Kosong
Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama pemerintah setempat masih terus melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Namun, berdasarkan analisis awal dan keterangan saksi mata, dugaan kuat mengarah pada kegagalan sistem kelistrikan atau korsleting listrik.
“Untuk penyebab kebakaran, disimpulkan sementara terjadi akibat korsleting listrik dari salah satu kios yang sedang kosong. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, namun dampak kerugian materiil memang cukup besar,” tambah Abdul Salam. Pihaknya juga mengimbau warga dan pedagang pasar untuk lebih waspada terhadap penggunaan instalasi listrik yang sudah tua atau tidak standar guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Langkah Pemulihan dan Dukungan Pemerintah
Saat berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kecamatan Alla bersama aparat terkait dan warga setempat mulai melakukan proses pembersihan puing-puing kebakaran. Garis polisi juga sempat dipasang di area titik awal api untuk keperluan olah TKP. Para pedagang yang terdampak kini sangat mengharapkan adanya bantuan atau skema pemulihan ekonomi dari Pemerintah Kabupaten Enrekang agar mereka bisa kembali berjualan.
Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya penyediaan sarana proteksi kebakaran di area pasar tradisional dan agro, seperti ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta akses sumber air yang memadai. Mengingat lokasi Pasar Agro Sumillan yang strategis bagi distribusi hasil tani, pemulihan pasar ini menjadi prioritas agar rantai ekonomi di Kecamatan Alla tidak terganggu terlalu lama.
Duka mendalam masih menyelimuti Dusun Bossok, namun semangat gotong royong warga diharapkan mampu menjadi kekuatan bagi para korban untuk bangkit kembali dari keterpurukan pasca tragedi dini hari tersebut.