Mencekam! Detik-detik Penyerangan Toko Outdoor di Gowa: Berawal dari Saling Sindir di Instagram

Hisan Halibin | KabarHarian
16 May 2026, 18:08 WIB
Mencekam! Detik-detik Penyerangan Toko Outdoor di Gowa: Berawal dari Saling Sindir di Instagram

KabarHarian — Suasana tenang di kawasan Samata, Kabupaten Gowa, seketika berubah menjadi mencekam ketika sekelompok pemuda melakukan aksi penyerangan brutal terhadap sebuah tempat penyewaan alat outdoor. Insiden yang terjadi di tengah kegelapan malam tersebut menyisakan trauma mendalam bagi para korban dan warga sekitar yang menyaksikan keributan tersebut.

Peristiwa yang menggegerkan warga BTN Garaganti, Samata, Kecamatan Somba Opu ini terjadi pada Senin malam sekitar pukul 23.00 Wita. Sebuah usaha kecil yang biasanya menjadi tempat berkumpulnya para pecinta alam, justru berubah menjadi arena kekerasan yang tidak terkendali. Dugaan kuat muncul bahwa aksi anarkis ini dipicu oleh persoalan sepele di dunia maya yang kemudian meledak menjadi aksi premanisme di dunia nyata.

Kronologi Awal: Kecurigaan yang Menjadi Kenyataan

Malam itu, aktivitas di toko penyewaan alat outdoor tersebut sebenarnya berjalan normal. Fadil Anugrah (25), salah satu korban sekaligus saksi kunci, sedang sibuk membersihkan perlengkapan naik gunung yang baru saja dikembalikan oleh penyewa. Namun, keheningan malam itu terusik ketika deru suara mesin motor mendekat dan berhenti tak jauh dari lokasi toko.

Baca Juga Musda Golkar Sulsel yang Terus Molor: Ancaman Perpecahan Internal dan Bayang-bayang Eksodus Kader
Musda Golkar Sulsel yang Terus Molor: Ancaman Perpecahan Internal dan Bayang-bayang Eksodus Kader

Fadil menceritakan bahwa awalnya ia mengira rombongan pemuda tersebut adalah pelanggan yang hendak menyewa peralatan. Dengan sikap ramah khas pelaku usaha, ia mencoba menyapa mereka. Namun, alih-alih mendapatkan respon yang sopan, ia justru disambut dengan tatapan intimidatif dan nada bicara yang penuh emosi.

“Saya kira mereka pelanggan yang mau sewa alat, makanya saya tanya baik-baik ‘cari siapa kak?’. Tapi mereka justru menjawab dengan nada sangat kasar dan mulai mendorong-dorong saya. Suasananya langsung berubah sangat tegang dalam hitungan detik,” ujar Fadil saat memberikan keterangan resmi kepada tim jurnalis.

Alpian Sebagai Target Utama Kemarahan

Situasi semakin tak terkendali ketika kelompok pemuda tersebut merangsek masuk ke dalam area toko. Mereka secara spesifik berteriak mencari keberadaan seorang pria bernama Alpian (25). Alpian yang saat itu berada di dalam ruangan, tampak ragu untuk keluar karena melihat jumlah massa yang cukup banyak dan terlihat sangat emosional.

Para pelaku terus merutuk dan memaksa Alpian untuk menampakkan diri. Begitu Alpian keluar untuk mencoba berkomunikasi, tanpa ada dialog atau penjelasan apa pun, serangan fisik langsung menghujani tubuhnya. Aksi pengeroyokan ini berlangsung dengan sangat cepat dan brutal. Alpian menjadi bulan-bulanan pukulan tangan kosong dari kelompok pemuda tersebut.

Baca Juga Skandal Narkoba di Bumi Sowite: Oknum ASN Muna Kembali Terjerumus ke Jaringan Sabu
Skandal Narkoba di Bumi Sowite: Oknum ASN Muna Kembali Terjerumus ke Jaringan Sabu

Menurut penuturan saksi, para pelaku seolah telah berbagi peran. Mereka maju secara bergantian untuk melayangkan pukulan, seolah-olah sedang melampiaskan dendam yang sangat besar. Toko yang dipenuhi peralatan outdoor itu pun menjadi berantakan akibat gesekan fisik yang terjadi di dalamnya.

Solidaritas yang Berujung Luka

Melihat rekannya dikeroyok secara tidak adil, Fadil dan rekannya yang lain, Aulia Rahman, tidak tinggal diam. Mereka mencoba masuk ke tengah kerumunan untuk melerai dan menghentikan aksi brutal tersebut. Namun sayang, niat baik untuk mendamaikan situasi justru berbuah pahit. Para pelaku yang sudah gelap mata turut menyasar siapa saja yang menghalangi aksi mereka.

“Saya dan Aulia Rahman sebenarnya hanya ingin melerai. Kami tidak tahu apa-apa soal masalah inti mereka. Tapi karena kami berada di sana, kami ikut dipukuli habis-habisan,” tambah Fadil dengan nada kecewa. Akibatnya, ketiganya mengalami luka-luka yang cukup serius di berbagai bagian tubuh.

Kondisi paling parah dialami oleh Aulia Rahman yang dikabarkan sempat jatuh pingsan di lokasi kejadian akibat hantaman benda tumpul atau pukulan keras di area vital. Sementara itu, Alpian yang merupakan target utama mengalami cedera yang cukup signifikan di bagian wajah, tangan, dan kaki. Ketiganya segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat setelah para pelaku melarikan diri dari lokasi.

Baca Juga Menilik Status Libur Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026: Ketentuan Resmi dan Kilas Balik Perjuangan Ki Hadjar Dewantara
Menilik Status Libur Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026: Ketentuan Resmi dan Kilas Balik Perjuangan Ki Hadjar Dewantara

Jejak Digital: Ketika Saling Sindir Berakhir Tragis

Setelah ditelusuri lebih lanjut, terungkap fakta mengejutkan mengenai motif di balik penyerangan ini. Bukan masalah bisnis atau sengketa lahan, melainkan masalah harga diri yang berawal dari media sosial. Informasi yang dihimpun menunjukkan adanya gesekan antara Alpian dan salah satu anggota kelompok penyerang di platform Instagram.

Saling sindir dan penggunaan kata-kata kasar di kolom komentar atau pesan singkat (DM) diduga menjadi sumbu ledak insiden berdarah ini. Fenomena ‘cyber-bullying’ yang berlanjut menjadi kekerasan fisik secara kolektif ini kembali menjadi pengingat betapa berbahayanya eskalasi konflik digital jika tidak disikapi dengan kepala dingin.

“Masalahnya dari Instagram. Ada kata-kata kasar yang dilontarkan pelaku kepada Alpian lewat chat. Ternyata mereka tidak terima dan membawa rombongan untuk membuat perhitungan secara langsung,” ungkap Fadil merangkum informasi yang ia terima dari rekannya tersebut.

Upaya Penegakan Hukum dan Keamanan Wilayah

Kasus ini telah resmi dilaporkan ke pihak Kepolisian Resor (Polres) Gowa. Masyarakat berharap agar kepolisian bertindak cepat menangkap para pelaku untuk memberikan efek jera, mengingat aksi pengeroyokan di ruang publik seperti ini sangat meresahkan warga Gowa, khususnya di daerah Samata yang merupakan kawasan pendidikan dan permukiman padat.

Baca Juga Aksi Meresahkan Konvoi Pelajar SMP Bawa Sajam di Gowa Berakhir di Kantor Polisi, 31 Remaja Diamankan
Aksi Meresahkan Konvoi Pelajar SMP Bawa Sajam di Gowa Berakhir di Kantor Polisi, 31 Remaja Diamankan

Plt Kasat Reskrim Polres Gowa, Iptu Arman, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif terkait kasus ini. Namun, demi kelancaran proses pengejaran, polisi masih merahasiakan detail identitas para pelaku yang telah dikantongi.

“Kami sedang menangani kasus ini dengan serius. Saat ini kami belum bisa mempublikasikan identitas atau jumlah tersangka secara mendetail karena ada kekhawatiran para pelaku akan melarikan diri lebih jauh ke luar daerah. Kami meminta masyarakat untuk bersabar dan mempercayakan proses hukum kepada kami,” tegas Iptu Arman.

Kejadian ini menjadi catatan kelam bagi keamanan di Kabupaten Gowa. Kasus kekerasan yang dipicu oleh konflik di media sosial menunjukkan perlunya edukasi literasi digital yang lebih masif, agar perbedaan pendapat di dunia maya tidak lagi memakan korban jiwa atau luka di dunia nyata. Kini, toko alat outdoor tersebut harus menutup operasionalnya sementara waktu untuk pemulihan fisik dan mental para pekerjanya.

Hisan Halibin

Hisan Halibin

Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi kabarharian. Berpengalaman dalam jurnalisme digital dan manajemen media. Fokus pada akurasi data dan penyajian berita yang edukatif bagi pembaca.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *