Banjir Besar Melanda Bone: Kantor Polres dan Kejaksaan Terendam, Satu Warga Lansia Tutup Usia

Hisan Halibin | KabarHarian
08 May 2026, 10:07 WIB
Banjir Besar Melanda Bone: Kantor Polres dan Kejaksaan Terendam, Satu Warga Lansia Tutup Usia

KabarHarian — Kabut duka dan keprihatinan menyelimuti Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut tanpa henti sejak Kamis malam. Curah hujan yang ekstrem ini mengakibatkan luapan air yang tak terkendali, hingga merendam sejumlah fasilitas vital negara dan pemukiman warga. Suasana pusat kota yang biasanya sibuk, kini berubah drastis menjadi hamparan air kecokelatan yang melumpuhkan aktivitas masyarakat setempat pada Jumat pagi.

Ketangguhan infrastruktur kota benar-benar diuji dalam peristiwa ini. Bukan hanya pemukiman warga di dataran rendah yang terdampak, namun gedung-gedung pemerintahan yang menjadi simbol pelayanan publik pun tak luput dari kepungan banjir. Kantor Kepolisian Resor (Polres) Bone dan Kantor Kejaksaan Negeri Bone dilaporkan terendam air dengan ketinggian yang sangat mengkhawatirkan. Kondisi ini memaksa sejumlah operasional kantor terhambat lantaran air merangsek masuk ke dalam ruangan-ruangan penting.

Lumpuhnya Pelayanan Publik di Jantung Kota

Pemandangan memprihatinkan terlihat jelas di sepanjang Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Kawasan yang menjadi pusat administrasi hukum dan pendidikan ini berubah menjadi aliran sungai dadakan. Kantor Polres Bone dan Kejaksaan Negeri Bone yang berdiri berdampingan harus menerima kenyataan pahit setelah air mencapai ketinggian setinggi pinggang orang dewasa atau sekitar satu meter di beberapa titik.

Baca Juga Aksi Keji Pak Ogah di Makassar: Driver Ojol Terkapar Terkena Busur, Polisi Amankan Enam Rekan Pelaku
Aksi Keji Pak Ogah di Makassar: Driver Ojol Terkapar Terkena Busur, Polisi Amankan Enam Rekan Pelaku

Indra Gunawan (27), salah seorang warga Kelurahan Watampone, memberikan kesaksiannya mengenai betapa cepatnya air naik. Menurutnya, posisi bangunan kantor kepolisian dan kejaksaan yang secara topografi lebih rendah dibandingkan jalan utama menjadi faktor utama mengapa air dengan cepat menggenangi area tersebut. “Air naik begitu cepat dan langsung merendam semuanya. Jalan Yos Sudarso benar-benar lumpuh. Paling parah kami lihat di SMPN 3 Watampone, air di sana sudah sampai pinggang orang dewasa,” ungkapnya dengan nada penuh kekhawatiran saat berbincang dengan tim lapangan kami.

Dampak banjir ini juga dirasakan sangat berat oleh dunia pendidikan. SMPN 3 Watampone yang berlokasi di area yang sama terpaksa menghentikan seluruh aktivitasnya. Ruang-ruang kelas yang biasanya dipenuhi siswa, kini hanya berisi genangan air yang membawa lumpur dan material sisa banjir. Kerugian materil berupa dokumen sekolah, buku-buku perpustakaan, hingga fasilitas elektronik di sekolah tersebut diperkirakan cukup signifikan.

Topografi dan Kronologi Hujan Ekstrem

Bencana ini tidak datang tiba-tiba. Berdasarkan data yang dihimpun, hujan deras mulai mengguyur Kabupaten Bone sejak Kamis (7/5) malam sekitar pukul 21.00 WITA. Intensitas hujan yang tidak kunjung menurun hingga Jumat pagi pukul 08.00 WITA membuat sistem drainase kota tidak mampu lagi menampung debit air yang begitu besar. Drainase yang tersumbat atau kapasitasnya yang sudah melebihi batas menjadi alasan klasik yang kembali terulang.

Baca Juga Tragedi Berdarah di Tana Toraja: Niat Mediasi Keluarga Malah Berakhir dengan Tikaman Badik
Tragedi Berdarah di Tana Toraja: Niat Mediasi Keluarga Malah Berakhir dengan Tikaman Badik

“Hujannya memang luar biasa deras dan durasinya sangat lama. Dari jam 9 malam sampai tadi pagi hampir tidak berhenti. Karena posisi kantor polres dan kejaksaan itu lebih rendah dari jalan poros, air otomatis lari turun ke sana semua. Seperti bak penampungan air raksasa,” tambah Indra. Hal ini menunjukkan perlunya evaluasi mendalam terhadap tata ruang dan sistem pembuangan air di kawasan perkotaan Watampone agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa depan.

Duka Mendalam: Lansia Meninggal Terjebak Banjir

Di tengah perjuangan menyelamatkan harta benda, kabar duka menyentak warga Bone. Seorang wanita lanjut usia bernama Naima ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di rumahnya yang terletak di Lingkungan Rompe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Korban diduga terjebak di dalam rumah saat ketinggian air terus meningkat secara drastis tanpa sempat menyelamatkan diri.

Naima ditemukan oleh warga dan petugas sekitar pukul 08.30 WITA. Kepergian almarhumah menjadi luka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Proses evakuasi jenazah dilakukan dengan sangat hati-hati oleh tim gabungan di tengah kondisi lingkungan yang masih tergenang air cukup tinggi. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa bencana banjir bukan sekadar kerugian materil, melainkan juga ancaman nyata bagi keselamatan jiwa, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Baca Juga Status Siaga Gunung Awu: Mengupas Geliat Aktivitas Vulkanik dan Protokol Keamanan di Kepulauan Sangihe
Status Siaga Gunung Awu: Mengupas Geliat Aktivitas Vulkanik dan Protokol Keamanan di Kepulauan Sangihe

Bajoe dan Panyula: Titik Terparah di Kabupaten Bone

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, dalam pernyataan resminya mengungkapkan bahwa timnya telah dikerahkan ke titik-titik krusial sejak fajar menyingsing. Berdasarkan laporan dari lapangan, wilayah pesisir seperti Kelurahan Bajoe dan Kelurahan Panyula merupakan titik yang mengalami dampak paling destruktif. Ketinggian air di dua wilayah ini dilaporkan bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai puncaknya di ketinggian 2 meter.

“Personel kami sudah berada di lokasi sejak pukul 06.30 WITA. Fokus utama kami adalah evakuasi warga yang terjebak di dalam rumah, terutama mereka yang sakit atau lanjut usia. Laporan yang masuk menunjukkan Bajoe dan Panyula adalah yang paling parah karena air bisa mencapai dua meter di titik-titik tertentu,” jelas Andi Sultan. Basarnas bekerja sama dengan TNI, Polri, dan BPBD setempat untuk menyisir setiap sudut pemukiman guna memastikan tidak ada lagi warga yang terisolasi.

Tim SAR gabungan menggunakan perahu karet untuk menembus lorong-lorong sempit di Kelurahan Bajoe yang sudah menyerupai lautan. Evakuasi berlangsung dramatis karena arus air di beberapa titik cukup kuat, ditambah dengan banyaknya tumpukan sampah yang terbawa arus sehingga menghambat pergerakan petugas.

Baca Juga Mengobarkan Kembali Semangat Boedi Oetomo: 100+ Ucapan Hari Kebangkitan Nasional 2026 yang Menginspirasi dan Satir
Mengobarkan Kembali Semangat Boedi Oetomo: 100+ Ucapan Hari Kebangkitan Nasional 2026 yang Menginspirasi dan Satir

Upaya Penanganan dan Seruan Kewaspadaan

Pemerintah Kabupaten Bone melalui instansi terkait kini tengah fokus pada penanganan darurat dan penyediaan logistik bagi para pengungsi. Dapur umum mulai didirikan untuk menyuplai kebutuhan pangan warga yang rumahnya tidak bisa digunakan untuk memasak. Selain itu, posko kesehatan juga disiagakan untuk mengantisipasi munculnya penyakit pasca-banjir seperti gatal-gatal, diare, dan infeksi saluran pernapasan.

Kejadian ini menjadi sinyal keras bagi pemerintah daerah untuk meninjau kembali masterplan drainase perkotaan. Pembangunan yang pesat tanpa diimbangi dengan resapan air yang cukup terbukti menjadi bumerang saat cuaca ekstrem melanda. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Hingga berita ini diturunkan, air di beberapa titik pusat kota mulai menunjukkan tren penurunan perlahan, namun di wilayah pesisir, air masih tertahan akibat pasang air laut. Warga diharapkan tidak segera kembali ke rumah jika kondisi belum benar-benar aman, terutama terkait instalasi listrik yang sangat berbahaya jika masih terendam air. KabarHarian akan terus memantau perkembangan situasi di Bone untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat luas.

Baca Juga Menjelang Idul Adha 2026: Prediksi Tanggal, Keputusan Muhammadiyah, dan Panduan Lengkap Libur Panjang
Menjelang Idul Adha 2026: Prediksi Tanggal, Keputusan Muhammadiyah, dan Panduan Lengkap Libur Panjang
Hisan Halibin

Hisan Halibin

Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi kabarharian. Berpengalaman dalam jurnalisme digital dan manajemen media. Fokus pada akurasi data dan penyajian berita yang edukatif bagi pembaca.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *