Dilema Puasa Ayyamul Bidh di Hari Tasyrik: Simak Solusi, Jadwal, dan Panduan Lengkap Zulhijah 1447 H

Siska Amelia | KabarHarian
20 May 2026, 18:08 WIB
Dilema Puasa Ayyamul Bidh di Hari Tasyrik: Simak Solusi, Jadwal, dan Panduan Lengkap Zulhijah 1447 H

KabarHarian — Memasuki pengujung kalender Hijriah, umat Islam di seluruh penjuru dunia kini tengah menyambut kemuliaan bulan Zulhijah 1447 Hijriah dengan penuh sukacita. Selain identik dengan ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban, bulan ke-12 ini juga menyimpan momentum spiritual bagi mereka yang gemar mengejar pahala melalui puasa sunnah, khususnya puasa Ayyamul Bidh. Namun, pelaksanaan ibadah tahun ini melahirkan diskursus menarik di tengah masyarakat lantaran adanya benturan jadwal dengan Hari Tasyrik.

Puasa Ayyamul Bidh, yang secara harfiah berarti “hari-hari putih”, biasanya dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 di pertengahan bulan Hijriah saat bulan purnama bersinar sempurna. Persoalannya, pada bulan Zulhijah, tanggal 13 jatuh pada salah satu Hari Tasyrik—waktu di mana umat Muslim justru dilarang keras untuk berpuasa. Lantas, bagaimana seorang mukmin menyikapi dilema ini agar tetap bisa meraih keutamaan tanpa melanggar syariat? Redaksi KabarHarian telah merangkum ulasan mendalam mengenai hukum, solusi, dan jadwal lengkapnya untuk Anda.

Membedah Kalender Ibadah: Kapan Puasa Ayyamul Bidh Zulhijah 2026?

Berdasarkan hasil keputusan sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, awal Zulhijah 1447 H ditetapkan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Ketetapan ini menjadi acuan utama bagi seluruh agenda ibadah, termasuk penentuan Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah) yang bertepatan dengan Rabu, 27 Mei 2026.

Baca Juga Ironi Pelindung Menjadi Pencuri: Kisah Satpam Kos di Medan yang Nekat Gasak Emas Demi Pengobatan Orang Tua
Ironi Pelindung Menjadi Pencuri: Kisah Satpam Kos di Medan yang Nekat Gasak Emas Demi Pengobatan Orang Tua

Jika kita merujuk pada hitungan normal tanpa mempertimbangkan udzur syar’i, maka jadwal Puasa Ayyamul Bidh akan terlihat sebagai berikut:

  • 13 Zulhijah 1447 H: Sabtu, 30 Mei 2026
  • 14 Zulhijah 1447 H: Minggu, 31 Mei 2026
  • 15 Zulhijah 1447 H: Senin, 1 Juni 2026

Namun, di sinilah letak persoalannya. Tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah merupakan Hari Tasyrik. Secara teologis, hari-hari tersebut adalah perpanjangan dari kegembiraan Idul Adha, di mana umat Islam dianjurkan untuk menikmati hidangan kurban dan memperbanyak zikir, sehingga berpuasa pada rentang waktu tersebut hukumnya adalah haram.

Mengapa Tanggal 13 Zulhijah Diharamkan untuk Berpuasa?

Larangan ini bukan tanpa alasan kuat. Rasulullah SAW dalam berbagai riwayat menegaskan bahwa Hari Tasyrik adalah momentum untuk makan dan minum sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT. Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim).

Larangan ini bersifat mengikat bagi seluruh Muslim, kecuali dalam kondisi yang sangat spesifik dan darurat. Satu-satunya pengecualian yang diakui oleh syariat hanya diberikan kepada jamaah haji tamattu atau qiran yang tidak memiliki hewan sembelihan (hadyu). Bagi mereka, diperbolehkan menggantinya dengan puasa di hari tersebut. Namun, bagi kaum Muslimin secara umum yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji, puasa pada 13 Zulhijah tetaplah terlarang.

Baca Juga Akselerasi Pembangunan 93 Sekolah Rakyat: Menteri PU Dody Hanggodo Targetkan Operasional Juli Mendatang
Akselerasi Pembangunan 93 Sekolah Rakyat: Menteri PU Dody Hanggodo Targetkan Operasional Juli Mendatang

Solusi Cerdas: Strategi Menggeser Jadwal Puasa Ayyamul Bidh

Lantas, apakah peluang untuk meraih pahala puasa tiga hari di bulan Zulhijah ini tertutup rapat? Tentu tidak. Islam adalah agama yang memudahkan pemeluknya dalam beribadah. Para ulama, khususnya dalam mazhab Syafi’i, telah memberikan jalan keluar yang sangat bijaksana bagi mereka yang tetap ingin menjaga konsistensi ibadahnya.

Mengutip literatur klasik Fathul Mu’în karya Al-Malibari, solusi yang paling utama adalah dengan menggeser jadwal puasa tersebut. Mengingat esensi dari Ayyamul Bidh adalah menggenapkan puasa sebanyak tiga hari dalam satu bulan, maka tanggal yang terlarang bisa digantikan dengan hari berikutnya yang sudah diperbolehkan.

Imam An-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ menjelaskan bahwa keutamaan puasa tiga hari setiap bulan dapat diperoleh selama jumlah tersebut terpenuhi, tanpa harus terpaku kaku pada tanggal tertentu jika terdapat halangan syar’i. Oleh karena itu, jadwal penyesuaian untuk bulan Zulhijah 1447 H adalah sebagai berikut:

  • 14 Zulhijah 1447 H (Minggu, 31 Mei 2026): Hari pertama puasa.
  • 15 Zulhijah 1447 H (Senin, 1 Juni 2026): Hari kedua puasa.
  • 16 Zulhijah 1447 H (Selasa, 2 Juni 2026): Hari ketiga sebagai pengganti tanggal 13.

Bolehkah Hanya Berpuasa Dua Hari Saja?

Muncul pertanyaan lain: bagaimana jika seseorang hanya mampu atau hanya ingin melaksanakan puasa pada tanggal 14 dan 15 saja tanpa mengganti tanggal 13? Ustaz Dzulqarnain MS dalam sebuah kajiannya menyampaikan pandangan yang menyejukkan. Beliau menegaskan bahwa melakukan puasa Ayyamul Bidh meski hanya dua hari hukumnya tetap sah dan pelakunya akan mendapatkan pahala sesuai dengan apa yang ia kerjakan.

Baca Juga Tergiur Cuan Kilat Lewat Aplikasi Tevi, Sejoli di Medan Diringkus Usai Live Streaming Konten Asusila di Hotel
Tergiur Cuan Kilat Lewat Aplikasi Tevi, Sejoli di Medan Diringkus Usai Live Streaming Konten Asusila di Hotel

Niat memegang peranan krusial dalam hal ini. Jika seseorang memang terbiasa melakukan puasa tiga hari namun kali ini terhalang oleh aturan Hari Tasyrik dan ia merasa kesulitan untuk melakukan qadha di hari ke-16, maka ia tidak berdosa dan tetap mendapatkan keutamaan puasa sunnah di bulan tersebut. Prinsip dasarnya adalah “amal itu tergantung pada niatnya.”

Filosofi dan Keutamaan: Mengapa Harus Ayyamul Bidh?

Puasa Ayyamul Bidh bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan sebuah amalan yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW. Beliau rutin menjaga puasa ini bahkan saat dalam perjalanan jauh sekalipun. Mengapa pahalanya begitu besar hingga disetarakan dengan puasa sepanjang tahun?

Hal ini berpijak pada janji Allah SWT dalam Al-Qur’an (QS Al-An’am: 160) bahwa setiap satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Jika kita berpuasa tiga hari, maka nilainya setara dengan tiga puluh hari (satu bulan). Jika dilakukan secara konsisten setiap bulan, maka dalam setahun kita seolah-olah telah berpuasa selama 360 hari penuh.

Baca Juga Misteri Penebangan Pohon Jati Emas di Batam: Aksi Vandalisme Lingkungan yang Meresahkan Warga dan Respons Cepat BP Batam
Misteri Penebangan Pohon Jati Emas di Batam: Aksi Vandalisme Lingkungan yang Meresahkan Warga dan Respons Cepat BP Batam

Panduan Praktis Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh

Bagi Anda yang berniat melaksanakannya, berikut adalah rangkuman tata cara singkat yang sesuai dengan sunnah:

  1. Niat: Niat dapat dilafalkan secara lisan maupun dalam hati. Karena ini puasa sunnah, niat boleh dilakukan pada pagi hari selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak fajar. Bunyi niatnya: “Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ” (Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala).
  2. Sahur: Sangat dianjurkan untuk bersahur guna mendapatkan keberkahan dan stamina, meskipun hukumnya sunnah.
  3. Menjaga Adab: Selama berpuasa, hindari perilaku yang dapat menggugurkan pahala seperti bergunjing, marah yang berlebihan, atau berbohong.
  4. Menyegerakan Berbuka: Saat adzan Maghrib berkumandang, segeralah membatalkan puasa dengan kurma atau air putih sembari membaca doa buka puasa yang shahih.

Dengan memahami transisi jadwal ini, diharapkan umat Islam tidak lagi bingung dalam menyikapi benturan antara tradisi ibadah Ayyamul Bidh dengan larangan di Hari Tasyrik. Mari jadikan bulan Zulhijah ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas spiritualitas kita dengan ilmu yang tepat. Selamat beribadah!

Baca Juga Kado Hardiknas 2026: Gubsu Bobby Nasution Instruksikan Kenaikan Gaji Guru PPPK Paruh Waktu dan GTT Setiap Tahun
Kado Hardiknas 2026: Gubsu Bobby Nasution Instruksikan Kenaikan Gaji Guru PPPK Paruh Waktu dan GTT Setiap Tahun
Siska Amelia

Siska Amelia

Penulis konten kreatif yang mengkhususkan diri pada topik gaya hidup, tren media sosial, dan pariwisata lokal. Siska fokus menghadirkan sisi humanis dan inspiratif dari setiap peristiwa harian.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *