Tragedi Pantai Pasir Putih: Remaja Asal Bebandem Tewas Tergulung Ombak Ganas Karangasem

Andre Pratama | KabarHarian
17 May 2026, 22:08 WIB
Tragedi Pantai Pasir Putih: Remaja Asal Bebandem Tewas Tergulung Ombak Ganas Karangasem

KabarHarian — Suasana ceria di pesisir timur Pulau Dewata berubah seketika menjadi duka mendalam. Keindahan Pantai Pasir Putih yang tersohor di Desa Bugbug, Karangasem, harus menjadi saksi bisu kepergian seorang remaja belia dalam sebuah insiden kecelakaan laut yang memilukan pada Minggu (17/5/2026) sore.

Korban yang diketahui berinisial I Gede Dwi PS (16), seorang remaja asal Kecamatan Bebandem, Karangasem, mengembuskan napas terakhirnya setelah terseret arus kuat saat sedang asyik berenang bersama rekan-rekannya. Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan laut yang terjadi di kawasan wisata tersebut, memicu keprihatinan mendalam bagi warga lokal maupun pengunjung.

Kronologi Kejadian: Bermula dari Canda Tawa Bersama Teman

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi KabarHarian, peristiwa nahas ini bermula ketika Gede Dwi bersama rombongan yang terdiri dari 12 orang temannya memutuskan untuk menghabiskan waktu akhir pekan di Pantai Pasir Putih. Pantai ini memang dikenal dengan hamparan pasirnya yang bersih dan air lautnya yang biru jernih, sehingga sering menjadi magnet bagi para remaja untuk melepas penat.

Baca Juga Polemik Asap di Jantung Mangrove Jimbaran: Menguak Tabir di Balik Aksi Pembakaran Sampah yang Viral
Polemik Asap di Jantung Mangrove Jimbaran: Menguak Tabir di Balik Aksi Pembakaran Sampah yang Viral

Setibanya di lokasi sekitar pukul 15.30 WITA, tanpa curiga sedikit pun terhadap kondisi alam, korban dan beberapa rekannya langsung menceburkan diri ke air. Mereka tampak menikmati suasana sore sembari bercanda tawa di pinggir pantai. Namun, alam memiliki rencananya sendiri. Di tengah keceriaan itu, sebuah ombak besar tiba-tiba datang menerjang, menghantam kelompok remaja tersebut.

Berbeda dengan rekan-rekannya yang berhasil menyelamatkan diri ke tepian, Gede Dwi tak kuasa menahan kuatnya tarikan arus balik air laut. Dalam hitungan detik, tubuh remaja malang itu terseret semakin jauh ke tengah, menjauh dari daratan yang aman.

Teriakan Histeris dan Upaya Penyelamatan yang Menegangkan

Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa korban sempat terlihat meronta dan berteriak meminta pertolongan. Rekan-rekannya yang melihat kejadian itu mencoba memberikan bantuan dengan alat seadanya, namun nyali mereka ciut saat menyadari arus di area tersebut sangat deras dan membahayakan keselamatan mereka sendiri.

“Korban sempat berteriak minta tolong karena terseret ombak. Beberapa rekannya sempat mencoba menjangkau, namun posisi korban dengan cepat terseret ke tengah laut hingga hilang dari pandangan permukaan,” ungkap Kepala Desa Bugbug, I Gede Diatmaja, saat memberikan keterangan resmi pada Minggu malam.

Baca Juga Misteri di Balik Gundukan Tanah Darmasaba: Mengungkap Tabir Kematian DAD dan Jejak Keributan Berdarah
Misteri di Balik Gundukan Tanah Darmasaba: Mengungkap Tabir Kematian DAD dan Jejak Keributan Berdarah

Melihat situasi yang semakin genting, warga sekitar dan nelayan setempat segera bereaksi cepat. Menggunakan perahu tradisional atau jukung, para nelayan yang sudah terbiasa dengan medan laut Bugbug langsung memacu perahu mereka menuju titik terakhir korban terlihat. Aksi heroik ini dilakukan di tengah kondisi ombak yang mulai tidak stabil seiring berjalannya sore.

Ditemukan di Dasar Laut: Perjuangan Terakhir Nelayan Bugbug

Pencarian berlangsung menegangkan selama beberapa saat. Seluruh pasang mata di bibir pantai tertuju pada jukung-jukung nelayan yang membelah ombak. Tak berselang lama, jerih payah para nelayan membuahkan hasil, namun dalam kondisi yang menyayat hati. Korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri, tenggelam hingga ke dasar laut.

Proses evakuasi segera dilakukan. Tubuh Gede Dwi diangkat ke atas jukung dan dibawa kembali ke bibir pantai dengan harapan masih ada mukjizat. Setibanya di daratan, warga memberikan pertolongan pertama sembari menunggu kedatangan tim medis dan ambulans yang telah dihubungi sebelumnya.

“Nelayan dan warga bergerak sangat cepat menggunakan jukung. Korban akhirnya ditemukan di dasar laut dan langsung dibawa ke darat. Kami sudah berupaya memberikan bantuan semaksimal mungkin di lokasi sembari menunggu bantuan medis profesional datang,” tambah Diatmaja.

Baca Juga Waspada! Penipuan BBM Oplosan Air Hantui Pedagang Kecil di Lombok Timur, Polisi Kejar Pelaku Misterius
Waspada! Penipuan BBM Oplosan Air Hantui Pedagang Kecil di Lombok Timur, Polisi Kejar Pelaku Misterius

Duka di RSUD Karangasem: Vonis Pahit Tim Medis

Begitu ambulans tiba di lokasi, petugas medis segera melakukan tindakan darurat dan melarikan korban ke RSUD Karangasem. Sepanjang perjalanan, harapan agar remaja tersebut bisa bertahan terus dipanjatkan oleh keluarga dan teman-teman yang menyertainya.

Sayangnya, takdir berkata lain. Setibanya di ruang unit gawat darurat, tim medis yang melakukan pemeriksaan mendalam menyatakan bahwa I Gede Dwi PS telah meninggal dunia. Diduga kuat, korban terlalu banyak menghirup air laut dan mengalami gagal napas saat berada di dasar laut dalam waktu yang cukup lama.

Isak tangis seketika pecah di selasar rumah sakit saat kabar duka tersebut disampaikan. Para sahabat yang sebelumnya datang bersama untuk bersenang-senang, kini harus pulang dengan rasa kehilangan yang teramat dalam. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Bebandem guna menjalani prosesi pengabenan sesuai adat istiadat setempat.

Peringatan Bagi Wisatawan: Waspadai Arus Bawah di Pantai Selatan Bali

Kejadian tragis yang menimpa Gede Dwi menjadi pengingat keras bagi semua pihak akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di pantai. Pantai Pasir Putih, meskipun tampak tenang di permukaan, seringkali memiliki arus bawah laut (rip current) yang sangat berbahaya, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan renang mumpuni atau tidak memahami karakteristik ombak setempat.

Baca Juga Ironi Infrastruktur di Jantung Lombok Barat: Tiga Bulan Jalan Amblas Tempos-Banyu Urip Terabaikan
Ironi Infrastruktur di Jantung Lombok Barat: Tiga Bulan Jalan Amblas Tempos-Banyu Urip Terabaikan

Pihak otoritas desa dan kepolisian setempat pun kembali memberikan imbauan kepada para wisatawan agar selalu memperhatikan rambu-rambu peringatan yang ada. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan saat berkunjung ke pantai antara lain:

  • Selalu berenang di area yang telah ditentukan dan terpantau oleh petugas penjaga pantai.
  • Jangan berenang sendirian, pastikan ada rekan yang tetap berada di daratan untuk memantau.
  • Pahami cuaca dan kondisi ombak sebelum memutuskan untuk masuk ke dalam air.
  • Hindari berenang saat matahari mulai terbenam karena pengawasan visual akan berkurang drastis.
  • Segera keluar dari air jika merasakan arus yang menarik kaki ke arah tengah laut.

Tragedi ini meninggalkan luka yang mendalam bagi warga Karangasem. Kehilangan seorang pemuda di usia produktif adalah kehilangan besar bagi komunitasnya. Redaksi KabarHarian menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan melalui kesadaran kolektif akan keselamatan di area wisata air.

Andre Pratama

Andre Pratama

Jurnalis lapangan yang berdedikasi meliput isu-isu regional dan peristiwa terkini di Indonesia. Memiliki minat mendalam pada isu kebijakan publik dan perkembangan infrastruktur di daerah.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *