Tragedi Kelam di Seketeng: Pasangan Lansia di Sumbawa Ditemukan Tewas, Diduga Dihabisi Teman Cucu Sendiri
KabarHarian — Suasana tenang di Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, mendadak berubah menjadi mencekam pada Minggu dini hari (23/5/2026). Sebuah peristiwa berdarah yang mengguncang nurani publik terjadi di pemukiman warga tersebut, di mana pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi bersimbah darah di kediaman mereka sendiri.
Korban diketahui bernama Rahman Nur yang berusia 64 tahun dan sang istri, Siti Hajar, yang berusia 62 tahun. Keduanya ditemukan tak bernyawa dengan luka-luka senjata tajam yang cukup parah di sekujur tubuh mereka. Dugaan sementara mengarah pada tindakan keji yang dilakukan oleh seorang pemuda yang tak lain adalah teman dari cucu korban sendiri. Tragedi ini menyisakan duka mendalam sekaligus ketakutan bagi warga sekitar yang tidak menyangka aksi sadis tersebut bisa terjadi di lingkungan mereka.
Kronologi Malam Berdarah di Seketeng
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi, peristiwa memilukan ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 Wita. Kasatreskrim Polres Sumbawa, AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan mengenai dugaan pembunuhan sadis tersebut. Pihak kepolisian segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan dari pihak keluarga.
Kejadian ini bermula saat cucu korban yang berinisial R, tengah berada di rumah bersama seorang temannya yang berinisial H. Kehadiran H di rumah tersebut awalnya tidak memicu kecurigaan apa pun, mengingat hubungan pertemanan mereka yang dianggap biasa saja. Namun, sebuah momen singkat saat R meninggalkan rumah menjadi awal dari petaka yang tak terbayangkan.
Sekitar tengah malam, R pamit sejenak kepada H untuk mengambil pengisi daya ponsel (charger) di rumah rekannya yang lain, berinisial RZ. Jarak yang tidak terlalu jauh membuat R merasa tenang meninggalkan temannya tersebut di rumah bersama kakek dan neneknya yang sudah terlelap tidur.
Penemuan Jejak Darah yang Mencurigakan
Tak berselang lama, R kembali ke rumahnya dengan didampingi oleh rekannya, RZ. Namun, suasana rumah terasa berbeda saat mereka menginjakkan kaki di halaman. Bukannya menemukan H sedang bersantai, mereka justru mendapati sosok pemuda tersebut berada di area kamar mandi luar rumah dengan gelagat yang sangat mencurigakan.
R dan RZ terkejut saat melihat H sedang berusaha keras membersihkan noda merah yang sangat jelas terlihat pada pakaian yang dikenakannya. Cairan merah tersebut tak lain adalah darah segar. Menyadari bahwa aksi mencurigakannya telah dipergoki, H bukannya menyerah atau memberikan penjelasan, melainkan justru menunjukkan reaksi agresif.
H yang merasa terdesak dilaporkan sempat melakukan pengejaran terhadap R dan RZ. Ketegangan memuncak di tengah kegelapan malam saat R dan RZ berlari menyelamatkan diri dari amukan H. Beruntung, kedua pemuda ini berhasil meloloskan diri dari kejaran terduga pelaku dan segera mencari bantuan serta melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Temuan Jasad Pasutri di Dalam Rumah
Setelah merasa situasi cukup aman dan pelaku diduga telah melarikan diri, R memberanikan diri kembali ke rumah untuk memeriksa keadaan kakek dan neneknya. Di sanalah tangis histeris pecah. Rahman Nur dan Siti Hajar ditemukan tergeletak tak berdaya di lantai rumah mereka. Darah menggenang di sekitar tubuh kedua lansia tersebut, menandakan adanya serangan fisik yang sangat brutal.
Pihak kepolisian dari Polsek dan Polres Sumbawa yang tiba di lokasi segera melakukan pengamanan area dengan memasang garis polisi. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pun dilakukan secara intensif untuk mencari barang bukti serta petunjuk tambahan yang bisa memperkuat dugaan keterlibatan H dalam pembunuhan ini.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap kedua korban ke RSUD Sumbawa. Tim kami juga telah melakukan olah TKP awal untuk mengumpulkan bukti-bukti fisik di lapangan,” ujar AKP Dwi Kurniawan kepada wartawan.
Kondisi Korban dan Proses Investigasi
Hasil pemeriksaan medis awal di RSUD Sumbawa menyatakan bahwa kedua korban sudah meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan pertolongan. Luka-luka yang dialami korban menunjukkan adanya tindak penganiayaan berat yang dilakukan dengan sengaja. Sayatan dan tusukan di beberapa bagian vital tubuh menjadi penyebab utama hilangnya nyawa kedua lansia tersebut.
Saat ini, kepolisian telah mengamankan R dan RZ di Mapolres Sumbawa. Status keduanya masih sebagai saksi kunci yang memberikan keterangan krusial terkait keberadaan terduga pelaku sebelum dan sesudah kejadian. Keterangan mereka menjadi fondasi utama bagi pihak kepolisian untuk memburu pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Saudara H masih dalam pengejaran intensif oleh tim opsnal kami. Kami menghimbau pelaku untuk segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas dan terukur. Kami juga meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan terduga pelaku untuk segera melapor,” tegas AKP Dwi Kurniawan.
Duka Komunitas dan Pentingnya Kewaspadaan
Tragedi yang menimpa keluarga Rahman Nur dan Siti Hajar ini meninggalkan luka yang mendalam bagi warga Kelurahan Seketeng. Sosok keduanya dikenal sebagai pribadi yang ramah dan tidak memiliki musuh. Kepergian mereka yang begitu tragis menimbulkan gelombang simpati dari berbagai pihak di Kabupaten Sumbawa.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan, bahkan terhadap orang-orang yang dikenal sekalipun. Fenomena tindak kriminal yang melibatkan lingkungan terdekat seringkali terjadi secara tiba-tiba dan tanpa motif yang jelas pada awalnya. Polisi masih mendalami apa motif sebenarnya di balik aksi keji yang diduga dilakukan oleh H ini.
Pihak keluarga berharap agar keadilan dapat segera ditegakkan. Mereka meminta agar kepolisian bekerja secara maksimal untuk menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya yang telah merenggut dua nyawa sekaligus secara tidak manusiawi. Hingga berita ini diturunkan, pengejaran terhadap H masih terus dilakukan di wilayah Sumbawa dan sekitarnya.