Sandiwara Maut di Medan: Terbongkarnya Kerja Sama Licik Sopir Angkot dan Begal Sadis

Siska Amelia | KabarHarian
15 May 2026, 16:10 WIB
Sandiwara Maut di Medan: Terbongkarnya Kerja Sama Licik Sopir Angkot dan Begal Sadis

KabarHarian Ketenangan warga Kota Medan kembali terusik oleh sebuah aksi kriminalitas jalanan yang tidak hanya brutal, tetapi juga penuh dengan tipu muslihat. Sebuah peristiwa perampokan sadis di dalam angkutan kota (angkot) Morina 81 baru-baru ini berhasil dibongkar oleh pihak kepolisian. Siapa sangka, di balik jeritan para penumpang yang terpaksa melompat demi menyelamatkan nyawa, terselip skenario licik yang melibatkan sang pengemudi angkot itu sendiri.

Tim gabungan dari Polsek Medan Labuhan dan Polda Sumut akhirnya berhasil meringkus dua aktor utama di balik teror berdarah tersebut. Kedua pelaku adalah Erikson Napitupulu alias Tatoo (44), sang sopir angkot, dan rekan kriminalnya, Sony Liston Siringoringo alias Ringo (36). Penangkapan ini mengakhiri pelarian mereka yang sempat berpindah-pindah provinsi demi menghindari kejaran hukum.

Skenario Berdarah di Balik Kemudi Angkot Morina 81

Hasil penyelidikan mendalam mengungkap bahwa peristiwa yang terjadi di Jalan KL Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli ini bukanlah perampokan biasa. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, membeberkan bahwa aksi tersebut merupakan hasil perencanaan matang antara Erikson dan Sony. Modus yang mereka gunakan tergolong sangat rapi; mereka menciptakan sebuah ilusi di mana sang sopir seolah-olah menjadi korban penyanderaan agar tidak dicurigai oleh penumpang maupun warga sekitar.

Baca Juga Riau Gelap Gulita: Respon Cepat Polda Riau Terjunkan Team RAGA dan Polantas Demi Keamanan Warga
Riau Gelap Gulita: Respon Cepat Polda Riau Terjunkan Team RAGA dan Polantas Demi Keamanan Warga

“Modus mereka cukup terencana dengan baik. Pelaku utama berpura-pura menyandera sopir agar publik melihat seolah-olah tidak ada kerja sama di antara mereka. Padahal, faktanya keduanya sudah bersekongkol sejak awal sebelum angkot tersebut beroperasi hari itu,” ungkap Kombes Ferry saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.

Kisah ini bermula di pangkalan Angkot Morina 81 di Simpang Kurnia Belawan sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Sony menemui Erikson dan mengeluh bahwa dirinya ingin berangkat ke Jambi namun tidak memiliki ongkos. Bukannya mencari solusi yang halal, keduanya justru sepakat untuk merampok penumpang yang naik ke angkot milik Erikson. Mereka bahkan secara lisan membuat perjanjian pembagian hasil kejahatan tersebut.

Detik-Detik Teror yang Menghantui Penumpang

Sekitar pukul 10.00 WIB, duet maut ini mulai bergerak mencari mangsa. Erikson duduk di balik kemudi, sementara Sony awalnya duduk di kursi samping sopir untuk memantau situasi. Saat angkot melaju di kawasan Jalan Yos Sudarso, Sony pindah ke kursi belakang, berbaur dengan para korban yang naik satu per satu secara bertahap. Total ada lima penumpang yang saat itu terjebak dalam kendaraan yang menjadi ‘penjara bergerak’ tersebut.

Baca Juga Mimpi Buruk Siswi SMP di Lampung: Terjerat Perdagangan Orang Demi iPhone dan Janji Manis Jadi Terapis
Mimpi Buruk Siswi SMP di Lampung: Terjerat Perdagangan Orang Demi iPhone dan Janji Manis Jadi Terapis

Keadaan mulai mencekam setelah seorang penumpang laki-laki turun di Simpang Mabar. Merasa momen sudah tepat, Sony langsung mengeluarkan sebilah parang tajam dan menodongkannya ke arah para penumpang perempuan. Untuk menguatkan sandiwara mereka, Sony berteriak dengan lantang, “Sopir jangan ada berhenti, tapi tambah kecepatan!”

Teriakan itu sejatinya adalah kode rahasia bagi Erikson. Bukannya menghentikan kendaraan atau mencari bantuan, Erikson justru menginjak pedal gas lebih dalam. Langkah ini diambil agar suara teriakan minta tolong para korban tenggelam oleh deru mesin dan kencangnya laju kendaraan, sekaligus mencegah korban berani melompat dengan mudah.

Keberanian Korban yang Berujung Luka Serius

Kekejaman Sony semakin menjadi-jadi saat ia mulai merampas paksa ponsel milik para penumpang. Salah satu korban, Nova Yanti Tampubolon (21), mencoba melakukan perlawanan demi mempertahankan barang miliknya. Namun, Sony tanpa ampun membacok tangan kanan Nova. Dalam kondisi terluka dan terdesak, Nova nekat melompat dari angkot yang tengah melaju kencang demi menyelamatkan nyawanya.

Korban berikutnya, Erika Hasibuan (24), mengalami nasib yang tak kalah tragis. Selain kehilangan dua unit ponsel, ia didorong keluar dari angkot oleh Sony. Akibat jatuhnya yang keras ke aspal, Erika mengalami luka serius di kepala dan menderita patah pada tiga giginya. Sementara itu, korban lain bernama Julia Pratiwi (23) juga kehilangan ponsel dan mengalami luka lecet akibat aksi serupa.

Baca Juga Strategi ‘Gimmick’ Berbuah Simpati: Tanggapan Elegan Dewi Perssik Saat Namanya ‘Dijual’ Untuk Promosi Aldi’s Burger
Strategi ‘Gimmick’ Berbuah Simpati: Tanggapan Elegan Dewi Perssik Saat Namanya ‘Dijual’ Untuk Promosi Aldi’s Burger

Setelah menguras harta benda para penumpang wanita, pelaku menyisakan seorang penumpang pria lanjut usia. Karena dianggap tidak memiliki barang berharga dan tidak mengancam, laju angkot diperlambat dan penumpang tua tersebut diminta turun begitu saja di pinggir jalan.

Sandiwara di Hadapan Kamera dan Pelarian Antar Provinsi

Aksi kriminal ini sempat terekam oleh pengendara motor yang melintas dan merasa curiga. Menyadari dirinya sedang divideokan, Sony segera melancarkan akting terakhirnya; ia menempelkan parang ke leher Erikson seolah-olah sedang mengancam sang sopir. Sandiwara ini berhasil menipu sang perekam video saat itu, namun tidak dengan pihak kepolisian yang jeli melihat kejanggalan dalam durasi kejadian tersebut.

Setelah merasa aman, kedua pelaku membuang barang bukti berupa parang ke sebuah parit di kawasan Pancing 1 Mabar Hilir. Mengetahui aksi mereka viral di media sosial, keduanya langsung melarikan diri ke arah yang berbeda. Erikson bersembunyi di Kabupaten Samosir, sementara Sony melarikan diri jauh ke Provinsi Jambi.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Hamzar Nodi, menjelaskan bahwa pengejaran terhadap Sony memakan waktu yang cukup lama. Pelaku diketahui bersembunyi di sebuah pondok di tengah perkebunan sawit milik keluarganya. “Tim harus melakukan pemetaan lokasi yang sulit dan melakukan pengendapan semalaman di area perkebunan sebelum akhirnya berhasil menyergap tersangka tanpa perlawanan berarti,” tutur Hamzar.

Baca Juga Duduk Perkara Video Viral Siswa SMP di Medan Tuduh Polantas Pungli Rp 275 Ribu: Benarkah Pungutan Liar atau Denda Tilang?
Duduk Perkara Video Viral Siswa SMP di Medan Tuduh Polantas Pungli Rp 275 Ribu: Benarkah Pungutan Liar atau Denda Tilang?

Rekam Jejak Kriminal yang Kelam

Berdasarkan catatan kepolisian, baik Erikson maupun Sony bukanlah orang baru di dunia hitam. Erikson Napitupulu alias Tatoo diketahui merupakan residivis kasus pencurian dan narkoba. Sementara itu, Sony Liston Siringoringo alias Ringo ternyata sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus pencurian sepeda motor di wilayah Medan sejak tahun 2020 silam.

Kini, kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Polisi menjerat mereka dengan pasal pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan luka berat, dengan ancaman hukuman penjara yang sangat berat. Kasus ini menjadi pengingat bagi warga Medan untuk selalu waspada, bahkan saat berada di dalam transportasi umum yang seharusnya memberikan rasa aman.

Polrestabes Medan dan jajaran Polda Sumut pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan tindakan mencurigakan di dalam angkutan umum. Dengan tertangkapnya duo kriminal ini, diharapkan keamanan di sektor transportasi publik Kota Medan dapat berangsur pulih dan memberikan rasa tenang bagi para komuter yang bergantung pada angkutan kota setiap harinya.

Baca Juga Tergiur Cuan Kilat Lewat Aplikasi Tevi, Sejoli di Medan Diringkus Usai Live Streaming Konten Asusila di Hotel
Tergiur Cuan Kilat Lewat Aplikasi Tevi, Sejoli di Medan Diringkus Usai Live Streaming Konten Asusila di Hotel
Siska Amelia

Siska Amelia

Penulis konten kreatif yang mengkhususkan diri pada topik gaya hidup, tren media sosial, dan pariwisata lokal. Siska fokus menghadirkan sisi humanis dan inspiratif dari setiap peristiwa harian.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *