Transformasi Digital Pasar Tradisional: Bank NTB Syariah Resmi Operasikan POJOK NTBS di Pasar Acc Ampenan
KabarHarian — Suasana pagi di Pasar Acc Ampenan, Kota Mataram, kini terasa sedikit berbeda. Di tengah riuh rendah tawar-menawar antara pedagang dan pembeli, terselip sebuah inovasi layanan perbankan yang dirancang untuk menyentuh langsung nadi ekonomi rakyat. PT Bank NTB Syariah secara resmi menghadirkan layanan POJOK NTBS di pasar legendaris tersebut, menandai babak baru dalam digitalisasi ekonomi kerakyatan di Nusa Tenggara Barat.
Langkah ekspansi ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan manifestasi nyata dari komitmen Bank NTB Syariah dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pendampingan yang berkelanjutan. Dengan hadirnya POJOK NTBS di jantung ekonomi Ampenan, akses layanan perbankan syariah kini tidak lagi dibatasi oleh dinding-dinding gedung kantor yang kaku. Sebaliknya, layanan tersebut hadir tepat di mana interaksi sosial dan transaksi ekonomi rakyat berdenyut setiap harinya.
Menjembatani Jarak Antara Perbankan dan Pedagang Kecil
Selama ini, bagi sebagian pedagang pasar tradisional, urusan ke bank seringkali dianggap sebagai kegiatan yang menyita waktu. Meninggalkan lapak dagangan berarti potensi kehilangan pembeli. Memahami dilema tersebut, Bank NTB Syariah merancang POJOK NTBS sebagai titik integrasi layanan yang sangat fleksibel. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat asistensi bagi para pedagang yang ingin bermigrasi dari sistem pembayaran tunai ke sistem pembayaran nontunai yang lebih modern dan real-time.
Sub Branch Manager Bank NTB Syariah KC Ampenan, I Wayan Sudiasa Indrawan, menjelaskan bahwa kehadiran layanan ini merupakan solusi jemput bola. Menurutnya, pedagang membutuhkan pendampingan yang intensif agar mereka merasa nyaman dan aman saat menggunakan teknologi keuangan digital. “Kami menyadari bahwa transformasi digital memerlukan waktu dan edukasi yang telaten. Di POJOK NTBS, kami tidak hanya menyediakan alat, tetapi juga menempatkan personil untuk mendampingi setiap langkah pedagang,” tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Akselerasi QRIS: Menuju Ekosistem Nontunai yang Aman
Salah satu fokus utama dari kehadiran POJOK NTBS di Pasar Acc Ampenan adalah akselerasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Digitalisasi ini diharapkan mampu mengubah perilaku transaksi masyarakat pasar menjadi lebih transparan, aman, dan efisien. Di lokasi ini, petugas Bank NTB Syariah secara aktif membantu para merchant atau pedagang dalam mengoperasikan aplikasi perbankan digital mereka.
Banyak pedagang terkadang mengalami kendala teknis, seperti sinyal yang kurang stabil atau kebingungan dalam memverifikasi transaksi yang masuk. Di sinilah peran vital personil di POJOK NTBS. Mereka memberikan penanganan kendala teknis secara langsung di tempat, sehingga pedagang tidak perlu merasa cemas jika ada gangguan dalam proses pembayaran. Inisiatif ini terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri para pelaku usaha kecil untuk mulai meninggalkan dompet fisik dan beralih ke dompet digital.
Pembiayaan Produktif bagi UMKM: Harapan Baru bagi Pengusaha Lokal
Tak hanya fokus pada urusan teknis pembayaran, POJOK NTBS juga berfungsi sebagai kanal sosialisasi pembiayaan UMKM. Bank NTB Syariah tengah melakukan pergeseran fokus yang signifikan, di mana kini bank lebih memprioritaskan penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif. Hal ini menjadi angin segar bagi para pedagang yang ingin mengembangkan usaha mereka namun terkendala modal.
Melalui layanan konsultasi di pasar, pedagang dapat memperoleh informasi mendalam mengenai produk simpanan dan pembiayaan syariah yang inklusif. Pendekatan ini dirasa jauh lebih efektif dibandingkan dengan promosi konvensional, karena petugas dapat menjelaskan secara detail skema bagi hasil dan prinsip-prinsip syariah yang adil bagi kedua belah pihak. Dengan demikian, inklusi keuangan tidak hanya berhenti pada kepemilikan rekening, tetapi juga pada akses terhadap permodalan yang sehat dan tidak memberatkan.
Belajar dari Keberhasilan Pasar Dasan Agung
Pemilihan Pasar Acc Ampenan sebagai lokasi replikasi POJOK NTBS tentu bukan tanpa alasan yang matang. Wayan menyebutkan bahwa pihaknya melihat potensi ekonomi yang luar biasa besar di wilayah ini, ditambah dengan antusiasme pedagang setempat yang sangat terbuka terhadap perubahan. Model layanan ini merujuk pada kesuksesan yang telah diraih di Pasar Dasan Agung sebelumnya.
Hingga saat ini, Pasar Dasan Agung telah menjadi percontohan sukses digitalisasi pasar di Mataram dengan lebih dari 129 merchant digital yang aktif bertransaksi menggunakan layanan Bank NTB Syariah. Kesuksesan inilah yang ingin dibawa ke Ampenan. “Kami ingin Bank NTB Syariah lebih dekat dan mudah dijangkau oleh warga. Lewat POJOK NTBS ini, pedagang tidak perlu jauh-jauh ke kantor bank. Sambil menunggu pembeli, mereka bisa berkonsultasi mengenai urusan keuangan atau sekadar mengecek riwayat transaksi digital mereka,” tegas Wayan dengan nada optimis.
Dukungan Pemerintah dan Dampak Luas bagi Ekonomi Daerah
Kehadiran layanan POJOK NTBS ini juga mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Mataram. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah daerah yang sedang gencar mendorong digitalisasi di pasar-pasar tradisional. Transformasi dari uang tunai ke digital dipercaya mampu meminimalisir risiko peredaran uang palsu, meningkatkan keamanan pedagang dari tindak kriminalitas, serta memudahkan pencatatan keuangan harian yang selama ini sering terabaikan oleh para pedagang.
Bagi ekosistem pasar, efisiensi yang tercipta dari sistem digital akan memberikan dampak domino pada pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan. Transaksi yang terekam secara digital memudahkan perbankan dalam memantau kelayakan kredit (creditworthiness) para pedagang, sehingga proses pengajuan pembiayaan di masa depan akan menjadi jauh lebih cepat dan akurat.
Visi Masa Depan: Inklusi Keuangan Syariah di Seluruh NTB
Pertumbuhan transaksi menggunakan QRIS di pasar-pasar tradisional di Nusa Tenggara Barat terus menunjukkan tren positif dari bulan ke bulan. Fenomena ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat mulai melek teknologi finansial. Bank NTB Syariah optimis bahwa strategi jemput bola melalui POJOK NTBS adalah kunci untuk mempercepat literasi keuangan di wilayah tersebut.
Menutup keterangannya, Wayan menyampaikan bahwa pihak manajemen berencana untuk terus melakukan perluasan layanan serupa ke berbagai pasar strategis lainnya di wilayah NTB. Targetnya jelas: pada akhir tahun 2026, angka inklusi keuangan syariah di Bumi Gora diharapkan dapat meningkat secara signifikan. Bank NTB Syariah ingin membuktikan bahwa bank syariah mampu menjadi garda terdepan dalam modernisasi ekonomi rakyat tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal dan prinsip religi yang menjadi landasannya.
Dengan beroperasinya POJOK NTBS di Pasar Acc Ampenan, harapan untuk melihat pasar tradisional yang modern, bersih, dan canggih secara teknologi namun tetap ramah bagi pedagang kecil, kini bukan lagi sekadar impian. Ini adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi kemandirian ekonomi masyarakat Mataram.