Tragedi Memilukan di Rokan Hulu: Nyawa Remaja 11 Tahun Melayang di Tangan Ibu Kandung Berdalih Ritual Pengobatan

Siska Amelia | KabarHarian
18 May 2026, 16:08 WIB
Tragedi Memilukan di Rokan Hulu: Nyawa Remaja 11 Tahun Melayang di Tangan Ibu Kandung Berdalih Ritual Pengobatan

KabarHarian — Sebuah peristiwa kelam menghentak kesadaran kolektif masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Seorang remaja putri yang baru menginjak usia 11 tahun, Almira Azzahra, harus meregang nyawa dalam kondisi yang sangat tragis. Ironisnya, pelaku di balik hilangnya nyawa belia tersebut bukanlah orang asing, melainkan ibu kandungnya sendiri, Djasmina Raihan Elisa. Kasus yang mengguncang Desa Muara Dilam ini menjadi sorotan tajam karena melibatkan dugaan kekerasan ekstrem yang dibalut dengan alasan mistis dan spiritual.

Kronologi Kejadian yang Mengoyak Nurani

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi dari otoritas keamanan setempat, insiden berdarah ini terjadi pada Kamis, 14 Juni lalu, di kediaman pelaku dan korban yang terletak di Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam. Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu, AKP Toni Prawira, mengonfirmasi bahwa penganiayaan yang berujung maut ini berlangsung dalam beberapa fase ketegangan sejak siang hingga menjelang malam hari.

Peristiwa bermula sekira pukul 12.00 WIB. Saat itu, sang ibu menduga buah hatinya sedang mengalami fenomena mistis atau ‘kerasukan’. Alih-alih mencari bantuan medis profesional atau konsultasi psikologis, Djasmina justru membawa Almira ke ruang tamu untuk melakukan apa yang ia sebut sebagai pengobatan spiritual secara mandiri. Di ruang tamu inilah, bibit-bibit kekerasan mulai muncul di bawah bayang-bayang keyakinan yang menyimpang.

Baca Juga Misteri Kematian IRT di Pekanbaru: Jejak Mantan Menantu Terekam CCTV dan Sikap Janggal Sang Anak
Misteri Kematian IRT di Pekanbaru: Jejak Mantan Menantu Terekam CCTV dan Sikap Janggal Sang Anak

Eskalasi Kekerasan di Balik Pintu Rumah

Situasi semakin memburuk ketika waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB. Pelaku yang sebelumnya sempat beraktivitas di area dapur, kembali mendatangi korban di ruang tamu dengan emosi yang tidak stabil. Tanpa menggunakan senjata tajam, Djasmina mulai menghujani tubuh kecil Almira dengan pukulan tangan kosong secara membabi buta. Kekalutan suasana di dalam rumah tersebut digambarkan sangat mencekam oleh para saksi mata.

Tidak hanya menyerang sang anak, pelaku juga menunjukkan perilaku agresif terhadap orang-orang di sekitarnya. Seorang saksi yang berada di lokasi kejadian melaporkan bahwa dirinya sempat dilempar menggunakan asbak rokok oleh pelaku saat mencoba menenangkan situasi. “Sore harinya, pelaku kembali melakukan tindakan yang ia sebut sebagai ‘mengobati’ korban. Namun, tindakan tersebut sangat jauh dari kata pengobatan karena penuh dengan unsur kekerasan fisik,” ujar AKP Toni Prawira dalam keterangannya kepada media.

Upaya Penyelamatan yang Terhalang Tembok Kekerasan

Jeritan dan tangisan dari dalam rumah sebenarnya sempat terdengar oleh warga sekitar. Ayah korban dan beberapa saksi lainnya telah berupaya sekuat tenaga untuk memisahkan Almira dari cengkeraman ibunya. Namun, tenaga pelaku yang saat itu diduga tengah dalam kondisi histeris membuat upaya penyelamatan tersebut menemui jalan buntu. Keluarga dan saksi di lokasi mengaku kewalahan menghadapi agresivitas Djasmina.

Baca Juga Aksi Keji Begal Motor Terhadap Pelajar di Binjai Berakhir dengan Timah Panas: Pelaku Residivis Tak Berkutik
Aksi Keji Begal Motor Terhadap Pelajar di Binjai Berakhir dengan Timah Panas: Pelaku Residivis Tak Berkutik

Menjelang waktu Maghrib, ketegangan mencapai puncaknya. Teriakan histeris dari dalam rumah memicu kegaduhan di lingkungan sekitar. Tetangga yang awalnya ragu untuk mencampuri urusan domestik keluarga tersebut akhirnya mulai berkumpul di depan rumah. Namun, aura mencekam dan pintu yang terkunci sempat membuat warga ragu untuk merangsek masuk.

Detik-Detik Terakhir Almira Azzahra

Didorong oleh rasa kemanusiaan dan kekhawatiran yang mendalam, warga sekitar akhirnya memutuskan untuk bertindak tegas. Mereka mendobrak pintu dan masuk ke dalam rumah demi menyelamatkan korban. Saat itulah, warga mendapati kondisi Almira yang sudah sangat lemah dengan luka-luka memar di sekujur tubuhnya. Pelaku segera diamankan oleh massa agar tidak melakukan tindakan lebih jauh.

Warga segera memanggil bidan desa dan tenaga medis terdekat untuk memberikan pertolongan pertama secara darurat. Sayangnya, takdir berkata lain. Cedera yang dialami oleh Almira akibat penganiayaan tersebut terlalu parah. Nyawa remaja 11 tahun itu tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit. Temuan medis awal menunjukkan banyaknya luka lebam yang menjadi bukti bisu betapa kejamnya penganiayaan yang ia alami di rumahnya sendiri.

Baca Juga Aksi Nekat Penyelundupan Emas Rp 1,45 Miliar ke Malaysia Kandas di Bandara SIM Aceh: Begini Kronologinya
Aksi Nekat Penyelundupan Emas Rp 1,45 Miliar ke Malaysia Kandas di Bandara SIM Aceh: Begini Kronologinya

Penanganan Hukum dan Motif Pelaku

Polres Rokan Hulu bergerak cepat dengan mengamankan Djasmina Raihan Elisa ke markas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan pemeriksaan awal, motif utama pelaku melakukan tindakan keji tersebut tetap konsisten pada dalih ‘pengobatan spiritual’. Pelaku bersikeras bahwa anaknya kerasukan makhluk halus dan ia sedang berupaya mengusir roh jahat tersebut melalui metode kekerasan fisik.

“Pelaku telah kami amankan dan saat ini sedang menjalani proses penyidikan lebih mendalam. Alasannya memang karena korban dianggap kerasukan, jadi ia mencoba-coba untuk mengobati dengan caranya sendiri,” tegas AKP Toni. Polisi juga berencana untuk memeriksa kondisi kejiwaan pelaku guna memastikan apakah tindakan tersebut murni didasari oleh keyakinan sesat atau ada gangguan psikologis yang mendasari perilaku destruktifnya.

Pentingnya Literasi Kesehatan Mental dan Perlindungan Anak

Tragedi di Muara Dilam ini menambah daftar panjang kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung pada hilangnya nyawa anak di bawah umur. Pakar sosiologi dan perlindungan anak menekankan bahwa kasus seperti ini seringkali berakar dari kurangnya literasi kesehatan mental di tingkat keluarga serta masih kuatnya kepercayaan pada praktik-praktik mistis yang tidak berdasar secara medis.

Baca Juga Bara di Jantung Hati Rakyat Aceh: Rektor USK Serukan Persatuan Pasca Insiden Laboratorium Pertanian yang Terbakar
Bara di Jantung Hati Rakyat Aceh: Rektor USK Serukan Persatuan Pasca Insiden Laboratorium Pertanian yang Terbakar

Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Jika mendengar atau melihat tanda-tanda kekerasan di rumah tetangga, melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib atau tokoh masyarakat setempat bukanlah bentuk campur tangan urusan orang lain, melainkan langkah penyelamatan nyawa manusia. Kasus Almira Azzahra menjadi pengingat pahit bahwa rumah yang seharusnya menjadi tempat teraman bagi seorang anak, justru bisa berubah menjadi tempat paling berbahaya ketika akal sehat dan kasih sayang terkikis oleh delusi.

Langkah Hukum Selanjutnya

Pihak Kepolisian Resor Rokan Hulu saat ini terus melengkapi berkas perkara dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk ayah korban dan warga yang pertama kali masuk ke lokasi kejadian. Pelaku terancam dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak serta pasal mengenai penganiayaan berat yang menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman penjara belasan tahun.

Kasus ini juga diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk lebih gencar melakukan sosialisasi mengenai hak-hak anak dan pentingnya pendampingan psikologis bagi keluarga yang mengalami tekanan mental. Tidak boleh ada lagi nyawa anak yang melayang sia-sia di bawah bayang-bayang tradisi atau kepercayaan yang mengabaikan sisi kemanusiaan.

Baca Juga Tragedi Berdarah di Kafe Panhead Palembang: Oknum TNI Tembak Rekan Sendiri, Kodam II Sriwijaya Tempuh Jalur Hukum Tegas
Tragedi Berdarah di Kafe Panhead Palembang: Oknum TNI Tembak Rekan Sendiri, Kodam II Sriwijaya Tempuh Jalur Hukum Tegas
Siska Amelia

Siska Amelia

Penulis konten kreatif yang mengkhususkan diri pada topik gaya hidup, tren media sosial, dan pariwisata lokal. Siska fokus menghadirkan sisi humanis dan inspiratif dari setiap peristiwa harian.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *