Terobosan Berani Presiden Prabowo: Instruksi Penurunan Potongan Ojol di Bawah 10 Persen demi Kesejahteraan Driver
KabarHarian — Di tengah gemuruh ribuan buruh yang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) pada peringatan Hari Buruh Internasional 2026, Presiden Prabowo Subianto membawa angin segar bagi jutaan pengemudi ojek online (ojol) di seluruh penjuru tanah air. Dalam pidatonya yang menggelegar di hadapan massa aksi, Presiden secara tegas menginstruksikan agar potongan tarif atau komisi yang dipungut oleh perusahaan aplikator ditekan hingga di bawah angka 10 persen. Pernyataan ini bukan sekadar janji politik biasa, melainkan sebuah keberpihakan nyata terhadap para pejuang jalanan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia.
Presiden Prabowo menekankan bahwa kesejahteraan para pekerja, termasuk mereka yang berada di sektor kemitraan seperti ojek online, merupakan prioritas utama dalam agenda pembangunannya. Menurut beliau, beban yang dipikul oleh para pengemudi saat ini sudah terlalu berat. Dengan biaya operasional yang terus meningkat, mulai dari harga BBM hingga biaya perawatan kendaraan, potongan sebesar 20 persen atau lebih yang selama ini diterapkan oleh aplikator dianggap sudah tidak lagi relevan dan sangat memberatkan kantong para pengemudi.
Simbol Keberpihakan di Hari Buruh 2026
Peringatan May Day atau Hari Buruh tahun 2026 ini menjadi momentum bersejarah. Di hadapan lautan manusia yang mengenakan atribut dari berbagai serikat pekerja, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa negara harus hadir di tengah-tengah persaingan industri digital yang terkadang abai terhadap aspek kemanusiaan. Beliau menyoroti bagaimana para pengemudi ojol bekerja siang dan malam, menembus kemacetan dan cuaca yang tidak menentu, namun hasil yang mereka bawa pulang seringkali habis hanya untuk menutupi biaya potongan aplikasi dan operasional.
“Kita tidak boleh membiarkan rakyat kita bekerja keras hanya untuk memperkaya platform tanpa mendapatkan bagian yang adil. Potongan di atas 10 persen itu terlalu besar. Saya minta, dan saya instruksikan, agar angka itu ditekan di bawah 10 persen, kalau bisa 8 persen saja. Ini adalah bentuk perlindungan negara terhadap rakyatnya,” ujar Presiden Prabowo yang langsung disambut sorak-sorai meriah dari para driver ojol yang hadir di lokasi.
Menakar Ulang Keadilan dalam Ekonomi Gig
Langkah Presiden ini memicu diskusi hangat di kalangan pengamat ekonomi dan pelaku industri teknologi. Selama bertahun-tahun, struktur bagi hasil antara aplikator dan mitra driver memang menjadi isu krusial yang tak kunjung menemui titik temu yang ideal. Mayoritas aplikator besar saat ini menerapkan potongan sebesar 20 persen sebagai biaya sewa penggunaan aplikasi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya biaya-biaya tambahan atau ‘biaya siluman’ yang membuat pendapatan bersih driver semakin tergerus.
KabarHarian mencatat bahwa jika instruksi Presiden ini benar-benar diimplementasikan dalam bentuk regulasi yang mengikat, maka ini akan menjadi perubahan paling signifikan dalam lanskap ekonomi gig di Asia Tenggara. Penurunan potongan menjadi 8 persen akan memberikan tambahan pendapatan yang sangat berarti bagi para pengemudi. Tambahan pendapatan tersebut diperkirakan dapat meningkatkan daya beli rumah tangga para pengemudi, yang pada akhirnya akan memberikan stimulus positif bagi konsumsi domestik secara nasional.
Dampak bagi Perusahaan Aplikator dan Ekosistem Digital
Tentu saja, instruksi ini menjadi tantangan besar bagi perusahaan teknologi raksasa yang beroperasi di Indonesia. Selama ini, perusahaan-perusahaan tersebut berargumen bahwa potongan 20 persen diperlukan untuk membiayai pengembangan teknologi, pemasaran, serta pemberian insentif dan jaminan asuransi bagi para mitra. Namun, Presiden Prabowo berpendapat bahwa efisiensi harus dilakukan oleh perusahaan, bukan dengan mengorbankan kesejahteraan mitra di tingkat bawah.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika diharapkan segera merumuskan aturan turunan untuk melegalkan instruksi Presiden ini. Perlu adanya pengawasan yang ketat agar perusahaan aplikator tidak mengakali aturan ini dengan menambah biaya layanan kepada konsumen secara berlebihan, yang justru bisa mematikan permintaan pasar. Keseimbangan antara keuntungan perusahaan, kesejahteraan mitra, dan keterjangkauan harga bagi konsumen adalah kunci utama yang harus dijaga.
Suara dari Jalanan: Harapan Baru bagi Jutaan Keluarga
Bagi para pengemudi ojol, instruksi Presiden Prabowo ini adalah harapan baru. Banyak dari mereka yang telah menggantungkan hidup sepenuhnya pada aspal jalanan selama bertahun-tahun. Salah seorang pengemudi yang ditemui di lokasi, menyatakan bahwa selama ini ia harus bekerja lebih dari 12 jam sehari hanya untuk membawa pulang uang bersih sebesar 100 ribu rupiah setelah dipotong komisi dan biaya bensin. Dengan adanya penurunan potongan hingga di bawah 10 persen, ia berharap bisa memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga tanpa harus kehilangan penghasilan harian.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintahannya tidak anti terhadap investasi asing maupun perkembangan teknologi. Namun, ia menekankan bahwa setiap bisnis yang beroperasi di Indonesia harus memiliki jiwa sosial dan semangat gotong royong sesuai dengan napas ekonomi Pancasila. Keberadaan ojek online telah banyak membantu mobilitas masyarakat, namun hal itu tidak boleh dicapai dengan mengeksploitasi para pekerjanya.
Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas
Kebijakan ini juga dilihat sebagai bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi kelas menengah-bawah. Dengan jutaan orang yang berkecimpung di sektor ojol, perbaikan kesejahteraan di sektor ini akan berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan dan kesenjangan sosial. Presiden meminta agar seluruh pihak, baik aplikator maupun serikat pekerja, duduk bersama untuk merumuskan formula terbaik agar kebijakan ini bisa segera dijalankan tanpa merusak ekosistem bisnis digital yang sudah terbangun.
KabarHarian akan terus mengawal perkembangan instruksi ini hingga menjadi regulasi resmi. Masyarakat berharap agar langkah berani ini tidak berhenti di podium pidato saja, tetapi benar-benar terwujud dalam bentuk perubahan nyata di saldo aplikasi para pengemudi. Keberanian Presiden Prabowo dalam mengambil sikap di Hari Buruh 2026 ini menjadi catatan penting dalam sejarah kepemimpinannya, di mana kepentingan rakyat kecil ditempatkan di atas kepentingan korporasi besar.
Sebagai penutup pidatonya, Presiden berjanji akan terus memantau implementasi kebijakan ini secara langsung. Beliau menekankan bahwa tidak ada tempat bagi praktik bisnis yang tidak adil di bumi Indonesia. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan instruksi penurunan potongan ojol menjadi 8 persen ini akan menjadi kado terindah bagi para buruh dan pekerja informal di seluruh Indonesia pada tahun 2026 ini.