Polemik Kepergian Wali Kota Medan Rico Waas ke Luar Negeri: Antara Urusan Kesehatan dan Teguran Presiden

Siska Amelia | KabarHarian
17 May 2026, 18:08 WIB
Polemik Kepergian Wali Kota Medan Rico Waas ke Luar Negeri: Antara Urusan Kesehatan dan Teguran Presiden

KabarHarian — Di tengah kesibukan agenda nasional yang tengah berlangsung di berbagai penjuru tanah air, perhatian publik Sumatera Utara mendadak tersedot pada absennya sosok penting dalam sebuah seremoni kenegaraan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara mengejutkan tidak terlihat dalam acara peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berlangsung di Kota Medan. Ketidakhadiran ini memicu spekulasi luas hingga akhirnya terungkap bahwa orang nomor satu di Medan tersebut tengah berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan medis.

Klarifikasi Rico Waas dan Urgensi Pengobatan di Luar Negeri

Menanggapi riuhnya pemberitaan mengenai keberadaannya, Rico Waas akhirnya memberikan pernyataan resmi untuk mendinginkan suasana. Ia membenarkan bahwa saat ini dirinya memang sedang berada di luar negeri demi kepentingan kesehatan. Menurutnya, rencana untuk berobat ini bukanlah agenda mendadak, melainkan jadwal yang sudah ia susun sejak jauh-jauh hari namun terus tertunda akibat padatnya jadwal kedinasan.

“Benar bahwa saya sedang berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan. Jauh-jauh hari saya sudah merencanakan agenda berobat ini, namun waktunya seringkali tidak sinkron dengan tugas di lapangan. Kebetulan saat ini ada waktu libur yang memungkinkan, maka saya memutuskan untuk berangkat. Saya juga telah melaporkan agenda ini secara resmi kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri),” ujar Rico dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (17/5/2026).

Baca Juga Horor Bom Rakitan di SMP Brasil: 10 Siswa Terluka Akibat Ledakan Pipa Berisi Paku dan Baut
Horor Bom Rakitan di SMP Brasil: 10 Siswa Terluka Akibat Ledakan Pipa Berisi Paku dan Baut

Keponakan dari Ketua Umum Partai NasDem ini menekankan bahwa kunjungannya ke luar negeri kali ini murni untuk urusan medis, termasuk untuk melakukan kontrol rutin dan mengambil persediaan obat-obatan yang selama ini ia konsumsi. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadirannya dalam agenda-agenda penting di daerah dalam beberapa hari terakhir.

Transparansi Anggaran: Tidak Menggunakan Dana APBD

Salah satu poin krusial yang ditegaskan oleh Rico Waas dalam klarifikasinya adalah mengenai sumber pendanaan perjalanannya tersebut. Di tengah sensitivitas publik terhadap penggunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi pejabat, Rico dengan tegas menyatakan bahwa perjalanannya tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan sama sekali.

“Penting untuk saya sampaikan bahwa perjalanan ini tidak menggunakan dana APBD sedikit pun. Semuanya murni menggunakan dana pribadi. Saya sadar betul akan tanggung jawab saya, dan perjalanan pengobatan ini adalah urusan personal yang saya biayai sendiri,” tegasnya. Meskipun ia tidak merinci secara mendetail di negara mana ia menjalani pengobatan maupun durasi pastinya, Rico berjanji akan segera kembali bertugas setelah proses medisnya selesai.

Baca Juga Komitmen Parenting Al Ghazali dan Alyssa Daguise: Rawat Buah Hati Tanpa Babysitter Demi Bonding Maksimal
Komitmen Parenting Al Ghazali dan Alyssa Daguise: Rawat Buah Hati Tanpa Babysitter Demi Bonding Maksimal

Sentilan Presiden Prabowo Subianto dan Reaksi Bobby Nasution

Absennya Rico Waas menjadi semakin kontroversial setelah Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung ketidakhadiran pejabat daerah dalam peresmian 1.061 titik KDKMP yang dilakukan secara daring. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kehadiran fisik dan komitmen pimpinan daerah terhadap program-program kerakyatan. Presiden bahkan secara khusus meminta Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk memeriksa perizinan setiap pejabat yang kedapatan berada di luar negeri pada saat jam kerja atau agenda penting nasional.

“Tolong dicek izinnya bagi pejabat yang sedang ke luar negeri. Ada izinnya atau tidak? Pak Mendagri, saya minta ini diperiksa secara teliti,” ujar Presiden Prabowo dengan nada tegas di sela-sela peresmian KDKMP. Arahan ini menjadi sinyal kuat bahwa kedisiplinan birokrasi menjadi prioritas utama di bawah kepemimpinannya.

Senada dengan Presiden, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga menaruh perhatian serius pada absennya Wali Kota Medan. Bobby mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui keberadaan Rico di luar negeri setelah melakukan pengecekan di lokasi acara yang digelar di Kelurahan Tanjung Selamat. Bobby mengingatkan bahwa sebagai pejabat negara, aturan mengenai perjalanan ke luar negeri sangat ketat dan harus melalui prosedur perizinan yang jelas, terlepas dari apakah perjalanan tersebut dilakukan saat hari libur atau tidak.

Baca Juga Bukan Bangkrut, Ini Alasan Sebenarnya Cynthia Lamusu dan Surya Saputra Pindah ke Hunian Minimalis
Bukan Bangkrut, Ini Alasan Sebenarnya Cynthia Lamusu dan Surya Saputra Pindah ke Hunian Minimalis

Dinamika Komunikasi dan Monitoring Pemerintahan Secara Jarak Jauh

Selain soal kesehatan, Rico Waas juga mengakui bahwa selama ini jalinan komunikasi antara Pemerintah Kota Medan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) belum berjalan dengan optimal. Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi tata kelola birokrasi di wilayah tersebut. Meskipun demikian, Rico menjamin bahwa roda pemerintahan di Kota Medan tidak akan berhenti hanya karena dirinya sedang tidak berada di tempat.

Selama berada di luar negeri, Rico mengaku tetap memantau perkembangan kota Medan setiap waktu. Ia memberikan instruksi tegas kepada para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga Kepala Lingkungan (Kepling) untuk tetap siaga dan memantau wilayah masing-masing dengan ketat. Ia tidak ingin ketidakhadirannya dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atau menyebabkan kendala dalam pelayanan publik.

“Saya terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan para pejabat di Medan. Saya minta semua lini tetap bekerja maksimal demi menjaga situasi tetap kondusif dan memastikan pembangunan terus berjalan sesuai rencana yang kita cintai bersama,” tambahnya.

Baca Juga Chelsea Gigit Jari: Kekalahan di Markas Sunderland Tutup Pintu Menuju Eropa Musim Depan
Chelsea Gigit Jari: Kekalahan di Markas Sunderland Tutup Pintu Menuju Eropa Musim Depan

Langkah Kedepan: Menyeimbangkan Kesehatan dan Tugas Negara

Kasus ini menjadi pengingat bagi para pejabat publik akan pentingnya transparansi komunikasi dan tertib administrasi. Meskipun alasan kesehatan adalah faktor yang sangat manusiawi, posisi sebagai kepala daerah menuntut adanya sinkronisasi yang matang antara kebutuhan pribadi dan tanggung jawab publik. Kini, publik menanti kepulangan Rico Waas dan hasil verifikasi dari Kemendagri terkait izin perjalanan tersebut.

Pemerintah Kota Medan sendiri saat ini diwakili oleh Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap dalam berbagai acara formal. Diharapkan, setelah masa pengobatan ini selesai, Rico Waas dapat kembali dengan kondisi yang lebih prima untuk memimpin ibu kota Sumatera Utara ini menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan, sembari memperbaiki jalur koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat sesuai dengan arahan Presiden.

Siska Amelia

Siska Amelia

Penulis konten kreatif yang mengkhususkan diri pada topik gaya hidup, tren media sosial, dan pariwisata lokal. Siska fokus menghadirkan sisi humanis dan inspiratif dari setiap peristiwa harian.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *