Panduan Lengkap Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah 2026: Niat, Keutamaan, dan Jadwal Pelaksanaan

Hisan Halibin | KabarHarian
19 May 2026, 00:10 WIB
Panduan Lengkap Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah 2026: Niat, Keutamaan, dan Jadwal Pelaksanaan

KabarHarian — Memasuki pengujung kalender Hijriah, umat Islam di seluruh penjuru dunia kini menyambut datangnya bulan Dzulhijjah 1447 H dengan penuh suka cita. Sebagai salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT atau yang dikenal dengan istilah Ashhurul Hurum, Dzulhijjah menyimpan segudang keberkahan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja oleh setiap mukmin.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) senantiasa mengingatkan bahwa sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah adalah momentum emas untuk mempertebal timbangan amal saleh. Di antara berbagai amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, ibadah puasa sunnah menjadi primadona yang memiliki dimensi spiritual sangat mendalam. Puasa ini tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, namun juga menjadi sarana pembersihan jiwa sebelum merayakan Idul Adha.

Filosofi dan Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Mengapa sepuluh hari pertama Dzulhijjah begitu istimewa? Dalam sebuah narasi yang kuat, Ibnu Abbas RA meriwayatkan sabda Rasulullah SAW yang menegaskan bahwa tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah melainkan pada sepuluh hari pertama bulan ini. Bahkan, kemuliaannya disebut mampu menandingi pahala jihad fi sabilillah, kecuali bagi mereka yang berangkat berjuang dengan nyawa dan hartanya lalu tidak kembali lagi (syahid).

Baca Juga Ketegangan di Kedalaman Laut Barents: Sinopsis Hunter Killer dan Misi Mustahil Mencegah Perang Dunia III
Ketegangan di Kedalaman Laut Barents: Sinopsis Hunter Killer dan Misi Mustahil Mencegah Perang Dunia III

Melaksanakan puasa sunnah pada periode ini merupakan bentuk ketaatan yang puncaknya terdapat pada tiga kategori utama: puasa tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah, puasa Tarwiyah pada tanggal 8, dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Masing-masing memiliki landasan dan niat yang spesifik guna memastikan ibadah yang dijalankan sesuai dengan tuntunan syariat Islam yang lurus.

Niat Puasa Dzulhijjah (Tanggal 1 sampai 7)

Bagi Anda yang ingin mengawali bulan mulia ini dengan berpuasa secara maraton sejak tanggal satu, memahami niat adalah langkah awal yang krusial. Niat merupakan ruh dari sebuah ibadah yang membedakan antara rutinitas biologis dengan pengabdian ilahiah. Berikut adalah lafal niat untuk puasa sunnah dari tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرٍ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”

Puasa Tarwiyah: Menjernihkan Pikiran di Tanggal 8 Dzulhijjah

Secara etimologi, Tarwiyah berasal dari kata rawiya yang berarti merenung atau berpikir. Hari ini dinamakan Tarwiyah karena pada masa lampau, para jemaah haji mempersiapkan air untuk perjalanan menuju Arafah, atau secara maknawi, merenungkan mimpi Nabi Ibrahim AS tentang perintah menyembelih putranya. Puasa ini menjadi jembatan spiritual sebelum memasuki puncak haji.

Baca Juga Jadwal Lengkap Tanggal Merah Mei 2026: Panduan Strategi Libur Panjang dan Cuti Bersama
Jadwal Lengkap Tanggal Merah Mei 2026: Panduan Strategi Libur Panjang dan Cuti Bersama

Adapun bacaan niat puasa Tarwiyah adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Puasa Arafah: Puncak Pengampunan di Tanggal 9 Dzulhijjah

Inilah puasa yang paling dinantikan oleh umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Puasa Arafah dilaksanakan bertepatan dengan momen ketika jemaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Sebuah diskon pahala yang luar biasa besar bagi setiap pendosa yang ingin bertaubat.

Berikut adalah lafal niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Fleksibilitas Waktu Membaca Niat

Dalam diskursus fiqh, terdapat perbedaan antara puasa wajib dan puasa sunnah terkait waktu pelafalan niat. Untuk puasa wajib seperti Ramadhan, niat harus dilakukan di malam hari sebelum fajar (tabyit). Namun, untuk puasa sunnah Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah, Islam memberikan kemudahan bagi umatnya.

Baca Juga Keadilan yang Terhimpit: Menguak Intimidasi dan Paksaan ‘Damai’ Kasus Pelecehan ART di Rumah Bupati Konsel
Keadilan yang Terhimpit: Menguak Intimidasi dan Paksaan ‘Damai’ Kasus Pelecehan ART di Rumah Bupati Konsel

Jika Anda terbangun di pagi hari dan ingin berpuasa namun lupa berniat pada malam harinya, Anda tetap diperbolehkan untuk menjalankan puasa tersebut. Syaratnya, Anda belum mengonsumsi makanan atau minuman apa pun dan belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Niat ini bisa dibaca hingga sebelum masuk waktu Zuhur.

Lafal Niat Puasa di Siang Hari

Jika niat dilakukan di pagi atau siang hari, maka terdapat sedikit penyesuaian pada redaksinya:

  • Niat Puasa 1-7 Dzulhijjah (Siang): Nawaitu shauma hadzaal-yaumi ‘an adzaa’i syahri dzil hijjah sunnatan lillaahi ta’aala. (Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta’ala).
  • Niat Puasa Tarwiyah (Siang): Nawaitu shauma hadzaal-yaumi ‘an adzaa’i tarwiyah sunnatan lillaahi ta’aala. (Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah Ta’ala).
  • Niat Puasa Arafah (Siang): Nawaitu shauma hadzaal-yaumi ‘an adzaa’i ‘arafah sunnatan lillaahi ta’aala. (Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah Ta’ala).

Kalender Ibadah: Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026

Berdasarkan hasil pemantauan hilal dan sidang isbat yang menjadi rujukan resmi, 1 Dzulhijjah 1447 H diprediksi jatuh pada pertengahan bulan Mei 2026. Hal ini penting untuk dipahami agar umat Islam dapat mempersiapkan fisik dan mental sejak jauh hari. Berikut adalah rincian jadwal pelaksanaannya:

Baca Juga Menilik Status Libur Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026: Ketentuan Resmi dan Kilas Balik Perjuangan Ki Hadjar Dewantara
Menilik Status Libur Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026: Ketentuan Resmi dan Kilas Balik Perjuangan Ki Hadjar Dewantara

Jadwal Puasa 1-7 Dzulhijjah 2026

  • 1 Dzulhijjah 1447 H: Senin, 18 Mei 2026
  • 2 Dzulhijjah 1447 H: Selasa, 19 Mei 2026
  • 3 Dzulhijjah 1447 H: Rabu, 20 Mei 2026
  • 4 Dzulhijjah 1447 H: Kamis, 21 Mei 2026
  • 5 Dzulhijjah 1447 H: Jumat, 22 Mei 2026
  • 6 Dzulhijjah 1447 H: Sabtu, 23 Mei 2026
  • 7 Dzulhijjah 1447 H: Minggu, 24 Mei 2026

Puncak Puasa Sunnah

  • Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah 1447 H): Senin, 25 Mei 2026
  • Puasa Arafah (9 Dzulhijjah 1447 H): Selasa, 26 Mei 2026

Setelah melaksanakan rangkaian puasa tersebut, umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah 1447 H). Perlu diingat bahwa pada hari raya dan hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah), umat Islam dilarang atau diharamkan untuk berpuasa.

Menutup Bulan dengan Kebaikan

Demikianlah panduan lengkap mengenai niat dan jadwal puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, serta Arafah untuk tahun 2026. Kehadiran bulan ini adalah kesempatan bagi kita untuk melakukan introspeksi diri dan memohon ampunan atas segala khilaf yang telah lalu. Dengan niat yang tulus dan pelaksanaan yang sesuai syariat, semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan memberikan keberkahan bagi kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak.

Jangan lupa untuk membagikan informasi ini kepada keluarga dan kerabat agar lebih banyak orang yang dapat meraih pahala di bulan mulia ini. Selamat menyambut bulan Dzulhijjah!

Baca Juga Tragedi Maut di Toraja Utara: Aksi Freestyle Lepas Setir Moge Berujung Nyawa Bocah 10 Tahun Melayang
Tragedi Maut di Toraja Utara: Aksi Freestyle Lepas Setir Moge Berujung Nyawa Bocah 10 Tahun Melayang
Hisan Halibin

Hisan Halibin

Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi kabarharian. Berpengalaman dalam jurnalisme digital dan manajemen media. Fokus pada akurasi data dan penyajian berita yang edukatif bagi pembaca.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *