Estafet Kepemimpinan Korps Adhyaksa Sumut: Kajati Muhibuddin Resmi Lantik Wakajati, Aspidum, dan 7 Kajari Baru
KabarHarian — Aula Cipta Kerta di Gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menjadi saksi bisu sebuah seremoni sakral yang menandai babak baru penegakan hukum di wilayah Sumatera Utara. Pada Selasa pagi, 5 Mei 2026, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Muhibuddin, secara resmi memimpin prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sejumlah pejabat teras di lingkungan Korps Adhyaksa tersebut.
Rotasi kepemimpinan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan hukum bagi masyarakat di wilayah Sumatra Utara yang sangat dinamis. Sebanyak sembilan pejabat penting, yang terdiri dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati), Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum), serta tujuh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), resmi mengemban amanah baru dalam momen yang berlangsung khidmat tersebut.
Landasan Konstitusional dan Penyegaran Organisasi
Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan mandat yang tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 488 Tahun 2026 dan Nomor 347 Tahun 2026. Dokumen yang ditandatangani oleh Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung RI tersebut menjadi dasar hukum kuat bagi pergeseran posisi para jaksa berprestasi ini.
Dalam sambutannya, Kajati Sumut Muhibuddin menekankan bahwa mutasi dan promosi adalah denyut nadi organisasi yang sehat. Menurutnya, setiap jabatan yang diberikan adalah sebuah kepercayaan besar dari negara yang harus dijawab dengan dedikasi tinggi. Ia mengingatkan bahwa keberadaan para pejabat baru ini diharapkan mampu memberikan energi segar dan inovasi dalam menyelesaikan berbagai problematika hukum yang ada di Sumatera Utara.
Amanah Besar: Antara Hukum, Nurani, dan Kemanusiaan
Salah satu poin paling krusial dalam pidato Muhibuddin adalah penekanan pada aspek moralitas dalam menjalankan tugas. Ia berulang kali mengingatkan agar para jaksa yang baru dilantik tidak hanya terpaku pada teks undang-undang semata, tetapi juga harus peka terhadap rasa keadilan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Jangan sekali-kali mencederai rasa keadilan di masyarakat. Lakukan penegakan hukum secara berani, tegas, namun tetap harus mengedepankan nurani serta rasa kemanusiaan,” ujar Muhibuddin dengan nada tegas di hadapan para hadirin. Kalimat ini seolah menjadi pengingat bagi seluruh jaksa bahwa kekuasaan hukum yang mereka genggam haruslah digunakan untuk melindungi, bukan sekadar menghukum.
Muhibuddin juga memberikan instruksi khusus mengenai penjagaan marwah institusi. Di tengah sorotan tajam publik terhadap kinerja aparat penegak hukum, ia meminta bawahannya untuk membentengi diri dengan iman dan takwa. Integritas moral menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar dalam menjaga kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi Kejaksaan.
Peringatan Keras Terhadap Praktik Transaksional
Tidak hanya bicara soal nurani, Kajati Sumut juga memberikan peringatan keras terkait etika profesi. Ia menegaskan agar seluruh pejabat menghindari penyalahgunaan kewenangan dalam bentuk apa pun. Secara spesifik, ia melarang keras adanya tindakan transaksional dalam penanganan perkara.
“Bentengi diri kalian. Hindari penyalahgunaan kewenangan, terutama tindakan transaksional yang wajib dijauhi dalam melaksanakan tugas. Segera lakukan pemetaan situasi dan kondisi di wilayah penugasan masing-masing. Bekerjalah secara profesional dan tunjukkan kerja keras kalian,” pungkas Muhibuddin.
Daftar Pejabat Baru yang Dilantik
Berikut adalah rincian lengkap mengenai pergeseran posisi penting yang baru saja diresmikan di lingkungan Kejati Sumut:
1. Pimpinan Tinggi Kejati Sumut
- Eko Adhyaksono resmi menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sumut. Ia menggantikan Abdullah Noer Denny yang mendapatkan promosi strategis sebagai Direktur IV pada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI di Jakarta.
- Suhendri kini mengemban jabatan sebagai Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sumut. Ia menggantikan posisi Jurist Precisely yang kini dipromosikan menjadi Koordinator pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung RI.
2. Regenerasi di Tingkat Kejaksaan Negeri (Kajari)
Selain posisi asisten dan pimpinan tinggi, regenerasi juga terjadi di tujuh wilayah Kejaksaan Negeri di Sumatera Utara:
- Kajari Batu Bara: Amanah kini diserahkan kepada Syahrir Jasman, yang menggantikan pejabat lama Fransisco Tarigan.
- Kajari Padangsidimpuan: Dr. Hartadi Christitanto resmi menggantikan Dr. Lambok Marisi Sidabutar. Kepemimpinan di wilayah kota salak ini diharapkan membawa warna baru dalam penegakan hukum setempat.
- Kajari Labuhanbatu Selatan (Labusel): Alexander Zaldi dilantik untuk menggantikan Victoris Parlaungan Purba.
- Kajari Tapanuli Selatan: Jabatan kini beralih dari Muhammad Indra Muda Nasution kepada M. Emri Kurniawan.
- Kajari Labuhanbatu: Jeffry Paultje Maukar resmi didefinisikan sebagai pimpinan baru, mengisi posisi yang sebelumnya sempat diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dr. Ricky Syahputra.
- Kajari Karo: Edmon Novvery Purba kini memimpin Kejaksaan Negeri Karo menggantikan Danke Rajagukguk.
Harapan Masyarakat Sumatera Utara
Dengan dilantiknya wajah-wajah baru di posisi strategis ini, masyarakat Sumatera Utara menaruh harapan besar akan terciptanya iklim hukum yang lebih transparan dan berkeadilan. Kehadiran Eko Adhyaksono sebagai Wakajati baru diharapkan mampu memperkuat koordinasi internal di bawah kepemimpinan Muhibuddin.
Penugasan tujuh Kajari baru di wilayah strategis seperti Batu Bara, Karo, hingga Labuhanbatu juga menjadi sorotan. Wilayah-wilayah ini memiliki karakteristik hukum yang berbeda, mulai dari masalah sengketa lahan, tindak pidana korupsi, hingga persoalan pidana umum yang kerap bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Profesionalitas dan ketegasan para Kajari baru ini akan diuji seiring berjalannya waktu dalam menuntaskan perkara-perkara yang menjadi perhatian publik.
Acara pelantikan ini ditutup dengan sesi pemberian selamat dan foto bersama, yang mencerminkan soliditas di internal Korps Adhyaksa Sumatera Utara. Kini, tantangan sebenarnya menanti di meja kerja masing-masing pejabat untuk membuktikan bahwa amanah yang mereka terima benar-benar dipersembahkan untuk bangsa dan negara.