Duka di Tengah Guyuran Hujan: Detik-Detik Penyelamatan Pasutri Lansia Saat Kebakaran Hebat Melanda Emmy Saelan Makassar

Hisan Halibin | KabarHarian
18 May 2026, 16:08 WIB
Duka di Tengah Guyuran Hujan: Detik-Detik Penyelamatan Pasutri Lansia Saat Kebakaran Hebat Melanda Emmy Saelan Makassar

KabarHarian — Kota Makassar yang tengah dibasuh hujan lebat tiba-tiba dikejutkan oleh kepulan asap hitam yang membubung tinggi di kawasan pemukiman padat. Pada Senin siang yang biasanya tenang, warga di Jalan Emmy Saelan III, Kecamatan Rappocini, harus berjibaku dengan maut ketika si jago merah mengamuk di salah satu rumah tinggal dua lantai. Ironisnya, bencana ini terjadi justru saat langit Makassar sedang menumpahkan air dengan cukup deras, membuktikan bahwa api tidak mengenal kondisi cuaca untuk menghanguskan apa pun di jalannya.

Peristiwa yang menggetarkan hati ini terjadi tepat pada pukul 13.57 Wita. Berdasarkan laporan yang dihimpun tim redaksi di lapangan, api pertama kali muncul dari bagian belakang bangunan permanen tersebut. Dalam waktu singkat, kobaran api yang tak terkendali langsung melahap atap hingga menjalar ke lantai dasar, menciptakan pemandangan kontras antara dinginnya hujan dan panasnya bara api yang menghanguskan seisi rumah.

Kepulan Asap di Balik Tirai Hujan

Kondisi cuaca yang sedang hujan deras pada awalnya membuat warga sekitar tidak menyadari adanya kebakaran. Suara rintik hujan yang riuh sempat menyamarkan bunyi gemeretak kayu yang terbakar. Namun, ketenangan itu pecah ketika sejumlah warga yang berada di sebuah bengkel tepat di depan rumah korban melihat kepulan asap tebal menyelinap di antara celah atap. Kesadaran akan adanya bahaya langsung memicu kepanikan massal di lingkungan Jalan Emmy Saelan III.

Baca Juga Penyesalan Terdalam Adit: Balada Oknum Suporter PSM yang Terprovokasi dalam Laga Panas Melawan Persib
Penyesalan Terdalam Adit: Balada Oknum Suporter PSM yang Terprovokasi dalam Laga Panas Melawan Persib

Warga yang melihat kejadian tersebut segera berteriak meminta pertolongan. Hal ini bukan sekadar kebakaran rumah biasa, sebab di dalam rumah berlantai dua tersebut diketahui terdapat penghuni yang sangat rentan. Sosok pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia sedang berada di dalam rumah saat api mulai menguasai konstruksi bangunan. Tanpa pikir panjang, warga setempat secara spontan merangsek masuk dan melakukan upaya evakuasi mandiri sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Aksi Heroik Penyelamatan Pasutri Lansia

Detik-detik penyelamatan berlangsung dramatis. Nirma (19), salah seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian, menceritakan bagaimana warga dengan sigap bahu-membahu masuk ke dalam rumah yang sudah mulai dipenuhi asap. Fokus utama warga adalah menyelamatkan dua lansia yang terjebak di tengah kepungan asap yang kian menyesakkan dada. “Tadi waktu kebakaran, ada dua orang di dalam rumah, semuanya sudah tua atau lansia. Warga lewat samping rumah untuk mengevakuasi mereka,” tutur Nirma dengan nada yang masih menyiratkan kecemasan.

Proses evakuasi ini terbilang sangat krusial. Pasalnya, mobilitas lansia yang terbatas membuat mereka sulit untuk menyelamatkan diri sendiri di tengah kepanikan. Beruntung, solidaritas warga sekitar sangat tinggi. Dengan penuh kehati-hatian, kedua lansia tersebut berhasil dibimbing keluar dari zona berbahaya menuju tempat yang lebih aman. Tak lama setelah mereka berhasil diselamatkan, api kian membesar dan melalap sebagian besar ruangan di lantai dua.

Baca Juga Tragedi Erupsi Gunung Dukono: Upaya Tak Kenal Lelah Mencari Dua Pendaki Singapura yang Terjebak di Bawah Timbunan Abu
Tragedi Erupsi Gunung Dukono: Upaya Tak Kenal Lelah Mencari Dua Pendaki Singapura yang Terjebak di Bawah Timbunan Abu

Kepanikan di Kamar Kos: Suara Gedoran Pintu yang Menyelamatkan Nyawa

Kebakaran ini tidak hanya mengancam pemilik rumah, tetapi juga para penghuni kamar kos yang dikelola oleh pemilik bangunan tersebut. Magfira (19), salah seorang penghuni kos, menceritakan pengalaman mengerikannya saat dibangunkan secara paksa oleh warga. Saat itu, ia sedang terlelap tidur, terlena oleh suara hujan yang biasanya menenangkan. Namun, mimpinya buyar ketika pintu kamarnya digedor dengan keras oleh warga yang memberikan peringatan darurat.

“Saya lagi tidur, tiba-tiba ada yang mendobrak pintu kamar. Warga menyuruh semua keluar karena ada kebakaran tepat di samping kos. Kami semua langsung diminta menyelamatkan diri dan membawa barang-barang berharga yang bisa dibawa seadanya ke depan jalan,” ungkap Magfira. Para penghuni kos yang mayoritas adalah anak muda tampak panik menyelamatkan dokumen penting dan perlengkapan kuliah mereka sembari menghindari hawa panas yang mulai menyengat.

Respons Cepat Damkarmat Makassar di Tengah Guyuran Hujan

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar langsung bergerak cepat begitu menerima laporan pada pukul 13.57 Wita. Meskipun medan menuju lokasi cukup padat dan kondisi jalan yang licin akibat hujan, armada pemadam berhasil mencapai titik api dengan waktu respons yang sangat baik. Komandan Pleton III Damkarmat Makassar, Andi Haris, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan kekuatan penuh untuk meminimalisir perambatan api ke rumah warga lainnya.

Baca Juga Transformasi Luwu Utara di Usia 27: Gebrakan Andi Sudirman Sulaiman Melalui Konektivitas dan Kesejahteraan Rakyat
Transformasi Luwu Utara di Usia 27: Gebrakan Andi Sudirman Sulaiman Melalui Konektivitas dan Kesejahteraan Rakyat

“Kami mengerahkan total 10 unit armada pemadam kebakaran. Ini terdiri dari dua regu dari Markas Komando (Mako), empat unit dari Posko Timur, serta satu mobil rescue khusus. Sebanyak 36 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api,” jelas Andi Haris saat memberikan keterangan resmi kepada media. Kehadiran petugas pemadam kebakaran ini membawa angin segar bagi warga yang mulai kewalahan menjinakkan api dengan alat seadanya.

Menariknya, kondisi hujan deras yang melanda Makassar saat itu justru membantu mempercepat proses pemadaman. Andi Haris mengakui bahwa curah hujan yang tinggi membantu menjaga suhu di sekitar area kebakaran agar tidak terlalu panas, sehingga personel bisa lebih mudah mendekati titik pusat api. Hanya dalam waktu sekitar 30 menit, api berhasil dikuasai dan proses pendinginan segera dilakukan untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang bisa memicu kebakaran susulan.

Kerugian dan Analisis Dampak Pasca-Kebakaran

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa memilukan ini, kerugian materil diperkirakan mencapai angka yang cukup signifikan. Pantauan di lokasi menunjukkan bagian belakang rumah dua lantai tersebut hampir habis tak bersisa. Struktur atap telah runtuh, dan interior bangunan di lantai dua terlihat menghitam akibat jilatan api. Beberapa fasilitas kamar kos juga mengalami kerusakan, baik akibat paparan api maupun efek dari proses pemadaman air bertekanan tinggi.

Baca Juga Geger di Tondano Selatan: Misteri Penemuan Bayi Laki-Laki dalam Tas yang Mengguncang Minahasa
Geger di Tondano Selatan: Misteri Penemuan Bayi Laki-Laki dalam Tas yang Mengguncang Minahasa

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian dan tim forensik. Namun, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang dipicu oleh rembesan air hujan di bagian instalasi kabel bangunan. Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Makassar agar tetap waspada dan rutin memeriksa kelistrikan rumah, terutama saat musim penghujan di mana risiko kebocoran atap yang mengenai instalasi listrik meningkat tajam.

Pelajaran Berharga dari Emmy Saelan

Tragedi di Jalan Emmy Saelan ini meninggalkan kesan mendalam tentang pentingnya kepedulian antar tetangga. Tanpa kesigapan warga yang melihat asap di tengah hujan, nasib pasangan lansia tersebut mungkin akan berakhir tragis. Keberanian warga mendobrak pintu kos dan mengevakuasi lansia adalah bukti nyata bahwa kekuatan komunitas adalah benteng pertahanan pertama dalam setiap bencana.

Damkarmat Makassar juga mengimbau agar setiap pemilik bangunan, terutama yang menyediakan fasilitas kos-kosan, untuk memiliki alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah pencegahan awal. Kesigapan petugas dan bantuan alam berupa hujan memang membantu, namun kesiapan mandiri tetap menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak kerugian akibat kebakaran di masa depan.

Baca Juga Mencekam! Detik-detik Penyerangan Toko Outdoor di Gowa: Berawal dari Saling Sindir di Instagram
Mencekam! Detik-detik Penyerangan Toko Outdoor di Gowa: Berawal dari Saling Sindir di Instagram

Kini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan olah TKP lebih lanjut. Keluarga korban dan para penghuni kos untuk sementara waktu harus mengungsi ke rumah kerabat terdekat sembari menata kembali puing-puing sisa kebakaran yang tersisa. Makassar kembali diingatkan bahwa bencana bisa datang kapan saja, bahkan di tengah sejuknya rintik hujan yang membasuh bumi.

Hisan Halibin

Hisan Halibin

Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi kabarharian. Berpengalaman dalam jurnalisme digital dan manajemen media. Fokus pada akurasi data dan penyajian berita yang edukatif bagi pembaca.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *