Drama di Atas Awan: Klarifikasi Jemaah Haji Makassar yang Viral Minta Turun Pesawat, Bukan Soal Ayam?

Hisan Halibin | KabarHarian
01 May 2026, 22:09 WIB
Drama di Atas Awan: Klarifikasi Jemaah Haji Makassar yang Viral Minta Turun Pesawat, Bukan Soal Ayam?

KabarHarian — Di tengah hiruk-pikuk musim haji tahun 2026, sebuah rekaman video mendadak menjadi buah bibir di berbagai platform media sosial. Video tersebut memperlihatkan seorang jemaah calon haji (JCH) lansia yang tampak gelisah dan bersikeras ingin turun dari pesawat yang tengah mengudara. Narasi yang berkembang di jagat maya menyebutkan bahwa sang nenek teringat akan ternak ayamnya di kampung halaman yang belum diberi makan. Namun, benarkah demikian? KabarHarian menelusuri fakta di balik kejadian unik nan mengharukan ini.

Kejadian Viral di Kloter 12 Embarkasi Makassar

Peristiwa ini bermula saat rombongan jemaah calon haji yang tergabung dalam Kloter 12 Embarkasi Makassar tengah melakukan perjalanan panjang menuju Madinah, Arab Saudi, pada Rabu (29/4/2026). Jemaah yang bersangkutan diketahui berasal dari Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Dalam potongan video yang beredar luas, terlihat seorang wanita lansia berdiri dari kursinya di kabin pesawat dengan raut wajah penuh kecemasan.

Dua orang petugas haji dan seorang pramugari dengan sigap mencoba menenangkan jemaah tersebut. Situasi sempat terasa tegang namun tetap terkendali. Netizen yang melihat unggahan tersebut banyak yang bersimpati, namun tak sedikit pula yang mempercayai narasi humor bahwa alasannya ingin turun adalah demi memberi makan ayam peliharaannya. Fenomena ini kemudian memicu respons cepat dari otoritas terkait untuk meluruskan informasi agar tidak terjadi simpang siur yang berkepanjangan.

Baca Juga Mencekam! Detik-detik Penyerangan Toko Outdoor di Gowa: Berawal dari Saling Sindir di Instagram
Mencekam! Detik-detik Penyerangan Toko Outdoor di Gowa: Berawal dari Saling Sindir di Instagram

Klarifikasi Resmi: Bukan Ayam, Melainkan Rasa Takut

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, memberikan penjelasan mendalam kepada KabarHarian terkait insiden tersebut. Menurutnya, alasan yang beredar di media sosial mengenai ‘lupa memberi makan ayam’ hanyalah narasi tambahan dari netizen atau orang-orang di sekitar yang tidak mengetahui fakta sebenarnya.

“Jadi perlu kami luruskan, alasannya bukan karena ingat ayamnya. Yang benar adalah jemaah tersebut baru pertama kali seumur hidupnya naik pesawat terbang. Ada rasa takut dan kecemasan yang luar biasa saat pesawat sudah berada di ketinggian,” ungkap Ikbal Ismail saat dikonfirmasi pada Jumat (1/5/2026). Rasa takut akan ketinggian atau aerofobia, ditambah dengan lingkungan kabin yang asing, seringkali memicu reaksi panik pada lansia, terutama bagi mereka yang belum pernah melakukan perjalanan udara sebelumnya.

Ketegangan di Udara dan Respons Cepat Petugas

Insiden tersebut terjadi ketika pesawat sudah mengudara (in-flight). Bagi seseorang yang belum pernah terbang, sensasi tekanan udara dan getaran mesin pesawat bisa menjadi pengalaman yang sangat mengintimidasi. Jemaah lansia tersebut dilaporkan tiba-tiba merasa tidak nyaman dan ingin segera kembali ke daratan, yang secara spontan ia ekspresikan dengan meminta turun saat itu juga.

Baca Juga Panduan Lengkap Kalender Hijriah 29 April 2026: Memahami Transisi Syawal ke Dzulqa’dah
Panduan Lengkap Kalender Hijriah 29 April 2026: Memahami Transisi Syawal ke Dzulqa’dah

Beruntung, petugas pendamping haji yang telah dilatih untuk menangani situasi darurat psikologis segera mengambil tindakan. Mereka tidak hanya memberikan instruksi teknis, tetapi juga pendekatan emosional. “Petugas kami mendampingi dengan sabar, membimbing beliau untuk duduk kembali, dan memberikan pengertian bahwa perjalanan ini aman dan merupakan bagian dari ibadah suci,” tambah Ikbal. Pendekatan persuasif ini terbukti efektif dalam meredam kepanikan jemaah tersebut.

Pendampingan Ekstra untuk Jemaah Haji Lansia

Kejadian ini kembali mengingatkan publik akan pentingnya program ‘Haji Ramah Lansia’ yang dicanangkan pemerintah. Perjalanan dari daerah asal seperti Mamuju menuju Makassar, kemudian dilanjutkan dengan penerbangan belasan jam menuju Madinah, merupakan beban fisik dan mental yang besar bagi para lansia. Tantangan psikologis seperti disorientasi ruang dan waktu seringkali muncul selama penerbangan panjang.

Dalam konteks ini, peran pramugari dan petugas haji di dalam pesawat menjadi garda terdepan. Mereka harus mampu menjadi penenang sekaligus komunikator yang baik. KabarHarian mencatat bahwa dalam video tersebut, kerja sama antara kru pesawat dan petugas haji terlihat sangat harmonis dalam memastikan jemaah tersebut kembali merasa aman di kursinya.

Baca Juga Kalender Hijriah 5 Mei 2026: Menakar Makna Spiritual di Balik Tanggal 17 Dzulqa’dah 1447 H
Kalender Hijriah 5 Mei 2026: Menakar Makna Spiritual di Balik Tanggal 17 Dzulqa’dah 1447 H

Akhir Bahagia di Kota Nabi

Meskipun sempat diwarnai drama ketakutan di atas awan, perjalanan jemaah haji Kloter 12 Makassar berakhir dengan penuh sukacita. Ikbal Ismail memastikan bahwa begitu roda pesawat menyentuh landasan di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, kondisi jemaah lansia tersebut langsung berubah drastis.

“Setelah pesawat mendarat di Madinah, beliau sangat senang sekali. Ketakutannya hilang seketika saat menyadari bahwa dirinya sudah sampai di tanah suci,” jelas Ikbal dengan nada lega. Hal ini membuktikan bahwa rasa takut yang dialami hanyalah reaksi sesaat akibat situasi yang tidak familiar. Kini, sang nenek telah bergabung dengan rekan-rekan jemaahnya yang lain untuk menjalankan rangkaian ibadah arbain di Masjid Nabawi.

Pelajaran bagi Calon Jemaah dan Keluarga

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi keluarga jemaah haji yang akan berangkat. Memberikan edukasi dan gambaran tentang kondisi di dalam pesawat kepada anggota keluarga yang lansia sangatlah penting sebelum keberangkatan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir syok budaya atau ketakutan terhadap teknologi penerbangan yang mungkin dialami.

Baca Juga Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 vs China: Perjuangan Garuda Muda Memburu Tiket Piala Dunia di Jeddah
Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 vs China: Perjuangan Garuda Muda Memburu Tiket Piala Dunia di Jeddah

KabarHarian mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi yang viral di media sosial. Meskipun narasi ‘ingat ayam’ terdengar unik dan menarik perhatian, kenyataan di lapangan seringkali melibatkan sisi kemanusiaan yang lebih dalam, seperti perjuangan seorang lansia melawan rasa takut demi menunaikan rukun Islam kelima. Keberangkatan haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan ujian kesabaran dan mental sejak kaki melangkah keluar dari pintu rumah.

Kondisi Umum Jemaah Kloter 12

Secara umum, jemaah dari Kloter 12 Embarkasi Makassar dilaporkan dalam keadaan sehat walafiat. Meskipun ada satu insiden kecil yang viral, secara keseluruhan proses pemberangkatan berjalan sesuai jadwal. Pemerintah melalui kementerian terkait terus memantau kesehatan dan kenyamanan jemaah, mengingat suhu udara di Arab Saudi yang mulai meningkat.

Kabar mengenai jemaah haji asal Gowa yang sempat dikabarkan wafat di Madinah juga menjadi pengingat bagi seluruh jemaah untuk selalu menjaga hidrasi dan mengikuti instruksi tim medis. Perjalanan suci ini memang penuh tantangan, namun dengan pendampingan yang tepat, setiap kendala diharapkan dapat teratasi dengan baik, sebagaimana drama ‘minta turun pesawat’ yang berakhir dengan senyuman di Madinah.

Baca Juga Tanggal Hijriah Hari Ini 17 Mei 2026: Menelusuri Makna Dzulqa’dah dan Persiapan Menjelang Bulan Haji
Tanggal Hijriah Hari Ini 17 Mei 2026: Menelusuri Makna Dzulqa’dah dan Persiapan Menjelang Bulan Haji
Hisan Halibin

Hisan Halibin

Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi kabarharian. Berpengalaman dalam jurnalisme digital dan manajemen media. Fokus pada akurasi data dan penyajian berita yang edukatif bagi pembaca.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *