Aksi Nyata Camat Panakkukang dan PGIW Sulselbara: Kembalikan Hak Pejalan Kaki Melalui Gerakan Hijau dan Bersih

Hisan Halibin | KabarHarian
14 May 2026, 12:07 WIB
Aksi Nyata Camat Panakkukang dan PGIW Sulselbara: Kembalikan Hak Pejalan Kaki Melalui Gerakan Hijau dan Bersih

KabarHarian — Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan terpancar kuat di kawasan Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan. Bertepatan dengan peringatan Hari Kenaikan Isa Almasih, sebuah aksi kolaboratif digelar oleh Pemerintah Kecamatan Panakkukang bersama jajaran pengurus Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Sulselbara. Bukan sekadar seremonial, aksi nyata ini diwujudkan dalam bentuk kerja bakti massal yang menyasar normalisasi fungsi pedestrian serta penghijauan kota.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut dipusatkan di sekitar Gedung PGIW yang berlokasi di Jalan Racing Centre, Kelurahan Karampuang. Tidak hanya melibatkan aparatur pemerintah dan pengurus gereja, sejumlah tokoh masyarakat serta warga setempat juga turun tangan untuk bahu-membahu membersihkan sisa-sisa material beton bekas lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini menempati trotoar secara ilegal.

Restorasi Trotoar: Mengembalikan Hak Pejalan Kaki

Fokus utama dari kerja bakti kali ini adalah pembersihan sisa-sisa bangunan permanen dan semi-permanen milik PKL yang sebelumnya telah dibongkar. Camat Panakkukang, Syahril, menegaskan bahwa tindakan ini merupakan langkah krusial untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagaimana mestinya, yakni sebagai ruang aman bagi para pejalan kaki.

Baca Juga Drama Luka Cumic di Gelora BJ Habibie: Antara Heroisme, Air Mata, dan Cedera yang Mengancam
Drama Luka Cumic di Gelora BJ Habibie: Antara Heroisme, Air Mata, dan Cedera yang Mengancam

“Kami melaksanakan kerja bakti ini dengan misi utama mengembalikan fungsi pedestrian. Area ini sebelumnya digunakan oleh PKL yang secara sadar telah membongkar lapak mereka sendiri. Hari ini, tugas kami adalah memastikan tidak ada lagi sisa-sisa beton atau puing yang menghalangi jalan, sehingga masyarakat bisa berjalan kaki dengan nyaman dan aman,” ujar Syahril saat ditemui di sela-sela kegiatan, Kamis (14/5/2026).

Langkah persuasif yang dilakukan pihak kecamatan sebelumnya membuahkan hasil positif, di mana para pedagang dengan sukarela mengosongkan lahan publik tersebut. Pembersihan puing-puing beton ini menjadi tahap akhir dalam proses sterilisasi trotoar sebelum nantinya dilakukan penataan estetika lebih lanjut oleh Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait.

Sentuhan Hijau untuk Estetika Kota

Tak berhenti pada pembersihan puing, agenda kerja bakti ini juga diwarnai dengan aksi penanaman pohon. Puluhan bibit pohon kecil ditanam di sepanjang jalur pedestrian tersebut sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim sekaligus mempercantik wajah Kota Makassar, khususnya di wilayah Panakkukang.

Menurut Syahril, penanaman pohon ini merupakan langkah preventif agar lahan yang telah dibersihkan tidak kembali disalahgunakan. Dengan adanya tanaman dan taman kecil, ruang tersebut diharapkan dapat bertransformasi menjadi koridor hijau yang menyejukkan mata. “Kami tidak ingin trotoar ini kembali gersang atau kembali diduduki lapak liar. Dengan menanam pohon, kita menciptakan ekosistem yang lebih nyaman dan teduh bagi siapa saja yang melintas,” tambahnya.

Baca Juga Tragedi di Puncak Halmahera: Erupsi Gunung Dukono Renggut Nyawa Pendaki Asing dan Jebak Puluhan Orang
Tragedi di Puncak Halmahera: Erupsi Gunung Dukono Renggut Nyawa Pendaki Asing dan Jebak Puluhan Orang

Kehadiran pengurus PGIW Sulselbara dalam momen ini memberikan nuansa toleransi yang kental. Peringatan hari besar keagamaan dimaknai dengan kontribusi sosial bagi masyarakat luas, membuktikan bahwa semangat religiusitas selaras dengan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Transformasi TPS 3R di Karuwisi Utara

Setelah menuntaskan pembersihan di Jalan Racing Centre, rombongan yang dipimpin Camat Syahril bergeser menuju daerah Karuwisi Utara. Lokasi kedua ini memiliki agenda yang tak kalah penting, yakni pembenahan infrastruktur Tempat Pengolahan Sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

Pemerintah Kecamatan Panakkukang saat ini tengah gencar mendorong pengelolaan sampah yang lebih modern dan mandiri di tingkat lingkungan. Pembenahan TPS 3R di Karuwisi Utara diharapkan mampu menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam hal reduksi sampah sebelum dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Kami sedang melakukan pembenahan total pada sistem TPS berbasis lingkungan. Target kami adalah bagaimana masyarakat bisa mulai memilah sampah secara mandiri sejak dari rumah. Sampah organik, plastik, dan kertas harus terpisah sebelum masuk ke unit pengolahan, sehingga volume sampah yang berakhir di TPA bisa ditekan secara signifikan,” jelas Syahril secara mendalam.

Baca Juga Panduan Lengkap Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah 2026: Niat, Keutamaan, dan Jadwal Pelaksanaan
Panduan Lengkap Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah 2026: Niat, Keutamaan, dan Jadwal Pelaksanaan

Membangun Kesadaran Kolektif Masyarakat

Tantangan terbesar dalam menjaga kebersihan kota bukanlah pada ketersediaan petugas, melainkan pada tingkat kesadaran masyarakat. Syahril menekankan bahwa fasilitas umum seperti pedestrian dan sistem drainase bukan merupakan area pribadi yang bisa digunakan untuk kepentingan ekonomi sepihak.

Melalui rangkaian kegiatan ini, KabarHarian mencatat pesan kuat yang ingin disampaikan oleh pemerintah setempat: bahwa kebersihan adalah investasi jangka panjang. Syahril berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun dan dibersihkan.

“Kami sangat berharap ada pergeseran paradigma di tengah masyarakat. Jangan lagi ada penggunaan fasilitas umum di luar fungsinya. Trotoar untuk berjalan, bukan untuk berdagang secara permanen. Drainase untuk air, bukan untuk tempat sampah. Kesadaran lingkungan ini harus tumbuh dari setiap rumah tangga di Panakkukang,” tegasnya dengan nada optimis.

Masa Depan Panakkukang yang Lebih Sehat

Program kerja bakti lintas sektor ini rencananya akan dilakukan secara rutin dengan menggandeng berbagai komunitas keagamaan dan kepemudaan lainnya. Panakkukang, sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Makassar, memang membutuhkan perhatian ekstra dalam hal penataan tata ruang dan pengelolaan limbah padat.

Baca Juga Stadion BJ Habibie Sunyi Senyap: Menelusuri Alasan Keamanan di Balik Laga PSM Makassar vs Bhayangkara FC Tanpa Penonton
Stadion BJ Habibie Sunyi Senyap: Menelusuri Alasan Keamanan di Balik Laga PSM Makassar vs Bhayangkara FC Tanpa Penonton

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi warga akan pentingnya menjaga estetika lingkungan demi kenyamanan bersama. Dengan kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan seperti PGIW, dan elemen masyarakat, visi Makassar sebagai kota dunia yang nyaman untuk dihuni perlahan mulai menampakkan wujud nyatanya di setiap sudut jalanan Panakkukang.

Aksi bersih-bersih dan tanam pohon ini pun diakhiri dengan evaluasi singkat bersama para pengurus RT/RW setempat guna memastikan pemeliharaan tanaman yang telah ditanam tetap berjalan maksimal. Komitmen Camat Syahril dan dukungannya terhadap lingkungan menjadi sinyal positif bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten di level kecamatan.

Hisan Halibin

Hisan Halibin

Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi kabarharian. Berpengalaman dalam jurnalisme digital dan manajemen media. Fokus pada akurasi data dan penyajian berita yang edukatif bagi pembaca.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *