Misi Penyelamatan Juku Eja: PSM Makassar Tatap Laga Final Kontra Arema FC Demi Bertahan di Kasta Tertinggi

Hisan Halibin | KabarHarian
08 May 2026, 16:07 WIB
Misi Penyelamatan Juku Eja: PSM Makassar Tatap Laga Final Kontra Arema FC Demi Bertahan di Kasta Tertinggi

KabarHarian — Genderang perang untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League, kini berdentum semakin kencang di markas PSM Makassar. Tim berjuluk Juku Eja tersebut tengah berada dalam periode krusial yang akan menentukan nasib mereka di musim depan. Dengan semangat pantang menyerah khas Bugis-Makassar, armada asuhan Ahmad Amiruddin ini mengusung misi besar untuk melanjutkan tren positif demi menjauhkan diri dari bayang-bayang degradasi yang mencekam.

Kemenangan tipis namun sangat berharga 2-1 atas Bhayangkara FC pada laga sebelumnya menjadi modal berharga sekaligus suntikan moral yang luar biasa bagi Pasukan Ramang. Kemenangan di hadapan pendukung sendiri tersebut bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa sang juara bertahan enggan menyerah pada keadaan. Kini, fokus beralih sepenuhnya pada sisa pertandingan yang akan menjadi penentu takdir mereka di kompetisi paling bergengsi di tanah air ini.

Napas Lega yang Belum Sepenuhnya Aman

Berkat tambahan poin penuh dari laga terakhir, PSM Makassar perlahan mulai merangkak naik dan sedikit menjauh dari zona merah yang panas. Saat ini, Juku Eja bertengger di posisi ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 34 poin. Secara matematis, mereka memiliki keunggulan tujuh angka dari Persis Solo yang saat ini menghuni batas atas zona degradasi. Namun, dalam sepak bola, margin tujuh poin dengan tiga laga tersisa bukanlah jaminan keamanan yang absolut.

Baca Juga Siasat Pembangunan di Tengah Lonjakan Harga Aspal: Bagaimana Parepare Menjaga Kualitas Jalan?
Siasat Pembangunan di Tengah Lonjakan Harga Aspal: Bagaimana Parepare Menjaga Kualitas Jalan?

Ahmad Amiruddin, selaku caretaker pelatih PSM, menyadari betul bahwa posisi timnya masih berada di atas tipisnya benang harapan. Ia tak ingin anak asuhnya merasa jemawa atau kehilangan fokus hanya karena unggul beberapa poin. Baginya, setiap detik di lapangan hijau dalam sisa musim ini adalah pertaruhan harga diri bagi klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini.

Filosofi ‘Bantu Diri Sendiri’ di Ruang Ganti

Dalam sesi konferensi pers yang berlangsung haru namun penuh ketegasan pada Jumat (8/5/2026), Ahmad Amiruddin menekankan pentingnya kemandirian mental bagi para pemainnya. Ia menegaskan bahwa nasib PSM Makassar tidak boleh digantungkan pada hasil pertandingan tim lain atau faktor keberuntungan semata. Kerja keras di lapangan adalah satu-satunya kunci untuk membuka gerbang keselamatan.

“Yang pasti saya tekankan kepada para pemain bahwa tidak ada yang bisa menolong selain diri kita sendiri. Hasil dari pertandingan itu yang akan menolong kita,” ujar Amiruddin dengan nada bicara yang penuh keyakinan. Kalimat ini seolah menjadi mantra bagi para pemain agar mereka tampil habis-habisan dalam setiap duel di lapangan. Menurutnya, motivasi internal jauh lebih kuat dibandingkan sekadar menghitung-hitung peluang di atas kertas.

Baca Juga Etika ASN Dipertanyakan, 3 Oknum Pemprov Sulbar Kena Tegur Usai Live TikTok dan Nyinyir ke Netizen
Etika ASN Dipertanyakan, 3 Oknum Pemprov Sulbar Kena Tegur Usai Live TikTok dan Nyinyir ke Netizen

Skenario Satu Kemenangan Lagi

Hingga pekan ini, dua slot degradasi sudah dipastikan menjadi milik PSBS Biak dan Semen Padang. Artinya, kini hanya tersisa satu tiket ‘turun kasta’ yang masih diperebutkan oleh beberapa tim di papan bawah, termasuk Persis Solo yang membayangi PSM. Secara kalkulasi, PSM Makassar hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk benar-benar mengunci posisi mereka di Super League musim depan tanpa perlu bergantung pada hasil laga Persis Solo.

Amiruddin telah menginstruksikan anak asuhnya untuk menganggap setiap pertandingan tersisa sebagai sebuah partai final. Tidak ada ruang untuk kesalahan sekecil apa pun. Strategi ini diambil untuk memastikan pemain memiliki intensitas dan tingkat kewaspadaan yang tinggi sejak menit pertama hingga peluit panjang ditiupkan oleh wasit.

Menghadapi Badai Cedera Menjelang Laga Kontra Arema FC

Tantangan terdekat yang harus dihadapi oleh Juku Eja adalah bertandang ke markas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang. Laga yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu sore ini diprediksi akan berjalan sangat alot. Sayangnya, persiapan PSM Makassar sedikit terganggu dengan badai cedera yang menimpa beberapa pilar utama mereka.

Baca Juga Pembubaran Nobar ‘Pesta Babi’ di Ternate: Antara Dalih Keamanan dan Belenggu Kebebasan Ekspresi
Pembubaran Nobar ‘Pesta Babi’ di Ternate: Antara Dalih Keamanan dan Belenggu Kebebasan Ekspresi

Kondisi ini diakui oleh Ahmad Amiruddin sebagai situasi yang kurang ideal bagi timnya. Beberapa pemain kunci dilaporkan masih dalam tahap pemulihan dan diragukan bisa tampil secara maksimal. Meski demikian, Amiruddin menolak untuk menggunakan alasan cedera sebagai dalih jika hasil yang diraih nanti tidak sesuai harapan. Ia percaya bahwa siapa pun yang diturunkan akan memberikan kemampuan terbaiknya demi lambang pinisi di dada.

Jadwal Terjal di Penghujung Musim

Jika menilik kalender pertandingan, jalan yang harus ditempuh PSM Makassar tergolong sangat terjal. Setelah berhadapan dengan Arema FC, mereka dijadwalkan akan bertemu dengan raksasa Jawa Barat, Persib Bandung, dan tim tangguh Madura United. Ketiga lawan ini bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan, mengingat mereka juga memiliki kepentingan masing-masing di papan klasemen.

Menghadapi Arema FC besok sore menjadi krusial karena hasil positif di Malang akan menurunkan tekanan mental saat harus menjamu Persib Bandung nantinya. Publik Makassar tentu berharap keajaiban dan kerja keras para pemain bisa membuahkan hasil manis, sehingga Juku Eja tetap bisa berkiprah di kompetisi teratas pada musim 2026/2027 mendatang.

Baca Juga Sinopsis Film Reprisal: Aksi Balas Dendam Frank Grillo dan Bruce Willis Menumpas Perampok Sadis
Sinopsis Film Reprisal: Aksi Balas Dendam Frank Grillo dan Bruce Willis Menumpas Perampok Sadis

Dukungan Suporter Sebagai Energi Tambahan

Meski bermain di luar kandang pada laga terdekat, doa dan dukungan dari para suporter setia, Macz Man dan kelompok suporter lainnya, tetap mengalir deras. Bagi para pemain, dukungan ini adalah energi tambahan yang tidak ternilai harganya. Di tengah krisis pemain akibat cedera, semangat juang yang diberikan oleh para pendukung diharapkan mampu menutupi celah teknis di lapangan.

PSM Makassar bukan sekadar klub sepak bola; bagi warga Makassar, ini adalah simbol identitas. Jatuhnya PSM ke jurang degradasi akan menjadi luka yang mendalam. Oleh karena itu, misi bertahan di Super League ini bukan hanya tugas pemain dan manajemen, melainkan harapan seluruh pecinta sepak bola di Sulawesi Selatan. Semua mata kini tertuju ke Kanjuruhan, menanti pembuktian dari sang Juku Eja untuk kembali menunjukkan taringnya.

Hisan Halibin

Hisan Halibin

Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi kabarharian. Berpengalaman dalam jurnalisme digital dan manajemen media. Fokus pada akurasi data dan penyajian berita yang edukatif bagi pembaca.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *