Dominasi Dewa United: Demas Agil Tak Terbendung di Race 1 Subaru BRZ Super Series Mandalika 2026
KabarHarian — Deru mesin boxer Subaru BRZ memecah keheningan di pesisir Lombok Tengah saat gelaran bergengsi Subaru BRZ Super Series 2026 resmi dimulai. Di bawah terik matahari yang menyengat Pertamina Mandalika International Circuit, Sabtu (2/5/2026), sebuah drama kecepatan tersaji dengan apik. Pembalap andalan Dewa United Motorsport, Demas Agil, menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pembalap papan atas Indonesia dengan mengunci kemenangan gemilang pada Race 1.
Atmosfer Membara di Lintasan Kebanggaan Indonesia
Sirkuit Mandalika tidak pernah gagal menyuguhkan pemandangan yang kontras antara keindahan alam dan ketegangan di atas aspal. Sejak bendera start dikibarkan tepat pada pukul 15.00 WITA, tensi balapan langsung memuncak. Balapan yang dijadwalkan berlangsung selama 45 menit hingga pukul 15.45 WITA ini diikuti oleh jajaran pembalap lintas generasi yang terbagi dalam empat kategori kompetisi: Pro, Pro-Am, Am, dan Rookie.
Format sprint race sebanyak 15 lap menuntut konsentrasi penuh dan manajemen ban yang presisi. Dengan karakteristik sirkuit yang memiliki banyak tikungan cepat dan teknis, kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal bagi posisi di klasemen. Demas Agil, yang turun di kelas Pro, tampak sudah sangat siap menghadapi tantangan ini sejak sesi kualifikasi berakhir.
Dominasi Konsisten Demas Agil dan Strategi Dewa United
Mengawali balapan dengan fokus tinggi, Demas Agil langsung melesat untuk mengamankan racing line terbaik. Pembalap Dewa United Motorsport ini mencatatkan waktu putaran terbaik 1:52.745, sebuah angka yang membuktikan betapa efisiennya ia menaklukkan setiap tikungan di Mandalika. Sepanjang 15 putaran, Demas tampil sangat dominan, menjaga ritme mobil Subaru BRZ miliknya agar tetap stabil meskipun suhu aspal mulai meningkat.
Kunci kemenangan Demas kali ini bukan sekadar kecepatan murni, melainkan konsistensi pace yang ia pertahankan dari lap pertama hingga lap terakhir. Ia tidak memberikan celah sedikit pun bagi rival di belakangnya untuk melakukan manuver menyalip yang berisiko. Strategi mekanik Dewa United dalam mengatur set-up suspensi dan tekanan ban tampaknya bekerja sempurna untuk karakteristik lintasan Mandalika yang menuntut keseimbangan antara stabilitas dan kelincahan.
Tekanan Bertubi-tubi dari Fitra Eri
Di posisi kedua, pembalap veteran yang juga dikenal sebagai pakar otomotif tanah air, Fitra Eri, terus menguntit. Membela panji Bumidia Racing, Fitra Eri memberikan perlawanan yang cukup sengit, terutama di sektor kedua dan ketiga sirkuit. Selisih waktu antara keduanya sempat menipis di pertengahan balapan, memberikan harapan bagi para pendukung Fitra untuk melihat aksi salip-menyalip di posisi terdepan.
Namun, meskipun Fitra Eri terus menekan dan sempat memperkecil jarak, Demas Agil mampu merespons dengan ketenangan luar biasa. Fitra akhirnya harus puas finis di posisi runner-up dengan selisih waktu +2.045 detik dari sang juara. Podium ketiga berhasil diamankan oleh Sudarmono dari RIZQY Motorsport X Green Plafon Racing, yang finis dengan gap +5.875 detik. Sudarmono tampil solid dan berhasil menjaga posisinya dari kejaran grup pengejar di belakangnya.
Drama Teknis dan Kekecewaan di Pit Lane
Balapan tidak selalu tentang mereka yang berdiri di podium. Di barisan tengah dan belakang, drama teknis menjadi momok yang menghantui beberapa kontestan. Nama-nama seperti Wildan, Daniel, hingga Rio harus menelan pil pahit. Kendala mekanis memaksa mereka melakukan kunjungan ke pit stop yang tidak direncanakan, yang berujung pada kehilangan banyak lap berharga.
Bahkan, beberapa pembalap tercatat mengalami Out Lap dan gagal menyelesaikan balapan secara penuh. Hal ini menegaskan bahwa Subaru BRZ Super Series bukan hanya soal adu cepat, melainkan juga uji ketahanan kendaraan dalam kondisi ekstrem di sirkuit sepanjang 4,31 kilometer tersebut. Chelsea Dian dari HOGERS Indonesia Motorsport juga mengalami kendala yang membuatnya harus tertinggal hingga 2 lap dari pemimpin lomba.
Analisis Hasil 10 Besar Race 1
Persaingan di posisi 10 besar menunjukkan betapa kompetitifnya ajang tahun ini. Di posisi keempat dan kelima, duo pembalap Wish Motorsport, Henri dan Hery Wirawan, menunjukkan kerja sama tim yang baik dengan finis berdekatan, masing-masing dengan selisih +8.192 detik dan +8.707 detik dari pemenang. Berikut adalah daftar lengkap 10 besar Race 1 Subaru BRZ Super Series Mandalika 2026:
- 1. Demas Agil (Dewa United Motorsport) – 1:52.745 (Best Lap)
- 2. Fitra Eri (Bumidia Racing) – +2.045 detik
- 3. Sudarmono (RIZQY Motorsport X Green Plafon Racing) – +5.875 detik
- 4. Henri (Wish Motorsport) – +8.192 detik
- 5. Hery Wirawan (Wish Motorsport) – +8.707 detik
- 6. Agung Setyachi (Bumidia Racing) – +9.356 detik
- 7. Subhan Aksa (Indonesia Race Car Rental) – +9.758 detik
- 8. Rian Rizky (816 AP Speed RR Racing) – +20.100 detik
- 9. Ristiawan Suherman (HOGERS Indonesia Motorsport) – +24.323 detik
- 10. Chelsea Dian (HOGERS Indonesia Motorsport) – 2 Lap tertinggal
Harapan untuk Race Selanjutnya
Kemenangan Demas Agil di Race 1 ini menjadi modal penting bagi Dewa United Motorsport untuk menghadapi seri-seri berikutnya. Dengan performa mobil yang mumpuni dan mentalitas juara yang ditunjukkan, Demas menjadi target utama yang harus dikalahkan oleh pembalap lain. Sementara itu, bagi pembalap seperti Fitra Eri dan Sudarmono, evaluasi data dari Race 1 akan menjadi kunci untuk mencoba merebut podium tertinggi di kesempatan berikutnya.
Subaru BRZ Super Series di Mandalika tahun 2026 ini bukan sekadar ajang balap biasa, melainkan bukti bangkitnya ekosistem otomotif di Indonesia. Kehadiran berbagai kelas dari Rookie hingga Pro memberikan wadah bagi talenta muda untuk belajar langsung dari para senior di lintasan internasional. Mari kita nantikan drama berikutnya yang akan tersaji di aspal Mandalika.