Aksi Heroik Petugas Damkar Badung: Kisah Dramatis Penyelamatan Sapi dari Kedalaman Sumur Tua di Abiansemal

Andre Pratama | KabarHarian
22 May 2026, 20:09 WIB
Aksi Heroik Petugas Damkar Badung: Kisah Dramatis Penyelamatan Sapi dari Kedalaman Sumur Tua di Abiansemal

KabarHarian — Sebuah insiden yang menguras emosi dan memacu adrenalin terjadi di jantung Kabupaten Badung, Bali, tepatnya di kawasan Abiansemal. Keheningan malam di pemukiman warga mendadak pecah oleh kepanikan luar biasa ketika seekor sapi milik warga terperosok ke dalam sebuah sumur tua yang sempit dan dalam. Kejadian ini tidak hanya menguji kesabaran sang pemilik, tetapi juga menuntut profesionalisme tingkat tinggi dari tim penyelamat yang terjun langsung ke lokasi.

Kronologi Insiden di Banjar Tabah

Peristiwa yang menghebohkan warga lokal ini bermula pada Kamis sore, 21 Mei 2026. Pemilik sapi, Agung Bagus Upadana, warga Banjar Tabah, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, awalnya tidak menyadari bahwa hewan ternaknya telah menjauh dari pengawasan. Namun, rasa cemas mulai merayap ketika ia mendapati sapi jantannya menghilang dari area perkebunan yang biasa menjadi tempat merumput.

Pencarian singkat yang dilakukannya berujung pada penemuan yang memilukan. Sapi berwarna cokelat miliknya ditemukan terjepit di dalam sebuah sumur tua. Kondisi sumur yang tersembunyi di antara semak belukar dan tidak memiliki pembatas yang memadai diduga menjadi penyebab utama mengapa hewan malang tersebut bisa terperosok ke dalamnya.

Baca Juga Duka Mendalam di NTT: Pegawai Kecamatan Amfoang Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Gejala Rabies
Duka Mendalam di NTT: Pegawai Kecamatan Amfoang Meninggal Dunia Usai Berjuang Melawan Gejala Rabies

Melihat kondisi sapinya yang sudah setengah tenggelam dalam genangan air di dasar sumur sedalam beberapa meter, Agung Bagus Upadana segera menghubungi pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Badung. Ia sadar, tanpa peralatan khusus dan tenaga ahli, mustahil bagi warga biasa untuk mengangkat beban seberat itu dari ruang yang sangat terbatas.

Respon Cepat Tim Rescue Damkarmat Badung

Laporan yang masuk segera direspons dengan cepat oleh Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Kabupaten Badung. Tak butuh waktu lama bagi satu unit tim rescue untuk tiba di lokasi kejadian dengan membawa berbagai peralatan penyelamatan vertikal (vertical rescue). Suasana di sekitar lokasi tampak mencekam dengan penerangan seadanya, sementara warga mulai berkerumun dengan rasa cemas.

Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Kabupaten Badung, I Wayan Wirya, mengonfirmasi bahwa anggotanya segera melakukan penilaian medan sesampainya di Banjar Tabah. “Kami menerima laporan adanya sapi warga masuk sumur pada sore hari, dan tim rescue langsung bergerak. Tantangan utama di lapangan adalah ruang gerak yang sangat sempit dan kondisi sapi yang mulai lemas karena terlalu lama berada di dalam air,” ujar Wirya saat dikonfirmasi oleh KabarHarian.

Baca Juga Menyoal Efektivitas Sertifikat HAKI di Klungkung: Inovasi yang Terhenti di Atas Kertas?
Menyoal Efektivitas Sertifikat HAKI di Klungkung: Inovasi yang Terhenti di Atas Kertas?

Teknis Evakuasi: Antara Tenaga dan Perhitungan Matang

Proses evakuasi ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Mengingat bobot sapi yang mencapai ratusan kilogram, tim harus menggunakan sistem mekanis yang kuat namun tetap aman bagi hewan tersebut. Petugas mulai mendirikan sebuah tripod penopang tepat di atas mulut sumur. Tripod ini berfungsi sebagai titik tumpu utama untuk menarik beban secara vertikal.

Menggunakan sistem katrol (puli) dan tali webbing berkualitas tinggi, seorang petugas dengan keberanian ekstra harus turun sedikit ke dalam sumur untuk memasangkan tali pengikat ke tubuh sapi. Pengikatan ini dilakukan dengan teknik khusus agar tidak mencederai bagian perut, dada, maupun kaki sapi saat proses penarikan dilakukan. Setiap simpul dipastikan kuat namun tidak menjepit aliran napas sang hewan.

Saat instruksi penarikan dimulai, suasana menjadi sangat tegang. “Dua.. dua.. terus! Terus! Tarik!” teriak para petugas secara kompak untuk menyamakan ritme tarikan. Koordinasi ini sangat krusial; jika tarikan tidak sinkron, sapi bisa terguncang dan membentur dinding sumur yang kasar.

Baca Juga Waspada! Tumpahan Solar di Budakeling Karangasem Makan Korban, Tim Damkartan Bergerak Cepat Amankan Jalur
Waspada! Tumpahan Solar di Budakeling Karangasem Makan Korban, Tim Damkartan Bergerak Cepat Amankan Jalur

Perjuangan 20 Menit yang Mendebarkan

Meski terlihat sangat sulit, profesionalisme tim Damkar Badung terbukti nyata. Hanya dalam waktu sekitar 20 menit, sapi jantan tersebut perlahan mulai muncul ke permukaan sumur. Setiap senti tarikan disambut dengan napas lega dari warga yang menyaksikan. Kerja sama tim yang solid antara petugas di atas dan koordinasi visual dengan kondisi sapi di bawah menjadi kunci keberhasilan operasi ini.

Begitu keempat kaki sapi kembali menyentuh tanah yang kokoh, tepuk tangan spontan pecah dari kerumunan warga. Sapi yang sempat panik dan kelelahan itu segera dilepaskan dari ikatan tali. Ajaibnya, meski baru saja melewati pengalaman traumatis, sapi tersebut langsung berdiri tegak dan bergerak menjauh menuju area perkebunan. Berdasarkan pemeriksaan awal, sapi tersebut dinyatakan sehat tanpa luka serius yang berarti.

Viral dan Banjir Pujian Netizen

Kejadian dramatis ini sempat terekam dalam video amatir dan mendadak viral di berbagai platform media sosial. Netizen dari berbagai penjuru tanah air dibuat kagum dengan dedikasi para petugas pemadam kebakaran. Banyak yang memuji bahwa tugas Damkar saat ini telah bertransformasi menjadi pahlawan segala situasi, tidak hanya terpaku pada urusan memadamkan api.

Baca Juga Mendikdasmen Soroti Rekrutmen Guru Honorer ‘Ilegal’ di Sekolah: Benahi Data Demi Keadilan Pendidik
Mendikdasmen Soroti Rekrutmen Guru Honorer ‘Ilegal’ di Sekolah: Benahi Data Demi Keadilan Pendidik

“Petugas Damkar memang luar biasa. Dari menyelamatkan kucing di pohon, melepaskan cincin yang terjepit, hingga mengangkat sapi dari sumur. Mereka benar-benar bekerja dengan hati,” tulis salah satu netizen di kolom komentar unggahan video tersebut. Popularitas video ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat luas akan pentingnya keberadaan unit penyelamatan yang responsif di tingkat daerah.

Pesan Keselamatan dari Diskarmat Badung

Menanggapi kejadian ini, I Wayan Wirya mengimbau masyarakat, khususnya para peternak di wilayah Badung, untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar area penggembalaan. Sumur-sumur tua atau lubang galian yang sudah tidak terpakai sebaiknya ditutup dengan permanen atau diberi pagar pembatas yang kuat.

“Kami selalu siap sedia 24 jam untuk melayani masyarakat dalam situasi darurat apa pun. Namun, langkah pencegahan tentu lebih baik. Kejadian seperti ini bukan yang pertama kali, dan kami berharap pemilik ternak bisa lebih memperhatikan keamanan fasilitas di lahan mereka agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkas Wirya menutup keterangannya.

Dedikasi Tanpa Batas untuk Makhluk Hidup

Keberhasilan evakuasi di Abiansemal ini menambah daftar panjang aksi heroik Damkarmat Badung dalam misi penyelamatan hewan (animal rescue). Hal ini membuktikan bahwa setiap nyawa, baik manusia maupun hewan, memiliki nilai yang layak untuk diperjuangkan dengan segenap tenaga dan keahlian.

Baca Juga Panduan Lengkap Puasa Dzulhijjah 2026: Niat, Jadwal, dan Rahasia Keutamaan 10 Hari Pertama
Panduan Lengkap Puasa Dzulhijjah 2026: Niat, Jadwal, dan Rahasia Keutamaan 10 Hari Pertama

Kini, Agung Bagus Upadana dapat bernapas lega melihat sapi miliknya kembali beraktivitas normal. Baginya dan warga Banjar Tabah, kehadiran petugas Damkar malam itu bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, melainkan sebuah bentuk nyata dari pengabdian kemanusiaan yang melampaui batas tanggung jawab biasa. KabarHarian akan terus memantau perkembangan layanan publik dan aksi-aksi inspiratif lainnya di wilayah Bali dan sekitarnya.

Andre Pratama

Andre Pratama

Jurnalis lapangan yang berdedikasi meliput isu-isu regional dan peristiwa terkini di Indonesia. Memiliki minat mendalam pada isu kebijakan publik dan perkembangan infrastruktur di daerah.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *