Tragedi Berdarah di Gunung Naitonis: Patah As Roda, Dump Truck Terguling hingga Merenggut Dua Nyawa di Kupang

Andre Pratama | KabarHarian
22 May 2026, 06:09 WIB
Tragedi Berdarah di Gunung Naitonis: Patah As Roda, Dump Truck Terguling hingga Merenggut Dua Nyawa di Kupang

KabarHarian — Suasana tenang di lintasan Jalan Raya Takari-Lelogama mendadak berubah menjadi mencekam ketika sebuah kecelakaan maut mengguncang wilayah Amfoang Selatan. Sebuah unit dump truck yang tengah mengangkut tujuh orang penumpang dilaporkan kehilangan kendali akibat kegagalan teknis yang fatal. Insiden memilukan ini terjadi tepat di kawasan Gunung Naitonis, Desa Oh’aem I, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kejadian yang berlangsung pada Rabu (20/5) tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Kronologi Mencekam di Jalur Menurun Gunung Naitonis

Peristiwa ini bermula ketika truk dengan nomor polisi DH 8265 BH yang dikemudikan oleh Niko Baitanu (32) melaju dari arah Lelogama menuju Takari. Medan jalan di kawasan Gunung Naitonis memang dikenal cukup menantang dengan karakteristik tanjakan dan turunan curam yang diapit oleh dinding bukit serta jurang. Saat kendaraan tersebut melintasi salah satu turunan yang cukup tajam, sebuah kegagalan mekanis yang tak terduga terjadi. As roda truk tersebut tiba-tiba terlepas dari posisinya, membuat kendaraan seberat itu kehilangan keseimbangan dan kendali penuh.

Baca Juga Polemik Asap di Jantung Mangrove Jimbaran: Menguak Tabir di Balik Aksi Pembakaran Sampah yang Viral
Polemik Asap di Jantung Mangrove Jimbaran: Menguak Tabir di Balik Aksi Pembakaran Sampah yang Viral

Seketika, truk yang memuat tujuh orang itu meluncur deras tanpa bisa dihentikan. Niko, sang sopir, berusaha keras melakukan manuver darurat untuk menyelamatkan para penumpangnya. Dalam kepanikan yang luar biasa, ia mencoba menyerempetkan badan truk ke tembok penahan jalan yang ada di sisi jalur. Harapannya, gesekan antara logam kendaraan dengan beton dinding jalan dapat mengurangi laju truk yang kian tak terkendali. Namun, nasib berkata lain. Benturan keras justru mengakibatkan guncangan hebat yang membuat situasi semakin kacau.

Dua Nyawa Melayang di Tengah Kepanikan

Di tengah upaya penyelamatan yang dramatis tersebut, maut justru menjemput dua orang penumpang yang masih sangat muda. Yoskotim Bait, remaja berusia 14 tahun, terjatuh ke sisi kanan kendaraan saat truk bergesekan dengan pembatas jalan. Posisi jatuhnya yang malang membuat tubuhnya terjepit di antara badan truk yang berat dan dinding pembatas. Luka parah akibat jepitan tersebut membuatnya meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.

Tragedi tidak berhenti di situ. Defi Banunaek, seorang balita yang baru berusia 3 tahun, yang saat itu duduk di kabin depan samping sopir, juga menjadi korban. Ketika truk terus meluncur bebas dan akhirnya terguling, balita malang tersebut terjepit di dalam kabin kendaraan yang ringsek. Meskipun evakuasi segera dilakukan, nyawa Defi tidak tertolong. Kabar meninggalnya dua penumpang ini dikonfirmasi langsung oleh pihak kepolisian setempat yang segera turun ke lokasi tak lama setelah kejadian dilaporkan.

Baca Juga Skandal Gas Oplosan Karangasem: Raup Cuan Ilegal Rp 281 Juta dalam Sekejap, Polisi Bongkar Gudang Persembunyian
Skandal Gas Oplosan Karangasem: Raup Cuan Ilegal Rp 281 Juta dalam Sekejap, Polisi Bongkar Gudang Persembunyian

Detik-Detik Penumpang Melompat Menyelamatkan Diri

Saat menyadari bahwa rem dan kemudi sudah tidak berfungsi akibat as roda yang lepas, suasana di dalam dan di atas bak truk berubah menjadi horor. Niko Baitanu bersama empat penumpang lainnya yang berada di bagian belakang menyadari bahwa truk tidak akan berhenti dengan cara yang aman. Dalam kondisi terjepit antara hidup dan mati, mereka memutuskan untuk melompat keluar dari kendaraan yang masih melaju.

Keputusan ekstrem ini memang menyelamatkan mereka dari maut yang lebih tragis di dalam truk, namun tetap meninggalkan luka fisik yang signifikan. Empat penumpang lainnya, yang mayoritas masih berusia anak-anak dan remaja, mengalami luka-luka akibat hantaman keras dengan aspal dan tanah saat melompat. Berdasarkan data dari kepolisian, para korban luka ini segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Identitas Korban dan Kondisi Medis Terkini

Pihak Satlantas Polres Kupang telah merilis identitas para korban yang selamat namun mengalami luka-luka. Random Banunaek (8) dilaporkan mengalami luka robek cukup serius di bagian kepala. Aminadap Naat (11) menderita luka robek dan pendarahan di bagian kaki kiri serta dahi sebelah kiri. Sementara itu, Paulus Tampani (11) mengalami luka serupa di bagian lutut yang memerlukan jahitan, dan Kelfin Batmalo (11) mengalami luka gores di kaki kanannya.

Baca Juga Kedok Petani Sumbawa Terbongkar: Ubah Rumah Jadi ‘Apotek’ Sabu, Jaringan Lintas Pulau Terendus Polisi
Kedok Petani Sumbawa Terbongkar: Ubah Rumah Jadi ‘Apotek’ Sabu, Jaringan Lintas Pulau Terendus Polisi

Kapolsek Amfoang Selatan, Ipda Andy Gunawan, menjelaskan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan Satlantas Polres Kupang untuk menangani Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Kami dari Polsek Amfoang Selatan membantu proses evakuasi awal dan memastikan para korban segera mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Lelogama,” jelas Andy. Hingga saat ini, para korban luka masih dalam pemantauan medis, sementara jenazah korban meninggal telah diserahkan kepada pihak keluarga setelah proses identifikasi selesai.

Evaluasi Kelayakan Kendaraan di Medan Ekstrem NTT

Kecelakaan tunggal ini memicu keprihatinan luas mengenai kelayakan armada angkutan, terutama dump truck yang sering digunakan untuk mengangkut orang di wilayah pelosok NTT. Jalur Takari-Lelogama yang memiliki kontur geografis berat seharusnya menuntut kendaraan dalam kondisi prima. Kasus patahnya as roda mengindikasikan adanya kelelahan material pada komponen kendaraan atau kurangnya perawatan rutin yang memadai.

Kasi Humas Polres Kupang, Ipda Lalu Randy Hidayat, mengimbau kepada seluruh pemilik kendaraan dan pengemudi untuk selalu melakukan pengecekan rutin sebelum melakukan perjalanan, apalagi jika rute yang ditempuh melibatkan jalanan pegunungan yang curam. “Keamanan adalah prioritas utama. Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak meremehkan kondisi teknis kendaraan, sekecil apa pun itu,” tegas Randy.

Baca Juga Ketahanan Pangan Badung 2026: Rekor Surplus Beras di Tengah Tantangan Defisit Cabai dan Telur
Ketahanan Pangan Badung 2026: Rekor Surplus Beras di Tengah Tantangan Defisit Cabai dan Telur

Langkah Hukum dan Olah TKP Satlantas Polres Kupang

Satlantas Polres Kupang kini tengah mendalami kasus ini lebih lanjut untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian dari pihak sopir atau pemilik kendaraan. Olah TKP telah dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti fisik, termasuk memeriksa kondisi as roda yang terlepas. Pemeriksaan terhadap Niko Baitanu selaku pengemudi juga dijadwalkan guna mendapatkan keterangan lengkap mengenai kronologi sebelum kecelakaan terjadi.

Masyarakat Amfoang Selatan berharap agar pemerintah daerah juga memperhatikan aspek keamanan jalan, seperti penambahan lampu penerangan dan rambu peringatan di titik-titik rawan kecelakaan seperti Gunung Naitonis. Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa di jalanan yang sunyi dan indah, bahaya selalu mengintai bagi mereka yang tidak waspada terhadap kondisi mekanis kendaraannya.

Dengan adanya kejadian ini, KabarHarian mengajak seluruh pembaca untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dalam berkendara dan memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan guna menghindari tragedi serupa di masa mendatang.

Andre Pratama

Andre Pratama

Jurnalis lapangan yang berdedikasi meliput isu-isu regional dan peristiwa terkini di Indonesia. Memiliki minat mendalam pada isu kebijakan publik dan perkembangan infrastruktur di daerah.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *