Tragedi Jalinsum Muratara: Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus ALS Bertambah Menjadi 19 Orang

Siska Amelia | KabarHarian
16 May 2026, 06:09 WIB
Tragedi Jalinsum Muratara: Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus ALS Bertambah Menjadi 19 Orang

KabarHarian — Kabar duka yang menyelimuti peristiwa kecelakaan hebat di perlintasan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kian mendalam. Berdasarkan laporan terbaru yang dihimpun oleh tim redaksi kami di lapangan, jumlah korban meninggal dunia akibat tabrakan maut antara Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah truk tangki BBM telah meningkat menjadi 19 orang. Angka ini bertambah setelah beberapa korban yang sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit akhirnya mengembuskan napas terakhir mereka.

Hingga saat ini, suasana haru dan ketegangan masih menyelimuti proses identifikasi di RS Bhayangkara M Hasan Palembang. Dari total 19 korban jiwa tersebut, otoritas terkait melaporkan bahwa 17 orang meninggal dunia secara tragis di lokasi kejadian (TKP), sementara dua orang lainnya meninggal dunia saat sedang berjuang melewati masa kritis di bawah penanganan tim medis. Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan transportasi paling mematikan di wilayah Sumatera Selatan dalam beberapa tahun terakhir.

Kronologi dan Pembaruan Data Korban

Wakapolda Sumatera Selatan, Brigjen Rony Samtana, dalam keterangan resminya kepada awak media pada Jumat (15/5/2026), memberikan rincian mendalam mengenai kondisi terkini para korban. Pihak kepolisian bersama tim medis terus bekerja nonstop untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang layak, baik mereka yang telah tiada maupun yang masih dalam perawatan.

Baca Juga Estafet Kepemimpinan Korps Adhyaksa Sumut: Kajati Muhibuddin Resmi Lantik Wakajati, Aspidum, dan 7 Kajari Baru
Estafet Kepemimpinan Korps Adhyaksa Sumut: Kajati Muhibuddin Resmi Lantik Wakajati, Aspidum, dan 7 Kajari Baru

“Berdasarkan verifikasi data terakhir dari peristiwa kecelakaan tersebut, total korban meninggal dunia berjumlah 19 orang. Sebagian besar, yakni 17 orang, kehilangan nyawa di lokasi kejadian akibat benturan keras yang terjadi, sedangkan dua korban lainnya meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit,” ujar Brigjen Rony Samtana saat menjelaskan situasi terkini di Palembang.

Peningkatan jumlah korban ini menjadi pengingat pahit akan fatalitas kecelakaan yang melibatkan kendaraan bertonase besar di jalur lintas provinsi. Bus ALS yang mengangkut puluhan penumpang tersebut diketahui mengalami kerusakan parah setelah beradu kambing dengan truk tangki, menciptakan pemandangan memilukan di sepanjang jalur lintas tersebut.

Rumitnya Proses Identifikasi oleh Tim DVI

Hingga laporan ini diturunkan, tantangan besar masih dihadapi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI). Meskipun sebagian besar korban telah berhasil dikenali, masih terdapat tiga jenazah yang identitasnya belum dapat dipastikan. Tim ahli forensik dari RS Bhayangkara M Hasan Palembang terus berupaya keras melakukan serangkaian prosedur medis formal demi memberikan kepastian kepada pihak keluarga.

Baca Juga Dilema Keselamatan Publik: PDIP Kritik Rencana Pemindahan Gerbong Wanita Pasca Tragedi Bekasi Timur
Dilema Keselamatan Publik: PDIP Kritik Rencana Pemindahan Gerbong Wanita Pasca Tragedi Bekasi Timur

Proses identifikasi ini melibatkan berbagai tahapan yang sangat teknis, mulai dari pemeriksaan post mortem (pemeriksaan fisik jenazah setelah kematian), pengumpulan data ante mortem (data korban saat masih hidup dari pihak keluarga), hingga tahap rekonsiliasi data. Namun, tantangan terberat muncul ketika tim menemukan kondisi jenazah yang sulit dikenali secara visual.

“Dari 16 kantong jenazah yang kami terima di awal, ternyata ditemukan 17 jenazah karena ada satu kantong yang berisi bagian tubuh (body part) dari dua individu yang berbeda. Saat ini, tim masih menunggu hasil uji DNA yang dilakukan oleh Laboratorium DNA Pusdokkes Mabes Polri untuk tiga jenazah yang tersisa,” tambah Brigjen Rony. Ketelitian ini sangat krusial guna menghindari kesalahan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga yang tengah berduka.

Kisah Pilu di Ruang Perawatan: Perjuangan Jumiatun dan M Tahrul

Di balik angka-angka statistik kematian, terdapat kisah pilu tentang perjuangan manusia melawan maut. Salah satu korban yang meninggal di rumah sakit adalah Jumiatun (43). Ia sempat menjadi tumpuan harapan keluarga setelah berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup dari bangkai bus. Namun, takdir berkata lain.

Baca Juga Waspada Cuaca Ekstrem Ranah Minang: Prakiraan Cuaca Sumatera Barat 19 Mei 2026 dan Panduan Keselamatan Publik
Waspada Cuaca Ekstrem Ranah Minang: Prakiraan Cuaca Sumatera Barat 19 Mei 2026 dan Panduan Keselamatan Publik

Jumiatun sempat menjalani prosedur bedah darurat berupa pengangkatan jaringan nekrotik untuk menyelamatkan nyawanya. Sayangnya, kondisi fisiknya terus merosot tajam pasca-operasi. Tim medis telah melakukan berbagai tindakan intensif selama berjam-jam, namun pada pukul 05.48 WIB, ia dinyatakan meninggal dunia. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi suaminya, Ngadiono (44), yang saat itu juga sedang dirawat di bangsal yang sama.

Selain Jumiatun, tambahan korban jiwa juga dilaporkan berasal dari RSUD Rupit. Seorang penumpang bernama M Tahrul, yang sebelumnya dikabarkan stabil namun kritis, mengembuskan napas terakhirnya setelah mengalami kegagalan fungsi organ akibat trauma berat yang dialaminya saat kecelakaan. Dengan meninggalnya Jumiatun dan M Tahrul, jumlah total korban resmi menjadi 19 orang.

Secercah Harapan bagi Korban Selamat

Di tengah kabar duka yang mendominasi, kabar baik datang dari perkembangan kesehatan Ngadiono. Pria yang kehilangan istrinya dalam tragedi ini dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan. Setelah menjalani operasi kedua yang cukup berisiko, kondisi Ngadiono kini dinyatakan stabil oleh tim dokter RS Bhayangkara Moh Hasan.

Baca Juga Tragedi Perbandingan Orang Tua: Kisah Pilu Siswi SMA di Musi Rawas yang Dianiaya Teman Sendiri karena Terlalu Berprestasi
Tragedi Perbandingan Orang Tua: Kisah Pilu Siswi SMA di Musi Rawas yang Dianiaya Teman Sendiri karena Terlalu Berprestasi

Pihak rumah sakit telah memindahkan Ngadiono dari ruang Intensive Care Unit (ICU) ke ruang rawat inap biasa. Meski secara fisik mulai membaik, tim medis juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi Ngadiono, mengingat ia harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan orang terkasih setibanya ia pulih nanti.

Kontroversi Izin Operasional dan Langkah Selanjutnya

Kecelakaan ini juga membuka kotak pandora mengenai kelaikan jalan moda transportasi umum di Indonesia. Sempat muncul polemik mengenai status izin operasional Bus ALS yang terlibat kecelakaan. Laporan dari Kementerian Perhubungan sempat menyebutkan bahwa izin bus tersebut telah kedaluwarsa sejak tahun 2020. Namun, pihak manajemen ALS dengan tegas membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa armada mereka selalu menjalani uji kir dan perawatan rutin.

Investigasi mendalam kini tengah dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama jajaran Ditlantas Polda Sumsel untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan, apakah karena kelalaian manusia (human error), kegagalan mekanis, atau kondisi jalan yang tidak memadai. Brigjen Rony Samtana menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan ragu untuk mengambil tindakan hukum yang tegas jika ditemukan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian fatal dari pihak pengelola transportasi maupun pengemudi.

Baca Juga Jadwal Lengkap Bioskop Medan Hari Ini: Gudang Merica dan Deretan Film Box Office yang Wajib Ditonton
Jadwal Lengkap Bioskop Medan Hari Ini: Gudang Merica dan Deretan Film Box Office yang Wajib Ditonton

Tragedi di Muratara ini kembali menjadi sinyal darurat bagi sistem keselamatan transportasi jalan raya kita. Saat jenazah yang telah teridentifikasi mulai dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, doa dan dukungan mengalir dari seluruh penjuru negeri untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Siska Amelia

Siska Amelia

Penulis konten kreatif yang mengkhususkan diri pada topik gaya hidup, tren media sosial, dan pariwisata lokal. Siska fokus menghadirkan sisi humanis dan inspiratif dari setiap peristiwa harian.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *