Tragedi Cinta Terlarang di Makassar: Kisah di Balik Tewasnya MH Akibat ‘Ramuan Maut’ Sang Kekasih Gelap

Hisan Halibin | KabarHarian
23 May 2026, 08:07 WIB
Tragedi Cinta Terlarang di Makassar: Kisah di Balik Tewasnya MH Akibat 'Ramuan Maut' Sang Kekasih Gelap

KabarHarian — Kota Makassar dikejutkan dengan sebuah peristiwa kelam yang menyelimuti dinding-dinding sunyi sebuah hotel di kawasan Jalan Sungai Saddang Baru. Apa yang awalnya disangka sebagai kematian mendadak akibat kondisi kesehatan, perlahan tersingkap sebagai sebuah drama pembunuhan berencana yang didasari oleh kecemburuan buta dan pengkhianatan. Seorang wanita berinisial MH (40) harus meregang nyawa di tangan pria yang selama setahun terakhir menjadi orang terdekat dalam hubungan terlarangnya.

Awal Mula Penemuan Jasad yang Mencekam

Kejadian ini mulai terendus ketika aroma kecurigaan menyeruak di antara karyawan hotel pada Rabu, 20 Mei 2026. MH, yang diketahui telah menginap sejak hari Minggu (17/5), tidak kunjung keluar dari kamarnya meskipun masa sewa kamar telah berakhir. Suasana koridor hotel yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi mencekam ketika petugas hotel mencoba mengetuk pintu namun tidak mendapatkan jawaban sama sekali.

Keputusan untuk mengintip melalui celah jendela menjadi awal terbukanya tabir tragedi ini. Dari balik kaca, terlihat tubuh MH tergeletak terlentang di atas tempat tidur dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Darah segar tampak mengalir dari hidung dan mulutnya, menandakan adanya sesuatu yang tidak beres dalam jam-jam terakhir hidupnya. Pihak hotel segera menghubungi kepolisian, yang kemudian mengerahkan tim Resmob Polda Sulsel dan tim Inafis untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga Drama Luka Cumic di Gelora BJ Habibie: Antara Heroisme, Air Mata, dan Cedera yang Mengancam
Drama Luka Cumic di Gelora BJ Habibie: Antara Heroisme, Air Mata, dan Cedera yang Mengancam

Penyelidikan Intensif dan Kejanggalan di Meja Rias

Pihak kepolisian tidak butuh waktu lama untuk menyadari bahwa ini bukanlah kematian biasa. Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, mengungkapkan bahwa dari hasil olah TKP awal, tim menemukan beberapa kejanggalan pada kondisi fisik korban. Luka-luka dan sisa-sisa zat yang tertinggal di lokasi menjadi petunjuk awal bagi para penyidik.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan saksi-saksi di hotel, diketahui bahwa korban tidak sendirian saat pertama kali melakukan check-in. Ia ditemani oleh seorang pria yang belakangan diketahui bernama Erick Balthasar (40). Sosok inilah yang kemudian menjadi target utama perburuan polisi setelah ia menghilang sesaat sebelum jasad korban ditemukan.

Rencana Dingin di Balik Pencarian Google

Setelah melakukan pengejaran yang intensif, pihak kepolisian akhirnya berhasil meringkus Erick di kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Makassar, pada Kamis dini hari. Dari hasil interogasi, terungkaplah sebuah fakta yang sangat mengerikan. Pembunuhan ini bukan terjadi secara spontan, melainkan telah melalui proses perencanaan yang sangat dingin dan terhitung.

Baca Juga Tragedi Berdarah di Majene: Misteri Kematian Wanita yang Terbakar Terungkap, Polisi Amankan Pelaku
Tragedi Berdarah di Majene: Misteri Kematian Wanita yang Terbakar Terungkap, Polisi Amankan Pelaku

Pelaku mengakui bahwa sebelum melancarkan aksinya, ia sempat mencari informasi melalui mesin pencari Google mengenai efek overdosis obat-obatan tertentu. Pilihan pelaku jatuh pada obat anti nyeri, yakni asam mefenamat. Ia dengan sengaja menghaluskan empat butir obat tersebut hingga menjadi bubuk halus, kemudian mencampurkannya ke dalam botol air mineral milik korban saat korban sedang terlelap.

“Pelaku memberikan minuman maut itu saat korban baru saja terbangun dari tidurnya. Dengan dalih perhatian, korban yang tidak menaruh curiga meminum air tersebut hingga habis,” ujar AKP Wawan dalam keterangan resminya kepada tim KabarHarian.

Motif Cemburu Buta: Saat Dua Rumah Tangga Hancur

Dibalik tindakan nekat Erick, tersimpan motif klasik yang sering mewarnai kisah-kisah kriminal: cemburu. Hubungan antara Erick dan MH sendiri merupakan sebuah hubungan gelap, mengingat keduanya sama-sama telah memiliki pasangan sah dan membangun rumah tangga masing-masing. Mereka pertama kali berkenalan melalui media sosial sekitar satu tahun yang lalu, yang kemudian berlanjut pada pertemuan-pertemuan rahasia.

Erick mengaku merasa sakit hati yang sangat dalam setelah mendapati informasi bahwa MH tidak hanya menjalin hubungan dengannya, tetapi juga memiliki pria idaman lain di luar hubungan mereka. Rasa memiliki yang berlebihan dan rasa dikhianati membuat Erick gelap mata. Ia merasa jika dirinya tidak bisa memiliki MH seutuhnya, maka tidak boleh ada pria lain yang memilikinya.

Baca Juga 100 Ucapan Hari Buruh 2026: Manifestasi Semangat Perjuangan dan Penghormatan Bagi Pahlawan Ekonomi
100 Ucapan Hari Buruh 2026: Manifestasi Semangat Perjuangan dan Penghormatan Bagi Pahlawan Ekonomi

Pertengkaran hebat sempat terjadi di dalam kamar hotel sebelum insiden pencampuran obat tersebut. Namun, pelaku memilih untuk tidak menggunakan kekerasan fisik yang mencolok, melainkan metode yang ia anggap lebih ‘halus’ namun mematikan agar tidak langsung dicurigai sebagai pembunuhan.

Dampak Medis: Overdosis Asam Mefenamat

Secara medis, penggunaan asam mefenamat dalam dosis tinggi dan tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan organ yang fatal. Asam mefenamat adalah obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) yang berfungsi meredakan nyeri. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih secara sekaligus, apalagi dalam kondisi perut yang mungkin belum siap, obat ini dapat memicu iritasi lambung yang parah, gangguan fungsi ginjal, hingga perdarahan internal yang masif.

Darah yang keluar dari hidung dan mulut korban MH disinyalir merupakan dampak dari reaksi sistemik tubuh terhadap dosis obat yang diberikan oleh pelaku. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pelaku memang berniat untuk mengakhiri hidup korban dengan cara membuat organ-organ vitalnya berhenti berfungsi akibat overdosis.

Langkah Hukum dan Masa Depan Kasus

Saat ini, Erick Balthasar telah mendekam di balik jeruji besi Polsek Rappocini untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi sedang mendalami apakah ada keterlibatan pihak lain atau apakah ada unsur perencanaan yang lebih jauh dalam kasus ini. Pelaku terancam dijerat dengan pasal pembunuhan berencana yang membawa konsekuensi hukuman penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati.

Baca Juga Ketentuan Tinggi Hilal Minimal Sidang Isbat Idul Adha 2026: Mengulas Standar MABIMS dan Prediksi Astronomi Terbaru
Ketentuan Tinggi Hilal Minimal Sidang Isbat Idul Adha 2026: Mengulas Standar MABIMS dan Prediksi Astronomi Terbaru

Kisah ini menjadi pengingat pahit tentang bagaimana hubungan yang dibangun di atas fondasi ketidakjujuran seringkali berakhir dengan tragedi. Ruang hotel yang seharusnya menjadi tempat beristirahat, justru berubah menjadi saksi bisu berakhirnya sebuah nyawa akibat ego dan cemburu yang tak terkendali.

Pihak keluarga korban yang baru mengetahui kejadian ini pun merasa sangat terpukul. Mereka tidak menyangka bahwa kehidupan ganda yang dijalani oleh MH akan berakhir dengan cara yang begitu tragis dan menyakitkan. Kasus ini kini menjadi perhatian publik di Makassar sebagai pengingat akan bahaya dari obsesi yang tidak sehat dalam sebuah hubungan.

Kesimpulan dari Meja Redaksi

Tragedi di Jalan Sungai Saddang Baru ini menambah daftar panjang kasus kekerasan dalam hubungan personal di Indonesia. Penggunaan teknologi informasi (Google) untuk merencanakan kejahatan juga menunjukkan pergeseran pola kriminalitas di era digital. KabarHarian akan terus memantau perkembangan proses hukum ini untuk memastikan keadilan bagi korban ditegakkan seadil-adilnya.

Hisan Halibin

Hisan Halibin

Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi kabarharian. Berpengalaman dalam jurnalisme digital dan manajemen media. Fokus pada akurasi data dan penyajian berita yang edukatif bagi pembaca.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *