Sapi Unggulan Tabanan Jadi Pilihan Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026: Kisah di Balik Perawatan Sang ‘Raja’ Kandang
KabarHarian — Momentum Hari Raya Idul Adha selalu membawa narasi spiritual yang mendalam, namun bagi para peternak lokal, ini juga merupakan panggung pembuktian kualitas hasil jerih payah mereka. Tahun 2026 ini, sorotan jatuh pada sebuah kandang di pelosok Kabupaten Tabanan, Bali. Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan komitmennya untuk mendukung sektor peternakan rakyat dengan memilih sapi jantan terbaik sebagai hewan kurban resminya. Bukan sekadar angka di atas timbangan, pemilihan ini merupakan simbol kepercayaan terhadap dedikasi peternak tradisional dalam menjaga kemurnian dan kesehatan ternak nusantara.
Pilihan Sang Presiden: Sapi Bali dari Jantung Tabanan
Di tengah sejuknya udara Banjar Anyar, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti, terdapat sebuah kebanggaan yang tengah dirawat dengan penuh ketelitian. Seekor sapi jantan Bali berumur tiga tahun telah resmi dipinang oleh Presiden Prabowo Subianto untuk dikurbankan pada Idul Adha mendatang. Sapi yang memiliki bobot saat ini mencapai 474 kilogram tersebut bukanlah hewan sembarangan; ia adalah hasil seleksi ketat yang melibatkan berbagai kriteria teknis dan kesehatan yang sangat tinggi.
I Wayan Doni Ardita (36), sang pemilik sekaligus perawat sapi tersebut, mengungkapkan rasa syukur yang luar biasa. Baginya, terpilihnya sapi dari peternakannya untuk kedua kalinya oleh orang nomor satu di Indonesia adalah sebuah kehormatan yang tak ternilai harganya. Sapi ini rencananya akan diserahkan untuk ibadah kurban di Masjid Nurul Falah, Desa Dauh Peken, Tabanan, sebagai bentuk kepedulian Presiden terhadap masyarakat setempat.
Dedikasi dan Standardisasi Tinggi dalam Perawatan
Menjadi penyedia hewan kurban bagi Presiden bukanlah perkara mudah. Doni menceritakan bahwa proses seleksi sudah dimulai sejak jauh hari, tepatnya pada April lalu. Tim dari Dinas Pertanian Provinsi Bali bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei menyeluruh. Pemeriksaan tersebut mencakup pengecekan fisik, pemantauan kesehatan dari penyakit mulut dan kuku (PMK), hingga validasi bobot aktual.
Setelah dinyatakan lolos seleksi awal, sapi pilihan tersebut langsung mendapatkan ‘perlakuan istimewa’. Doni menjelaskan bahwa diet sang sapi ditingkatkan dengan pemberian konsentrat berkualitas tinggi dan suntikan vitamin secara berkala guna memastikan imunitasnya tetap prima. “Kami memberikan pakan terbaik agar performa fisiknya tetap terjaga. Target kami, pada saat hari pemotongan nanti, bobotnya bisa menembus angka di atas 500 kilogram,” ujar Doni dengan nada optimis saat ditemui oleh tim jurnalis kami.
Tanggung Jawab Besar di Balik Harga Rp 60 Juta
Harga yang disepakati untuk satu ekor sapi pilihan ini mencapai Rp 60 juta. Angka tersebut mencerminkan kualitas serta kompensasi atas perawatan intensif yang harus dilakukan hingga hari H. Namun, bagi Doni, nilai tersebut datang dengan tanggung jawab yang sangat besar. Ada komitmen tertulis yang harus dijaga dengan penuh integritas oleh sang peternak.
“Ini adalah kepercayaan negara. Kami harus menjaga kesehatan dan keselamatan sapi ini 24 jam sehari. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kami berkewajiban menggantinya dengan sapi yang memiliki bobot dan kualitas yang setara. Oleh karena itu, keamanan dan kebersihan kandang menjadi prioritas utama kami setiap harinya,” tutur Doni menjelaskan risiko yang ia hadapi dengan penuh kesadaran profesional.
Eksistensi Sapi Bali di Pasar Nasional
Sapi Bali (Bos javanicus domesticus) memang dikenal sebagai primadona di dunia peternakan Indonesia. Karakteristik dagingnya yang padat, rendah lemak, serta persentase karkas yang tinggi menjadikannya pilihan utama bagi konsumen yang mengutamakan kualitas. Hal inilah yang membuat permintaan terhadap sapi dari peternakan Doni tidak hanya datang dari lingkup lokal Bali seperti Denpasar dan Tabanan, tetapi juga merambah ke luar pulau.
Doni menyebutkan bahwa saat ini ia mengelola sekitar 30 ekor sapi. Sebagian besar sudah dipesan oleh berbagai masjid untuk keperluan Idul Adha, sementara sisanya dipersiapkan untuk bibit unggul. “Sapi-sapi dari sini sudah sering dikirim hingga ke Jawa dan Kalimantan. Kualitas sapi Bali memang sulit ditandingi, dan kami berusaha menjaga kemurnian genetiknya agar tetap menjadi unggulan nasional,” tambahnya.
Estafet Perjuangan: Dari Gubuk Sawah hingga Langganan Presiden
Keberhasilan Doni mengelola peternakan ini bukanlah sebuah kebetulan yang terjadi dalam semalam. Ada sejarah panjang yang melatarbelakangi kesuksesannya. Usaha ini dirintis oleh mendiang ayahnya sejak tahun 2014 dengan modal awal yang sangat sederhana. Pada masa itu, sang ayah hanya memelihara tiga ekor sapi di sebuah gubuk kecil di tengah pematang sawah.
Namun, dengan kegigihan dan kemauan untuk belajar tentang manajemen peternakan modern, Doni berhasil mengembangkan warisan tersebut menjadi bisnis yang diperhitungkan secara nasional. Transformasi dari peternakan subsisten menjadi unit usaha yang profesional ini menjadi inspirasi bagi generasi muda di Tabanan. Doni membuktikan bahwa menjadi peternak bisa menjadi profesi yang menjanjikan asalkan dilakukan dengan standar kualitas yang benar dan pemanfaatan teknologi pakan yang tepat.
Makna Strategis Dukungan Pemerintah terhadap Peternak Lokal
Langkah Presiden Prabowo yang secara konsisten membeli hewan kurban langsung dari peternak rakyat memiliki dampak ekonomi mikro yang signifikan. Selain memberikan keuntungan finansial langsung, hal ini juga berfungsi sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap para pahlawan pangan di daerah. Dengan adanya publikasi mengenai sapi pilihan presiden, peternak seperti Doni mendapatkan kepercayaan lebih dari pasar luas.
KabarHarian mencatat bahwa pola pembelian seperti ini mendorong para peternak lain di wilayah Baturiti dan sekitarnya untuk terus meningkatkan standar perawatan mereka. Persaingan sehat pun tercipta untuk menghasilkan hewan ternak yang memenuhi syarat premium. Hal ini sejalan dengan visi kedaulatan pangan nasional, di mana kebutuhan protein hewani dapat dipenuhi secara mandiri melalui pemberdayaan peternak-peternak lokal yang tangguh.
Menanti Hari Raya dengan Optimisme
Kini, seiring dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Adha 2026, kesibukan di peternakan Doni semakin meningkat. Sapi ‘Presiden’ tersebut terus dipantau perkembangannya setiap jam. Bagi masyarakat Desa Dauh Peken, kehadiran sapi kurban dari Presiden ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan simbol persatuan dan perhatian pemimpin terhadap rakyatnya di pelosok daerah.
Ibadah kurban di Masjid Nurul Falah tahun ini diprediksi akan menjadi momen yang sangat berkesan bagi warga Tabanan. Cerita tentang sapi 474 kilogram dari tangan dingin I Wayan Doni Ardita akan menjadi bagian dari catatan sejarah lokal bagaimana kualitas ternak Bali diakui di level tertinggi pemerintahan. Semangat Doni dalam merawat ternaknya adalah refleksi dari semangat ribuan peternak di Indonesia yang terus berjuang menjaga stabilitas pangan nasional di tengah tantangan zaman.