Misteri Hilangnya Lansia di Tegallalang: I Made Yuda Ditemukan Selamat di Dasar Jurang Sungai Petanu Setelah Pencarian Dramatis

Andre Pratama | KabarHarian
16 May 2026, 18:07 WIB
Misteri Hilangnya Lansia di Tegallalang: I Made Yuda Ditemukan Selamat di Dasar Jurang Sungai Petanu Setelah Pencarian D

KabarHarian — Keheningan di Banjar Tangkas, Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, seketika pecah oleh kabar melegakan sekaligus mengharukan. I Made Yuda, seorang lansia berusia 64 tahun yang sempat dilaporkan hilang secara misterius sejak Jumat siang, akhirnya ditemukan dalam kondisi bernapas meski dalam keadaan sangat lemas di dasar jurang yang curam, tepat di pinggiran aliran Sungai Petanu yang tersohor akan medannya yang ekstrem.

Peristiwa yang menguras emosi keluarga dan warga sekitar ini berakhir pada Sabtu (16/5/2026) siang, setelah tim gabungan melakukan pencarian intensif menembus gelapnya malam dan rimbunnya tegalan di kawasan Gianyar. Sosok Made Yuda ditemukan tergeletak tak berdaya, terpisah dari peradaban oleh dinding jurang yang terjal, meninggalkan tanda tanya besar mengenai bagaimana ia bisa bertahan dalam kondisi terluka di tengah alam liar selama hampir 24 jam.

Kronologi Menghilangnya Sang Kakek

Semua bermula pada Jumat siang, sekitar pukul 13.00 Wita. Seperti rutinitas masyarakat Bali pada umumnya yang senantiasa bersiap untuk upacara keagamaan, Made Yuda berpamitan kepada cucunya. Dengan langkah yang masih terlihat tegap untuk usianya, ia menyampaikan niatnya untuk pergi ke tegalan atau lahan kosong yang terletak tidak jauh dari kediamannya.

Baca Juga Update Utang Luar Negeri Indonesia Q1-2026: Tembus Rp 7.669 Triliun di Tengah Tren Perlambatan
Update Utang Luar Negeri Indonesia Q1-2026: Tembus Rp 7.669 Triliun di Tengah Tren Perlambatan

Tujuannya sederhana namun mulia: mencari bahan-bahan material yang diperlukan untuk keperluan upacara agama. Di Bali, mencari janur, bunga, atau kayu di lahan sendiri adalah bentuk pengabdian yang lumrah dilakukan. Namun, siapa sangka pamitan sederhana itu menjadi awal dari kepanikan panjang bagi keluarganya.

Waktu terus bergulir hingga matahari mulai terbenam di ufuk barat. Pukul 19.00 Wita tiba, namun bayangan Made Yuda tak kunjung muncul di pintu rumah. Kecemasan mulai menyelimuti hati sang cucu dan anggota keluarga lainnya. Mengingat usia Made Yuda yang sudah lanjut dan medan tegalan yang memiliki banyak titik curam, pihak keluarga memutuskan untuk tidak menunggu lebih lama lagi. Mereka segera melaporkan hilangnya sang kakek ke pihak berwajib.

Operasi Pencarian Skala Besar di Tengah Kegelapan

Mendapat laporan tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Tegallalang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar langsung bergerak cepat. Mengingat lokasi hilangnya korban berada di kawasan yang berdekatan dengan jurang Sungai Petanu, tim pencari sadar bahwa waktu adalah musuh utama mereka.

Baca Juga Paradoks Merseyside: Mengapa Timnas Inggris ke Piala Dunia 2026 Tanpa Pilar Liverpool?
Paradoks Merseyside: Mengapa Timnas Inggris ke Piala Dunia 2026 Tanpa Pilar Liverpool?

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan menyisir area tegalan tempat korban terakhir kali terlihat. “Personel Polsek Tegallalang dan BPBD Gianyar melakukan penyisiran hingga dini hari. Medan yang gelap dan licin menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan,” ujar Suardita saat memberikan keterangan resminya kepada media.

Pencarian malam itu berlangsung hingga pukul 02.00 Wita Sabtu dini hari. Namun, meski telah menggunakan lampu penerangan jarak jauh dan memanggil-manggil nama korban, hasilnya nihil. Tim terpaksa menghentikan sementara operasi demi keselamatan personel, namun semangat untuk menemukan Made Yuda tidak surut sedikit pun.

Titik Terang: Penemuan Sandal dan Pisau di Bibir Jurang

Sabtu pagi, saat embun masih membasahi dedaunan, tim kembali bergerak. Pencarian diperluas hingga ke bibir jurang yang mengarah langsung ke dasar Sungai Petanu. Sekitar pukul 10.00 Wita, tim menemukan petunjuk vital yang menjadi titik terang dalam misteri ini.

Sepasang sandal dan sebuah pisau—alat yang dibawa korban untuk mencari bahan upacara—ditemukan tergeletak di pinggir jurang. Temuan ini langsung mengubah fokus pencarian. Dugaan bahwa korban terpeleset dan jatuh ke dalam jurang semakin menguat. Dengan penuh kehati-hatian, tim mulai mengintip ke dasar jurang yang dipenuhi vegetasi lebat dan bebatuan besar.

Baca Juga Prakiraan Cuaca Bali Rabu 6 Mei 2026: Intip Potensi Hujan Ringan di Denpasar dan Langit Cerah Berawan di Seluruh Wilayah
Prakiraan Cuaca Bali Rabu 6 Mei 2026: Intip Potensi Hujan Ringan di Denpasar dan Langit Cerah Berawan di Seluruh Wilayah

Benar saja, dari kejauhan terlihat sesosok tubuh yang tergeletak diam di pinggir sungai. Setelah dipastikan, sosok tersebut adalah I Made Yuda. Ia ditemukan dalam posisi tergeletak lemas, tidak mampu berdiri, namun syukurnya masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Proses Evakuasi yang Menegangkan

Menemukan korban adalah satu hal, namun mengevakuasinya dari dasar jurang adalah tantangan lain. Pukul 11.10 Wita, operasi evakuasi secara teknis dimulai. Petugas harus menggunakan tali dan peralatan khusus untuk menuruni dinding jurang yang vertikal guna menjangkau posisi korban.

Kondisi Made Yuda saat itu sangat memprihatinkan. Selain lemas karena dehidrasi dan kedinginan, ia menderita sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya yang diduga akibat benturan saat terjatuh. Petugas dengan sigap memberikan pertolongan pertama di tempat sebelum mengikatkan tubuh korban ke tandu evakuasi.

Perjuangan melawan gravitasi pun dimulai. Selama sekitar 30 menit, tim berjibaku menarik tandu ke atas melewati rintangan akar pohon dan tebing tanah. Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 11.40 Wita, saat Made Yuda berhasil ditarik ke permukaan dalam kondisi selamat.

Baca Juga Aksi Heroik Suster Marisa: Bertaruh Nyawa Tembus Kobaran Api Demi Selamatkan Bayi di Kupang
Aksi Heroik Suster Marisa: Bertaruh Nyawa Tembus Kobaran Api Demi Selamatkan Bayi di Kupang

Perawatan Medis di RSUD Sanjiwani

Begitu sampai di atas, tangis haru menyambut kedatangan sang kakek. Tanpa membuang waktu, petugas medis yang sudah bersiaga segera melarikan Made Yuda ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar menggunakan mobil ambulans. Langkah ini diambil untuk memastikan korban mendapatkan penanganan intensif atas luka-luka dan kondisi fisiknya yang menurun drastis.

Ipda Gusti Ngurah Suardita mengonfirmasi bahwa saat ini korban sedang berada dalam pengawasan medis yang ketat. “Selanjutnya korban dirujuk ke RSUD Sanjiwani Gianyar untuk penanganan kesehatan. Kami bersyukur korban ditemukan dalam keadaan hidup meskipun kondisinya sangat lemas,” tambahnya.

Pelajaran dari Alam Tegallalang

Kejadian yang menimpa I Made Yuda menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan dengan geografis ekstrem seperti Tegallalang. Keindahan alam Gianyar yang dipenuhi dengan lembah dan jurang sungai di satu sisi memang menawan, namun di sisi lain menyimpan risiko yang nyata bagi keselamatan, terutama bagi lansia.

Pihak kepolisian pun mengimbau agar warga lebih berhati-hati saat beraktivitas di tegalan, terutama jika dilakukan seorang diri. Dukungan dan pengawasan dari anggota keluarga yang lebih muda sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang. Kini, doa mengalir dari warga Banjar Tangkas agar Made Yuda dapat segera pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga di rumah.

Baca Juga Mimpi Haji yang Kandas di Pintu Imigrasi: Kisah Jemaah Mataram Terjerat ‘Dosa Masa Lalu’ di Arab Saudi
Mimpi Haji yang Kandas di Pintu Imigrasi: Kisah Jemaah Mataram Terjerat ‘Dosa Masa Lalu’ di Arab Saudi

Kisah ini berakhir dengan secercah harapan, membuktikan bahwa sinergi antara masyarakat, kepolisian, dan BPBD dapat menyelamatkan nyawa di saat-saat paling kritis sekalipun. Sungai Petanu yang tenang hari itu menjadi saksi bisu perjuangan seorang lansia bertahan hidup dan dedikasi tim penyelamat dalam misi kemanusiaan yang luar biasa.

Andre Pratama

Andre Pratama

Jurnalis lapangan yang berdedikasi meliput isu-isu regional dan peristiwa terkini di Indonesia. Memiliki minat mendalam pada isu kebijakan publik dan perkembangan infrastruktur di daerah.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *