David Moyes Tegaskan Mikel Arteta Tak Perlu Berterima Kasih Usai Everton Berhasil Jegal Manchester City

Andre Pratama | KabarHarian
05 May 2026, 10:07 WIB
David Moyes Tegaskan Mikel Arteta Tak Perlu Berterima Kasih Usai Everton Berhasil Jegal Manchester City

KabarHarian — Persaingan memperebutkan mahkota juara Liga Inggris musim ini kembali menyuguhkan drama yang menggetarkan emosi para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Dalam sebuah pertandingan yang berlangsung dengan intensitas luar biasa pada Selasa (5/5/2026) dini hari, Everton berhasil memainkan peran sebagai ‘giant killer’ sekaligus pengubah arah angin dalam perburuan gelar juara. Hasil imbang 3-3 yang diraih The Toffees saat menjamu raksasa Manchester City bukan sekadar skor di papan pengumuman, melainkan sebuah pernyataan besar yang secara tidak langsung memberikan keuntungan bagi Arsenal.

Di tengah euforia pendukung Arsenal yang merasa tim kesayangan mereka kini berada di atas angin, muncul sebuah pertanyaan menarik mengenai hubungan antara manajer Everton, David Moyes, dan arsitek Arsenal, Mikel Arteta. Mengingat sejarah panjang keduanya sebagai mentor dan murid, banyak yang berspekulasi bahwa keberhasilan Everton menahan City adalah ‘hadiah’ dari Moyes untuk Arteta. Namun, dengan gaya khasnya yang lugas dan profesional, Moyes segera menepis anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa Arteta tidak perlu merasa berutang budi padanya, karena fokus utama setiap manajer adalah kehormatan klub mereka masing-masing.

Baca Juga Jadwal Salat Denpasar, Badung, dan Gianyar Hari Ini 20 Mei 2026: Panduan Ibadah Tepat Waktu di Pulau Dewata
Jadwal Salat Denpasar, Badung, dan Gianyar Hari Ini 20 Mei 2026: Panduan Ibadah Tepat Waktu di Pulau Dewata

Drama Enam Gol yang Mengguncang Goodison Park

Pertandingan yang digelar di markas kebanggaan Everton ini sejak awal sudah diprediksi akan berjalan timpang. Manchester City, dengan mesin gol Erling Haaland dan kreativitas tanpa batas di lini tengah, datang dengan misi wajib menang demi memangkas jarak poin dari Arsenal. Sinyal dominasi City langsung terlihat ketika Jeremy Doku berhasil memecah kebuntuan di babak pertama, membawa The Citizens unggul 1-0. Pada titik ini, banyak yang mengira City akan melenggang mulus meraih tiga poin.

Namun, sepak bola selalu punya cara untuk mengejutkan. Memasuki babak kedua, Everton yang tampil dengan determinasi tinggi dan semangat pantang menyerah, berhasil membalikkan keadaan dengan cara yang spektakuler. Thierno Barry menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol (brace) yang membuat pertahanan City kocar-kacir. Keunggulan tuan rumah semakin mantap setelah Jake O’Brien menyumbangkan gol ketiga, mengubah skor menjadi 3-1 untuk keunggulan Everton. Stadion pun bergemuruh, membayangkan sebuah kemenangan bersejarah atas salah satu tim terbaik dunia.

Baca Juga Transformasi Pelayanan Publik: Kapolda Bali Resmikan Gedung Bhara Daksa Polres Gianyar Senilai Rp 20 Miliar
Transformasi Pelayanan Publik: Kapolda Bali Resmikan Gedung Bhara Daksa Polres Gianyar Senilai Rp 20 Miliar

Meski demikian, Manchester City menunjukkan mentalitas juara mereka. Di bawah tekanan waktu, pasukan Pep Guardiola terus membombardir pertahanan Everton. Erling Haaland berhasil mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan, dan drama mencapai puncaknya di masa injury time. Jeremy Doku kembali mencetak gol keduanya, memaksa laga berakhir imbang 3-3. Meski gagal menang, hasil ini tetap menjadi pukulan bagi City dalam perebutan gelar juara.

Reaksi David Moyes: Profesionalisme di Atas Segalanya

Dalam konferensi pers pascapertandingan yang emosional, David Moyes memberikan pandangan yang sangat jernih mengenai posisinya saat ini. Saat ditanya oleh awak media apakah Mikel Arteta sudah mengirimkan pesan singkat atau menelepon untuk mengucapkan terima kasih, Moyes hanya tersenyum tipis. Ia merasa hal itu tidak perlu terjadi di level profesional seperti Premier League.

“Saya memang berbicara dengan Mikel dari waktu ke waktu, tetapi dia memiliki urusan besar yang harus difokuskan sendiri,” ujar Moyes dengan nada tenang. Ia merujuk pada jadwal padat Arsenal yang juga harus bersiap menghadapi laga krusial di kancah Eropa. Menurut Moyes, Arteta saat ini tengah memusatkan seluruh energinya untuk membawa Arsenal melaju jauh di Liga Champions, terutama menghadapi leg kedua semifinal melawan Atletico Madrid.

Baca Juga Tragedi Berdarah di Gunung Naitonis: Patah As Roda, Dump Truck Terguling hingga Merenggut Dua Nyawa di Kupang
Tragedi Berdarah di Gunung Naitonis: Patah As Roda, Dump Truck Terguling hingga Merenggut Dua Nyawa di Kupang

Moyes menambahkan bahwa dirinya justru merasa kecewa karena gagal mengamankan poin penuh setelah sempat memimpin jauh. “Dia (Arteta) harus memenangkan pertandingannya sendiri untuk menjadi juara. Malam ini, saya merasa sedikit kecewa karena kami hampir saja meraih tiga poin melawan tim yang saat ini dianggap sebagai yang terbaik di Premier League. Kami berjuang untuk Everton, bukan untuk tim lain,” tegas manajer asal Skotlandia tersebut.

Hubungan Mentor dan Murid yang Tetap Terjaga

Bagi para penikmat sejarah sepak bola Inggris, hubungan antara David Moyes dan Mikel Arteta bukanlah hal baru. Benih-benih kerja sama mereka tumbuh sejak tahun 2005, ketika Moyes mendatangkan Arteta ke Everton dari Real Sociedad. Di bawah asuhan Moyes, Arteta bertransformasi menjadi salah satu gelandang kreatif paling disegani di liga sebelum akhirnya hijrah ke Arsenal sebagai pemain dan kini menjadi manajer sukses.

Moyes mengakui kehebatan City, namun ia juga tidak memungkiri bahwa tim lain—termasuk Arsenal—telah menunjukkan performa yang luar biasa musim ini. “Apakah mereka (City) akan membuktikannya dengan memenangkan gelar lagi? Saya tidak tahu. Tetapi tidak diragukan lagi bahwa saat ini, standar permainan di liga ini sangat tinggi, dan tim-tim di papan atas bermain lebih baik daripada siapapun,” tambahnya.

Baca Juga Tragedi Berdarah di Jalur Singaraja-Kubutambahan: Adu Banteng Scoopy dan Satria Renggut Satu Nyawa
Tragedi Berdarah di Jalur Singaraja-Kubutambahan: Adu Banteng Scoopy dan Satria Renggut Satu Nyawa

Profesionalisme yang ditunjukkan Moyes adalah cermin dari sportivitas tinggi. Meskipun ia memiliki kedekatan personal dengan Arteta, di lapangan hijau, persahabatan tersebut dikesampingkan demi integritas kompetisi. Everton membutuhkan setiap poin untuk memperbaiki posisi mereka, dan menjegal City adalah murni misi strategis klub, bukan bantuan personal.

Implikasi Terhadap Peta Persaingan Gelar Juara

Hasil imbang 3-3 ini memberikan dampak signifikan pada tabel klasemen sementara. Manchester City kini tertahan di urutan kedua dengan koleksi 71 poin dari 34 pertandingan. Sementara itu, Arsenal tetap kokoh di puncak klasemen dengan raihan 76 poin, meski telah memainkan satu pertandingan lebih banyak (35 pertandingan). Selisih lima poin ini memberikan ruang napas yang cukup bagi The Gunners, meski secara matematis City masih memiliki tabungan satu pertandingan.

Kehilangan dua poin di markas Everton bisa menjadi momen yang akan disesali Pep Guardiola di akhir musim nanti. Tekanan kini berpindah sepenuhnya ke pundak para pemain City untuk tampil sempurna di sisa laga mereka. Di sisi lain, Arsenal kini memegang kendali atas nasib mereka sendiri. Jika mereka mampu menjaga konsistensi di sisa kompetisi, gelar juara yang sudah dinanti selama dua dekade bisa kembali ke London Utara.

Baca Juga Aksi Tegas Pecalang Tabanan: Pencemaran Lingkungan Berujung Sanksi Sosial Bagi Pembuang Sampah Liar
Aksi Tegas Pecalang Tabanan: Pencemaran Lingkungan Berujung Sanksi Sosial Bagi Pembuang Sampah Liar

Pertarungan ini belum usai, namun apa yang terjadi di Goodison Park telah memberikan bumbu penyedap yang luar biasa bagi drama akhir musim Premier League. David Moyes dan Everton telah membuktikan bahwa di liga paling kompetitif di dunia ini, tidak ada hasil yang pasti sampai peluit panjang dibunyikan.

Kesimpulan: Fokus pada Target Masing-Masing

Pada akhirnya, narasi mengenai ‘bantuan’ Moyes untuk Arteta hanyalah bumbu dari media dan penggemar. Di balik layar, yang ada hanyalah kerja keras para pelatih dan pemain untuk mencapai target klub masing-masing. Moyes fokus membawa Everton menjauh dari zona berbahaya dan memberikan perlawanan terbaik, sementara Arteta fokus membawa Arsenal mengakhiri puasa gelar liga mereka.

Persaingan Premier League musim 2025/2026 ini akan terus dikenang sebagai salah satu yang paling sengit. Dengan hanya beberapa pertandingan tersisa, setiap detail kecil, setiap gol di injury time, dan setiap keputusan taktis dari manajer seperti David Moyes dan Pep Guardiola akan menentukan siapa yang layak berdiri di podium tertinggi saat musim berakhir nanti.

Andre Pratama

Andre Pratama

Jurnalis lapangan yang berdedikasi meliput isu-isu regional dan peristiwa terkini di Indonesia. Memiliki minat mendalam pada isu kebijakan publik dan perkembangan infrastruktur di daerah.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *