Awan Hitam di Ranah Minang: Semen Padang Resmi Terdegradasi, Susul PSBS Biak ke Liga 2

Hisan Halibin | KabarHarian
04 May 2026, 12:07 WIB
Awan Hitam di Ranah Minang: Semen Padang Resmi Terdegradasi, Susul PSBS Biak ke Liga 2

KabarHarian — Panggung tertinggi sepak bola Indonesia, Super League 2025/2026, baru saja memberikan vonis pahit bagi salah satu klub legendaris tanah air. Semen Padang FC, tim berjuluk Kabau Sirah, dipastikan harus mengakhiri perjalanannya di kasta utama setelah resmi menyusul PSBS Biak turun kasta ke Liga 2 atau Divisi Championship musim depan.

Kepastian ini menyisakan duka mendalam bagi pendukung setia di Ranah Minang. Kekalahan tipis 0-1 dari Dewa United dalam laga pekan ke-31 yang digelar di Banten International Stadium, Minggu (3/5/2026) malam, menjadi titik akhir dari perjuangan panjang nan melelahkan skuad asuhan Imran Nahumarury tersebut. Gol semata wayang yang dilesakkan oleh Noah Sadaoui pada menit ke-31 seolah menjadi lonceng kematian bagi harapan Semen Padang untuk bertahan di kompetisi elite.

Drama di Banten: Perlawanan yang Kandas

Pertandingan melawan Dewa United sebenarnya berjalan cukup alot. Semen Padang yang datang dengan misi wajib menang tampil menekan sejak menit awal. Mereka menyadari bahwa kehilangan poin di laga ini akan menutup peluang mereka untuk keluar dari zona merah. Namun, kedisiplinan barisan pertahanan Dewa United serta ketajaman lini depan lawan menjadi tembok besar yang sulit ditembus.

Baca Juga Cara Cek Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026: Panduan Lengkap dan Jadwal Terupdate
Cara Cek Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026: Panduan Lengkap dan Jadwal Terupdate

Noah Sadaoui, yang menjadi bintang dalam laga tersebut, berhasil memanfaatkan celah di lini belakang Semen Padang pada pertengahan babak pertama. Lewat skema serangan yang rapi, ia melepaskan tembakan yang gagal dihalau oleh penjaga gawang Kabau Sirah. Meski setelah tertinggal Semen Padang berusaha habis-habisan menggempur pertahanan lawan, skor 1-0 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya namun tetap memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya. Dalam sesi konferensi pers usai laga, ia menegaskan bahwa para pemain telah memberikan segalanya di atas lapangan.

“Secara hasil memang kami harus menerima kekalahan ini. Namun secara permainan, saya sangat bangga dengan para pemain yang sudah berjuang sampai tetes keringat terakhir, dalam kondisi sulit apa pun. Kami memiliki beberapa peluang emas yang seharusnya bisa berbuah gol, tapi inilah sepak bola, kadang tidak memihak pada kita,” ujar Imran dengan nada tegar.

Statistik Kelam dan Persaingan di Papan Bawah

Dengan kekalahan ini, posisi Semen Padang di klasemen sementara Super League semakin terpuruk. Mereka tertahan di peringkat ke-17 dengan raihan 20 poin dari 31 pertandingan. Secara matematis, dengan sisa tiga pertandingan lagi, poin maksimal yang bisa diraih Semen Padang hanyalah 29 poin.

Baca Juga Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Kepulauan Tanimbar Maluku, BMKG: Kedalaman Menengah dan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Kepulauan Tanimbar Maluku, BMKG: Kedalaman Menengah dan Tidak Berpotensi Tsunami

Angka tersebut tidak lagi mampu mengejar Madura United yang saat ini menduduki batas aman terbawah di posisi ke-15 dengan 29 poin. Mengingat Madura United unggul dalam catatan head-to-head atau kriteria lainnya, posisi Semen Padang sudah tidak mungkin lagi tertolong. Kabau Sirah hanya unggul dua poin dari sang juru kunci, PSBS Biak, yang sudah lebih dulu dipastikan degradasi pekan lalu.

Sepanjang musim ini, baik Semen Padang maupun PSBS Biak mencatatkan statistik yang cukup mengkhawatirkan. Keduanya menjadi tim dengan jumlah kekalahan terbanyak di liga, yakni masing-masing sebanyak 21 kali kalah. Rapuhnya lini pertahanan dan kurang tajamnya lini serang disinyalir menjadi penyebab utama mengapa dua tim promosi ini gagal bersaing dengan klub-klub mapan lainnya.

Harapan di Tengah Keterpurukan

Meskipun vonis degradasi sudah dijatuhkan, Imran Nahumarury menegaskan bahwa timnya tidak akan bermain setengah hati di sisa kompetisi. Baginya, martabat klub tetap harus dijaga hingga pekan terakhir. Ia berkomitmen untuk tetap memberikan perlawanan maksimal di tiga laga sisa sebagai bentuk tanggung jawab kepada manajemen dan suporter.

Baca Juga Prediksi dan Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 vs Qatar: Misi Garuda Muda Segel Tiket Perempat Final Piala Asia
Prediksi dan Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 vs Qatar: Misi Garuda Muda Segel Tiket Perempat Final Piala Asia

“Masih ada tiga pertandingan lagi. Saya akan terus memimpin perjuangan ini. Apapun kondisinya, saya bukan tipe orang yang mudah menyerah. Kami ingin mengakhiri musim dengan kepala tegak,” tegas Imran.

Kejatuhan Semen Padang dan PSBS Biak ini sekaligus menandai akan adanya wajah-wajah baru di Super League musim depan. Dua tempat yang ditinggalkan akan diisi oleh Garudayaksa FC dan PSS Sleman. Keduanya dipastikan promosi setelah keluar sebagai juara grup di kasta Championship (Liga 2), membawa harapan baru bagi peta persaingan sepak bola nasional.

Siapa Menyusul? Persaingan Zona Merah Masih Memanas

Degradasi Semen Padang dan PSBS Biak belum mengakhiri drama di papan bawah. Masih ada satu slot degradasi lagi yang menghantui sejumlah klub. Saat ini, Persis Solo berada di posisi yang paling terancam karena menempati peringkat ke-16, zona merah terakhir. Laskar Sambernyawa hanya mengoleksi 27 poin dari 31 laga.

Namun, Persis Solo tidak sendirian dalam ketakutan. Selisih poin yang sangat tipis membuat klub-klub di atasnya seperti Madura United (29 poin), PSM Makassar (31 poin), Persijap Jepara (31 poin), bahkan Persik Kediri (36 poin) secara matematis belum benar-benar aman. Setiap kesalahan di pekan-pekan terakhir bisa berakibat fatal dan menyeret mereka ke jurang degradasi.

Baca Juga Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Perintis Kemerdekaan: PDAM Makassar Imbau Warga Siapkan Cadangan Air Bersih
Perbaikan Pipa Bocor di Jalan Perintis Kemerdekaan: PDAM Makassar Imbau Warga Siapkan Cadangan Air Bersih

Menatap Puncak: Persib dan Borneo Saling Sikut

Kontras dengan drama di papan bawah, persaingan di papan atas justru semakin memanas untuk memperebutkan gelar juara. Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda kini sama-sama mengoleksi 69 poin di posisi satu dan dua. Persija Jakarta menguntit di posisi ketiga dengan 62 poin, siap memanfaatkan terpelesetnya dua tim di atas mereka.

Berikut adalah klasemen sementara Super League 2025/2026 hingga pekan ke-31:

  • 1. Persib Bandung – 69 Poin
  • 2. Borneo FC Samarinda – 69 Poin
  • 3. Persija Jakarta – 62 Poin
  • 4. Malut United – 52 Poin
  • 5. Persebaya Surabaya – 51 Poin
  • 6. Dewa United – 50 Poin
  • 15. Madura United – 29 Poin
  • 16. Persis Solo – 27 Poin (Zona Degradasi)
  • 17. Semen Padang – 20 Poin (Resmi Degradasi)
  • 18. PSBS Biak – 18 Poin (Resmi Degradasi)

Turunnya Semen Padang tentu menjadi pelajaran berharga bagi manajemen klub. Sebagai tim dengan sejarah panjang dan basis massa yang besar, publik berharap Kabau Sirah tidak berlama-lama di kasta kedua dan segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk kembali ke tempat yang seharusnya: kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Hisan Halibin

Hisan Halibin

Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi kabarharian. Berpengalaman dalam jurnalisme digital dan manajemen media. Fokus pada akurasi data dan penyajian berita yang edukatif bagi pembaca.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *