Tragedi di Pantai Biaung: Pamit Beli Sate, Lansia 85 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia secara Tragis

Andre Pratama | KabarHarian
11 May 2026, 12:09 WIB
Tragedi di Pantai Biaung: Pamit Beli Sate, Lansia 85 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia secara Tragis

KabarHarian — Suasana tenang di pesisir Pantai Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, mendadak berubah menjadi duka mendalam pada Minggu malam (10/5/2026). Seorang perempuan lanjut usia berinisial NMS, yang telah menginjak usia 85 tahun, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di bibir pantai. Penemuan ini mengakhiri pencarian panik pihak keluarga setelah korban dilaporkan menghilang sejak petang hari.

Kejadian yang menggetarkan warga sekitar ini bermula dari sebuah aktivitas sederhana yang berujung pada misteri memilukan. Korban yang seharusnya menikmati masa tuanya di lingkungan keluarga, justru ditemukan terdampar di tengah deburan ombak laut selatan Bali. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kronologi pasti bagaimana sang nenek bisa mencapai area pantai yang cukup jauh dari kediamannya.

Detik-Detik Penemuan di Tengah Kegelapan Malam

Malam itu, sekitar pukul 20.00 WITA, dua warga setempat yang tengah menyalurkan hobi memancing di pesisir Pantai Biaung dikejutkan oleh pemandangan yang tidak biasa. Di bawah cahaya rembulan yang samar, mereka melihat sebuah bayangan gelap yang terombang-ambing di antara buih ombak yang menepi ke daratan.

Baca Juga Skandal Suap Impor: Menkeu Purbaya Pasang Badan untuk Dirjen Bea Cukai yang Terseret Dakwaan KPK
Skandal Suap Impor: Menkeu Purbaya Pasang Badan untuk Dirjen Bea Cukai yang Terseret Dakwaan KPK

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Timur, Iptu I Nyoman Agus Putra Ardiana, mewakili Kapolsek Denpasar Timur, mengonfirmasi bahwa penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh para pemancing. “Saksi yang sedang memancing melihat bayangan hitam di sela-sela ombak laut. Karena curiga, mereka kemudian mendekat dan menyalakan senter untuk memastikan apa sebenarnya benda tersebut,” ujar Agus saat dikonfirmasi pada Senin pagi (11/5/2026).

Begitu cahaya senter menyorot objek tersebut, betapa terkejutnya para saksi ketika menyadari bahwa bayangan hitam itu adalah tubuh seorang manusia. Saksi pertama, I Kadek Alit Wibawa, segera memanggil rekannya yang bernama Jepri untuk memberikan bantuan. Di tengah situasi yang genting tersebut, seorang pemancing lain yang identitasnya belum diketahui turut membantu menarik tubuh korban ke area pasir yang lebih kering agar tidak kembali terseret arus laut yang cukup kuat malam itu.

Kronologi Sebelum Kejadian: Pamit Membeli Hidangan Malam

Berdasarkan keterangan yang dihimpun tim redaksi dari pihak keluarga, NMS terakhir kali terlihat meninggalkan rumah sekitar pukul 18.00 WITA. Kepada anggota keluarganya, ia berpamitan untuk pergi membeli sate di sebuah warung yang berlokasi di sebelah timur Banjar Biaung. Sebagai seorang lansia yang masih tampak bugar, pihak keluarga awalnya tidak menaruh curiga yang berlebihan.

Baca Juga Mengenang Dedikasi I Wayan Subawa: Sosok Birokrat Senior dan Pengabdi Adat Bali yang Berpulang
Mengenang Dedikasi I Wayan Subawa: Sosok Birokrat Senior dan Pengabdi Adat Bali yang Berpulang

Namun, firasat buruk mulai muncul ketika hingga pukul 18.30 WITA, NMS belum juga kembali ke rumah. Di saat yang bersamaan, pihak keluarga menerima informasi dari warga lain yang melihat korban sedang berjalan di kawasan Jalan Bypass Ida Bagus Mantra. Menurut saksi mata di lokasi tersebut, sang nenek tampak menunjukkan gelagat kebingungan, seolah kehilangan arah tujuan.

Keluarga yang merasa khawatir segera melakukan pencarian mandiri. Mereka menyisir berbagai titik, mulai dari warung sate yang dituju hingga merambah ke kawasan Padanggalak. Sayangnya, upaya pencarian tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya sebuah telepon dari kepala dusun setempat membawa kabar duka yang memecah keheningan malam.

Kondisi Korban Saat Ditemukan

Ketika petugas kepolisian dan tim medis tiba di lokasi kejadian, kondisi NMS sudah dinyatakan meninggal dunia. Posisi jenazah ditemukan melintang di atas pasir pantai dengan posisi kepala menghadap ke arah timur. Sebuah detail yang cukup memprihatinkan adalah korban ditemukan hanya mengenakan rok berwarna biru tanpa mengenakan baju atasan.

Baca Juga Skandal Korupsi Insentif Pajak: Mantan Kepala Bapenda Lombok Tengah Divonis 5 Tahun Penjara
Skandal Korupsi Insentif Pajak: Mantan Kepala Bapenda Lombok Tengah Divonis 5 Tahun Penjara

Iptu Agus menjelaskan bahwa tim identifikasi langsung melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban. “Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, kami menemukan adanya busa yang keluar dari mulut korban. Ini merupakan salah satu indikasi kuat bahwa korban meninggal dunia akibat tenggelam atau terlalu banyak menghirup air laut,” jelasnya secara mendalam.

Kabar baiknya, dalam pemeriksaan fisik tersebut, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik maupun luka akibat benda tumpul atau tajam di tubuh korban. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kejadian ini murni merupakan kecelakaan atau musibah yang dialami korban akibat kondisi disorientasi yang dialaminya saat berada di luar rumah.

Dugaan Disorientasi pada Lansia

Tragedi yang menimpa NMS memicu diskusi mengenai keselamatan lansia di lingkungan perkotaan. Di usia 85 tahun, risiko mengalami gangguan kognitif atau disorientasi ruang sangatlah tinggi. Pihak kepolisian menduga, setelah sempat terlihat bingung di Jalan Bypass, korban kemungkinan besar berjalan terus tanpa arah hingga akhirnya sampai di bibir pantai dan terseret ombak.

Baca Juga Geger Foto Viral Aksi Tak Senonoh di SMKN 1 Kopang, Pihak Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan
Geger Foto Viral Aksi Tak Senonoh di SMKN 1 Kopang, Pihak Sekolah Beri Klarifikasi Mengejutkan

Keluarga korban pun tampak sangat terpukul dengan kejadian ini. Mereka tidak menyangka bahwa niat sederhana sang nenek untuk membeli sate akan menjadi perjalanan terakhirnya. Setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP), jenazah NMS segera dibawa pulang ke rumah duka untuk menjalani prosesi pemakaman sesuai dengan adat dan kepercayaan keluarga.

Pentingnya Pengawasan Terhadap Anggota Keluarga Lansia

Peristiwa memilukan di Pantai Biaung ini menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat, khususnya warga Denpasar, untuk memberikan perhatian ekstra kepada anggota keluarga yang sudah lanjut usia. Penurunan fungsi kognitif seringkali membuat lansia mudah tersesat meski berada di lingkungan yang sebenarnya sudah mereka kenal selama puluhan tahun.

Para ahli menyarankan agar lansia yang memiliki kecenderungan bingung atau sering lupa arah tidak dibiarkan bepergian sendirian, terutama menjelang waktu petang atau malam hari. Penggunaan gelang identitas yang mencantumkan nomor telepon keluarga juga seringkali disarankan sebagai langkah preventif untuk mempercepat proses penanganan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di ruang publik.

Baca Juga Jadwal Lengkap dan Panduan Cek Hasil TKA SD-SMP 2026: Catat Tanggal Pentingnya!
Jadwal Lengkap dan Panduan Cek Hasil TKA SD-SMP 2026: Catat Tanggal Pentingnya!

Kini, Pantai Biaung kembali ke rutinitasnya, namun duka mendalam masih menyelimuti keluarga NMS. Kasus ini menambah daftar panjang insiden penemuan jenazah di pesisir pantai Bali yang menuntut kewaspadaan lebih bagi siapa saja yang beraktivitas di sekitar wilayah perairan, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik maupun mental.

Pihak kepolisian Polsek Denpasar Timur mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika melihat ada lansia atau individu yang tampak kebingungan di jalanan, guna mencegah terjadinya tragedi serupa di masa depan. Kerjasama antara warga dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan kelompok rentan di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota.

Andre Pratama

Andre Pratama

Jurnalis lapangan yang berdedikasi meliput isu-isu regional dan peristiwa terkini di Indonesia. Memiliki minat mendalam pada isu kebijakan publik dan perkembangan infrastruktur di daerah.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *