Tragedi Kebakaran Hebat di Manggis Karangasem: Rumah Ludes Tak Bersisa, Kerugian Capai Rp 300 Juta

Andre Pratama | KabarHarian
08 May 2026, 18:07 WIB
Tragedi Kebakaran Hebat di Manggis Karangasem: Rumah Ludes Tak Bersisa, Kerugian Capai Rp 300 Juta

KabarHarian — Sebuah insiden memilukan kembali mengoyak ketenangan warga di wilayah Karangasem, Bali. Si jago merah mengamuk dan melahap habis sebuah bangunan rumah permanen di Banjar Dinas Tanah Ampo, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis. Kejadian yang berlangsung pada Jumat siang, 8 Mei 2026 tersebut, menyisakan duka mendalam bagi pemiliknya, I Gede Juliantara, seorang pemuda berusia 25 tahun yang kini harus merelakan seluruh harta bendanya menjadi abu.

Peristiwa ini bermula ketika suasana di sekitar Banjar Dinas Tanah Ampo tampak tenang seperti biasanya. Namun, ketenangan itu seketika pecah saat kepulan asap hitam tebal terlihat membubung tinggi dari atap rumah Juliantara. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berhamburan keluar rumah, berteriak meminta pertolongan sembari membawa peralatan seadanya untuk memadamkan api yang kian membesar.

Kronologi Kejadian dan Kepanikan Warga

Menurut informasi yang dihimpun tim redaksi di lapangan, kebakaran pertama kali disadari oleh tetangga sekitar saat jam menunjukkan waktu siang hari. Kondisi cuaca yang cukup terik ditambah dengan embusan angin membuat api dengan sangat cepat menjalar ke seluruh bagian rumah. Yang lebih memprihatinkan, saat bencana tersebut terjadi, rumah dalam keadaan kosong tanpa penghuni karena I Gede Juliantara sedang berada di luar untuk urusan pekerjaan.

Baca Juga Wacana Penutupan Program Studi Tidak Relevan, Universitas Udayana Tekankan Pentingnya Kajian Akademik Mendalam
Wacana Penutupan Program Studi Tidak Relevan, Universitas Udayana Tekankan Pentingnya Kajian Akademik Mendalam

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem, I Made Suartika, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan darurat sesaat setelah api mulai tak terkendali. “Kami menerima informasi bahwa kebakaran sudah membesar dan warga setempat telah berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan ember dan selang air kecil, namun tenaga manusia tidak sebanding dengan kemarahan api saat itu,” ujar Suartika dalam keterangan resminya kepada jurnalis kami.

Ludes Tak Bersisa: Kerugian Materil Capai Ratusan Juta

Dampak dari musibah ini benar-benar melumpuhkan ekonomi korban. Berdasarkan pendataan awal yang dilakukan oleh petugas di lokasi, hampir tidak ada barang berharga yang bisa diselamatkan. Seluruh isi rumah yang terdiri dari peralatan elektronik, perabotan rumah tangga, hingga dokumen-dokumen penting seperti sertifikat tanah dan ijazah habis terbakar. Bahkan, perhiasan emas yang disimpan korban juga ikut raib dalam lahapan api.

“Estimasi kerugian yang diderita korban ditaksir mencapai angka Rp 300 juta. Ini merupakan angka yang sangat besar mengingat seluruh tabungan dan aset yang dikumpulkan korban selama ini berada di dalam rumah tersebut. Kondisinya benar-benar rata dengan tanah, hanya menyisakan tembok-tembok yang sudah rapuh akibat suhu panas yang ekstrem,” tambah Suartika dengan nada prihatin.

Baca Juga Panduan Ala Ayuning Dewasa 21 Mei 2026: Hari Baik Membuka Lahan dan Pantangan Penting Menurut Kalender Bali
Panduan Ala Ayuning Dewasa 21 Mei 2026: Hari Baik Membuka Lahan dan Pantangan Penting Menurut Kalender Bali

Aksi Cepat Petugas Damkartan Karangasem

Mendapat laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Karangasem segera menerjunkan tim terbaiknya. Sebanyak dua unit armada pemadam kebakaran dengan kekuatan 15 personel dikerahkan meluncur ke lokasi kejadian. Medan yang cukup menantang tidak menyurutkan semangat para petugas untuk segera memutus rantai penyebaran api agar tidak merambat ke rumah-rumah warga lainnya yang letaknya berdekatan.

Proses pemadaman berlangsung dramatis. Petugas harus bekerja ekstra keras karena material di dalam rumah banyak yang mudah terbakar. Tercatat, setidaknya 10.000 liter air habis disemprotkan ke titik api. Setelah berjuang selama beberapa jam, tim akhirnya berhasil melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan di malam hari.

Dugaan Penyebab: Korsleting Listrik Kembali Menjadi Ancaman

Setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya, pihak berwenang melakukan investigasi awal untuk mencari tahu penyebab pasti bencana ini. Dari hasil pengamatan sementara dan keterangan para saksi, kuat dugaan bahwa api berasal dari arus pendek atau korsleting listrik pada salah satu instalasi di ruang tengah rumah tersebut. Percikan api dari hubungan arus pendek diduga jatuh ke material yang mudah terbakar seperti sofa atau gorden, sehingga api menyebar dengan kilat.

Baca Juga Strategi Cerdas Peternak Lombok Timur: Layanan Gratis Ongkir dan Penitipan Hewan Kurban Ludes Terjual Menjelang Idul Adha
Strategi Cerdas Peternak Lombok Timur: Layanan Gratis Ongkir dan Penitipan Hewan Kurban Ludes Terjual Menjelang Idul Adha

I Made Suartika mengimbau kepada seluruh masyarakat Karangasem agar lebih waspada terhadap kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Beliau menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan rutin terhadap kabel-kabel yang sudah tua atau penggunaan alat elektronik yang melebihi beban kapasitas daya listrik. Kebakaran akibat korsleting masih menjadi faktor dominan dalam berbagai kasus kebakaran rumah di wilayah Bali belakangan ini.

Solidaritas Warga dan Pentingnya Mitigasi Bencana

Di tengah puing-puing bangunan yang masih berasap, tampak kerumunan warga desa yang mencoba menghibur I Gede Juliantara yang masih syok melihat tempat tinggalnya hancur. Gotong-royong warga desa terlihat jelas saat mereka bahu-membahu membersihkan area sekitar setelah petugas pemadam meninggalkan lokasi. Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi masyarakat akan pentingnya memiliki proteksi dini seperti alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan pemukiman.

Selain itu, peristiwa ini menyoroti pentingnya asuransi properti atau setidaknya penyimpanan dokumen berharga dalam wadah yang tahan api (brankas fireproof). Kehilangan dokumen negara seperti surat tanah dan identitas diri seringkali menjadi beban administratif yang berat bagi korban bencana selain dari kerugian materil bangunan itu sendiri.

Baca Juga Skandal Suap Impor: Menkeu Purbaya Pasang Badan untuk Dirjen Bea Cukai yang Terseret Dakwaan KPK
Skandal Suap Impor: Menkeu Purbaya Pasang Badan untuk Dirjen Bea Cukai yang Terseret Dakwaan KPK

Langkah Selanjutnya dan Bantuan Sosial

Pihak desa setempat dikabarkan tengah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem untuk mengupayakan bantuan darurat bagi Juliantara. Bantuan berupa paket sembako, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya diharapkan dapat segera disalurkan untuk meringankan beban korban yang kini harus menumpang di rumah kerabat terdekatnya.

Tragedi ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa musibah bisa datang kapan saja, bahkan saat kita merasa paling aman sekalipun. Kewaspadaan dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan rumah menjadi kunci utama untuk menghindari kerugian besar yang tidak diinginkan di masa depan.

Demikian laporan mendalam tim jurnalis dari lokasi kejadian. Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan saling menjaga demi keselamatan bersama di lingkungan kita masing-masing.

Andre Pratama

Andre Pratama

Jurnalis lapangan yang berdedikasi meliput isu-isu regional dan peristiwa terkini di Indonesia. Memiliki minat mendalam pada isu kebijakan publik dan perkembangan infrastruktur di daerah.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *