Wajah Baru Warenhuis Medan: Misi Strategis Zakiyuddin Harahap Gandeng Raffi Ahmad Hidupkan Ikon Sejarah
KabarHarian — Kota Medan kini tengah bersolek, berupaya membangkitkan kembali memori kolektif masa lalu melalui revitalisasi bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu kejayaan ibu kota Sumatera Utara ini. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Gedung Warenhuis, sebuah bangunan legendaris yang kini telah bersalin rupa menjadi lebih megah tanpa kehilangan identitas klasiknya. Dalam sebuah momen penuh antusiasme, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, secara khusus memamerkan keindahan gedung pasca-revitalisasi ini kepada Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Langkah ini bukan sekadar kunjungan seremonial biasa. Di balik derap langkah kedua tokoh tersebut di atas lantai Warenhuis yang ikonik, tersimpan misi besar untuk membawa nama Medan ke panggung nasional bahkan internasional. Zakiyuddin Harahap tampaknya sangat memahami bahwa untuk menghidupkan sebuah kawasan bersejarah, diperlukan sinergi antara kebijakan pemerintah dengan kekuatan pengaruh (influence) yang dimiliki oleh figur publik sekaliber Raffi Ahmad.
Warenhuis: Menghidupkan Kembali ‘Supermarket’ Pertama di Medan
Gedung Warenhuis bukan sekadar tumpukan batu bata dan semen. Dibangun pada era kolonial, gedung ini tercatat sebagai department store atau pusat perbelanjaan pertama di Kota Medan. Terletak di kawasan Jalan Ahmad Yani, gedung ini sempat mengalami masa-masa suram sebelum akhirnya Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan yang progresif memutuskan untuk melakukan revitalisasi total.
Zakiyuddin Harahap menjelaskan bahwa proses revitalisasi ini dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menjaga nilai orisinalitas arsitekturnya. Kehadiran Raffi Ahmad di lokasi tersebut diharapkan mampu memberikan perspektif baru dari sudut pandang industri kreatif. Zakiyuddin berharap, daya tarik Raffi sebagai ‘ikon’ generasi muda dapat memicu minat investasi yang lebih masif di kawasan tersebut.
“Kami memamerkan salah satu permata terbaik yang dimiliki Medan saat ini. Warenhuis yang baru saja selesai direnovasi ini adalah simbol kebangkitan ekonomi kreatif kita. Harapannya, kehadiran Raffi Ahmad tidak hanya sebagai tamu, tetapi juga sebagai mitra yang tertarik berinvestasi sekaligus membantu kita memasarkan potensi wisata luar biasa ini ke level nasional,” ungkap Zakiyuddin melalui keterangan tertulis resmi yang diterima tim redaksi.
Visi Ekonomi Kreatif dan Magnet Investasi Baru
Bagi Zakiyuddin, Warenhuis pasca-revitalisasi adalah jawaban atas kebutuhan ruang publik yang modern namun tetap memiliki jiwa. Pemerintah Kota Medan ingin mengubah persepsi bahwa bangunan tua hanyalah objek foto, melainkan harus bisa menjadi pusat perputaran ekonomi yang nyata bagi warga lokal, terutama anak muda dan pelaku UMKM.
“Kunjungan ini adalah langkah strategis kami untuk memperkenalkan Warenhuis sebagai pusat ekonomi kreatif dan destinasi wisata urban kelas dunia. Kita ingin dunia tahu bahwa Medan siap menjadi magnet investasi baru dengan konsep ruang kolaborasi yang modern,” tambahnya dengan penuh optimisme. Zakiyuddin percaya bahwa dengan sentuhan yang tepat, gedung ini akan menjadi titik temu antara sejarah dan masa depan.
Kesan Raffi Ahmad: Nilai Sejarah yang Tak Ternilai
Raffi Ahmad, yang dikenal luas sebagai sosok produktif di industri hiburan dan bisnis, tampak tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya saat mengitari setiap sudut Gedung Warenhuis. Menurutnya, upaya Pemkot Medan dalam mempertahankan keaslian detail bangunan di tengah sentuhan renovasi modern adalah langkah yang sangat cerdas.
Bagi Raffi, bangunan seperti Warenhuis memiliki aura yang tidak bisa diciptakan oleh bangunan modern manapun. Ia melihat potensi besar di mana gedung ini bisa menjadi ruang kolaborasi lintas generasi. Raffi membayangkan Warenhuis akan sangat hidup jika diisi dengan konsep kafe tematik, galeri produk UMKM unggulan, hingga wadah bagi berbagai komunitas kreatif untuk berkumpul dan berkarya.
“Heritage itu punya nilai sejarah yang tidak bisa dibayar dengan apapun. Kita tidak bisa membeli waktu, tapi kita bisa merawat sisa-sisa kejayaannya. Justru tempat-tempat penuh sejarah seperti inilah yang harus kita perkenalkan kepada anak muda. Kita harus membawa mereka kembali ke sini, agar mereka memahami sejarahnya melalui ekosistem gaya hidup yang produktif dan relevan dengan zaman sekarang,” ujar Raffi Ahmad dengan semangat.
Tantangan untuk Generasi Muda Medan
Tak hanya memberikan pujian, Raffi Ahmad yang kini mengemban amanah dari Presiden untuk membina generasi muda juga memberikan tantangan kepada para pekerja seni dan pemuda di Kota Medan. Ia menekankan bahwa fasilitas yang sudah disediakan pemerintah, seperti Gedung Warenhuis ini, harus dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun ekosistem kreatif yang lebih masif.
Menurut Raffi, potensi seni dan budaya di Medan sangatlah kuat dan memiliki karakter yang unik. Jika potensi ini digabungkan dengan keberadaan infrastruktur yang mumpuni seperti Warenhuis, maka ekonomi kreatif di kalangan anak muda Medan diprediksi akan melonjak pesat. Ia optimistis bahwa Medan bisa menjadi kiblat baru industri kreatif di Indonesia jika kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas tetap terjaga dengan harmonis.
Masa Depan Pariwisata Urban Medan
Revitalisasi Warenhuis adalah bagian dari proyek besar penataan kawasan Kota Lama Kesawan. Dengan hadirnya tokoh-tokoh berpengaruh yang meninjau langsung, diharapkan narasi tentang keindahan Medan dapat tersebar luas di media sosial dan platform digital lainnya. Hal ini krusial dalam dunia pariwisata modern, di mana ‘exposure’ menjadi mata uang yang sangat berharga.
Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Zakiyuddin Harahap tampaknya memang sedang gencar melakukan rebranding kota. Dari kota yang dikenal dengan kuliner lezatnya, kini Medan mulai memposisikan diri sebagai kota yang menghargai warisan budaya dengan cara yang kekinian. Gedung Warenhuis diharapkan menjadi gerbang utama bagi para pelancong untuk menjelajahi keindahan arsitektur kolonial lainnya di seputaran Medan.
Kesimpulan: Sinergi yang Menjanjikan
Pertemuan antara Zakiyuddin Harahap dan Raffi Ahmad di Gedung Warenhuis memberikan sinyal positif bagi masa depan pembangunan kota. Ketika birokrasi bertemu dengan kreativitas, hasilnya adalah sebuah visi yang konkret dan inspiratif. Warenhuis kini bukan lagi gedung tua yang terbengkalai, melainkan simbol kebanggaan baru warga Medan yang siap menyongsong masa depan tanpa melupakan akarnya.
Ke depan, masyarakat menanti bagaimana kolaborasi ini akan membuahkan hasil nyata dalam bentuk event-event kreatif, kehadiran brand-brand lokal yang mendunia dari dalam gedung ini, serta peningkatan kunjungan wisatawan ke jantung kota Medan. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Warenhuis dipastikan akan menjadi pusat denyut nadi kehidupan urban yang dinamis di Sumatera Utara.