Wamenpora Taufik Hidayat Batal Jenguk Pino Bahari: Potret Solidaritas dan Perjuangan Sang Legenda Tinju Tanah Air

Andre Pratama | KabarHarian
05 May 2026, 12:07 WIB
Wamenpora Taufik Hidayat Batal Jenguk Pino Bahari: Potret Solidaritas dan Perjuangan Sang Legenda Tinju Tanah Air

KabarHarian — Panggung olahraga Indonesia sering kali menyisakan cerita haru di balik gemerlap medali yang pernah diraih para pahlawannya. Kali ini, perhatian publik tertuju pada sebuah kediaman sederhana di Denpasar, Bali, tempat sang legenda tinju kebanggaan Nusantara, Pino Jeffta Udayana Bahari, tengah berjuang dalam fase pemulihan yang panjang. Di tengah perjuangan tersebut, sebuah kabar datang dari lingkaran pemerintahan olahraga nasional.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat, yang juga merupakan sosok ikonik di dunia bulutangkis, sedianya dijadwalkan untuk menjenguk Pino Bahari pada Selasa (5/5/2026). Kehadiran Taufik diharapkan menjadi angin segar serta bentuk apresiasi nyata negara terhadap atlet yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Namun, karena kendala teknis dan jadwal yang sangat padat, rencana pertemuan dua legenda besar ini terpaksa mengalami penundaan.

Dialog Hangat di Balik Sambungan Telepon

Meskipun raga tidak sempat bertemu secara langsung, Taufik Hidayat menunjukkan sisi humanisnya sebagai sesama mantan atlet. Ia tidak membiarkan niat baiknya menguap begitu saja. Melalui sambungan telepon, Taufik menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan Pino Bahari, menanyakan perkembangan kesehatannya, serta menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa hadir di kediaman Pino di Denpasar.

Baca Juga Skandal Gas Oplosan Karangasem: Raup Cuan Ilegal Rp 281 Juta dalam Sekejap, Polisi Bongkar Gudang Persembunyian
Skandal Gas Oplosan Karangasem: Raup Cuan Ilegal Rp 281 Juta dalam Sekejap, Polisi Bongkar Gudang Persembunyian

“Terkait kunjungan tersebut, beliau (Taufik Hidayat) sempat menghubungi saya secara pribadi. Kebetulan beliau memang sedang ada agenda kegiatan di Bali dan berniat meluangkan waktu untuk mampir menjenguk. Namun, karena durasi waktunya yang sangat mepet dan beliau harus segera terbang kembali ke Jakarta untuk tugas negara lainnya, rencana itu belum bisa terlaksana hari ini,” ungkap Pino Bahari saat ditemui oleh tim redaksi di rumahnya.

Nada bicara Pino terdengar tenang, meskipun raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa sakit yang sesekali muncul. Baginya, perhatian dari seorang Wamenpora yang juga rekan sejawat di dunia olahraga sudah merupakan sebuah penghormatan yang luar biasa. Pino memahami betul dinamika tugas seorang pejabat negara, apalagi Taufik kini mengemban tanggung jawab besar dalam membenahi ekosistem olahraga nasional.

Apresiasi Antar Legenda: Lebih dari Sekadar Protokol

Pino Bahari menekankan bahwa apa yang dilakukan Taufik Hidayat bukan sekadar menjalankan tugas formal sebagai birokrat, melainkan lebih kepada ikatan persahabatan antara dua insan yang pernah merasakan kerasnya perjuangan di arena pertandingan. Pino adalah peraih medali emas cabang olahraga tinju pada Asian Games 1990, sebuah prestasi monumental yang jarang bisa diulang oleh petinju Indonesia lainnya. Di sisi lain, Taufik Hidayat adalah pemegang medali emas tunggal putra Olimpiade yang melegenda.

Baca Juga Jadwal Salat Denpasar, Badung, dan Gianyar Hari Ini Senin 11 Mei 2026: Panduan Ibadah Tepat Waktu
Jadwal Salat Denpasar, Badung, dan Gianyar Hari Ini Senin 11 Mei 2026: Panduan Ibadah Tepat Waktu

“Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada beliau. Di tengah kesibukannya yang luar biasa, beliau masih menyempatkan diri untuk berusaha mampir dan bahkan menghubungi saya secara langsung. Mungkin apa yang beliau lakukan ini lebih bersifat persahabatan dan solidaritas sesama atlet, dan itu sangat berarti bagi moral saya saat ini,” tambah Pino dengan penuh haru.

Dalam percakapan telepon tersebut, Taufik juga menitipkan pesan-pesan penguat. Ia mendoakan agar Pino segera diberikan kesembuhan total dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala. Dukungan moral semacam inilah yang menurut Pino sangat dibutuhkan bagi para mantan atlet yang tengah menghadapi masa-masa sulit, baik dari segi kesehatan maupun finansial.

Kondisi Terkini: Perjuangan Melawan Cedera Serius

Luka fisik yang dialami Pino Bahari akibat kecelakaan sepeda motor beberapa waktu lalu bukanlah perkara ringan. Saat tim jurnalis berkunjung, Pino terlihat masih memegangi rusuk bagian kirinya saat berbicara, menunjukkan adanya rasa nyeri yang masih menetap. Kakinya yang sebelah kiri pun belum bisa menapak dengan sempurna. Ia mengenakan air walker boots, sebuah alat bantu medis khusus untuk melindungi kaki setelah menjalani operasi pemasangan pen.

Baca Juga Update Jadwal Pemeliharaan Jaringan Listrik Bali 22 Mei 2026: Antisipasi Dampak di Wilayah Strategis
Update Jadwal Pemeliharaan Jaringan Listrik Bali 22 Mei 2026: Antisipasi Dampak di Wilayah Strategis

“Kaki kiri saya mengalami patah tulang yang cukup serius. Rasa sakitnya memang sudah mulai berkurang dibandingkan beberapa hari setelah operasi, namun gerakan saya masih sangat terbatas. Saya harus sangat berhati-hati agar tidak terjadi pergeseran pada posisi tulang yang sedang dalam masa penyambungan,” jelas Pino sambil menunjukkan alat bantu di kakinya.

Harapan besar menyelimuti proses pemulihannya. Pino sangat berharap tidak perlu ada intervensi medis tambahan atau operasi lanjutan. Fokus utamanya saat ini adalah memastikan tulang yang dipasangi pen tersebut dapat menyatu dengan sempurna. Pada tanggal 8 mendatang, ia dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan rontgen guna memantau perkembangan struktur tulangnya.

Ironi di Balik Medali: Menanti Kehadiran Negara

Di balik narasi pemulihan medis ini, terselip sebuah fakta yang cukup memprihatinkan. Hingga saat ini, Pino Bahari mengaku belum menerima bantuan resmi dari pihak pemerintah terkait musibah yang menimpanya. Sebagai seorang pahlawan olahraga yang pernah mengibarkan Merah Putih di podium tertinggi Asian Games, realita ini memicu diskusi publik mengenai bagaimana perlindungan dan jaminan sosial bagi para mantan atlet di masa tua.

Baca Juga Petaka Live TikTok di Jimbaran: Bermula dari Tantangan ‘Gift Mawar’ Berakhir Pengeroyokan Tragis
Petaka Live TikTok di Jimbaran: Bermula dari Tantangan ‘Gift Mawar’ Berakhir Pengeroyokan Tragis

Selama menjalani perawatan di Rumah Sakit Bali Mandara hingga masa pemulihan di rumah, biaya medis dan kebutuhan sehari-hari Pino banyak dibantu oleh inisiatif dari lingkaran terdekatnya. Sahabat, sanak saudara, dan rekan-rekan sesama mantan atlet bahu-membahu menggalang donasi untuk meringankan beban sang legenda.

“Saya sangat berterima kasih karena sahabat-sahabat dan keluarga besar saya sudah berkenan membantu melalui donasi. Inisiatif ini murni datang dari mereka, bahkan sejak saya masih dirawat intensif di rumah sakit. Ada juga bantuan yang datang secara pribadi dari beberapa kolega di Jakarta. Solidaritas inilah yang menjaga semangat saya tetap menyala,” tutur pria kelahiran 15 Oktober 1972 ini.

Pentingnya Perlindungan Bagi Mantan Atlet

Kasus yang menimpa Pino Bahari seolah menjadi pengingat keras bagi para pemangku kebijakan. Dunia olahraga profesional sering kali memiliki masa keemasan yang singkat, sementara risiko cedera jangka panjang atau masalah kesehatan di hari tua selalu mengintai. Perlu adanya skema perlindungan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih sistematis agar para pahlawan bangsa ini tidak merasa “habis manis sepah dibuang”.

Baca Juga David Moyes Tegaskan Mikel Arteta Tak Perlu Berterima Kasih Usai Everton Berhasil Jegal Manchester City
David Moyes Tegaskan Mikel Arteta Tak Perlu Berterima Kasih Usai Everton Berhasil Jegal Manchester City

Kehadiran Taufik Hidayat di Kemenpora diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam kebijakan perlindungan atlet. Sebagai sosok yang pernah merasakan langsung manis pahitnya dunia olahraga, Taufik diharapkan bisa menjembatani kebutuhan mendasar para legenda seperti Pino Bahari dengan regulasi pemerintah yang ada.

Masyarakat kini menantikan langkah nyata selanjutnya dari Kemenpora. Apakah kunjungan yang tertunda tersebut akan segera dijadwalkan ulang? Dan yang lebih penting, apakah akan ada bantuan konkret yang diberikan untuk mendukung proses pemulihan Pino Bahari? Satu hal yang pasti, perjuangan Pino melawan rasa sakitnya adalah bukti bahwa semangat seorang juara tidak akan pernah padam, meskipun di luar arena pertandingan.

Pino Bahari kini hanya bisa menunggu waktu, mengikuti setiap prosedur medis dengan disiplin, sembari berharap bahwa dedikasinya di masa lalu tidak terlupakan oleh bangsa yang pernah ia banggakan. Dukungan dari publik dan rekan sejawat seperti Taufik Hidayat menjadi modal utama baginya untuk bangkit kembali.

Andre Pratama

Andre Pratama

Jurnalis lapangan yang berdedikasi meliput isu-isu regional dan peristiwa terkini di Indonesia. Memiliki minat mendalam pada isu kebijakan publik dan perkembangan infrastruktur di daerah.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *