Terobosan Infrastruktur Nusa Penida: Pemkab Klungkung Gandeng BPD Bali Lewat Pinjaman Rp 114,1 Miliar

Andre Pratama | KabarHarian
04 May 2026, 22:07 WIB
Terobosan Infrastruktur Nusa Penida: Pemkab Klungkung Gandeng BPD Bali Lewat Pinjaman Rp 114,1 Miliar

KabarHarian — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung baru saja mengambil sebuah langkah strategis yang cukup berani demi mengakselerasi roda pembangunan di wilayah kepulauan. Di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026, Pemkab Klungkung memutuskan untuk menempuh jalur pembiayaan kreatif melalui skema kredit daerah. Keputusan ini diambil guna memastikan proyek-proyek vital, khususnya di Kecamatan Nusa Penida, tidak terhenti hanya karena persoalan klasik minimnya dana segar.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kredit dengan PT Bank BPD Bali yang mencapai nilai fantastis, yakni Rp 114,1 miliar. Prosesi penandatanganan yang menandai babak baru pembangunan infrastruktur Klungkung ini dilakukan langsung oleh Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Direktur Kredit Bank BPD Bali, Made Lestara Widiatmika. Pertemuan formal yang sarat akan visi masa depan tersebut berlangsung di Kantor BPD Bali Cabang Klungkung pada Senin (4/5/2026).

Ambisi Besar di Tengah Keterbatasan Anggaran

Bagi Kabupaten Klungkung, Nusa Penida bukan sekadar wilayah administratif, melainkan permata pariwisata yang memerlukan perhatian ekstra. Namun, membangun di wilayah kepulauan memiliki tantangan logistik dan biaya yang jauh lebih tinggi dibandingkan daratan Bali. Bupati I Made Satria menegaskan bahwa infrastruktur adalah ‘urat nadi’ ekonomi yang tidak bisa ditunda pembangunannya.

Baca Juga Skandal Suap Impor: Menkeu Purbaya Pasang Badan untuk Dirjen Bea Cukai yang Terseret Dakwaan KPK
Skandal Suap Impor: Menkeu Purbaya Pasang Badan untuk Dirjen Bea Cukai yang Terseret Dakwaan KPK

“Kita tidak bisa hanya berdiam diri menunggu keajaiban anggaran. Pembangunan infrastruktur adalah kunci utama penggerak ekonomi rakyat. Untuk mengejar ketertinggalan di wilayah kepulauan seperti Nusa Penida, kita memerlukan inovasi pembiayaan yang terukur, akuntabel, dan berorientasi pada hasil nyata,” ujar Bupati Satria dalam sela-sela acara tersebut. Menurutnya, pinjaman ini bukan sekadar beban utang, melainkan investasi strategis untuk meningkatkan daya saing daerah.

Plafon kredit sebesar Rp 114,1 miliar ini akan dikucurkan oleh Bank BPD Bali dalam dua tahap pengerjaan. Untuk tahap pertama, dana yang akan dicairkan adalah sebesar Rp 66,2 miliar. Dana segar ini telah memiliki pos-pos alokasi yang sangat spesifik dan krusial bagi hajat hidup orang banyak di Nusa Penida.

Rincian Alokasi: Fokus pada Aksesibilitas dan Kesehatan

Pemerintah daerah telah memetakan kebutuhan mendesak yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat dan wisatawan. Sektor transportasi darat menjadi prioritas utama dalam alokasi dana tahap pertama ini. Proyek perbaikan jalan strategis yang menghubungkan Sampalan hingga Toya Pakeh mendapatkan porsi terbesar, yakni mencapai Rp 51,92 miliar. Jalan ini merupakan jalur utama yang melayani mobilitas wisatawan dan distribusi logistik di Nusa Penida.

Baca Juga Ramalan Zodiak 30 April 2026: Leo Harus Teguh pada Pendirian, Peluang Emas Menanti Zodiak Lain
Ramalan Zodiak 30 April 2026: Leo Harus Teguh pada Pendirian, Peluang Emas Menanti Zodiak Lain

Selain itu, pembangunan Jalan Lingkar Ceningan juga mendapatkan perhatian dengan anggaran sebesar Rp 9,5 miliar. Infrastruktur jalan yang mumpuni di Nusa Ceningan diharapkan mampu memecah kepadatan wisatawan dan membuka potensi-potensi wisata baru yang selama ini sulit diakses karena kondisi medan yang ekstrem.

Tak hanya soal aspal dan semen di jalan raya, sektor kesehatan juga mendapatkan sentuhan peningkatan fasilitas. Sebesar Rp 4,86 miliar dialokasikan untuk pembangunan gedung Central Sterile Supply Department (CSSD) di Rumah Sakit (RS) Gema Santi. Keberadaan gedung ini sangat vital untuk menjamin standar sterilisasi alat medis, sehingga layanan kesehatan di pulau tersebut bisa setara dengan rumah sakit di kota-kota besar.

Revitalisasi Pasar Mentigi: Jantung Ekonomi Rakyat

Sementara itu, sisa dari plafon kredit tahap pertama, yakni sekitar Rp 47,8 miliar, telah disiapkan dengan matang untuk mendanai pembangunan Pasar Mentigi Nusa Penida Tahap I. Pasar ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi paling modern di kepulauan tersebut. Bupati Satria menjelaskan bahwa saat ini proyek Pasar Mentigi tengah memasuki fase krusial dalam pemenuhan syarat administrasi dan teknis.

Baca Juga Pesona Sherly Tjoanda di Bumi Gora: Kehangatan Warga Lombok Sambut Kehadiran Gubernur Maluku Utara
Pesona Sherly Tjoanda di Bumi Gora: Kehangatan Warga Lombok Sambut Kehadiran Gubernur Maluku Utara

“Pasar adalah tempat di mana ekonomi rakyat kecil berputar secara langsung. Kami ingin Pasar Mentigi tidak hanya sekadar tempat jual beli, tapi menjadi ikon ekonomi baru di Nusa Penida. Kami pastikan semua prosesnya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku agar pusat ekonomi masyarakat ini segera terealisasi tanpa kendala hukum di kemudian hari,” tambah Satria dengan nada optimis.

Rencana pembangunan pasar ini disambut baik oleh para pedagang lokal yang selama ini mendambakan fasilitas berjualan yang lebih representatif, bersih, dan nyaman bagi para pembeli, termasuk para wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbelanja lokal.

Manajemen Risiko dan Pengawasan Ketat

Menyadari bahwa dana yang digunakan berasal dari pinjaman bank, Bupati Satria memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Ia menuntut transparansi total dan kecepatan kerja tanpa mengesampingkan kualitas hasil akhir. Baginya, setiap rupiah yang dipinjam harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat melalui kemanfaatan fasilitas yang dibangun.

“Saya mewanti-wanti seluruh tim teknis dan kontraktor agar bekerja cepat namun tetap teliti. Jangan sampai ada dana yang terbuang percuma atau hasil pekerjaan yang asal-asalan. Kualitas adalah harga mati. Setiap rupiah dari pinjaman ini harus memberikan manfaat nyata dan berjangka panjang bagi seluruh masyarakat Klungkung,” tegasnya.

Baca Juga Geliat Pariwisata Bali 2026: Okupansi Hotel Diprediksi Melambung Hingga 12 Persen di Musim Puncak
Geliat Pariwisata Bali 2026: Okupansi Hotel Diprediksi Melambung Hingga 12 Persen di Musim Puncak

Pengawasan berlapis akan diterapkan untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai jadwal (on time) dan sesuai spesifikasi (on quality). Pemkab Klungkung juga menggandeng berbagai pihak untuk melakukan monitoring secara berkala agar potensi penyimpangan dapat ditekan hingga titik nol.

Dampak Jangka Panjang bagi Pariwisata dan PAD

Keputusan mengambil pinjaman daerah ini diprediksi akan memberikan efek domino yang positif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Klungkung di masa depan. Dengan infrastruktur jalan yang mulus dan pasar yang modern, kunjungan wisatawan ke Nusa Penida diperkirakan akan semakin meningkat dan lebih merata ke seluruh pelosok pulau. Hal ini secara otomatis akan meningkatkan retribusi daerah dan menumbuhkan usaha-usaha kecil baru di sekitar lokasi pembangunan.

Pembangunan di Nusa Penida memang tidak bisa dilakukan dengan cara-cara konvensional jika ingin melihat perubahan cepat. Keberanian Pemkab Klungkung dalam memanfaatkan skema kredit daerah ini menunjukkan komitmen politik yang kuat untuk menyeimbangkan pembangunan antara daratan dan kepulauan. Kini, masyarakat Klungkung tinggal menunggu janji-janji pembangunan tersebut bertransformasi dari sekadar angka-angka di atas kertas menjadi realitas fisik yang bisa dinikmati bersama.

Baca Juga Menapak Jejak Sejarah Hari Buruh Sedunia: Dari Tragedi Berdarah Chicago hingga Perayaan Unik di Berbagai Belahan Bumi
Menapak Jejak Sejarah Hari Buruh Sedunia: Dari Tragedi Berdarah Chicago hingga Perayaan Unik di Berbagai Belahan Bumi

Dengan dukungan dari Bank BPD Bali sebagai mitra keuangan daerah, sinergi ini diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain di Bali dalam mengelola pembiayaan pembangunan secara mandiri dan berkelanjutan.

Andre Pratama

Andre Pratama

Jurnalis lapangan yang berdedikasi meliput isu-isu regional dan peristiwa terkini di Indonesia. Memiliki minat mendalam pada isu kebijakan publik dan perkembangan infrastruktur di daerah.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *