Misteri Kematian Mahasiswi Unram di Gomong: Polisi Terjunkan Unit K9 dan Periksa Belasan Saksi

Andre Pratama | KabarHarian
23 May 2026, 20:08 WIB
Misteri Kematian Mahasiswi Unram di Gomong: Polisi Terjunkan Unit K9 dan Periksa Belasan Saksi

KabarHarian — Suasana tenang di kawasan pemukiman padat penduduk Gomong, Kota Mataram, mendadak berubah menjadi mencekam seiring dengan perkembangan terbaru kasus kematian tragis seorang mahasiswi. Nadya Dwi Ramadhany, yang akrab disapa NDR (21), ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kosnya dalam kondisi yang memprihatinkan. Penemuan ini memicu gelombang kekhawatiran di kalangan mahasiswa Universitas Mataram (Unram), mengingat korban merupakan mahasiswi aktif di program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Guna menguak tabir gelap di balik kematian yang diduga akibat tindak pidana pembunuhan ini, aparat kepolisian dari Polresta Mataram melakukan langkah-langkah luar biasa dalam proses penyelidikan. Pada Sabtu (23/5/2026), tim penyidik menerjunkan unit K9 atau anjing pelacak ke lokasi kejadian perkara (TKP). Langkah ini diambil untuk mendeteksi jejak-jejak tersembunyi yang mungkin luput dari pengamatan mata manusia, sekaligus mencari barang bukti tambahan yang bisa mengarah pada identitas pelaku.

Pengerahan Unit K9: Upaya Pencarian Bukti Otentik di TKP

Pengerahan anjing pelacak K9 ke lingkungan kos korban di kawasan Gomong bukan tanpa alasan. Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, menjelaskan bahwa unit K9 memiliki kemampuan spesifik dalam mengendus sisa-sisa aroma atau jejak yang ditinggalkan oleh orang asing di lokasi kejadian. Kehadiran tim elit ini diharapkan mampu memberikan titik terang di tengah minimnya petunjuk awal yang ditemukan di kamar kos tersebut.

Baca Juga Update Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini: Waspada Potensi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Wisata
Update Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini: Waspada Potensi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Wisata

“Pengerahan unit K9 ini bertujuan untuk membantu penyidik dalam mencari dan menyisir bukti-bukti yang mungkin masih tercecer di seputar tempat kejadian perkara,” ujar AKP I Made Dharma Yulia Putra saat memberikan keterangan resmi kepada media. Menurutnya, setiap jengkal area di sekitar kamar korban diperiksa secara saksama. Polisi menyisir lorong-lorong kos hingga area parkir untuk mencari keterkaitan antara bukti fisik dan kronologi kejadian yang sedang disusun.

Warga sekitar dan sesama penghuni kos tampak menyaksikan proses penyisiran tersebut dengan raut wajah penuh tanya. Garis polisi masih terpasang erat, mengisolasi kamar yang menjadi saksi bisu berakhirnya hidup mahasiswi asal Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa tersebut. Aroma misteri kian kental saat polisi memfokuskan pencarian pada benda-benda yang dianggap mencurigakan di sekitar lokasi.

Belasan Saksi Diperiksa, Polisi Susun Puzzle Kronologi

Hingga saat ini, tim penyidik tidak hanya mengandalkan bukti fisik di lapangan, tetapi juga keterangan dari orang-orang yang berada di lingkaran terdekat korban. Berdasarkan data terbaru, sedikitnya 12 orang saksi telah dipanggil dan dimintai keterangan secara intensif. Para saksi ini terdiri dari rekan-rekan kuliah korban, tetangga kamar kos, hingga pemilik bangunan kos di wilayah Gomong tersebut.

Baca Juga Gebrakan GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika: 44 Pembalap Elite Siap Beradu Kecepatan, Tiket Mulai Rp 50 Ribu
Gebrakan GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika: 44 Pembalap Elite Siap Beradu Kecepatan, Tiket Mulai Rp 50 Ribu

“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi, dan proses ini masih terus berkembang. Kami tidak menutup kemungkinan untuk memanggil saksi-saksi tambahan guna melengkapi keterangan yang sudah ada,” tambah Dharma. Pemeriksaan ini sangat krusial untuk memetakan aktivitas terakhir NDR sebelum ia ditemukan meninggal dunia. Polisi berupaya mencari tahu siapa saja yang sempat berkomunikasi atau mengunjungi korban dalam rentang waktu beberapa hari sebelum jasadnya ditemukan.

Dugaan bahwa NDR telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan diperkuat oleh kondisi jasad saat pertama kali dievakuasi pada Minggu (17/5) malam. Hal ini membuat rentang waktu penyelidikan menjadi lebih luas, sehingga setiap detail kecil dari keterangan saksi menjadi sangat berharga bagi penyidik untuk menyusun potongan puzzle kejadian yang sebenarnya.

Menanti Hasil Autopsi dan Misteri Hilangnya Sepeda Motor

Salah satu kunci utama untuk menentukan penyebab pasti kematian NDR ada di tangan dokter forensik. Saat ini, jasad mahasiswi malang tersebut telah selesai diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Namun, secara prosedural, hasil resmi dari laboratorium forensik belum diserahkan sepenuhnya kepada pihak penyidik Polresta Mataram.

Baca Juga Skandal Korupsi Insentif Pajak: Mantan Kepala Bapenda Lombok Tengah Divonis 5 Tahun Penjara
Skandal Korupsi Insentif Pajak: Mantan Kepala Bapenda Lombok Tengah Divonis 5 Tahun Penjara

“Kami masih menunggu hasil resmi dari tim dokter forensik. Koordinasi terus kami lakukan secara intensif untuk mengetahui penyebab kematian, apakah ada tanda-tanda kekerasan fisik atau penyebab lainnya yang mendukung dugaan pembunuhan ini,” ungkap AKP I Made Dharma. Hasil autopsi ini nantinya akan disinkronkan dengan temuan di lapangan serta rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Selain masalah penyebab kematian, satu fakta yang memperkuat dugaan adanya unsur kriminal dalam kasus ini adalah hilangnya sepeda motor milik korban. Kendaraan yang sehari-hari digunakan NDR untuk berangkat kuliah tersebut raib dari area parkir kos. Polisi menduga kuat bahwa pelaku sengaja mengambil harta benda korban setelah melakukan aksinya, atau motor tersebut dibawa kabur sebagai upaya untuk menghilangkan jejak pelarian.

Duka Mendalam dan Desakan Keadilan bagi NDR

Kepergian NDR yang mendadak dan tragis meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi keluarga di Sumbawa. Nadya dikenal sebagai sosok mahasiswi yang tekun dan memiliki impian besar untuk menjadi seorang pendidik di masa depan. Kabar kematiannya mengejutkan banyak pihak, terutama rekan-rekan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram yang mengenal korban sebagai pribadi yang baik dan ramah.

Baca Juga Aksi Tegas Polairud Baharkam Polri: Bongkar Sindikat Penyelundupan BBM Subsidi di Perairan Komodo
Aksi Tegas Polairud Baharkam Polri: Bongkar Sindikat Penyelundupan BBM Subsidi di Perairan Komodo

Masyarakat Mataram, khususnya para mahasiswa rantau yang tinggal di kawasan Gomong dan sekitarnya, kini diliputi rasa waswas. Mereka berharap kepolisian dapat segera menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa NDR. Keamanan di lingkungan kos-kosan kembali menjadi sorotan, mengingat kerawanan yang bisa mengancam siapa saja jika pelaku kejahatan masih berkeliaran bebas.

Pihak Polresta Mataram pun berkomitmen untuk bekerja secara profesional dan transparan dalam menangani kasus ini. Dengan dukungan teknologi forensik, unit K9, dan keterangan saksi yang terus bertambah, polisi optimis dapat segera mengungkap motif serta pelaku di balik dugaan pembunuhan ini. “Kami minta masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada kami untuk menuntaskan kasus ini secepat mungkin,” pungkas AKP I Made Dharma Yulia Putra.

Andre Pratama

Andre Pratama

Jurnalis lapangan yang berdedikasi meliput isu-isu regional dan peristiwa terkini di Indonesia. Memiliki minat mendalam pada isu kebijakan publik dan perkembangan infrastruktur di daerah.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *