Skandal Kurir Narkoba di NTB: Tergiur Imbalan Besar, Dua Remaja Dompu Tertangkap Bawa 1 Kg Sabu di Sumbawa

Andre Pratama | KabarHarian
23 May 2026, 18:07 WIB
Skandal Kurir Narkoba di NTB: Tergiur Imbalan Besar, Dua Remaja Dompu Tertangkap Bawa 1 Kg Sabu di Sumbawa

KabarHarian — Realitas pahit mengenai eksploitasi anak di bawah umur dalam jaringan peredaran narkotika kembali mencuat ke permukaan. Sebuah peristiwa memprihatinkan terjadi di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), di mana dua orang anak yang masih tergolong usia remaja harus berhadapan dengan hukum. Mereka tertangkap tangan saat tengah menjalankan peran berbahaya sebagai kurir barang haram jenis sabu-sabu dengan jumlah yang fantastis, yakni hampir mencapai satu kilogram.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua dan pemangku kepentingan bahwa sindikat narkotika tidak lagi memandang usia dalam mencari ‘tumbal’ untuk memuluskan bisnis kotor mereka. Kedua anak yang berasal dari Kabupaten Dompu tersebut kini harus meringkuk di balik jeruji besi, jauh dari bangku sekolah atau keceriaan masa muda, demi imbalan uang yang dijanjikan oleh sosok yang tidak bertanggung jawab.

Kronologi Penangkapan di Jalan Lintas Badas

Aksi nekat kedua remaja ini terhenti di tangan jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sumbawa. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim KabarHarian, operasi penangkapan berlangsung pada Rabu, 20 Mei, di Jalan Lintas Badas, Kabupaten Sumbawa. Lokasi tersebut memang dikenal sebagai salah satu jalur utama yang kerap menjadi titik pantau pihak kepolisian dalam mengantisipasi lalu lintas barang ilegal.

Baca Juga SPMB Denpasar 2026: Panduan Lengkap Aturan Baru Jalur TKA, Kuota Sekolah, dan Jadwal Pendaftaran
SPMB Denpasar 2026: Panduan Lengkap Aturan Baru Jalur TKA, Kuota Sekolah, dan Jadwal Pendaftaran

Kasat Resnarkoba Polres Sumbawa, Iptu Harirustaman, menjelaskan bahwa penangkapan bermula dari kecurigaan petugas terhadap gerak-gerik dua remaja yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Saat melihat keberadaan petugas di lapangan, keduanya menunjukkan gelagat tidak tenang dan sempat berusaha menghindari hadangan polisi. Namun, rencana mereka untuk melarikan diri gagal total.

“Keduanya sempat mencoba menghindar dan memacu kendaraan untuk menjauh. Namun, karena kondisi arus lalu lintas pada saat itu sedang sangat ramai dan padat, mereka akhirnya terjebak dan terpaksa menghentikan laju kendaraannya,” ujar Iptu Harirustaman dalam keterangan resminya kepada awak media.

Temuan Barang Bukti 10 Paket Sabu di Tas Biru

Setelah berhasil menghentikan laju sepeda motor pelaku, petugas kepolisian langsung melakukan tindakan tegas berupa penggeledahan badan dan barang bawaan. Ketegangan menyelimuti suasana di pinggir jalan tersebut ketika polisi mulai membuka sebuah tas berwarna biru yang dibawa oleh kedua remaja tersebut. Benar saja, kecurigaan polisi terbukti secara nyata.

Di dalam tas tersebut, petugas menemukan 10 paket narkotika jenis sabu yang dikemas dengan rapi. Setelah dilakukan penimbangan lebih lanjut, total berat bruto dari barang haram tersebut mencapai 898 gram, atau nyaris menyentuh angka 1 kilogram. Penemuan ini merupakan salah satu tangkapan yang signifikan di wilayah hukum Polres Sumbawa, mengingat daya rusak dari sabu seberat itu bisa menjerat ribuan generasi muda jika berhasil diedarkan.

Baca Juga Akhir Sebuah Dinasti: Mengapa Pep Guardiola Memutuskan Pamit dari Manchester City Setelah Satu Dekade Berjaya
Akhir Sebuah Dinasti: Mengapa Pep Guardiola Memutuskan Pamit dari Manchester City Setelah Satu Dekade Berjaya

Awalnya, proses interogasi tidak berjalan mulus. Salah satu anak sempat melontarkan keterangan yang berbelit-belit. Ia berdalih bahwa mereka hanya diminta oleh seseorang berinisial PW untuk mengambil sebuah tas dan mengklaim sama sekali tidak mengetahui bahwa isi di dalamnya adalah kristal putih mematikan. Ketidakkonsistenan dalam memberikan keterangan membuat polisi harus melakukan pendalaman lebih lanjut di Mapolres Sumbawa.

Modus Operandi: Janji Imbalan dan Pertemuan di Kecamatan Buer

Setelah melalui pemeriksaan yang lebih intensif pada Kamis, 21 Mei, dinding kebohongan kedua remaja ini akhirnya runtuh. Di hadapan penyidik, mereka akhirnya mengakui bahwa aksi nekat tersebut didalangi oleh tetangga mereka sendiri di Dompu yang berinisial TF. Faktor ekonomi dan janji manis berupa uang dalam jumlah besar menjadi alasan utama mengapa kedua anak ini mau menempuh risiko yang mempertaruhkan masa depan mereka.

Dari pengakuan mereka, terungkap pula sebuah skenario layaknya film kriminal. Sebelum tertangkap, kedua anak ini sempat melakukan pertemuan dengan dua orang tidak dikenal (OTK) di sebuah toko di wilayah Kecamatan Buer. Di lokasi itulah terjadi proses pertukaran tas. Tas yang mereka bawa ditukar dengan tas biru berisi sabu yang nantinya akan dibawa menuju titik tujuan tertentu. Hal ini menunjukkan betapa rapinya sistem sel terputus yang digunakan oleh sindikat narkotika untuk memutus mata rantai pelacakan polisi.

Baca Juga Petaka Live TikTok di Jimbaran: Bermula dari Tantangan ‘Gift Mawar’ Berakhir Pengeroyokan Tragis
Petaka Live TikTok di Jimbaran: Bermula dari Tantangan ‘Gift Mawar’ Berakhir Pengeroyokan Tragis

“Mereka mengaku dijanjikan imbalan uang yang cukup besar oleh TF untuk mengambil paket sabu seberat hampir 900 gram tersebut di wilayah Kecamatan Alas, Sumbawa. Ini adalah modus klasik di mana anak-anak dimanfaatkan karena dianggap kurang mencurigakan bagi aparat keamanan,” tambah Harirustaman.

Pengejaran Dalang Utama Berinisial TF

Pihak kepolisian tidak berhenti pada penangkapan sang kurir cilik. Bergerak cepat, tim opsnal melakukan pengembangan ke Kabupaten Dompu, yang diduga kuat sebagai tempat persembunyian sang pengendali utama, TF. Koordinasi lintas polres pun dilakukan antara Polres Sumbawa dan Polres Dompu untuk mempersempit ruang gerak pelaku.

Sayangnya, saat petugas mendatangi lokasi yang dicurigai, TF sudah tidak berada di tempat. Diduga kuat informasi mengenai penangkapan kedua kurirnya telah sampai ke telinga sang bandar, sehingga ia memilih untuk melarikan diri lebih awal. Informasi intelijen menyebutkan bahwa TF diduga kuat telah menyeberang dan melarikan diri ke arah barat menuju Pulau Lombok.

“Saat ini TF telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di wilayah Lombok dan sekitarnya untuk memburu yang bersangkutan. Kami tidak akan tinggal diam sampai otak di balik keterlibatan anak-anak ini tertangkap,” tegas Iptu Harirustaman.

Baca Juga Kisah Inspiratif Nyoman Budi Arsa, Peternak Gen Z Asal Klungkung yang Sapinya Diborong Presiden Prabowo untuk Idul Adha
Kisah Inspiratif Nyoman Budi Arsa, Peternak Gen Z Asal Klungkung yang Sapinya Diborong Presiden Prabowo untuk Idul Adha

Nasib Kedua Anak di Bawah Umur

Karena statusnya yang masih di bawah umur, penanganan terhadap kedua pelaku ini mengikuti prosedur hukum yang berlaku bagi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). Polisi memastikan bahwa hak-hak mereka sebagai anak tetap dilindungi selama proses hukum berjalan. Saat ini, kedua remaja tersebut telah dititipkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Lombok Tengah.

Kasus ini menjadi duka mendalam bagi dunia perlindungan anak di NTB. Bagaimana mungkin anak-anak yang seharusnya fokus menempuh pendidikan justru terjerembab dalam pusaran gelap perdagangan narkotika internasional atau lokal. Hal ini menjadi sinyal bahaya bagi para orang tua untuk lebih waspada terhadap lingkungan pergaulan anak, terutama jika ada tawaran pekerjaan dengan imbalan yang tidak masuk akal dari orang-orang di sekitar mereka.

Peredaran narkoba di wilayah NTB, khususnya Pulau Sumbawa, memang terus menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Wilayah pesisir dan jalur lintas provinsi seringkali menjadi celah yang dimanfaatkan oleh para penyelundup. Dengan tertangkapnya dua kurir ini, polisi berharap dapat mengungkap jaringan yang lebih besar yang selama ini beroperasi di wilayah Dompu dan Sumbawa.

Baca Juga Skandal Suap Impor: Menkeu Purbaya Pasang Badan untuk Dirjen Bea Cukai yang Terseret Dakwaan KPK
Skandal Suap Impor: Menkeu Purbaya Pasang Badan untuk Dirjen Bea Cukai yang Terseret Dakwaan KPK

Pihak kepolisian juga menghimbau kepada masyarakat luas agar segera melaporkan jika melihat adanya aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka. Kerjasama antara masyarakat dan aparat kepolisian merupakan kunci utama dalam memutus rantai peredaran narkoba yang kian meresahkan ini. Jangan biarkan anak-anak kita menjadi korban berikutnya dari keserakahan para bandar narkotika.

Andre Pratama

Andre Pratama

Jurnalis lapangan yang berdedikasi meliput isu-isu regional dan peristiwa terkini di Indonesia. Memiliki minat mendalam pada isu kebijakan publik dan perkembangan infrastruktur di daerah.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *