Teror Harimau di Gayo Lues: Perjuangan Roni Melawan Maut Saat Berkebun di Lereng Singah Mulo

Siska Amelia | KabarHarian
20 May 2026, 16:08 WIB
Teror Harimau di Gayo Lues: Perjuangan Roni Melawan Maut Saat Berkebun di Lereng Singah Mulo

KabarHarian — Suasana tenang di kaki perbukitan Gayo Lues, Aceh, seketika berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang petani muda bernama Roni (26). Niat hati ingin mengolah lahan demi menyambung hidup, pemuda asal Desa Singah Mulo, Kecamatan Putri Betung ini justru harus berhadapan dengan salah satu predator puncak hutan Sumatra. Kejadian mengerikan yang terjadi pada Selasa siang tersebut meninggalkan luka mendalam, baik secara fisik maupun psikologis bagi warga setempat.

Kronologi Kejadian: Teriakan Histeris di Tengah Kebun

Peristiwa mencekam ini bermula ketika Roni sedang beraktivitas sendirian di kebun miliknya pada Selasa, 19 Mei 2026. Kawasan kebun yang berada di wilayah Desa Singah Mulo memang berbatasan langsung dengan kawasan hutan, yang merupakan habitat alami satwa liar. Tanpa peringatan, seekor harimau muncul dan langsung menyerang Roni dengan beringas.

Kejadian ini pertama kali terendus oleh Samin (39), warga lainnya yang kebetulan sedang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Di tengah kesunyian hutan Gayo, Samin dikagetkan oleh suara teriakan minta tolong yang memecah kesunyian. Suara itu berasal dari arah kebun Roni. Dengan sisa keberanian yang ada, Samin bergegas menuju sumber suara untuk memastikan apa yang terjadi.

Baca Juga Tragedi Berdarah di KM 63 Tol Sergai: Kecelakaan Maut Bus Halmahera Merenggut Empat Korban Jiwa
Tragedi Berdarah di KM 63 Tol Sergai: Kecelakaan Maut Bus Halmahera Merenggut Empat Korban Jiwa

Betapa terkejutnya Samin saat menemukan Roni sudah dalam kondisi memprihatinkan. Tubuh pemuda itu bersimbah darah dengan luka-luka menganga yang tampak mengerikan. Roni masih dalam keadaan sadar namun dalam kondisi syok berat setelah berjuang melepaskan diri dari terkaman binatang buas tersebut.

Luka Serius dan Evakuasi Dramatis

Kapolsek Putri Betung, Ipda Novrizal, dalam keterangan resminya yang diterima oleh tim redaksi KabarHarian pada Rabu (20/5/2026), mengonfirmasi detail luka yang diderita oleh korban. Menurutnya, serangan tersebut menyasar bagian-bagian vital tubuh korban.

“Korban mengalami luka robek yang cukup parah pada bagian kepala, bibir atas, serta bibir bawah. Selain itu, terdapat luka dalam pada bahu sebelah kiri akibat serangan satwa liar tersebut,” ungkap Ipda Novrizal. Deskripsi ini menggambarkan betapa brutalnya serangan yang dilakukan oleh sang harimau terhadap Roni.

Proses evakuasi pun berlangsung secara dramatis. Mengingat lokasi kebun yang sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat, warga terpaksa mengevakuasi Roni menggunakan sepeda motor menuju perkampungan terdekat. Setiap goncangan di perjalanan menjadi ujian berat bagi Roni yang tengah menahan sakit luar biasa. Setibanya di pemukiman, ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Salahuddin Aceh Tenggara untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Hingga berita ini diturunkan, Roni masih menjalani perawatan serius di bawah pengawasan tim dokter.

Baca Juga Aksi Nekat Penyelundupan Emas Rp 1,45 Miliar ke Malaysia Kandas di Bandara SIM Aceh: Begini Kronologinya
Aksi Nekat Penyelundupan Emas Rp 1,45 Miliar ke Malaysia Kandas di Bandara SIM Aceh: Begini Kronologinya

Rangkaian Teror Harimau di Kecamatan Putri Betung

Kejadian yang menimpa Roni bukanlah insiden pertama yang mengusik ketenangan warga di Kecamatan Putri Betung. Berdasarkan penelusuran tim KabarHarian, keberadaan harimau di wilayah ini telah menjadi ancaman nyata dalam beberapa bulan terakhir. Sebelum menyerang manusia, sang predator dilaporkan telah memangsa sejumlah hewan ternak milik warga di Desa Meloak Aih Ilang.

“Kehadiran harimau ini sudah sangat meresahkan warga. Beberapa bulan sebelumnya, satwa dilindungi tersebut tercatat telah memangsa anjing, biri-biri, hingga kambing milik penduduk lokal,” tambah Novrizal. Hal ini mengindikasikan bahwa satwa tersebut mulai kekurangan sumber makanan di habitat aslinya atau merasa teritorialnya terganggu, sehingga mulai masuk ke area perladangan warga.

Langkah Antisipasi dan Imbauan Pihak Kepolisian

Menanggapi situasi yang kian genting, pihak kepolisian tidak tinggal diam. Ipda Novrizal menyatakan bahwa pihaknya segera mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan, terutama melalui forum komunikasi tingkat kecamatan.

“Atas kejadian ini, kami langsung mengambil langkah cepat dengan mengimbau masyarakat melalui para penghulu dan perangkat desa di forum WhatsApp Grup Forkopimcam Putri Betung. Kami meminta warga yang masih beraktivitas di kebun agar segera kembali ke lokasi aman dan menghindari aktivitas sendirian di area yang rawan,” tegasnya.

Baca Juga Badai di Emirates: Ben White Absen Hingga Akhir Musim, Arsenal Kehilangan Pilar Penting Jelang Final Liga Champions
Badai di Emirates: Ben White Absen Hingga Akhir Musim, Arsenal Kehilangan Pilar Penting Jelang Final Liga Champions

Kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, untuk menangani masalah konflik antara manusia dan satwa ini secara berkelanjutan. Upaya penggiringan kembali satwa ke dalam hutan atau penangkapan untuk direlokasi menjadi opsi yang terus dikaji demi keamanan warga desa.

Analisis Konflik Manusia dan Satwa di Kawasan Leuser

Konflik antara manusia dan harimau di wilayah Gayo Lues sebenarnya merupakan bagian dari masalah yang lebih besar di ekosistem Leuser. Peningkatan aktivitas manusia di pinggiran hutan, baik untuk perkebunan maupun kebutuhan lahan lainnya, secara tidak langsung mempersempit ruang gerak harimau Sumatra yang kian langka.

Para ahli konservasi seringkali mengingatkan bahwa ketika habitat mereka terfragmentasi, satwa liar cenderung akan mencari rute baru yang seringkali bersinggungan dengan wilayah pemukiman manusia. Dalam kasus di Putri Betung, intensitas perjumpaan yang meningkat adalah alarm keras bahwa keseimbangan alam sedang terganggu.

Warga kini dihantui rasa was-was. Kebun yang biasanya menjadi sumber nafkah utama, kini dianggap sebagai tempat yang mempertaruhkan nyawa. Dibutuhkan solusi jangka panjang yang tidak hanya mengamankan manusia, tetapi juga menjamin kelestarian harimau Sumatra sebagai warisan alam yang dilindungi undang-undang.

Baca Juga Peluang Emas Pengabdian Nasional: Rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Peluang Emas Pengabdian Nasional: Rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Jadwal Lengkapnya

Saran Keamanan bagi Petani di Area Rawan

Menyikapi insiden yang menimpa Roni, para ahli keamanan hutan menyarankan beberapa langkah bagi petani yang bekerja di wilayah rawan serangan satwa liar:

  • Jangan pernah pergi ke kebun sendirian. Selalu usahakan berkelompok minimal 3-4 orang.
  • Hindari aktivitas di kebun saat fajar menyingsing atau menjelang senja, karena waktu-waktu tersebut merupakan jam aktif predator untuk berburu.
  • Membawa alat pelindung diri sederhana atau alat yang bisa mengeluarkan bunyi nyaring untuk mengagetkan satwa liar jika terlihat mendekat.
  • Pastikan area sekitar kebun bersih dari semak belukar yang terlalu rimbun yang bisa menjadi tempat persembunyian predator.
  • Segera melapor kepada perangkat desa jika menemukan jejak kaki atau kotoran harimau di sekitar area perkebunan.

Kejadian di Gayo Lues ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa hidup berdampingan dengan alam membutuhkan kewaspadaan tinggi. Doa dan dukungan mengalir bagi kesembuhan Roni, sembari berharap otoritas terkait dapat segera menyelesaikan teror harimau ini sebelum ada nyawa lain yang terancam.

Baca Juga Update Cuaca Sumatera Barat 3 Mei 2026: Waspada Ancaman Hujan Lebat dan Badai Petir di Berbagai Wilayah
Update Cuaca Sumatera Barat 3 Mei 2026: Waspada Ancaman Hujan Lebat dan Badai Petir di Berbagai Wilayah
Siska Amelia

Siska Amelia

Penulis konten kreatif yang mengkhususkan diri pada topik gaya hidup, tren media sosial, dan pariwisata lokal. Siska fokus menghadirkan sisi humanis dan inspiratif dari setiap peristiwa harian.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *