Terbongkar! Predator Seksual Modus Loker Palsu Ditangkap di Surabaya Setelah Sekap Mahasiswi Makassar

Hisan Halibin | KabarHarian
17 May 2026, 14:08 WIB
Terbongkar! Predator Seksual Modus Loker Palsu Ditangkap di Surabaya Setelah Sekap Mahasiswi Makassar

KabarHarian — Tabir gelap di balik aksi keji seorang pria berinisial Feri Dg Rumpa (33) akhirnya tersingkap sepenuhnya. Pria yang menjadi buronan setelah melakukan penyekapan dan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi di Makassar ini berhasil diringkus pihak kepolisian saat mencoba melebarkan sayap kejahatannya di Kota Surabaya, Jawa Timur. Penangkapan ini tidak hanya mengakhiri pelariannya, tetapi juga menggagalkan rencana jahat serupa yang telah ia siapkan untuk menyasar korban-korban baru di Kota Pahlawan.

Jejak Kriminal di Balik Iklan Lowongan Kerja

Kasus yang mengguncang publik Sulawesi Selatan ini bermula dari sebuah unggahan di media sosial Facebook. Dengan memanfaatkan keputusasaan pencari kerja, pelaku menyebarkan informasi lowongan kerja palsu sebagai pengasuh anak atau baby sitter. Korban berinisial MA (21), seorang mahasiswi yang tengah mencari penghasilan tambahan, terjebak dalam pusaran tipu daya sang predator.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, mengungkapkan bahwa Feri bukanlah pemain baru dalam dunia kriminal. Strategi yang digunakannya sangat terencana dan sistematis. Pelaku sengaja menyewa sebuah rumah kontrakan di Makassar dengan sistem harian seharga Rp 300 ribu per hari. Rumah tersebut bukanlah tempat tinggal tetap, melainkan sebuah ‘sarang’ yang dipersiapkan khusus untuk mengeksekusi aksi bejatnya dan menyekap korban agar tidak diketahui warga sekitar.

Baca Juga Mencekam! Kronologi Eks Polwan di Sigi Ngamuk dan Aniaya Tetangga Pakai Kayu, Aksi Barbar Terekam CCTV
Mencekam! Kronologi Eks Polwan di Sigi Ngamuk dan Aniaya Tetangga Pakai Kayu, Aksi Barbar Terekam CCTV

“Pelaku menggunakan modus operandi yang sangat rapi. Ia membujuk korban melalui lowongan kerja fiktif. Untuk meyakinkan korbannya, ia bahkan berani menyewa rumah dengan biaya yang cukup mahal per harinya hanya untuk menjebak orang,” ujar Kombes Arya Perdana dalam keterangannya kepada tim redaksi KabarHarian.

Tiga Hari dalam Cengkeraman Teror

Penderitaan MA dimulai pada Jumat (8/5) hingga Minggu (10/5). Selama tiga hari tersebut, ia mengalami trauma yang mendalam. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku tidak hanya melakukan kekerasan seksual, tetapi juga melakukan tindakan intimidasi yang sangat kejam. Mata dan mulut korban ditutup menggunakan lakban, sementara tangannya diikat agar tidak bisa melakukan perlawanan.

Tidak sampai di situ, Feri juga mengancam nyawa korban dengan menggunakan senjata tajam jenis cutter. Di bawah ancaman kematian dan dalam kondisi tidak berdaya, mahasiswi malang tersebut dipaksa melayani nafsu bejat pelaku berkali-kali. Penyekapan selama tiga hari itu menjadi mimpi buruk yang mungkin akan membekas seumur hidup bagi korban.

Kejahatan Feri tidak berhenti pada kekerasan seksual. Setelah puas melampiaskan nafsunya, ia menguras harta benda milik korban. Sebuah telepon genggam dan satu unit sepeda motor milik MA dibawa kabur oleh pelaku. Berdasarkan pengakuan tersangka setelah ditangkap, barang-barang tersebut telah dijual kepada seorang penadah berinisial SU dengan harga total Rp 3 juta. Uang hasil penjualan barang jarahan tersebut kemudian digunakan pelaku sebagai modal untuk melarikan diri ke luar pulau.

Baca Juga Geger Kandang Babi di Tengah Kompleks Gudang Farmasi Makassar: Ancaman Higienitas atau Sekadar Hobi?
Geger Kandang Babi di Tengah Kompleks Gudang Farmasi Makassar: Ancaman Higienitas atau Sekadar Hobi?

Pelarian ke Surabaya dan Rencana Mangsa Baru

Setelah merasa aksinya di Makassar sudah mulai terendus, Feri memutuskan untuk menyeberang ke Pulau Jawa. Namun, bukannya bertaubat, ia justru berencana mengulangi perbuatan serupa. Tim Jatanras Polrestabes Makassar yang melakukan pelacakan mendalam menemukan fakta mengejutkan bahwa saat dalam pelarian, Feri sudah mulai memasang iklan lowongan kerja palsu di grup-grup Facebook wilayah Surabaya.

“Setelah aksinya di Makassar selesai, pelaku berencana berpindah ke Surabaya dan kembali menjalankan modus yang sama. Ia sudah menyebarkan iklan lowongan kerja serupa untuk memperdaya korban lain di sana,” jelas Kombes Arya. Beruntung, koordinasi cepat antar-kepolisian berhasil mematahkan rencana tersebut sebelum ada korban lain yang berjatuhan.

Pelaku akhirnya berhasil diamankan saat baru saja menginjakkan kaki di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Sabtu (16/5) sekitar pukul 15.00 Wita. Feri yang baru turun dari kapal tidak menyangka bahwa tim kepolisian sudah menunggunya. Tanpa perlawanan berarti, ia langsung digiring untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Profil Pelaku: Residivis dari Tanah Sumatera

Penyelidikan lebih lanjut mengenai latar belakang Feri Dg Rumpa mengungkap bahwa ia merupakan warga asal Pulau Sumatera yang sering berpindah-pindah tempat. Sifatnya yang nomaden diduga merupakan strategi untuk menghindari kejaran aparat hukum atas tindak pidana yang pernah ia lakukan sebelumnya.

Baca Juga Maut di Puncak Dukono: Menelusuri Jejak Kelalaian di Balik Tragedi Pendakian Ilegal yang Merenggut Nyawa
Maut di Puncak Dukono: Menelusuri Jejak Kelalaian di Balik Tragedi Pendakian Ilegal yang Merenggut Nyawa

Catatan kepolisian menunjukkan bahwa sebelum melakukan aksi penyekapan di Makassar, Feri juga pernah terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor di Kabupaten Takalar. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pelaku adalah seorang kriminal kambuhan yang sangat berbahaya. Pihak kepolisian pun terus melakukan pendalaman untuk melihat kemungkinan adanya tindak pidana lain yang melibatkan tersangka di wilayah hukum berbeda.

“Dia memang mencari tempat yang bukan dari asalnya untuk beraksi. Kami masih terus melakukan pengembangan, karena tidak menutup kemungkinan ada laporan-laporan lain yang serupa yang belum terungkap,” tambah Arya.

Himbauan Waspada Lowongan Kerja Media Sosial

Kasus yang menimpa MA ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, terutama para pencari kerja, untuk lebih berhati-hati dalam menanggapi informasi lowongan pekerjaan di media sosial. Platform seperti Facebook seringkali menjadi ladang subur bagi para penipu dan predator untuk mencari mangsa karena kemudahan dalam membuat akun palsu tanpa verifikasi yang ketat.

Pakar keamanan digital menyarankan agar masyarakat selalu melakukan kroscek terhadap profil pemberi kerja. Lowongan kerja yang sah biasanya berasal dari perusahaan dengan alamat kantor yang jelas, alamat email resmi perusahaan, dan tidak meminta pertemuan di tempat-tempat privat seperti rumah kontrakan atau hotel di tahap awal rekrutmen. Jika sebuah tawaran kerja terasa terlalu mudah atau mencurigakan, sebaiknya diabaikan atau dilaporkan kepada pihak berwajib.

Baca Juga Tragedi di Puncak Halmahera: Erupsi Gunung Dukono Renggut Nyawa Pendaki Asing dan Jebak Puluhan Orang
Tragedi di Puncak Halmahera: Erupsi Gunung Dukono Renggut Nyawa Pendaki Asing dan Jebak Puluhan Orang

Kini, Feri Dg Rumpa telah mendekam di sel tahanan Polrestabes Makassar. Ia dijerat dengan pasal berlapis, termasuk pasal tentang pemerkosaan, penyekapan, serta pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman belasan tahun penjara menantinya, sebagai ganjaran atas perbuatan keji yang telah merusak masa depan seorang mahasiswi dan meresahkan masyarakat luas.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada siapa pun yang merasa pernah menjadi korban dengan modus serupa untuk segera melapor agar proses hukum terhadap pelaku dapat berjalan dengan maksimal dan memberikan rasa keadilan bagi semua korban.

Hisan Halibin

Hisan Halibin

Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi kabarharian. Berpengalaman dalam jurnalisme digital dan manajemen media. Fokus pada akurasi data dan penyajian berita yang edukatif bagi pembaca.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *