Tragedi Berujung Duka: Elida Delviana, Wanita yang Ditabrak Tiga Oknum Polisi di Medan, Akhirnya Tutup Usia

Siska Amelia | KabarHarian
15 May 2026, 22:12 WIB
Tragedi Berujung Duka: Elida Delviana, Wanita yang Ditabrak Tiga Oknum Polisi di Medan, Akhirnya Tutup Usia

KabarHarian — Kabar duka yang menyelimuti keluarga besar Elida Delviana (26) menjadi titik akhir dari sebuah perjuangan panjang melawan rasa sakit. Wanita muda yang sempat menjadi pusat perhatian publik setelah menjadi korban kecelakaan tragis yang melibatkan tiga oknum personel Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) ini, dilaporkan telah menghembuskan napas terakhirnya. Setelah berbulan-bulan bergelut dengan kondisi kritis dan perawatan intensif, Elida harus menyerah pada luka-luka permanen yang merusak fungsi tubuhnya.

Detik-Detik Terakhir Sang Pejuang Keluarga

Kepergian Elida Delviana meninggalkan lubang yang dalam di hati keluarganya. Menurut keterangan sang abang, Yogie Tamin, adiknya meninggal dunia saat tengah menjalani rawat jalan di kediaman mereka yang terletak di Jalan Pendidikan, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Tragedi memilukan ini terjadi pada Rabu malam, 13 Mei 2026, sekitar pukul 21.30 WIB.

Yogie mengisahkan bahwa suasana malam itu sebenarnya cukup hangat karena seluruh kerabat sedang berkumpul di rumahnya. Namun, takdir berkata lain sesaat setelah tamu-tamu pulang. “Sekitar jam 21.00 WIB semua saudara pulang. Saya sempat keluar sebentar untuk membeli keperluan, tapi tiba-tiba istri menelepon dengan suara panik. Dia bilang Elida muntah-muntah hebat,” tutur Yogie dengan nada berat.

Baca Juga Penyelundupan 9,5 Ton Timah Ilegal di Karimun Digagalkan: Kronologi Penangkapan dan Kerugian Negara Rp167 Juta
Penyelundupan 9,5 Ton Timah Ilegal di Karimun Digagalkan: Kronologi Penangkapan dan Kerugian Negara Rp167 Juta

Mendengar kabar tersebut, Yogie bergegas pulang dan segera mencari bantuan medis terdekat. Namun, saat dokter klinik tiba di rumah untuk melakukan pengecekan, nyawa Elida sudah tidak tertolong lagi. Elida dinyatakan meninggal dunia di tempat tidurnya, di hadapan keluarga yang selama ini merawatnya dengan penuh harap. Jenazah almarhumah kemudian dimakamkan pada Kamis, 14 Mei 2026, di pemakaman yang tak jauh dari kediamannya.

Luka yang Terlalu Dalam: Kronologi Medis Pasca-Kecelakaan

Penyebab utama meninggalnya Elida diduga kuat berkaitan dengan komplikasi luka yang dideritanya sejak kecelakaan maut pada Oktober 2025 silam. Elida bukan sekadar mengalami luka luar, melainkan kerusakan organ dalam yang sangat masif. Yogie membeberkan betapa mengerikannya dampak benturan dari mobil yang dikendarai oleh oknum polisi tersebut.

“Adik saya mengalami patah tulang rusuk yang sangat parah. Ada tujuh rusuk di sebelah kanan dan dua rusuk di sebelah kiri yang patah. Bahkan, salah satu patahan tulang itu menusuk paru-parunya hingga bocor,” ungkap Yogie. Kerusakan tidak berhenti di sana; Elida juga mengalami gangguan saraf otak yang serius serta pecahnya pembuluh darah akibat benturan keras di kepala, yang mengharuskannya menjalani prosedur operasi besar segera setelah kejadian.

Baca Juga Akhir Pengabdian Sang Jenderal Kanan: Dani Carvajal Resmi Berpisah dengan Real Madrid Musim Depan
Akhir Pengabdian Sang Jenderal Kanan: Dani Carvajal Resmi Berpisah dengan Real Madrid Musim Depan

Perjalanan medis Elida adalah potret ketabahan. Ia sempat dirawat selama hampir satu bulan di RS Columbia Asia Medan, sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Bhayangkara Medan milik Polri. Di RS Bhayangkara, ia menghabiskan waktu sekitar satu bulan lagi di bawah pengawasan medis ketat. Namun, pada 12 Januari 2026, tim medis menyarankan agar Elida menjalani rawat jalan di rumah.

Kondisi Elida saat dipulangkan sebenarnya jauh dari kata pulih total. Ia hanya bisa terbaring lemah, tidak mampu melakukan aktivitas apa pun, dan hanya bisa merespons dunia luar melalui tatapan matanya. Setiap dua minggu sekali, keluarga setidaknya harus membawanya kembali ke RS Bhayangkara untuk kontrol rutin. Hingga akhirnya, kondisi fisiknya yang kian melemah mencapai titik nadir pada Rabu malam tersebut.

Mengingat Kembali Tragedi di Jalan Putri Merak Jingga

Peristiwa yang merenggut masa depan Elida ini bermula pada Minggu pagi yang kelam, 26 Oktober 2025, sekitar pukul 04.15 WIB. Saat itu, Elida sedang berjalan kaki di kawasan Jalan Putri Merak Jingga, Medan. Tanpa diduga, sebuah mobil Honda Mobilio melaju kencang dari arah Jalan Putri Hijau menuju Jalan Perintis Kemerdekaan dan menghantam tubuh mungil Elida dengan keras hingga ia terpental.

Baca Juga Menjemput Fajar Kedaulatan: Sejarah Panjang Hari Kebangkitan Nasional dan Pedoman Upacara 2026
Menjemput Fajar Kedaulatan: Sejarah Panjang Hari Kebangkitan Nasional dan Pedoman Upacara 2026

Investigasi internal Polda Sumut kemudian mengungkap fakta yang mengejutkan masyarakat. Di dalam mobil tersebut terdapat tiga orang personel kepolisian, yakni Bripda VPA, Bripda ST, dan Bripda BI. Hal yang lebih memprihatinkan adalah pengakuan mereka bahwa mereka baru saja menghabiskan waktu di salah satu tempat hiburan malam (THM) di sekitar lokasi kejadian.

Kompol Chandra, yang saat itu menjabat sebagai Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Sumut, dalam konferensi persnya mengonfirmasi bahwa ketiga oknum tersebut memang sempat mengonsumsi minuman beralkohol sebelum berkendara. Meski belum dipastikan tingkat kemabukannya secara klinis, fakta bahwa mereka berada di bawah pengaruh alkohol saat bertugas atau berkendara menjadi sorotan tajam publik.

Aksi Melarikan Diri dan Proses Hukum yang Berjalan

Satu hal yang sempat memicu kemarahan publik adalah fakta bahwa ketiga oknum polisi tersebut tidak segera menolong korban setelah menabraknya. Alih-alih memberikan pertolongan pertama, mereka justru memacu kendaraannya meninggalkan lokasi kejadian. Belakangan, mereka berdalih melarikan diri ke kantor Satlantas Polrestabes Medan karena merasa takut akan menjadi sasaran amukan massa yang mulai berdatangan di tempat kejadian perkara.

Baca Juga Ancaman Tersembunyi di Balik Batang Rokok: Dampak Destruktif pada Kesehatan Gigi dan Rongga Mulut
Ancaman Tersembunyi di Balik Batang Rokok: Dampak Destruktif pada Kesehatan Gigi dan Rongga Mulut

Menanggapi pelanggaran disiplin dan pidana ini, pihak Polda Sumut segera mengambil langkah tegas dengan melakukan penempatan khusus (patsus) terhadap ketiga Bripda tersebut. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, kala itu menegaskan bahwa proses pemeriksaan oleh Propam dilakukan secara transparan untuk memastikan keadilan bagi korban.

Kesepakatan Damai dan Kenangan Elida sebagai Sosok Bertanggung Jawab

Di tengah proses hukum yang berjalan, keluarga korban dan pihak kepolisian akhirnya mencapai sebuah kesepakatan. Yogie mengonfirmasi bahwa antara keluarganya dengan ketiga personel tersebut telah sepakat untuk berdamai. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, pihak kepolisian menanggung seluruh biaya pengobatan Elida selama di rumah sakit hingga proses rawat jalan.

“Kalau untuk kasus hukumnya, kami sudah sepakat damai. Mereka juga membantu biaya pengobatan selama ini,” ujar Yogie singkat. Bagi keluarga, perdamaian mungkin menjadi jalan untuk mencari ketenangan, meskipun kehilangan yang mereka alami tetap tidak bisa digantikan dengan apa pun.

Elida Delviana dikenang oleh sang kakak sebagai sosok anak kedua dari empat bersaudara yang sangat bertanggung jawab. Sebagai seorang pekerja lepas (freelance), ia selalu berusaha membantu ekonomi keluarga. Kematian Elida bukan hanya menjadi duka bagi satu keluarga, melainkan juga pengingat keras bagi institusi kepolisian tentang pentingnya etika, disiplin, dan tanggung jawab setiap anggotanya di luar jam dinas demi menjaga keselamatan masyarakat.

Baca Juga Update Jadwal Film Bioskop Medan Hari Ini: Rekomendasi Tontonan Seru untuk Mengisi Akhir Pekan
Update Jadwal Film Bioskop Medan Hari Ini: Rekomendasi Tontonan Seru untuk Mengisi Akhir Pekan

Kini, Elida telah tenang. Kasusnya menjadi catatan kelam yang diharapkan tidak akan pernah terulang lagi di jalanan Kota Medan maupun di wilayah hukum lainnya di Indonesia.

Siska Amelia

Siska Amelia

Penulis konten kreatif yang mengkhususkan diri pada topik gaya hidup, tren media sosial, dan pariwisata lokal. Siska fokus menghadirkan sisi humanis dan inspiratif dari setiap peristiwa harian.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *