Tragedi di Stadion Haji Agus Salim: Semen Padang FC Terkapar 0-7 Dihantam Badai Persebaya Surabaya

Siska Amelia | KabarHarian
15 May 2026, 20:41 WIB
Tragedi di Stadion Haji Agus Salim: Semen Padang FC Terkapar 0-7 Dihantam Badai Persebaya Surabaya

KabarHarian — Pemandangan memilukan tersaji di Stadion Haji Agus Salim, Padang, saat tuan rumah Semen Padang FC harus menelan pil pahit yang sangat luar biasa dalam laga pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026. Alih-alih memberikan kado manis bagi para pendukung setianya dalam laga kandang terakhir musim ini, tim berjuluk Kabau Sirah tersebut justru luluh lantak setelah dibantai habis-habisan oleh Persebaya Surabaya dengan skor mencolok 0-7. Kekalahan telak ini seolah menjadi simbol dari musim yang suram bagi klub kebanggaan masyarakat Sumatera Barat tersebut.

Malam Kelabu di Markas Kabau Sirah

Pertandingan yang berlangsung pada Jumat, 15 Mei 2026, itu dipimpin oleh wasit Mustafa Kamal. Sejak peluit pertama dibunyikan, aroma kekalahan sudah mulai tercium di kubu tuan rumah. Persebaya Surabaya, yang datang dengan kepercayaan diri tinggi, langsung mengambil inisiatif serangan dan tidak membiarkan Semen Padang mengembangkan permainan sedikit pun. Kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang yang diperagakan anak-anak asuh tim berjuluk Bajul Ijo tersebut benar-benar membuat lini pertahanan Semen Padang kocar-kacir.

Baca Juga Teror Siang Bolong di Bengkalis: Perampok Bersenjata Api Satroni Gerai ATM Mini, Uang Jutaan Rupiah Raib
Teror Siang Bolong di Bengkalis: Perampok Bersenjata Api Satroni Gerai ATM Mini, Uang Jutaan Rupiah Raib

Hanya butuh waktu 15 menit bagi Persebaya untuk memecah kebuntuan. Melalui sebuah skema serangan balik yang sangat rapi dan cepat, Francisco Rivera berhasil mengeksploitasi ruang kosong di pertahanan tuan rumah. Dengan tenang, ia mengecoh kiper Achmad Iqbal Bachtiar sebelum menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. Gol pembuka ini seakan meruntuhkan mental para pemain Semen Padang FC. Belum sempat mereka bernapas lega, empat menit berselang, Arief Catur menggandakan keunggulan tim tamu melalui skema yang tak kalah mematikan.

Dominasi Mutlak dan Upaya yang Sia-sia

Semen Padang sebenarnya sempat mencoba bangkit. Pada menit ke-27, Firman Juliansyah nyaris memperkecil ketertinggalan melalui sepakan keras yang sayangnya hanya membentur mistar gawang. Gemuruh penonton yang sempat terdengar pun seketika meredup seiring dengan gagalnya peluang emas tersebut. Hingga turun minum, skor 2-0 untuk keunggulan Persebaya tetap bertahan, meninggalkan pekerjaan rumah yang sangat berat bagi pelatih Semen Padang.

Memasuki babak kedua, perubahan strategi dilakukan oleh kubu tuan rumah. Kiaz Frose dan Maicon De Souza dimasukkan untuk menggantikan Muhammad Kasim Botan dan Firman Juliansyah. Harapannya, masuknya tenaga baru dapat menambah daya gedor dan memperkuat lini tengah. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Alih-alih mengejar ketertinggalan, pertahanan Semen Padang justru semakin terbuka lebar dan menjadi bulan-bulanan para pemain depan Persebaya.

Baca Juga Kabar Baik Bagi Pendidik: Pemprov Sumut Pastikan Tidak Ada Guru Honorer yang Dirumahkan di Tahun 2027
Kabar Baik Bagi Pendidik: Pemprov Sumut Pastikan Tidak Ada Guru Honorer yang Dirumahkan di Tahun 2027

Hujan Gol di Babak Kedua

Petaka bagi Semen Padang berlanjut di menit ke-49 ketika Bruno Moreira Soares mencatatkan namanya di papan skor. Gol ini menjadi awal dari kehancuran total pertahanan Kabau Sirah di paruh kedua. Mihailo Perovic kemudian menambah penderitaan tuan rumah pada menit ke-62, membuat skor berubah menjadi 4-0. Namun, bintang utama dalam pertandingan ini tak lain adalah Bruno Paraiba yang menunjukkan performa klinis di depan gawang.

Bruno Paraiba benar-benar menjadi momok yang mengerikan. Ia mencetak tiga gol atau hat-trick dalam kurun waktu yang relatif singkat. Gol pertamanya lahir di menit ke-67, disusul gol kedua di menit ke-73, dan ditutup dengan gol pamungkas pada masa injury time (menit ke-92). Tujuh gol tanpa balas ini menjadi catatan rekor buruk bagi Semen Padang di hadapan publiknya sendiri, sekaligus menegaskan kelas Persebaya sebagai salah satu raksasa sepak bola tanah air.

Implikasi Klasemen dan Nasib Relegasi

Hasil akhir 0-7 ini membawa dampak yang sangat kontras bagi kedua tim. Persebaya Surabaya kini terbang tinggi ke posisi keempat klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 55 poin. Kemenangan besar ini menjaga peluang mereka untuk bersaing di papan atas dan mengamankan posisi di kompetisi kontinental musim depan. Permainan kolektif dan efisiensi yang ditunjukkan oleh skuad Bajul Ijo menjadi sinyal bahaya bagi lawan-lawan mereka selanjutnya.

Baca Juga Tragedi Berujung Duka: Elida Delviana, Wanita yang Ditabrak Tiga Oknum Polisi di Medan, Akhirnya Tutup Usia
Tragedi Berujung Duka: Elida Delviana, Wanita yang Ditabrak Tiga Oknum Polisi di Medan, Akhirnya Tutup Usia

Di sisi lain, kekalahan ini menjadi noktah hitam bagi sejarah Semen Padang FC. Terpaku di posisi ke-17 dengan hanya mengantongi 20 poin, Kabau Sirah sudah dipastikan harus turun kasta ke Liga 2 musim depan. Musim 2025/2026 menjadi tahun yang sangat berat, di mana kekalahan demi kekalahan terus menghantui. Perpisahan dengan Stadion Haji Agus Salim di kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini berakhir dengan duka mendalam bagi para suporter yang selama ini setia mendampingi.

Susunan Pemain Kedua Tim

Semen Padang FC:
Achmad Iqbal Bachtiar (GK), Asyraq Gufran, Ricky Ariansyah, Ade Kristiano, Samuel Simanjuntak, Rosad Setiawan, Ripal Wahyudi, Muhammad Kasim Botan (Kiaz Frose), Firman Juliansyah (Maicon De Souza), Irsyad Maulana, Guillermo Fernandez Hierro.

Persebaya Surabaya:
Andhika Rahmadhani (GK), Arief Catur, Risto Mitrevski, Francisco Rivera, Bruno Moreira, Mihailo Perovic, Riyan Ardiansyah, Jeferson Junior, Gustavo Fernandes, Toni Firmansyah, Milos Raickovic.

Masa Depan yang Penuh Tantangan

Bagi Semen Padang FC, kekalahan telak ini harus menjadi bahan evaluasi total. Penurunan performa yang konsisten sepanjang musim mengindikasikan adanya masalah mendasar, baik dari sisi teknis maupun manajemen. Kembali ke Liga 2 bukanlah akhir dari segalanya, namun perjalanan untuk kembali ke kasta tertinggi akan membutuhkan renovasi besar-besaran di tubuh tim. Kabau Sirah harus belajar dari kesalahan musim ini agar bisa kembali bersinar dan mengembalikan marwah sepak bola Sumatera Barat.

Baca Juga Dilema Puasa Ayyamul Bidh di Hari Tasyrik: Simak Solusi, Jadwal, dan Panduan Lengkap Zulhijah 1447 H
Dilema Puasa Ayyamul Bidh di Hari Tasyrik: Simak Solusi, Jadwal, dan Panduan Lengkap Zulhijah 1447 H

Sementara itu, Persebaya Surabaya terus menunjukkan progres yang luar biasa. Dengan komposisi pemain asing yang nyetel dengan gaya permainan lokal, Bajul Ijo menjadi tim yang paling ditakuti di akhir musim ini. Kemenangan tujuh gol di Padang ini bukan sekadar soal tiga poin, melainkan pernyataan tegas bahwa mereka adalah kandidat serius penantang gelar di musim-musim mendatang.

Siska Amelia

Siska Amelia

Penulis konten kreatif yang mengkhususkan diri pada topik gaya hidup, tren media sosial, dan pariwisata lokal. Siska fokus menghadirkan sisi humanis dan inspiratif dari setiap peristiwa harian.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *