Aksi Senyap Spesialis Bedeng di Denpasar Berakhir: Kronologi Penangkapan Pencuri Ponsel Buruh Proyek yang Meresahkan
KabarHarian — Kesunyian dini hari di kawasan Denpasar Barat dan Badung yang seharusnya menjadi waktu istirahat bagi para pejuang nafkah di proyek bangunan, justru dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi kriminal. Seorang pemuda berinisial ANM (21) kini harus meringkuk di balik jeruji besi setelah terbukti menjadi spesialis pencurian di bedeng-bedeng proyek yang menyasar barang berharga milik para buruh kasar.
Aksi ANM tergolong licin dan sangat memanfaatkan kondisi psikologis korbannya. Ia beroperasi saat para pekerja proyek tengah terlelap karena kelelahan setelah seharian bekerja di bawah terik matahari. Momentum itulah yang digunakan pelaku untuk menyelinap masuk dan menggasak berbagai unit telepon seluler (handphone) yang sedang diisi daya maupun yang diletakkan di samping tempat tidur para korban.
Kronologi Penangkapan dan Operasi Kepolisian
Langkah pelarian ANM akhirnya terhenti di tangan Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Barat. Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan yang melakukan penyelidikan intensif berdasarkan laporan pencurian yang marak terjadi pada rentang waktu 4 hingga 5 Mei 2026.
“Kami mengonfirmasi penangkapan seorang pria berinisial ANM yang diduga kuat merupakan spesialis pencurian di kawasan bedeng proyek. Pelaku diamankan setelah kami melakukan serangkaian olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi yang mengarah pada identitas yang bersangkutan,” ujar Kompol Adnyani dalam keterangan resminya kepada redaksi KabarHarian pada Jumat (8/5/2026).
Penyelidikan yang dipimpin oleh Panit Opsnal Ipda I Made Wicaksana ini menyisir beberapa lokasi kejadian perkara. Berdasarkan hasil identifikasi awal, pelaku diketahui telah beraksi di lintas wilayah, mulai dari Padangsambian Kelod di Denpasar hingga merambah ke kawasan Kerobokan di Kuta Utara, Badung.
Modus Operandi: Mengincar Celah di Saat Terlelap
Strategi yang digunakan ANM terbilang klasik namun sangat efektif di lingkungan proyek bangunan. Mengingat bedeng proyek biasanya memiliki sistem keamanan yang minim dan pintu yang seringkali tidak terkunci rapat untuk sirkulasi udara, pelaku dengan mudah menyelinap masuk pada jam-jam rawan, yakni antara pukul 02.00 hingga 04.00 Wita.
Salah satu korban, Dhiki Anggi Setyawan, menceritakan pengalamannya yang menyakitkan. Saat itu, ia sedang tertidur pulas di bedeng proyek yang berlokasi di Jalan Tangkuban Perahu. Ia mengisi daya ponsel Realme C35 miliknya tepat di samping kepalanya agar mudah dijangkau saat bangun nanti. Namun, betapa terkejutnya Dhiki ketika terbangun pada pukul 04.00 Wita, ia hanya menemukan kabel pengisi daya yang masih tertancap di stopkontak tanpa ada ponsel di ujungnya.
Kejadian tersebut ternyata tidak hanya menimpa Dhiki. Di lokasi yang sama, suasana mendadak gempar ketika empat rekan kerjanya yang lain juga menyadari bahwa ponsel mereka telah raib. Tercatat ada enam unit ponsel yang hilang dalam semalam di lokasi tersebut, mulai dari merek Vivo tipe Y15S, Y04S, Y35, hingga Redmi 10 dan Villaon V40S. Total kerugian materiil yang diderita para buruh proyek ini ditaksir mencapai Rp 11,84 juta, sebuah angka yang sangat besar bagi mereka yang mengandalkan upah harian.
Jejak Digital yang Menjadi Petaka bagi Pelaku
Meskipun ANM berusaha bertindak tanpa suara, ia melakukan satu kesalahan fatal yang akhirnya menjadi kunci utama kepolisian dalam melacak keberadaannya. KabarHarian mencatat bahwa dalam proses penyelidikan, polisi menemukan petunjuk berharga berupa notifikasi transfer dana yang masuk melalui salah satu ponsel korban yang dicuri. Nama penerima dana tersebut secara jelas tercantum sebagai ANM.
“Pelaku mungkin merasa sudah aman, namun jejak digital dari aktivitas transaksi yang ia lakukan melalui perangkat korban menjadi pintu masuk bagi kami. Dari sana, tim langsung melakukan pelacakan posisi pelaku,” tambah Kompol Adnyani. Berdasarkan informasi akurat tersebut, petugas bergerak cepat menuju sebuah rumah kos di Jalan Kesambi, wilayah Muding, Badung. Di lokasi itulah ANM ditangkap tanpa perlawanan berarti.
Pengejaran DPO dan Pengembangan Kasus
Dalam proses interogasi mendalam, ANM mengakui semua perbuatannya. Namun, ia tidak bekerja sendirian. Ia mengungkapkan bahwa dalam melancarkan aksinya di dua lokasi berbeda di Denpasar Barat, ia dibantu oleh seorang rekannya yang diidentifikasi bernama Lukas Wadabate, atau yang akrab disapa Ronal. Saat ini, Ronal telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dan tengah diburu oleh tim gabungan.
Barang bukti yang berhasil disita dari tangan ANM meliputi enam unit ponsel hasil curian yang belum sempat dijual, serta satu unit sepeda motor Honda Vario hitam tanpa pelat nomor yang digunakan sebagai sarana transportasi saat melakukan kejahatan. Motor tersebut sengaja dilepas pelat nomornya untuk menghindari pemantauan kamera pengawas (CCTV) di sepanjang jalan.
Atas tindakannya yang merugikan banyak pihak ini, ANM dijerat dengan Pasal 476 KUHP tentang tindak pidana pencurian. Polisi juga masih terus mengembangkan kasus ini karena diduga kuat ada lokasi-lokasi lain yang pernah menjadi sasaran empuk bagi komplotan ini. Pihak kepolisian mengimbau kepada para pekerja proyek dan pengelola bangunan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga barang-barang berharga di lingkungan bedeng.
Tips Keamanan bagi Pekerja Proyek
Kejadian yang dialami oleh para pekerja di Jalan Tangkuban Perahu ini menjadi pelajaran berharga bagi banyak pihak. Pihak Polsek Denpasar Barat memberikan beberapa saran keamanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali, di antaranya:
- Pengamanan Mandiri: Selalu pastikan ponsel atau barang berharga tidak diletakkan di tempat yang terbuka atau mudah terlihat dari luar pintu bedeng.
- Kunci Pintu: Meskipun merasa lelah, pastikan pintu bedeng terkunci dari dalam atau setidaknya ada rekan yang bertugas berjaga secara bergantian (ronda kecil).
- Gunakan Wadah Tertutup: Hindari mengisi daya ponsel tepat di samping kepala saat tidur. Gunakan tas kecil yang bisa diletakkan di tempat yang sulit dijangkau orang asing namun tetap dekat dengan pemiliknya.
- Saling Menjaga: Membangun komunikasi yang baik antar pekerja agar bisa saling mengingatkan jika melihat ada orang asing yang mencurigakan di sekitar area proyek.
Kini, sementara ANM harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum, tim Reskrim Polsek Denbar tetap fokus mengejar Ronal agar sindikat pencuri spesialis bedeng ini benar-benar bisa diberantas hingga tuntas. KabarHarian akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga seluruh pelaku tertangkap.