Geger Kandang Babi di Tengah Kompleks Gudang Farmasi Makassar: Ancaman Higienitas atau Sekadar Hobi?
KabarHarian — Kota Makassar kembali diguncang oleh isu lingkungan yang tak biasa. Kali ini, perhatian publik tertuju pada sebuah kawasan pergudangan farmasi di wilayah Tamalate yang kedapatan menampung aktivitas tak lazim: peternakan babi. Penemuan ini bukan sekadar mengejutkan, melainkan telah menyulut keresahan mendalam bagi warga sekitar yang khawatir akan dampak kesehatan dan kenyamanan lingkungan mereka.
Kawasan Parangtambung yang biasanya tenang dengan aktivitas logistik obat-obatan, mendadak riuh dengan protes warga. Kehadiran hewan ternak di area yang seharusnya terjaga higienitasnya tersebut memicu tanda tanya besar mengenai kepatuhan perusahaan terhadap regulasi zonasi dan standar operasional gudang farmasi. Investigasi lapangan mengungkap bahwa bau menyengat dan kebisingan dari arah gudang menjadi pemicu awal kecurigaan masyarakat setempat.
Aroma Tak Sedap dan Polusi Suara di Malam Hari
Keluhan warga bermula dari kebisingan yang kerap terdengar saat malam hari tiba. Suara hewan ternak yang riuh di tengah kesunyian malam mengganggu waktu istirahat penduduk Kelurahan Parangtambung. Tak hanya itu, kekhawatiran akan limbah kotoran yang dihasilkan dari kandang tersebut menjadi momok menakutkan bagi sanitasi pemukiman di sekitarnya.
Lurah Parangtambung, Muh Zulkifli Ghozali, mengonfirmasi adanya gejolak di tengah warganya. Menurut keterangannya, laporan demi laporan mengalir dari pengurus RT hingga warga secara langsung. Mereka mengeluhkan suara bising yang tak kunjung henti setiap malam serta potensi pencemaran lingkungan akibat limbah ternak yang ditakutkan merembes ke drainase publik.
“Warga sangat resah. Laporan yang masuk ke kami menyebutkan bahwa suara hewan-hewan itu sangat mengganggu ketenangan malam. Lebih jauh lagi, warga khawatir dengan masalah limbahnya, mengingat ini adalah kawasan padat dan dekat dengan aktivitas farmasi yang menuntut kebersihan tinggi,” ujar Zulkifli saat memberikan keterangan resmi.
Sidak DPRD Makassar: Menelusuri Jejak di PT Pharma Indo Sukses
Merespons kegaduhan tersebut, Komisi A dan B DPRD Kota Makassar segera mengambil langkah cepat. Lokasi yang menjadi pusat kontroversi adalah area gudang milik PT Pharma Indo Sukses. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang farmasi, keberadaan hewan ternak di area kerjanya dianggap sebagai anomali yang serius.
Anggota Komisi A DPRD Makassar, Udin Shaputra Malik, menyatakan bahwa inspeksi mendadak (sidak) dilakukan setelah mendapatkan laporan dari elemen mahasiswa dan masyarakat. Fokus utamanya adalah melihat sejauh mana aktivitas gudang yang memiliki izin Pedagang Besar Farmasi (PBF) tersebut mematuhi aturan tata ruang dan kesehatan lingkungan.
“Kami turun ke lapangan untuk memastikan laporan warga terkait aktivitas gudang di dalam kota ini. Memang ada laporan mengenai keberadaan hewan ternak di lahan kosong milik perusahaan farmasi tersebut. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami di legislatif,” tutur Udin.
Pembelaan Pemilik: Antara Konsumsi Pribadi dan Pemanfaatan Lahan
Menariknya, dari hasil komunikasi dengan pihak pengelola, terungkap alasan di balik keberadaan kandang babi tersebut. Pihak perusahaan mengklaim bahwa aktivitas pemeliharaan babi tersebut bukan untuk tujuan komersial berskala besar, melainkan sekadar untuk konsumsi pribadi pemiliknya.
Pemanfaatan lahan kosong di area gudang farmasi tersebut dianggap sebagai alasan logis oleh pihak internal untuk bercocok tanam dan memelihara beberapa ekor babi. Udin Shaputra Malik menambahkan bahwa posisi kandang memang berada cukup jauh dari bangunan utama tempat penyimpanan obat-obatan. Luasnya areal gudang diklaim membuat polutan dari kandang tidak sampai mencemari produk farmasi yang tersimpan.
“Informasi yang kami terima, itu digunakan untuk konsumsi pribadi. Mereka memanfaatkan lahan kosong yang luas untuk bertanam dan memelihara hewan tersebut. Secara jarak, memang agak berjauhan dari gudang utama, namun tentu secara administratif dan etika lingkungan di kawasan farmasi, ini tetap menjadi catatan,” tambah Udin.
Standar CDOB: Mengapa Farmasi Harus Steril dari Ternak?
Meski diklaim jauh dari gudang utama, keberadaan ternak di area farmasi tetap menjadi sorotan tajam bagi para pakar kesehatan masyarakat. Dalam standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), sebuah gudang farmasi wajib menjamin produknya terbebas dari kontaminasi silang, baik itu berupa bakteri, virus, maupun aroma yang menyengat.
Keberadaan hewan ternak membawa risiko masuknya hama seperti lalat, tikus, atau serangga yang tertarik pada kotoran hewan. Jika hal ini terjadi di area yang sama dengan gudang obat, risiko kontaminasi biologis meningkat drastis. Inilah yang menjadi poin krusial mengapa warga dan otoritas setempat sangat mempermasalahkan keberadaan kandang tersebut, terlepas dari alasan konsumsi pribadi.
Langkah Tegas dan Penutupan Kandang
Setelah mendapatkan tekanan dari warga dan surat teguran resmi dari pihak Kelurahan Parangtambung, manajemen PT Pharma Indo Sukses akhirnya mengambil tindakan. Saat tim gabungan dari DPRD dan kelurahan melakukan pengecekan ulang, kandang babi yang sempat menghebohkan tersebut dilaporkan sudah tidak ada lagi di lokasi.
Lurah Zulkifli Ghozali menegaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi sebelum kunjungan dilakukan. Langkah persuasif ini tampaknya membuahkan hasil, di mana pihak perusahaan segera melakukan pembersihan dan penghapusan kandang sebelum sidak mencapai puncaknya. “Posisinya sekarang sudah bersih, sudah tidak ada lagi kandang babinya setelah kami surati,” tegas Zulkifli.
Pelajaran bagi Pelaku Usaha di Makassar
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para pelaku usaha di Makassar, khususnya yang bergerak di sektor sensitif seperti kesehatan dan farmasi. Kepatuhan terhadap Izin Mendirikan Bangunan (IMB), izin lingkungan, dan fungsi zonasi lahan tidak boleh diabaikan demi kepentingan pribadi atau hobi semata.
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan diharapkan dapat memperketat pengawasan secara berkala terhadap gudang-gudang farmasi di dalam kota. Keresahan warga Parangtambung adalah sinyal bahwa masyarakat kini semakin kritis terhadap kualitas lingkungan tempat tinggal mereka. Transparansi dan kepatuhan perusahaan adalah kunci agar keharmonisan antara industri dan pemukiman tetap terjaga tanpa harus mengorbankan standar kesehatan publik.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di area gudang PT Pharma Indo Sukses terpantau kembali kondusif. Namun, warga berharap pengawasan terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang, demi menjamin Makassar yang lebih bersih dan sehat.