Drama di Gelora BJ Habibie: PSM Makassar Bungkam Bhayangkara FC 2-1, Juku Eja Menjauh dari Bayang-bayang Degradasi
KabarHarian — Gemuruh di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, menjadi saksi bisu perjuangan pantang menyerah skuat Juku Eja. Dalam laga lanjutan Super League musim 2025/2026 yang berlangsung pada Senin (4/5/2026) sore, PSM Makassar sukses mengamankan tiga poin krusial setelah menundukkan tamunya, Bhayangkara FC, dengan skor tipis 2-1. Kemenangan ini bukan sekadar angka di papan skor, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa sang juara bertahan enggan terjerumus lebih dalam ke jurang degradasi.
Intensitas Tinggi Sejak Peluit Pertama
Bermain di depan pendukung setianya, PSM Makassar langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Pelatih Ahmad Amiruddin menginstruksikan anak asuhnya untuk menekan tinggi (high pressing) guna memutus aliran bola Bhayangkara FC yang dikenal cukup rapi di lini tengah. Namun, skuat asuhan Paul Munster tidak tinggal diam. Dengan formasi 3-4-3 yang fleksibel, The Guardian mencoba mengeksploitasi lebar lapangan melalui kecepatan Privat Mbarga di sisi sayap.
Pertandingan berjalan sangat alot di 30 menit pertama. Kedua tim terlibat duel fisik yang sengit di lini tengah, di mana Ananda Raehan dan Sho Yamamoto saling sikut untuk menguasai ritme permainan. PSM yang mengandalkan duet Rizky Eka dan Alex Tanque di lini depan beberapa kali mendapatkan peluang, namun penyelesaian akhir yang terburu-buru serta ketangguhan Aqil Savik di bawah mistar gawang Bhayangkara membuat skor kacamata bertahan cukup lama.
Drama Menjelang Jeda: Gol Beruntun di Masa Injury Time
Ketegangan mencapai puncaknya ketika pertandingan memasuki masa tambahan waktu di babak pertama. Berawal dari skema tendangan pojok yang dieksekusi dengan sempurna, Dusan Lagator berhasil melepaskan diri dari kawalan bek Bhayangkara. Dengan sundulan tajam yang menghujam sudut bawah gawang, Lagator membawa PSM unggul 1-0 pada menit ke-45+2. Sontak, ribuan suporter Juku Eja yang memadati stadion bersorak kegirangan.
Namun, euforia tuan rumah tidak bertahan lama. Seolah tersengat oleh gol tersebut, Bhayangkara FC langsung melancarkan serangan kilat sesaat setelah kick-off ulang dilakukan. Hanya berselang dua menit, tepatnya di menit ke-45+4, Hendri Doumbia menunjukkan kelasnya sebagai predator kotak penalti. Memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan PSM yang belum sepenuhnya fokus, Doumbia menyambar bola liar untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol ini sekaligus menutup babak pertama dengan tensi yang kian memanas.
Babak Kedua: Taktik Jitu Ahmad Amiruddin dan Serangan Balik Mematikan
Memasuki babak kedua, Paul Munster melakukan penyegaran dengan memasukkan Wahyu Subo Seto dan Dendy Sulistyawan. Strategi ini terbukti efektif membuat Bhayangkara FC tampil lebih agresif. Mereka menguasai penguasaan bola hingga 60 persen dan terus mengurung pertahanan PSM. Berkali-kali gawang Hilmansyah diuji melalui tendangan jarak jauh maupun penetrasi dari lini kedua.
Melihat timnya terus tertekan, Ahmad Amiruddin merespons dengan jenius. Ia memasukkan tenaga baru, Victor Dethan dan Luka Cumic, pada menit ke-62 untuk menambah daya gedor sekaligus memberikan ancaman lewat skema serangan balik. Strategi ini terbukti menjadi kunci kemenangan. PSM membiarkan Bhayangkara menyerang, namun mereka tetap rapat dan disiplin dalam bertahan, menunggu momentum yang tepat untuk menghukum lawan.
Aksi Solo Run Luka Cumic yang Memukau
Momen yang ditunggu-tunggu publik Parepare akhirnya tiba pada menit ke-72. Melalui sebuah skema serangan balik cepat yang sangat terorganisir, Luka Cumic menerima bola di tengah lapangan. Dengan kecepatan dan teknik olah bola yang mumpuni, Cumic melakukan solo run melewati dua pemain bertahan Bhayangkara FC sebelum akhirnya berhadapan satu lawan satu dengan Aqil Savik.
Dengan ketenangan luar biasa, pemain asal Serbia ini melepaskan sepakan mendatar yang terukur ke tiang jauh. Aqil Savik sudah berusaha meregangkan tubuhnya, namun bola meluncur lebih cepat ke dalam jaring. Skor berubah menjadi 2-1 untuk PSM Makassar. Gol ini bukan hanya teknis yang indah, tetapi juga bukti efektivitas strategi yang diterapkan oleh jajaran pelatih Juku Eja dalam memanfaatkan kelemahan lawan yang terlalu asyik menyerang.
Benteng Pertahanan PSM yang Tak Tergoyahkan
Di sisa waktu pertandingan, Bhayangkara FC semakin bernafsu untuk menyamakan kedudukan. Masuknya Ilija Spasojevic di menit ke-77 menambah dimensi serangan udara bagi The Guardian. Namun, duet Aloisio Soares Neto dan Dusan Lagator di jantung pertahanan PSM tampil sangat disiplin. Mereka melakukan blok-blok krusial dan memenangkan hampir seluruh duel udara.
Hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit, skor 2-1 untuk kemenangan PSM Makassar tetap bertahan. Para pemain PSM tampak sangat emosional merayakan kemenangan ini, mengingat betapa beratnya tekanan yang mereka terima dalam beberapa pekan terakhir akibat hasil minor yang sempat membawa mereka mendekati zona merah.
Analisis Klasemen: PSM Menjauh, Bhayangkara Tertahan
Tambahan tiga poin dari laga ini membawa dampak signifikan bagi posisi PSM Makassar di klasemen sementara Super League 2025/2026. Kini, Juku Eja mengoleksi 34 poin dan berhasil naik ke peringkat ke-13, menggeser Persijap Jepara. Yang lebih penting, PSM kini berjarak 7 poin dari Persis Solo yang berada di zona degradasi, memberikan sedikit ruang bernapas bagi skuat Ahmad Amiruddin untuk menatap sisa musim dengan lebih optimis.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Bhayangkara FC. The Guardian tertahan di peringkat ketujuh dengan koleksi 47 poin. Ambisi mereka untuk merangkak naik ke papan atas dan menggeser Dewa United pun harus tertunda. Paul Munster harus segera melakukan evaluasi, terutama terkait koordinasi lini belakang saat menghadapi serangan balik cepat, jika ingin tetap bersaing di zona kualifikasi kompetisi Asia.
Susunan Pemain Lengkap
PSM Makassar (4-3-3): Hilmansyah; Aloisio Soares Neto, Dusan Lagator, Victor Luiz, Mufli Hidayat; Ananda Raehan, Resky Fandi (Akbar Tanjung 70′), Savio Roberto (Rasyid Bakri 82′); Sheriddin Boboev (Victor Dethan 62′), Rizky Eka (Achmat Fahrul Aditia 82′), Alex Tanque (Luka Cumic 62′).
Pelatih: Ahmad Amiruddin
Bhayangkara FC (3-4-3): Aqil Savik; Moises Gaucho (Ilija Spasojevic 77′), Slavia Damjanovic, Nehar Sadiki; Firza Andika (Ryan Kurnia 90′), Sani Rizki Fauzi (Putu Gede 57′), Sho Yamamoto, T.M Ichsan (Wahyu Subo Seto 46′); Ginanjar Wahyu (Dendy Sulistyawan 46′), Hendri Doumbia, Privat Mbarga.
Pelatih: Paul Munster