Langkah Berani Pemkot Makassar: Relokasi Humanis 667 Pedagang Jalan Veteran Menuju Terminal Malengkeri

Hisan Halibin | KabarHarian
24 May 2026, 16:08 WIB
Langkah Berani Pemkot Makassar: Relokasi Humanis 667 Pedagang Jalan Veteran Menuju Terminal Malengkeri

KabarHarian — Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam menata estetika kota sekaligus mengurai benang kusut kemacetan yang telah bertahun-tahun menghantui kawasan Jalan Veteran. Melalui sebuah operasi penertiban yang mengedepankan sisi humanis, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berhasil merelokasi sebanyak 667 pedagang yang selama ini beraktivitas di badan jalan dan trotoar. Langkah besar ini menandai babak baru bagi fungsi jalan protokol di Kota Daeng.

Sejak Minggu (24/5/2026) dini hari, suasana di sekitar Jalan Veteran Utara hingga Pasar Kubis tampak berbeda. Jika biasanya kawasan ini dipadati oleh aktivitas bongkar muat yang semrawut, kini pemandangan berganti dengan proses pemindahan yang teratur. Para pedagang, yang mayoritas telah menggantungkan hidup di kawasan tersebut selama lebih dari dua dekade, secara sukarela mengemasi barang dagangan dan lapak mereka untuk berpindah ke lokasi baru yang lebih representatif: Terminal Malengkeri.

Mengakhiri Dua Dekade Kemacetan Menahun

Keberadaan pasar tumpah di Jalan Veteran bukanlah masalah baru. Selama puluhan tahun, kawasan ini menjadi titik nadi perdagangan sekaligus sumber kemacetan utama di Makassar. Kendaraan operasional seperti mobil boks yang melakukan bongkar muat sayur-mayur kerap memakan separuh badan jalan, menyebabkan penyempitan ruang gerak bagi pengguna jalan lainnya. Kondisi ini tidak hanya memicu antrean kendaraan yang mengular, tetapi juga mengancam keselamatan para pejalan kaki dan pengendara.

Baca Juga Kalender Libur Mei 2026: Catat Tanggal Merah dan Strategi Maksimalkan 3 Long Weekend!
Kalender Libur Mei 2026: Catat Tanggal Merah dan Strategi Maksimalkan 3 Long Weekend!

Relokasi ini menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang merindukan fungsi jalan yang semestinya. Pemkot Makassar menyadari bahwa pembiaran selama 20 tahun terakhir harus segera dihentikan demi kepentingan publik yang lebih luas. Namun, alih-alih menggunakan pendekatan represif, otoritas setempat memilih jalur dialog yang membuahkan hasil kondusif tanpa ada gesekan fisik di lapangan.

Pendekatan Persuasif: Kunci Keberhasilan Penataan

Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, mengungkapkan bahwa kunci utama dari kelancaran proses relokasi ini adalah komunikasi dua arah yang intensif. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak sekadar menggusur, melainkan memindahkan ekosistem ekonomi ke tempat yang lebih layak dan tertata.

“Alhamdulillah, seluruh proses penataan berjalan sangat kondusif. Tidak ada gesekan antara petugas dan pedagang karena semua dilakukan secara kolektif dengan mengedepankan komunikasi persuasif. Kami menjaga agar ketertiban dan keamanan warga tetap menjadi prioritas utama selama proses berlangsung,” ujar Ali Gauli Arief dalam keterangan resminya kepada redaksi.

Ia menambahkan bahwa kesadaran para pedagang menjadi faktor determinan. Banyak dari mereka yang menyadari bahwa berjualan di trotoar dan badan jalan memang melanggar aturan dan mengganggu kenyamanan publik. Dengan adanya kepastian lokasi baru di Terminal Malengkeri, para pedagang merasa lebih tenang untuk melanjutkan usaha mereka secara legal.

Baca Juga 105 Inspirasi Ucapan Mother’s Day 2026: Dari Pesan Haru hingga Kata-Kata Aesthetic yang Menyentuh Jiwa
105 Inspirasi Ucapan Mother’s Day 2026: Dari Pesan Haru hingga Kata-Kata Aesthetic yang Menyentuh Jiwa

Terminal Malengkeri: Pusat Ekonomi Baru yang Tertata

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Makassar telah menyiapkan Terminal Malengkeri di Kecamatan Tamalate sebagai rumah baru bagi ratusan pedagang tersebut. Lokasi ini dinilai memiliki ruang yang lebih luas dan infrastruktur yang lebih memadai untuk mendukung aktivitas bongkar muat tanpa mengganggu arus lalu lintas umum.

Tercatat sebanyak 308 unit mobil boks milik pedagang bongkar muat kini telah mulai beroperasi di Terminal Malengkeri. Langkah ini secara otomatis mengosongkan wilayah Kelurahan Gaddong dan Kelurahan Wajo Baru yang selama ini menjadi pusat konsentrasi pedagang sayur partai besar. Penataan di Terminal Malengkeri diharapkan dapat menciptakan ekosistem pasar yang lebih higienis, teratur, dan mudah diakses oleh pembeli tanpa harus berdesakan di pinggir jalan.

Rincian Sebaran Pedagang yang Direlokasi

Skala relokasi ini tergolong masif, mencakup berbagai titik di sekitar kawasan Pasar Kalimbu dan lorong-lorong penyangga Jalan Veteran Utara. Data dari Perumda Pasar Makassar Raya merinci sebaran 667 pedagang tersebut sebagai berikut:

  • Pedagang Bongkar Muat: 308 unit mobil boks yang kini menetap di Terminal Malengkeri.
  • Kawasan Pasar Kalimbu: Mencakup sekitar 359 orang pedagang kaki lima (PKL).
  • Jalan Kubis: Sebanyak 68 pedagang.
  • Jalan Mentimun: 84 pedagang.
  • Jalan Bayam: 85 pedagang.
  • Lorong 101: 35 pedagang.
  • Lorong 99: 23 pedagang.
  • Lorong 97 & 98: Mencapai 42 pedagang, ditambah titik-titik kecil lainnya di sekitar kawasan pasar.

Pembongkaran lapak-lapak yang selama ini menutupi akses jalan dilakukan secara sistematis pada malam hari untuk meminimalisir gangguan aktivitas warga sekitar. Kini, lorong-lorong yang sebelumnya gelap dan sempit karena tumpukan lapak kayu mulai terlihat lapang dan bersih.

Baca Juga 100 Ucapan Hari Buruh 2026: Manifestasi Semangat Perjuangan dan Penghormatan Bagi Pahlawan Ekonomi
100 Ucapan Hari Buruh 2026: Manifestasi Semangat Perjuangan dan Penghormatan Bagi Pahlawan Ekonomi

Dukungan bagi Pedagang: Dari Fasum hingga Akses Modal

Pemkot Makassar memahami bahwa relokasi tentu berdampak pada adaptasi baru bagi para pedagang. Oleh karena itu, selain menyiapkan lahan, pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai program pendukung untuk memastikan daya beli di lokasi baru tetap terjaga. Salah satunya adalah wacana penyaluran bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi PKL yang terdampak penertiban.

Langkah ini diambil agar para pedagang memiliki modal tambahan untuk menata kembali usahanya di tempat yang baru. Dengan adanya dukungan finansial dan legalitas lokasi, diharapkan taraf hidup pedagang dapat meningkat seiring dengan lingkungan kerja yang lebih sehat dan profesional.

Menuju Makassar yang Lebih Nyaman dan Berkelanjutan

Relokasi ini bukan sekadar tentang memindahkan orang, melainkan tentang mengembalikan marwah infrastruktur kota. Ali Gauli Arief berharap agar konsistensi pedagang tetap terjaga di Terminal Malengkeri. Ia mengimbau agar tidak ada lagi oknum pedagang yang mencoba kembali ke bahu jalan demi keuntungan sesaat.

“Dengan kembalinya fungsi Jalan Veteran secara maksimal, masyarakat dapat berkendara dengan nyaman dan aman. Kami berharap penataan ini bersifat berkelanjutan. Kota yang hebat adalah kota yang mampu menyeimbangkan antara roda ekonomi rakyat dengan ketertiban umum,” pungkasnya.

Baca Juga Drama Luka Cumic di Gelora BJ Habibie: Antara Heroisme, Air Mata, dan Cedera yang Mengancam
Drama Luka Cumic di Gelora BJ Habibie: Antara Heroisme, Air Mata, dan Cedera yang Mengancam

Kini, warga Makassar dapat mulai menikmati perubahan signifikan di Jalan Veteran. Tidak ada lagi tumpukan sayur di trotoar, tidak ada lagi kemacetan panjang akibat truk yang bongkar muat sembarangan. Makassar tengah bersolek menuju kota dunia yang lebih teratur, tanpa meninggalkan kepedulian terhadap para pelaku ekonomi kecil.

Hisan Halibin

Hisan Halibin

Pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi kabarharian. Berpengalaman dalam jurnalisme digital dan manajemen media. Fokus pada akurasi data dan penyajian berita yang edukatif bagi pembaca.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *