Progres Signifikan! Gubernur Andi Sudirman Pastikan Proyek Jalan Hertasning Makassar Rampung Sesuai Target dengan Sistem Drainase Terintegrasi
KabarHarian — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, kembali menunjukkan komitmennya dalam melakukan transformasi infrastruktur di wilayah Sulawesi Selatan. Dalam peninjauan lapangan terbaru, orang nomor satu di Sulsel ini memastikan bahwa pengerjaan Jalan Hertasning di Kota Makassar terus dikebut dan berjalan sesuai rencana. Proyek ini tidak hanya sekadar pengaspalan ulang, melainkan sebuah restrukturisasi jalan yang dilakukan secara terintegrasi dengan sistem drainase modern guna menjawab keluhan masyarakat selama bertahun-tahun.
Jalan Hertasning selama ini dikenal sebagai salah satu urat nadi transportasi paling padat yang menghubungkan Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa. Namun, seiring dengan padatnya mobilitas, kawasan ini juga kerap menjadi langganan genangan air saat intensitas hujan tinggi. Menyadari persoalan klasik tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengambil langkah berani melalui skema pembangunan terpadu.
Menilik Urat Nadi Transportasi Makassar-Gowa
Peninjauan yang dilakukan Andi Sudirman Sulaiman pada akhir Mei 2026 ini bukan tanpa alasan. Ia ingin memastikan bahwa Program Multiyears Project (MYP) Infrastruktur Jalan pada ruas Hertasning Makassar berjalan tepat sasaran. Bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya, Jalan Hertasning adalah jalur vital bagi ekonomi dan mobilitas harian. Kemacetan yang dipicu oleh kerusakan jalan atau genangan air seringkali menghambat laju distribusi barang dan jasa.
“Kami telah melakukan survei langsung pada saluran Jalan Hertasning yang telah kita perbesar ukurannya. Fokus kita bukan hanya memperhalus jalan, tetapi memperlancar sistem pembuangan air. Ini adalah upaya nyata untuk mengatasi genangan yang sering terjadi dan dikeluhkan warga,” ujar Andi Sudirman saat memberikan keterangan pers di lokasi proyek.
Solusi Permanen Atasi Masalah Genangan Klasik
Salah satu poin krusial dalam proyek ini adalah integrasi drainase. Selama ini, banyak proyek pembangunan jalan di berbagai daerah yang seringkali mengabaikan sistem pembuangan air, sehingga jalan yang baru saja diperbaiki cepat rusak kembali akibat terendam air. Di bawah kepemimpinan Andi Sudirman, pola tersebut diubah secara total.
Saluran drainase di sepanjang ruas Hertasning hingga Aroepala kini diperlebar dan diperdalam secara signifikan. Langkah ini diambil untuk memastikan debit air hujan yang tinggi dapat dialirkan dengan cepat menuju kanal utama, sehingga tidak lagi meluap ke badan jalan. Dengan sistem yang terintegrasi ini, daya tahan aspal diharapkan dapat bertahan lebih lama, memberikan kenyamanan maksimal bagi para pengguna jalan.
Investasi Strategis Rp 430 Miliar untuk Konektivitas Wilayah
Proyek ruas Jalan Hertasning ini merupakan bagian dari Paket 1 Program MYP Infrastruktur Jalan yang memiliki nilai investasi fantastis, yakni mencapai Rp 430 miliar. Anggaran sebesar ini tidak hanya dialokasikan untuk satu titik saja, melainkan mencakup 14 ruas jalan strategis yang tersebar di wilayah Makassar, Gowa, Bulukumba, hingga Sinjai.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyadari bahwa konektivitas antarwilayah adalah kunci utama dalam mendorong pemerataan pembangunan. Dengan menghubungkan daerah-daerah sentra produksi dengan pasar di perkotaan, biaya logistik dapat ditekan, dan efisiensi waktu perjalanan dapat ditingkatkan secara signifikan. Program MYP ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan anggaran yang transparan dan tepat sasaran dapat menghasilkan dampak yang masif bagi masyarakat luas.
Dampak Langsung Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan
Pembangunan infrastruktur yang masif di era Andi Sudirman Sulaiman terbukti linier dengan catatan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang impresif. Sebelumnya, ditegaskan bahwa ekonomi Sulsel mampu tumbuh hingga 6,88%. Angka ini merupakan hasil dari kerja kolektif dan ketersediaan infrastruktur pendukung yang mumpuni.
Jalan yang mulus dan bebas genangan di kawasan Hertasning-Aroepala secara otomatis akan meningkatkan produktivitas para pelaku usaha di kawasan tersebut. Pertokoan, kafe, hingga perkantoran yang menjamur di sepanjang jalur ini akan merasakan dampak ekonomi positif dengan meningkatnya kunjungan pelanggan yang tidak lagi terkendala oleh kemacetan akibat jalan rusak atau banjir.
Target Rampung: Memantau Progres di Lapangan
Berdasarkan data laporan progres per Mei 2026, pengerjaan Ruas Jalan Hertasning telah menyentuh angka 64,34 persen. Capaian ini dinilai sangat positif dan menunjukkan tren yang konsisten menuju penyelesaian tepat waktu. Andi Sudirman menegaskan bahwa pihaknya tidak akan lengah dalam melakukan pengawasan, mengingat pentingnya jalur ini bagi masyarakat.
Beberapa poin utama yang dipantau dalam pengerjaan ini meliputi:
- Kesesuaian spesifikasi teknis material aspal yang digunakan agar tahan terhadap beban kendaraan berat.
- Ketepatan elevasi saluran drainase agar air dapat mengalir secara gravitasi dengan sempurna.
- Keamanan area konstruksi bagi pengguna jalan yang masih melintas selama proses pengerjaan.
- Penyelesaian marka jalan dan fasilitas pendukung lainnya sebagai tahap akhir.
Visi Infrastruktur Berkelanjutan di Masa Depan
Andi Sudirman Sulaiman menutup peninjauannya dengan optimisme tinggi. Ia berjanji akan terus mengawal proyek ini hingga benar-benar tuntas 100 persen. Baginya, infrastruktur adalah warisan jangka panjang yang harus dirasakan manfaatnya oleh generasi mendatang.
“Insyaallah kita terus kawal agar pengerjaan berjalan maksimal dan selesai tepat waktu. Kami ingin masyarakat segera merasakan manfaatnya secara langsung. Tidak ada lagi drama mobil mogok karena genangan atau kemacetan panjang akibat lubang di jalan,” pungkasnya penuh keyakinan.
Komitmen Pemprov Sulsel dalam menggenjot infrastruktur melalui skema MYP ini diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain. Dengan perencanaan yang matang, integrasi sistem pembuangan yang baik, serta pengawasan lapangan yang ketat, Sulawesi Selatan kini tengah melangkah menuju era baru konektivitas yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing global.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas di ruas Jalan Hertasning masih terlihat padat namun tetap terkendali. Para pekerja di lapangan terus berjibaku merampungkan sisa pengerjaan demi memenuhi janji pemerintah kepada rakyatnya. Bagi warga Makassar, setiap jengkal aspal yang terhampar di Hertasning bukan sekadar jalan, melainkan simbol harapan untuk mobilitas yang lebih manusiawi dan ekonomi yang terus bertumbuh.