Horor di Badung hingga Tragedi di Jalan Imam Bonjol: Rangkuman Peristiwa Kelam Bali Sepekan Terakhir

Andre Pratama | KabarHarian
24 May 2026, 10:13 WIB
Horor di Badung hingga Tragedi di Jalan Imam Bonjol: Rangkuman Peristiwa Kelam Bali Sepekan Terakhir

KabarHarian — Pulau Dewata yang biasanya dikenal dengan ketenangan dan pesona wisatanya, pekan ini justru dirundung awan kelam. Sederet peristiwa tragis, mulai dari aksi pembunuhan berencana yang teramat sadis hingga kecelakaan maut yang merenggut nyawa di jalanan protokol Denpasar, mendominasi perhatian publik. Tak hanya soal kriminalitas, dunia olahraga lokal pun tengah diguncang kecemasan akibat perilaku suporter yang berpotensi mendatangkan sanksi berat bagi klub kebanggaan masyarakat Bali. Kami merangkum rangkaian peristiwa ini untuk memberikan gambaran mendalam tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik hiruk-pikuk Bali selama tujuh hari terakhir.

Tragedi di Darmasaba: Dendam, Darah, dan Pengkhianatan Teman

Kasus yang paling menyita perhatian publik adalah terungkapnya misteri penemuan jasad seorang pria bertato di sebuah lahan kosong di Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung. Korban yang diketahui berinisial DAD (25), ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan, terkubur di dalam karung. Penyelidikan intensif yang dilakukan oleh jajaran Polres Badung akhirnya membuahkan hasil dengan diringkusnya empat orang pelaku di wilayah Jember, Jawa Timur.

Baca Juga Petaka Overload di Jalur Mengwitani: Truk Hebel Terguling, Nyawa Satu Keluarga Nyaris Melayang
Petaka Overload di Jalur Mengwitani: Truk Hebel Terguling, Nyawa Satu Keluarga Nyaris Melayang

Aksi ini bukan sekadar penganiayaan spontan, melainkan sebuah pembunuhan berencana yang dilakukan dengan sangat dingin. Ironisnya, dua dari empat pelaku masih tergolong di bawah umur, yakni AFP (17) dan IPR (16). Sementara dua pelaku dewasa lainnya adalah DF (20) dan MKH (24). Fakta yang lebih menyakitkan adalah kenyataan bahwa salah satu pelaku, DF, merupakan rekan kerja korban di sebuah tempat pencucian motor. Kedekatan yang seharusnya membangun rasa kawan, justru berakhir dengan pengkhianatan berdarah.

Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, dalam rilis resminya mengungkapkan bahwa motif di balik aksi keji ini adalah campuran antara rasa dendam pribadi dan keserakahan. DF mengaku kerap sakit hati karena sering diejek oleh korban saat bekerja. Namun, dendam tersebut kemudian berkembang menjadi rencana perampokan. Para pelaku berniat menguasai barang berharga milik korban untuk kemudian dijual dan hasilnya dibagi rata.

Detik-Detik Eksekusi yang Menggetarkan Nurani

Berdasarkan kronologi yang dihimpun tim redaksi, eksekusi dilakukan pada dini hari yang sunyi, tepatnya Kamis (7/5) sekitar pukul 02.40 Wita, di tempat pencucian motor tempat korban bekerja. Korban dikeroyok secara brutal menggunakan botol kaca kosong dan kursi besi yang sudah rusak. Tidak berhenti di situ, korban yang sudah tidak berdaya ditendang dan dipukul berulang kali.

Baca Juga Waspada Ancaman Virus Hanta: Dinkes NTB Perketat Pengawasan dan Imbau Warga Jauhi Tikus
Waspada Ancaman Virus Hanta: Dinkes NTB Perketat Pengawasan dan Imbau Warga Jauhi Tikus

Puncak kesadisan terjadi ketika para pelaku menggunakan pisau pemotong busa untuk menusuk punggung korban. Pelaku utama kemudian menggorok leher korban berkali-kali guna memastikan nyawanya benar-benar hilang. Setelah dipastikan tewas, jasad pria asal Sumbawa tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dikubur secara sembunyi-sembunyi untuk menghilangkan jejak. Sepeda motor korban pun langsung dijual seharga Rp 1,8 juta, sebuah angka yang sangat murah jika dibandingkan dengan nyawa manusia yang mereka rampas.

Kini, para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Polisi menjerat mereka dengan pasal berlapis, termasuk pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara atau bahkan seumur hidup. Kasus ini menjadi alarm keras bagi masyarakat mengenai betapa tipisnya batas antara pertemanan dan kekerasan jika tidak dibarengi dengan pengendalian diri.

Suporter dan Flare: ‘Surat Cinta’ dari PSSI untuk Bali United

Beralih ke ranah lapangan hijau, euforia pendukung Bali United saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Minggu (17/5) justru berujung pada ancaman sanksi yang membayangi manajemen klub. Pesta kembang api, penyalaan flare, dan petasan yang dilakukan oknum suporter di tribun penonton kini menjadi beban berat bagi tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut.

Baca Juga Jadwal Lengkap SIM Keliling Bali 12 Mei 2026: Lokasi di Badung, Jembrana, Buleleng, hingga Gianyar
Jadwal Lengkap SIM Keliling Bali 12 Mei 2026: Lokasi di Badung, Jembrana, Buleleng, hingga Gianyar

Manajemen Bali United kini tengah diliputi kecemasan sembari menunggu keputusan resmi atau ‘surat cinta’ dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Berdasarkan rekam jejak musim ini, Bali United sudah berulang kali terkena denda akibat insiden serupa. Saat menjamu Persebaya, denda sebesar Rp 60 juta harus dibayarkan. Angka itu membengkak drastis saat melawan Persija Jakarta, di mana manajemen didenda Rp 320 juta dan sanksi dua laga kandang tanpa penonton.

Indikasi hukuman kali ini diprediksi akan jauh lebih berat. Ada kemungkinan salah satu tribun, atau bahkan seluruh stadion, akan ditutup untuk beberapa pertandingan ke depan. Media Officer Bali United, Alexander Mahaputra, menyatakan bahwa pihak klub hanya bisa pasrah dan menunggu keputusan final. Insiden ini menegaskan bahwa fanatisme yang tidak dewasa justru bisa merugikan klub yang dicintai secara finansial maupun moral di atas lapangan.

Misteri ‘Mrs. X’ di Jalan Imam Bonjol: Tragedi Hit-and-Run Beruntun

Kabar duka lainnya datang dari aspal panas Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Seorang wanita yang awalnya tidak diketahui identitasnya (Mrs. X) tewas setelah menjadi korban kecelakaan beruntun yang sangat tragis. Korban akhirnya teridentifikasi sebagai SW (42), seorang perantau asal Tulungagung, Jawa Timur.

Baca Juga Jadwal dan Panduan Lengkap SIM Keliling Badung 4 Mei 2026: Lokasi Strategis dan Estimasi Biaya
Jadwal dan Panduan Lengkap SIM Keliling Badung 4 Mei 2026: Lokasi Strategis dan Estimasi Biaya

Peristiwa ini menggambarkan betapa tidak amannya jalanan saat kewaspadaan pengemudi menurun. Pada Rabu (20/5) dini hari, SW bermaksud menyeberang jalan sebelum akhirnya dihantam oleh sebuah kendaraan yang melaju kencang dari arah utara. Alih-alih berhenti untuk menolong, pengemudi pertama tersebut langsung tancap gas meninggalkan korban yang tergeletak di aspal.

Nasib malang SW berlanjut. Tubuhnya yang sudah terkapar kembali dilindas oleh kendaraan kedua yang juga melarikan diri dari tanggung jawab. Baru pada hantaman ketiga, yakni oleh mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan oleh INS (55), kendaraan tersebut berhenti. Namun, semuanya sudah terlambat. SW menghembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian dengan luka-luka yang sangat mengerikan, termasuk patah tulang paha dan luka terbuka di bagian leher.

Penutup: Refleksi Keamanan dan Kemanusiaan

Rangkaian peristiwa sepekan ini membawa pesan mendalam bagi seluruh warga dan pendatang di Bali. Mulai dari kewaspadaan dalam menjalin relasi sosial agar tidak berujung pada kriminalitas, kedewasaan dalam mendukung tim olahraga, hingga pentingnya etika dan tanggung jawab saat berkendara di jalan raya. Kehilangan nyawa dalam kondisi yang tragis, baik karena pembunuhan maupun kecelakaan, merupakan duka kolektif yang seharusnya tidak perlu terulang kembali.

Baca Juga Krisis Pertalite di Amfoang: Jeritan Petani di Tengah Panen dan Masa Depan Pendidikan yang Terancam
Krisis Pertalite di Amfoang: Jeritan Petani di Tengah Panen dan Masa Depan Pendidikan yang Terancam

Polisi masih terus mendalami kasus tabrak lari di Jalan Imam Bonjol untuk memburu dua pengemudi yang kabur. Sementara itu, proses hukum bagi para pelaku pembunuhan di Badung terus berjalan. Mari kita berharap agar keadilan dapat ditegakkan setegak-tegaknya, dan Bali kembali menjadi tempat yang aman bagi siapa saja yang berpijak di atasnya.

Andre Pratama

Andre Pratama

Jurnalis lapangan yang berdedikasi meliput isu-isu regional dan peristiwa terkini di Indonesia. Memiliki minat mendalam pada isu kebijakan publik dan perkembangan infrastruktur di daerah.

Load more article →

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *